Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Atika dan Harapan New Normal Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin.MFin

Catatan : Dahlan Batubara

Akhirnya semua segmen kelelahan di dalam kungkungan Covid-19.

Persoalan virus Corona menimbulkan malapetaka ekonomi dan sosial.

Kevakuman ekonomi, kemandegan distribusi, industri melambat, PHK, pengagguran massal, daya beli merosot menjadi hantu nyata di tiap kawasan.

Kelelahan itu memunculkan kesadaran baru untuk mensiasati tatanan dunia baru atau lebih populer New Normal.

New Normal ini dipromosikan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang diperkuat WHO.

Konsep New Normal ini memungkinkan setiap negara atau daerah di dalam suatu negara mengimplementasikan kebijakan kebijakan yang merangsang tumbuhnya kembali perekonomian yang sempat vakum akibat Covid-19 namun tetap menerapkan protokol pencegahan sebaran virus Corona.

Terbaru, pemerintah Indonesia mengizinkan mereka yang berusia di bawah 45 tahun untuk kembali beraktivitas di luar rumah. Sekolah juga diproyeksikan dibuka kembali pada Juli mendatang.

Di sisi lain, virus masih tersebar luas di tengah masyarakat, penularan berlangsung dengan mudah dan cepat, sementara vaksin belum juga ditemukan.

Di sinilah, pola hidup normal baru atau new normal akan diimplementasikan.

Hidup tidak bisa seterusnya dalam pembatasan yang terlalu ketat, karena banyak hal yang terdampak.

Masyarakat diperbolehkan kembali beraktivitas dengan tetap menaati aturan kesehatan yang berlaku.

“Artinya sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” kata Jokowi, seperti diberitakan Kompas.com, 7 Mei 2020.

KURVA EKONOMI

Mengutip hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang memprediksi kegiatan ekonomi bisa kembali berjalan pada Juni, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengungkapkan terhentinya kegiatan terlalu lama membuat dampak berat bagi ekonomi.

“Prinsipnya setuju (hasil riset Denny JA), agar perekonomian bisa mulai jalan lagi. Karena sekarang semua kena dampak dan akan berat buat Indonesia kalau terlalu lama berhenti,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (18/5).

Adhi sepakat dengan riset tersebut bahwa pembukaan aktivitas ekonomi dimulai pada daerah yang menunjukkan kurva melandai.

“Daerah yang mulai membaik prediksi saya bisa Juni dibuka,” imbuhnya.

Di sisi lain, Menteri Perekonomian
Airlangga Hartarto, dalam keterangan resmi, Senin (18/5) mengatakan pemerintah akan melihat kesiapan sektor publik masing-masing kementerian atau lembaga (K/L), tingkat kedisiplinan masyarakat, berikut respons publik terhadap cara bekerja dan bersosial pada new normal.

Tingkat kesiapan terhadap situasi nasional akibat pandemi akan terbagi dalam lima level.

Rinciannya, level pertama masih kritis (belum siap), level kedua parah (belum siap), level ketiga substansial (mulai siap sebagian), level keempat moderat (siap lebih banyak) dan level kelima rendah (siap semua).

KESIAPAN DAERAH

Dari semua itu, kesiapan Daerah mutlak diperhatikan. Sebab, bagaimana pun juga Daerah adalah bagian dari rangkaian sel suatu negara.

Lantas bagaimana harapan kesiapan Kabupaten Mandailing Natal? Apakah siap mengimplementasikan New Normal ini dalam menormalkan kembali ekonominya?

Melihat kebijakan kebijakan ekonomi oleh Pemkab Madina selama ini, optimisme masih sulit diharapkan. Itu bisa dilihat dari postur APBD selama ini kurang tajam kepada penguaatan ekonomi terutama sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa, industri kecil yang menjadi andalan mayoritas rakyat Madina.

Untuk itu, berhubung tahun ini merupakan tahun pemilihan kepala daerah (Pilkada) maka Madina membutuhkan figur pimpinan yang memiliki political will serta memiliki visi yang kuat di sektor ekonomi plus memiliki kapasitas penguasaan makro dan mikro ekonomi.

Dari sekian figur yang muncul, Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin.MFin merupakan sosok yang memiliki kriteria itu.

Atika saat berdialog dengan pedagang di Pasar Baru Panyabungan

Gadis dari Kotanopan, Madina yang menjadi kandidat wakil bupati Madina mendampingi kandidat bupati HM Jakfar Sukhairi Nasution ini selain memiliki kapasitas intelektual mumpuni juga telah memperlihatkan kemauan politiknya yang kuat terhadap ekonomi kerakyatan.

Dalam berbagai dialog dengan berbagai komponen termasuk di hadapan wartawan, Atika banyak mencuatkan poin poin penting menghidupkan sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa, industri kecil hingga perdagangan.

Pandangan pandangan dan sikap politiknya itu menjadi hidup mengingat latar master financial-nya dari University of New South Wales, Australia.

Atika meninjau perkebunan pepaya Calina, mendalami kendala dan peluang yang dihadapi petani

Dan itu diperkuat oleh karakternya dari tiga sisi penting. Pertama, sisi dunia perdagangan dari ayahnya H. Khoiruddin Nasution (Oji Khoir) seorang saudagar tangguh dari Mandailing.

Kedua, sisi eleganitas, etos kerja, kemandirian dan kekuatan komitmen yang merupakan karakter orang Australia yang sedikit banyanya memengaruhi sisi sikap Atika.

Ketiga, sisi milenial, dimana Atika adalah perempuan milenial yang tentu memiliki karakter gesit dan kemauan kuat dalam melakukan terobosan terobosan penting.

Diharapkan kelak dia akan melahirkan kebijakan kebijakan yang tajam dalam merangsang pertumbuhan sektor sektor ekonomi ril masyarakat. Semoga.***

Penulis adalah Pimred Mandailing Online/Pimred Madina Bisnis.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atikah dan Sektor Ekonomi

    Atikah dan Sektor Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Banyak yang dapat disimpulkan dari hasil bincang-bincang antara Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin dengan kalangan pers, kemarin. Kegiatan bincang-bincang di restaurant Dapoer Nenek, Panyabungan, Senin (9/3/2020). Membahas banyak sektor penting di Mandailing Natal (Madina), tentang potensi, kendala, tantangan dan peluang-peluangnya ke depan. Terutama sektor ekonomi, sosial, pemerintahan, daya saing, kompetitif […]

  • Rapat Perdana TP2D, Bahas Potensi Pendapatan Daerah dan Percepatan Program Pembangunan

    Rapat Perdana TP2D, Bahas Potensi Pendapatan Daerah dan Percepatan Program Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Rapat perdana Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (1/3/2023) sore. Prof. Todung Mulia Lubis selaku ketua TP2D memimpin langsung rapat itu. Hadir dalam pertemuan tersebut M. Azhar Lubis, Saipullah Nasution, Bupati Ja’far Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, […]

  • MK Kukuhkan Kemenangan Incumbent

    MK Kukuhkan Kemenangan Incumbent

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, (Mandailing Online) – Pasangan Ali Sutan Harahap-Ahmad Zarnawi dipastikan akan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas, Sumatera Utara periode 2014-2019. Ali Sutan merupakan calon incumbent. Kepastian diketahui setelah Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan tiga pasangan calon Bupati yang menggugat Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Bupati Padang Lawas, di Jakarta, Rabu (9/10) […]

  • Dispora Madina Tak Diberitahu Soal Turnamen Mobile Legends

    Dispora Madina Tak Diberitahu Soal Turnamen Mobile Legends

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pemuda dan Olahraga Mandailing Natal menyatakan tidak mengetahui rencana turnamen Mobile Legends. “Bahkan pihak panitia juga tidak ada konfirmasi ke kita,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mandailing Natal, Rahmat menjawab Mandailing Online via WhatsAap, Jum’at malam (22/4/2022). Dia menyatakan Dispora Madina tidak tahu tentang rencana turnamen itu karena […]

  • Warga Bantahan Panyabungan Tanya Dana Bencana

    Warga Bantahan Panyabungan Tanya Dana Bencana

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Warga kawasan Batahan Kabupaten Madina pertanyakan dana bantuan pasca angin puting beliung yang menimpa 99 kk Masarakat Batahan, sedang inpormasi soal dana bantuan dari Pemda Madina sebesar Rp120 juta lebih dipertanyakan. Kamis (11/11) Dana sebesar Rp 120 juta tersebut menjadi bahan pertanyaan warga Batahan setelah ada mendapat inpormasi bahwa dana bantuan yang terulis pada […]

  • DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Selama 3 (tiga) hari ke depan DPC Khusus Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan mendistribusikan bantuan untuk 50 masjid yang tersebar di wilayah Madina. Ketua Ikanas Khusus dr. Syarifuddin Nasution didampingi Kepala Biro Ekonomi dan Bisnis DPD Ikanas Sumatera Utara Drs. H. Syafaruddin Nasution kepada […]

expand_less