Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Carut Marut Negeri Akibat Sombong Kepada PenciptaNya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
  • print Cetak

Essay : Siti Khadijah Sihombing

 

Tidakkah kamu merasakan kerusakan negeri ini? Taukah kamu bahwa negeri ini telah rusak? Sudah tampak jelas duhai saudara semuanya, kerusakan ini telah nampak di depan mata, baik di kota sampai pelosok desa.

Tak ada kesejahteraan dan kebahagiaan lagi yang dirasakan umat. Umat hari ini dipaksa untuk tunduk dan patuh kepada kediktatoran penguasa. Umat dipaksa untuk rela berkorban demi penguasa.
Tetapi penguasa tidak pernah memikirkan umat. Mereka hanya sibuka memikirkan harta, tahta, dan jabatan mereka.

Mereka juga rela mengorbakan umat demi kepentingan mereka. Mereka menggunakan kekuasaannya demi memijak-mijak umat yang lemah. Semua sudah tampak jelas di depan mata, tidak ada yang tertutupi lagi sebab memang begitulah faktanya.

Taukah kamu hal itu mengapa bisa terjadi? Sebab sistem yang kita pakai bukanlah sistem Islam, tapi sistem kufur kapitalisme yang dari sistem inilah melahirkan penguasa yang egois dan brutal. Tidak ada lagi kebahagian yang akan dirasakan umat. Yang ada hanya penganiayaan baik secara fisik maupun psikis.

Umat hari ini dipaksa untuk rela berkorban  dengan semua kebijakan mereka, yang mana itu jelas-jelas merugikan umat.

Dan parahnya jika umat berkoar-koar mengkritik kebijakan mereka. Mereka akan berkata apa yang telah engkau berikan kepada negeri ini sehingga engkau sibuk mengkritik kami. Bukan itu saja. Jika mereka tidak suka maka mereka akan menangkapi rakyat dengan dalih membasmi intoleran dan ujaran kebencian atau mencoreng nama baik penguasa.

Lucu sungguh lucu. Tidak sadarkah para penguasa ini akan tugas mereka.

Harusnya mereka yang melayani rakyat dengan baik, sebab semua yang mereka lakukan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di hari akhirat kelak.

Semua ini adalah buah dari kapitalisme yang mana sistem ini menghasilkan pemimpin yang rusak dan merusak. Tidak ada pengayoman yang sebenarnya. Hanya kemudaratan yang ada. Tidak akan ada kesejahteraan yang sebenarnya hanya ada ilusi semata.

Masihkah kita sanggup hidup dalam sistem kufur yang rusak ini? Tidakkah kita sadar jauh sebelum kapitalisme ada Allah sudah menyiapkan sistem yang baik untuk kita terapkan dalam kehidupan kita. Sistem itu juga telah Rasulullah contohkan pada saat beliau memimpin negeri islam. Sistem itu menghasilakan pemimpin yang adil dan takut kepada tuhannya. Bukan pemimpin yang merasa jadi tuhan. Sistem itu adalah sistem islam kaffah. Yang mana karena sistem Islam kaffah ini seluruh umat sejahtera dan bahagia. Tidak ada penindasan dan penganiayaan yang dirasakan umat. Dan sistem ini juga menghasilkan pemimpin sekelas Umar bin Abdul Azis, Muhammad al-Fatih dan masih banyak lagi.

Sungguh jelas sistem islam sudah berjaya 1400 tahun lamanya dan menguasai 2/3 belahan dunia. Tidak tanggung-tanggung kebesaran peradaban islam ini. Dan dari sistem ini juga kita hari ini bisa merasakan kemajuan teknologi. Sebab semua ilmu yang dipelajari barat itu semua berasal dari islam. Hanya islam yang mampu melakukan semua ini.
Masih tidak percaya dengan sistem islam? Jika kalian tidak percaya berarti kalian sudah tidak beriman kepada Allah. Sebab kalian sudah mengingkari kalimat syahadat. Dimana dalam kalimat itu dijelaskan bahwa tiada illah selain Allah. Dan illah di sana itu artinya bukan pencipta saja tetapi juga sebagai pengatur yang mengurusi umat manusia diseluruh dunia tanpa terkecuali.

Masihkah kita tidak mau diatur oleh sistem yang berasal dari Allah. Wallahu’alam bishowab.***

Penulis tinggal di Tapteng, Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Siulangaling Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga

    Di Siulangaling Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Siulangaling ( Mandailing Online ):  Aktifitas tambang emas ilegal di Kecamatan Muara Batang Gadis tepatnya di Desa Rantopanjang, Lubuk Kapundung dan Hutaimbaru terus meraja lela. Tak ada penghentian aktifitas dari aparat penegak hukum. Padahal aktifitas tambang emas ilegal ini sudah berjalan satu tahunan. Kondisi ini pun membuat warga semakin resah. Mereka takut akan peristiwa banjir […]

  • Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

    Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN, (MO) – Toke atau pengumpul kulit manis, Sugeng Rajamin (24), ditemukan tewas di dalam saluran air di pinggir Jalan Abdul Haris Nasution, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Kota Psp, Minggu (27/1) sekitar pukul 10.00 Wib. Diduga, korban tewas akibat dihantam linggis. Informasi yang dihimpun wartawan dari Polres Tapsel, kemarin menyebutkan, sesuai laporan […]

  • Pilkada 2024, Pedagang di Madina Harapkan Perubahan

    Pilkada 2024, Pedagang di Madina Harapkan Perubahan

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Dimomen pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), seperti beberapa pedagang tradisional Pasar Baru Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, mengharapkan perubahan Madina kedepan. Selain memberikan perubahan, beberapa pedagang juga mengharapkan calon bupati dan wakil bupati ini dapat membawa harapan baru untuk Madina. Mereka beralasan, ditengah tingginya harga beberapa kebutuhan […]

  • Panitia Pilkades Diangkat Oleh BPD dan Bertanggungjawab Kepada BPD

    Panitia Pilkades Diangkat Oleh BPD dan Bertanggungjawab Kepada BPD

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panitia Pilkades) dibentuk oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pertanggungjawaban Panitia Pilkades juga kepada BPD, bukan kepada kepala desa. Topik kepanitiaan ini diangkat Mandailing Online untuk edisi ini, karena di sejumlah desa muncul kerancuan di kalangan warga yang beranggapan bahwa kepala desa yang membentuk Panitia Pilkades. Di dalam Pasal 11 Peraturan Bupati […]

  • Yang Mencuat, Yang Menguat, Yang Mengkerucut

    Yang Mencuat, Yang Menguat, Yang Mengkerucut

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan: Ludfan Nasution Momentum Pilkada Madina 2015 makin dekat. Diperkirakan Juni 2015 KPU Madina sudah mengawali tahapannya. Wacana tentang Balon memanas. Suasana makin hangat. Beberapa nama baru tampak mencuat, seperti Ikhsan Batubara, Irwan Daulay, Aspan Sofiyan Batubara (mantan Plt. Bupati Madina pasca Amru Daulay) dan Iskandar Siregar (PNS di Pemkab Madina yang juga didukung […]

  • Pengalangan Dana Untuk Rohingya, Karang Taruna Madina Kumpul 11 Juta

    Pengalangan Dana Untuk Rohingya, Karang Taruna Madina Kumpul 11 Juta

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan penggalangan dana yang dilakukan Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk membantu para pengungsi Rohingya, hingga Jum’at (5/6) sudah mengumpulkan uang tunai sekitar 11.760.000 rupiah. Selain berbentuk, bantuan yang terkumpul juga meliputi 18 goni pakain bekas, 20 sak beras, 50 kardus mie instan, 50 kotak air mineral. “Sumbangan yang […]

expand_less