Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
  • print Cetak

Lubuk Larangan Laru Lombang. (foto : Yaser Lubis)

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Para pecandu Lubuk Larangan juga terdapat 2 variasi motivasinya. Motif pertama : ikan yang ditangkap hanya untuk konsumsi keluarganya semata alias tak dijual. Motif kedua : sebagian ikan untuk konsumsi keluarga, sebagian untuk dijual.

Harga tiket dua variasi. Untuk orang luar desa lebih mahal dibanding penduduk desa setempat.

Di Lubuk Larangan Desa Gunung Tua Julu, misalnya, untuk orang luar desa biasanya dipatok Rp.50.000 per tiket. Untuk penduduk desa setempat Rp.25.000.

Variasi harga tiket juga berbeda antara Lubuk Larangan di satu desa dengan Lubuk Laragan desa lain.

Ada yang mematok tiket seharga Rp.60.000, ada yang Rp. 50.000 hingga ada yang Rp. 30.000. Tergantung potensi ikan di masing-masing aliran sungai.

Yang ikannya selalu lumayan banyak, panitia berani mematok 60.000 per tiket.

Tetapi potensi ikan sering juga berpluktuasi. Bisa-bisa tahun lalu ikannya melimpah, tahun ini justru sedikit. Pluktuasi itu tak mempengaruhi harga tiket. Karena secara umum, melimpah tidaknya potensi ikan akan diketahui saat panen berlangsung.

Lubuk Larangan banyak ditemukan di Mandailing Godang hingga Mandailing Julu, termasuk Batang Natal.

Di Mandailing Godang sebut saja : Laru Lombang, Tambangen Jae, Lumban Pasir, Gunung Baringin, Parmompang, Padang Laru, Salambue, Pidoli Dolok, Pidoli Lombang, Sipapaga, Lubuk Sibegu, Aek Galoga/Vinago, Barbaran, Hutatonga, Longat, Gunungtua Julu, Gunungtua Lumban Pasir, Gunungtua Tonga, Hutasiantar.

Mandailing Julu lebih banyak, mulai dari Kotanopan Ulupungkut hingga Muara Sipongi, diantaranya : Singegu, Hutabaringin, Simangambat, Tamiang, Usor Tolang, Hutapungkut Jae, Hutapungkut Julu, (dan lain-lain, saya lupa nama-nama desanya).

 

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, anak dan luar ruangan

Peserta memperlihatkan hasil tangkapan di Lubuk Larangan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Madina

 

Aliran sungai yang dijadikan lubuk larangan, mulai dari Sungai Batang Gadis, Batang Natal, Aek Pohon, Rantopuran, Aek Sarir, Aek Mata, Batang Pungkut dan lain-lain.

Ada juga yang memanfaatkan saluran irigasi Batang Gadis sebagi titik Lubuk Larangan. Misalnya Gunungtua Iparbondar dan Panyabungan III (atau panyabungan II? Saya lupa).

Di dua lubuk larangan ini peserta bukan menjala, tetapi mandehe (menangkap ikan dengan tangan). Panitia menaruh bibit ikan mas sebagai komoditasnya. Ada juga ikan nila dan lele jumbo yang mebiak sendiri.

Di Barbaran juga ikan mas dan nila. Peserta hanya boleh mandehe dan mandurung. Jumlah ikannya jarang berpluktuasi. Selalu banyak. Cobalah datang ke Barbaran saat membuka (panen) Lubuk Larangan. Anda akan melihat banyak peserta yang sumringah membawa ikan nila besar-besar sebanyak karung raskin.  (bersambung)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hingga Pukul 9 Malam Jumlah Korban 41 Orang

    Hingga Pukul 9 Malam Jumlah Korban 41 Orang

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah korban di kalangan warga Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina), Sumut, kian bertambah masuk rumah sakit. Pantauan Mandailing Online, hingga pukul 20:01 WIB, Selasa (27/9/2022), jumlah korban yang masuk UGD RSU Panyabungan dan RSU Permata Madina sekitar 41 orang. Para korban mengalami badan lemas. […]

  • Cerpen: GULAI BATU

    Cerpen: GULAI BATU

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Rina Youlida Nurdina Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, Rahmadi yang biasa disapa Madi baru saja pulang bermain sepak bola dengan teman-temannya di lapangan yang ada di kampung sebelah. Adzan berkumandang menandakan sudah  waktunya untuk melaksanakan salat Magrib. Madi yang badan dan kakinya dipenuhi dengan lumpur langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya […]

  • Korupsi Indonesia sudah gawat

    Korupsi Indonesia sudah gawat

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Korupsi harus diakui bukan saja makin masif dan sistemik, tetapi juga makin telanjang dan bahkan sudah merambah urusan agama, sebagaimana kasus korupsi pengadaan Al Quran yang ikut menyeret politisi senayan dari Fraksi Golkar Zulkarnaen Djabar. Karena itu, tidak cukup memerangi korupsi melalui pendekatan politik dan hukum saja tetapi juga melalui sebuah gerakan kultural. […]

  • Bupati Madina Hadiri HUT ke-71 IBI

    Bupati Madina Hadiri HUT ke-71 IBI

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menghadiri kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Gedung Serbaguna, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (6/8). HUT ke-71 IBI tersebut mengusung tema ‘Perjalanan Panjang Profesi Bidan Mengawal Kesehatan Ibu dan Bayi untuk Mewujudkan Indonesia Unggul dan Indonesia Maju’. Sukhairi […]

  • Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Rencana pembukaan jalan propinsi yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan menuju Hapung Kabupaten Padang Lawas, tinggal menunggu izin dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Demikian disampikan Camat Panyabungan Timur Awaluddin kepada MedanBisnis, Rabu (23/3) di Perkantoran Pemkab Mandailing Natal, Parbangunan, Kecamatan Panyabungan. Dijelaskannya, usulan dari Madina telah disetujui oleh Badan Perencanaan […]

  • DPRD : Yang Disahkan DPRD Madina Pustu Pastab Julu, Bukan Pustu Pastab Jae

    DPRD : Yang Disahkan DPRD Madina Pustu Pastab Julu, Bukan Pustu Pastab Jae

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal menyatakan bahwa Pustu yang seharusnya direhab adalah Pustu Desa Pastab Julu, bukan Pustu Desa Pastab Jae. Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Komisi I, As Imran Khaitamy Daulay menjawab Mandailing Online, Sabtu (26/6) menyatakan proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu Desa Pastab Jae Kecamatan Tambangan tidak sesuai dengan […]

expand_less