Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Carut Marut Negeri Akibat Sombong Kepada PenciptaNya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
  • print Cetak

Essay : Siti Khadijah Sihombing

 

Tidakkah kamu merasakan kerusakan negeri ini? Taukah kamu bahwa negeri ini telah rusak? Sudah tampak jelas duhai saudara semuanya, kerusakan ini telah nampak di depan mata, baik di kota sampai pelosok desa.

Tak ada kesejahteraan dan kebahagiaan lagi yang dirasakan umat. Umat hari ini dipaksa untuk tunduk dan patuh kepada kediktatoran penguasa. Umat dipaksa untuk rela berkorban demi penguasa.
Tetapi penguasa tidak pernah memikirkan umat. Mereka hanya sibuka memikirkan harta, tahta, dan jabatan mereka.

Mereka juga rela mengorbakan umat demi kepentingan mereka. Mereka menggunakan kekuasaannya demi memijak-mijak umat yang lemah. Semua sudah tampak jelas di depan mata, tidak ada yang tertutupi lagi sebab memang begitulah faktanya.

Taukah kamu hal itu mengapa bisa terjadi? Sebab sistem yang kita pakai bukanlah sistem Islam, tapi sistem kufur kapitalisme yang dari sistem inilah melahirkan penguasa yang egois dan brutal. Tidak ada lagi kebahagian yang akan dirasakan umat. Yang ada hanya penganiayaan baik secara fisik maupun psikis.

Umat hari ini dipaksa untuk rela berkorban  dengan semua kebijakan mereka, yang mana itu jelas-jelas merugikan umat.

Dan parahnya jika umat berkoar-koar mengkritik kebijakan mereka. Mereka akan berkata apa yang telah engkau berikan kepada negeri ini sehingga engkau sibuk mengkritik kami. Bukan itu saja. Jika mereka tidak suka maka mereka akan menangkapi rakyat dengan dalih membasmi intoleran dan ujaran kebencian atau mencoreng nama baik penguasa.

Lucu sungguh lucu. Tidak sadarkah para penguasa ini akan tugas mereka.

Harusnya mereka yang melayani rakyat dengan baik, sebab semua yang mereka lakukan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di hari akhirat kelak.

Semua ini adalah buah dari kapitalisme yang mana sistem ini menghasilkan pemimpin yang rusak dan merusak. Tidak ada pengayoman yang sebenarnya. Hanya kemudaratan yang ada. Tidak akan ada kesejahteraan yang sebenarnya hanya ada ilusi semata.

Masihkah kita sanggup hidup dalam sistem kufur yang rusak ini? Tidakkah kita sadar jauh sebelum kapitalisme ada Allah sudah menyiapkan sistem yang baik untuk kita terapkan dalam kehidupan kita. Sistem itu juga telah Rasulullah contohkan pada saat beliau memimpin negeri islam. Sistem itu menghasilakan pemimpin yang adil dan takut kepada tuhannya. Bukan pemimpin yang merasa jadi tuhan. Sistem itu adalah sistem islam kaffah. Yang mana karena sistem Islam kaffah ini seluruh umat sejahtera dan bahagia. Tidak ada penindasan dan penganiayaan yang dirasakan umat. Dan sistem ini juga menghasilkan pemimpin sekelas Umar bin Abdul Azis, Muhammad al-Fatih dan masih banyak lagi.

Sungguh jelas sistem islam sudah berjaya 1400 tahun lamanya dan menguasai 2/3 belahan dunia. Tidak tanggung-tanggung kebesaran peradaban islam ini. Dan dari sistem ini juga kita hari ini bisa merasakan kemajuan teknologi. Sebab semua ilmu yang dipelajari barat itu semua berasal dari islam. Hanya islam yang mampu melakukan semua ini.
Masih tidak percaya dengan sistem islam? Jika kalian tidak percaya berarti kalian sudah tidak beriman kepada Allah. Sebab kalian sudah mengingkari kalimat syahadat. Dimana dalam kalimat itu dijelaskan bahwa tiada illah selain Allah. Dan illah di sana itu artinya bukan pencipta saja tetapi juga sebagai pengatur yang mengurusi umat manusia diseluruh dunia tanpa terkecuali.

Masihkah kita tidak mau diatur oleh sistem yang berasal dari Allah. Wallahu’alam bishowab.***

Penulis tinggal di Tapteng, Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Janji Tertibkan Galundung

    Pemkab Janji Tertibkan Galundung

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA; Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berjanji akan menertibkan keberadaan galundung atau mesin pemisah emas dari batu dan tanah yang semakin marak bahkan sudah masuk inti Kota Panyabungan, Ibukota Madina. Hal itu disampaikan Sekda Madina Gozali Pulungan kepada wartawan di Panyabungan, belum lama ini. Dikatakan, pemerintah akan melakukan penertiban mesin galundung yang beroperasi di inti kota […]

  • Langgar Aturan, Sekdes PNS Terancam Diberhentikan

    Langgar Aturan, Sekdes PNS Terancam Diberhentikan

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Madina mengultimatum sekretaris desa (sekdes) yang telah menerima SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menerima gaji yang melanggar aturan. Salahsatunya, apabila pengangkatannya melanggar aturan, akan diberhentikan. Hal tersebut ditegaskan Bupati Madina, HM Hidayat Batubara SE dalam surat yang disampaikannya kepada camat se Madina dan juga seluruh kepala desa terkait dengan maraknya pembicaraan di tengah-tengah […]

  • Ketua Fraksi Gerindra Dukung Insentif Layanan Keagamaan dari APBDesa

    Ketua Fraksi Gerindra Dukung Insentif Layanan Keagamaan dari APBDesa

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengalihan sumber bantuan insentif layanan keagamaan di desa dari APBD Kabupaten ke APBDesa dinilai tidak masalah di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat covid-19. Itu dikatakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Madina, Suhandi, Sabtu (28/11/2021) menyikapi kebijakan Pemkab Madina itu. Untuk tahun 2022, Pemkab Madina akan mengalihkan sumber dana bantuan insentif guru MDTA, […]

  • Geliat Batu Akik di Mandailing Julu, Dari Pirus Hingga Extra Jos

    Geliat Batu Akik di Mandailing Julu, Dari Pirus Hingga Extra Jos

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Lokot Husda Lubis Beberapa bulan terakhir, batu akik  menjadi serbuan masyarakat Indonesia, tidak ketinggalan juga masyarakat  Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hampir di setiap kesempatan, mulai dari warung kopi, di kantor, sekolah, di pasar, di tempat musyawarah dan rapat-rapat, batu akik terus menjadi pembicaraan. Keberadaan batu akik yang marak belakangan ini memang membawa […]

  • Kepala BIN: Pilkada Ditunda Jika Daerah Hanya ada Satu Calon

    Kepala BIN: Pilkada Ditunda Jika Daerah Hanya ada Satu Calon

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan pilkada serentak bisa ditunda jika ada daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon kepala daerah. “Belakangan ini ada beberapa kendala yang tidak disangka-sangka adalah ada Kabupaten atau kota yang tidak ada calonnya. Itu konsekuensinya harus ditunda pada periode berikutnya,” ujar Sutiyoso di Balai Kartini, Jakarta, Kamis […]

  • Aceh Terkorup Kedua, Gubernur: Pejabat Korupsi Seharusnya Malu

    Aceh Terkorup Kedua, Gubernur: Pejabat Korupsi Seharusnya Malu

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDA ACEH, (MO) – Aceh yang dinobatkan sebagai provinsi terkorup nomor dua di Indonesia membuat Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah merasa sangat terpukul. Karena itu ia bertekad untuk membersihkan pejabat Aceh dari korupsi agar Aceh bisa lebih baik ke depan. “Pejabat yang korupsi di Aceh seharusnya malu kepada rakyat dan Allah. Apalagi Aceh Serambi Mekkah […]

expand_less