Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Atika dan Harapan New Normal Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin.MFin

Catatan : Dahlan Batubara

Akhirnya semua segmen kelelahan di dalam kungkungan Covid-19.

Persoalan virus Corona menimbulkan malapetaka ekonomi dan sosial.

Kevakuman ekonomi, kemandegan distribusi, industri melambat, PHK, pengagguran massal, daya beli merosot menjadi hantu nyata di tiap kawasan.

Kelelahan itu memunculkan kesadaran baru untuk mensiasati tatanan dunia baru atau lebih populer New Normal.

New Normal ini dipromosikan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang diperkuat WHO.

Konsep New Normal ini memungkinkan setiap negara atau daerah di dalam suatu negara mengimplementasikan kebijakan kebijakan yang merangsang tumbuhnya kembali perekonomian yang sempat vakum akibat Covid-19 namun tetap menerapkan protokol pencegahan sebaran virus Corona.

Terbaru, pemerintah Indonesia mengizinkan mereka yang berusia di bawah 45 tahun untuk kembali beraktivitas di luar rumah. Sekolah juga diproyeksikan dibuka kembali pada Juli mendatang.

Di sisi lain, virus masih tersebar luas di tengah masyarakat, penularan berlangsung dengan mudah dan cepat, sementara vaksin belum juga ditemukan.

Di sinilah, pola hidup normal baru atau new normal akan diimplementasikan.

Hidup tidak bisa seterusnya dalam pembatasan yang terlalu ketat, karena banyak hal yang terdampak.

Masyarakat diperbolehkan kembali beraktivitas dengan tetap menaati aturan kesehatan yang berlaku.

“Artinya sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” kata Jokowi, seperti diberitakan Kompas.com, 7 Mei 2020.

KURVA EKONOMI

Mengutip hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang memprediksi kegiatan ekonomi bisa kembali berjalan pada Juni, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengungkapkan terhentinya kegiatan terlalu lama membuat dampak berat bagi ekonomi.

“Prinsipnya setuju (hasil riset Denny JA), agar perekonomian bisa mulai jalan lagi. Karena sekarang semua kena dampak dan akan berat buat Indonesia kalau terlalu lama berhenti,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (18/5).

Adhi sepakat dengan riset tersebut bahwa pembukaan aktivitas ekonomi dimulai pada daerah yang menunjukkan kurva melandai.

“Daerah yang mulai membaik prediksi saya bisa Juni dibuka,” imbuhnya.

Di sisi lain, Menteri Perekonomian
Airlangga Hartarto, dalam keterangan resmi, Senin (18/5) mengatakan pemerintah akan melihat kesiapan sektor publik masing-masing kementerian atau lembaga (K/L), tingkat kedisiplinan masyarakat, berikut respons publik terhadap cara bekerja dan bersosial pada new normal.

Tingkat kesiapan terhadap situasi nasional akibat pandemi akan terbagi dalam lima level.

Rinciannya, level pertama masih kritis (belum siap), level kedua parah (belum siap), level ketiga substansial (mulai siap sebagian), level keempat moderat (siap lebih banyak) dan level kelima rendah (siap semua).

KESIAPAN DAERAH

Dari semua itu, kesiapan Daerah mutlak diperhatikan. Sebab, bagaimana pun juga Daerah adalah bagian dari rangkaian sel suatu negara.

Lantas bagaimana harapan kesiapan Kabupaten Mandailing Natal? Apakah siap mengimplementasikan New Normal ini dalam menormalkan kembali ekonominya?

Melihat kebijakan kebijakan ekonomi oleh Pemkab Madina selama ini, optimisme masih sulit diharapkan. Itu bisa dilihat dari postur APBD selama ini kurang tajam kepada penguaatan ekonomi terutama sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa, industri kecil yang menjadi andalan mayoritas rakyat Madina.

Untuk itu, berhubung tahun ini merupakan tahun pemilihan kepala daerah (Pilkada) maka Madina membutuhkan figur pimpinan yang memiliki political will serta memiliki visi yang kuat di sektor ekonomi plus memiliki kapasitas penguasaan makro dan mikro ekonomi.

Dari sekian figur yang muncul, Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin.MFin merupakan sosok yang memiliki kriteria itu.

Atika saat berdialog dengan pedagang di Pasar Baru Panyabungan

Gadis dari Kotanopan, Madina yang menjadi kandidat wakil bupati Madina mendampingi kandidat bupati HM Jakfar Sukhairi Nasution ini selain memiliki kapasitas intelektual mumpuni juga telah memperlihatkan kemauan politiknya yang kuat terhadap ekonomi kerakyatan.

Dalam berbagai dialog dengan berbagai komponen termasuk di hadapan wartawan, Atika banyak mencuatkan poin poin penting menghidupkan sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa, industri kecil hingga perdagangan.

Pandangan pandangan dan sikap politiknya itu menjadi hidup mengingat latar master financial-nya dari University of New South Wales, Australia.

Atika meninjau perkebunan pepaya Calina, mendalami kendala dan peluang yang dihadapi petani

Dan itu diperkuat oleh karakternya dari tiga sisi penting. Pertama, sisi dunia perdagangan dari ayahnya H. Khoiruddin Nasution (Oji Khoir) seorang saudagar tangguh dari Mandailing.

Kedua, sisi eleganitas, etos kerja, kemandirian dan kekuatan komitmen yang merupakan karakter orang Australia yang sedikit banyanya memengaruhi sisi sikap Atika.

Ketiga, sisi milenial, dimana Atika adalah perempuan milenial yang tentu memiliki karakter gesit dan kemauan kuat dalam melakukan terobosan terobosan penting.

Diharapkan kelak dia akan melahirkan kebijakan kebijakan yang tajam dalam merangsang pertumbuhan sektor sektor ekonomi ril masyarakat. Semoga.***

Penulis adalah Pimred Mandailing Online/Pimred Madina Bisnis.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kolom Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ketika zaman kian menempatkan posisi uang di segala garis edar pergerakan manusia, maka mereka yang memiliki banyak uang akan mudah berenang di arus pergerakan aktivitas di peradaban bumi. Ketika zaman kian menempatkan posisi uang sebagai energi nafas menggerakkan arus aktivitas manusia, maka si pemilik banyak uang akan lebih […]

  • Penerimaan   Bidan Sebagai  Pegawai  Tidak Tetap  di Kab,Mandailing Natal

    Penerimaan Bidan Sebagai Pegawai Tidak Tetap di Kab,Mandailing Natal

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEMERINTAH    KABUPATEN   MANDAILING     NATAL DINAS KESEHATAN     PENGUMUMAN NOMOR  : 8OO/778/2015     PENERIMAAN   BIDAN SEBAGAI  PEGAWAI  TIDAK TETAP  UNTUK  MENGISI  BIDAN 01 DESA DENGAN  KRITERIA  BIASA  DAN TERPENCIL TMT  JANUARI2015       Sehubungan   dengan   rencana  penerimaan   Bidan  sebagai  Pegawai  Tidak  Tetap  TMT Januari  2015, dengan  ini diumumkan   :   1.  Pengangkatan     Bidan  […]

  • 23 Puskesmas di Madina Sudah Terakreditasi

    23 Puskesmas di Madina Sudah Terakreditasi

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari 26 jumlah total jumlah puskesmas di Madina, 23 sudah terakreditasi. Dari 23 itu, 20 puskemas diantaranya suratnya sudah turun dan 3 lagi masih dalam proses. Berdasar klasifikasi, dari 20 puskesmas tersebut terdapat 2 Akreditas Utama, 13 Akreditas Madya, dan 5 Akreditas Dasar. Itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan Mandailing […]

  • Jembatan Rantopuran Hampir Rampung

    Jembatan Rantopuran Hampir Rampung

    • calendar_month Rabu, 23 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan jembatan Rantopuran, Gunungtua, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hampir rampung. Jembatan yang berada di jalur Jalan Lintas Sumatera ini ambruk akibat terjangan banjir bandang pada 26 Pebruari 2012 sehingga harus diganti dengan jembatan baru. Pembangunan pengganti jembatan ini menghabiskan dana sekitar 6 milyar rupiah. Pantauan wartawan, Rabu (23/1), saat ini, […]

  • B A B I A T (Episode 1)

    B A B I A T (Episode 1)

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Halak Kotanopan Sudah hampir sebulan ini masyarakat di beberapa kampung di Mandailing dicekam ketakutan. Tidak ada anak anak yang berkeliaran diluar rumah. Apalagi anak anak yang bermain di pinggiran sawah. Lambaian padi yang menguning justru seolah menyimpan ancaman untuk mereka. Bunyi gesekan dedaunan yang ditiup angin bisa mebuat mereka merinding. Begitu matahari mulai tenggelam, […]

  • Bupati Madina : Gordang Sambilan Mulai Diperhitungkan Secara Nasional

    Bupati Madina : Gordang Sambilan Mulai Diperhitungkan Secara Nasional

    • calendar_month Minggu, 22 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait keikutsertaan kesenian Mandailing, Gordang Sambilan di acara pembukaan Asian Games pada Agustus mendatang menjadi kebaggaan bagi Mandailing Natal. Momen ini menunjukkan gambaran bahwa kesenian Mandailing, Gordang Sambilan telah diperhitungkan secara nasional. Dan, juga menjadi cemeti sebagai daya dorong untuk lebih memaksimalkan go internasional keberadaan Gordang Sambilan. Lebih dari itu, kesempatan […]

expand_less