Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Lembaga Keuangan Non Riba Saatnya Berdiri di Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
  • print Cetak

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyerahkan pinjaman non bunga kepada pengusaha kecil, Rabu (12/08/2020).

 

Lembaga keuangan non riba atau pinjaman tanpa bunga menjadi solusi penting menyelamatkan keterpurukan usaha kecil menengah di daerah.

Cara ini patut ditiru oleh Pemkab Mandailing Natal (Madina).

Pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan sejumlah bank dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mendirikan lembaga keuangan non riba ini.

Lembaga keuangan non riba ini menjadi solusi penting bagi UMKM di daerah agar keluar dari jeratan bunga pinjaman.

Lembaga seperti ini sudah berdiri di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Basisnya di masjid.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB meluncurkan program Mawar Emas (Melawan Rentenir Berbasis Masjid).

Peluncuran Mawar Emas dilakukan di Masjid Nurul Ikhsan, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Rabu (12/08/2020).

Peluncuran itu dilakukan berawal dari keprihatinan Gubernur Zul melihat masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir, khususnya untuk mendapatkan akses modal usaha dan keperluan lainnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

TPAKD Provinsi NTB terdiri dari sejumlah instansi dan lembaga keuangan seperti OJK, Bank Indonesia, Bank NTB Syariah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB.

Bang Zul, sapaan sang Gubernur, merasa optomistis, dengan dukungan OJK, program “Mawar Emas” akan sukses, sebab OJK menjadi lokomotif di depannya.

“Mawar Emas” merupakan program Pemprov NTB untuk membantu UMKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan bunga tinggi. “Akibat berbunga tinggi akhirnya jadi beban yang sangat berat dan membuat lingkaran setan kemiskinan yang susah diputus,” sebut Bang Zul dikutip Mataramnews.co.id.

Gubernur menyebut mungkin program ini yang pertama di Indonesia. Sehingga, kesempatan itu harus dijadikan momentum untuk meningkatkan legasi daerah, bukan hanya di NTB, tapi menjadi contoh di Indonesia. Menurut secara ide semua orang memang bisa tapi secara praktik tak semua orang dapat melakukan.

Peluncuran Mawar Emas digelar bertepatan dengan Hari Nasional UMKM 2020. Hadir sebanyak 50 peserta Mawar Emas dan menerima pembiayaan mikro pada acara itu. Mereka hadir mewakili 417 orang dari seantero Pulau Lombok yang sudah siap menerima pencairan Mawar Emas tahap 1.

Mawar Emas diluncurkan secara resmi oleh Gubernur NTB. Turut hadiri Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy, unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur, Kepala OJK Provinsi NTB, Perwakilan Bank Indonesia NTB, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah NTB, Direksi Bank NTB Syariah, Pimpinan Cabang PNM Mataram, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Gubernur NTB berharap, dengan Mawar Emas ini pedagang dan masyarakat kecil akan bisa difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan, seperti Bank NTB Syariah. Sehingga, mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.

“Mudah-mudahan dengan masyarakat kecil bisa meminjam uang dan modal ke masjid, akan membuat masjid selain sebagai pusat ibadah bisa sekaligus menjadi pusat ekonomi dan sosial,” ujarnya berharap.

Oleh karena itu, Bang Zul mengapresiasi dan berterima kasih kepada TPAKD “Mawar Emas” seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB yang membuat program ini menjadi mungkin terlaksana.

Dimulai dari Lombok Timur, katanya, untuk selanjutnya menyusul di Kabupaten dan Kota se-NTB.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Sukiman mengatakan, saat ini rentenir sudah merasuki semua sendi kehidupan masyarakat di Lombok Timur (Lotim). Mulai dari petani, nelayan, bahkan para TKI juga tak luput dari praktik rentenir.

Sehingga, dalam sambutannya itu, Sukiman berharap besar kepada 1,2 juta penduduk Lotim, jika masyarakat bisa tersentuh program Mawar Emas, maka akan mendatangkan berkah bagi masyarakat Lotim dan akan menjalar ke Kabupaten lainnya di NTB.

Menurut Asisten III Provinsi NTB, L Syafii, Mawar Emas akan memberikan edukasi terhadap masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai perbankan, menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk mengakses modal lewat bank.

Program ini pun diharapkan memberikan pemahaman bagi masyarakat mengenai makan penting keberadaan masjid, yaitu tak cuma sebagai pusat pengembangan agama, melainkan untuk pengembangan ekonomi dan sosial kemasyarakatan pula.

Sumber : mataramnews / hidayatulloh
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Bandar Udara Di Madina Terus di Kebut

    Pembangunan Bandar Udara Di Madina Terus di Kebut

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) PT. Modrn Bahana,Kso dan PT. Waskita Karya (persero) tbk terus mengebut pembangunan bandar udara Mandailing Natal hingga enam bulan ke depan. Keseluruhan progres pembangunan bandara, baik sisi udara mapun darat bisa selesai akhir tahun 2023. Seperti diketahui, Bandar Udara Mandailing Natal ( Madina ) termasuk salah satu Bandar Udara baru yang harus […]

  • Kemitraan Polda Sumut Dengan Masyarakat Dinilai Makin Berkurang

    Kemitraan Polda Sumut Dengan Masyarakat Dinilai Makin Berkurang

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Direktur Eksekutif Institute of Security and Defense Studies (InsideS) M Fadhli Sudiro mengatakan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara mulai mengurangi kemitraannya dengan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban. “Jelas tampak kepemimpinan baru di Polda Sumut kali ini tidak mencerminkan kemitraan antara polisi dan masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Medan, Senin, […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 7)

    MARSIDAO-DAO (episode 7)

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Apea na tingon Mandailing pe inda sarupo dohot apea na tingon Siantar. Harana apea na tingon Mandailing antong apea seling do bahatan, ngada sadia bahat apea kulasi, pala na tingon Siantar apea kulasi bahatan. Hum deges do gota ni apea seling umpado gota ni kulasi, harana gota ni […]

  • Renegosiasi 24 Kontrak Karya Ditargetkan Tuntas Akhir 2013

    Renegosiasi 24 Kontrak Karya Ditargetkan Tuntas Akhir 2013

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan untuk dapat menuntaskan renegosiasi terhadap 24 Kontrak Karya pertambangan mineral hingga akhir 2013. Seperti diungkapkan Sekretaris Ditjen Minerba, Harya Adityawarman, pemerintah harus menuntaskan renegosiasi terhadap 37 Kontrak Karya pertambangan mineral, dan 74 Perjanjian Karya Pengusahaan […]

  • Jejak Arsitektur Rumah di Mandailing

    Jejak Arsitektur Rumah di Mandailing

    • calendar_month Senin, 27 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rumah tua berumur lebih satu abad masih dapat ditemukan di kawasan Mandailing. Meski tak banyak lagi. Rumah-rumah tua itu menjadi jejak peninggalan arsitektur perumahan penduduk Mandailing masa lampau. Rumah berkolong tinggi, tiang-tiangnya yang kokoh, dinding bertulang kuat, atap menjulang. Beberapa rumah tua itu terdapat di Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Belum […]

  • Kajari Madina : Pers Adalah Cahaya

    Kajari Madina : Pers Adalah Cahaya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejarah pers adalah sejarah perjuangan, pers tak terlepas dari perjuangan bangsa. Pers berpihak pada perjuangan. Dan sejarah perjalanan bangsa tak pernah luput dari peran pers dan menjadi catatan pers. Pers juga dituntut melakukan kontrol sosial yang disemangati keseimbangan dan dimensi keadilan agar seluruh sendi kehidupan dan pemerintahan berjalan dalam rel yang […]

expand_less