Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

3 Kandidat Pilkada Madina Saya Merekomendasi SOFWAT-BEIR

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
  • print Cetak

Pasangan Sofwat-Beir

Oleh : Zulkifli Lubis

Saya mengawali tulisan ini mengulas ragam masalah daerah ini yang harus dicari solusinya jika daerah ini ingin bangkit lebih baik ke depan.

Kabupaten Madina sejak dimekarkan dua puluh tahun silam dirasa belum berhasil menjadi kabupaten yang membanggakan.

Saya sebagai putra daerah dimana sering berkunjung belakangan ini ke Madina dapat melihat betapa kabupaten ini jika benar-benar diurus insyaAlloh kedepan bisa bangkit melejit maju karena potensi daerah ini sangat berlimpah ruah.

Saat ini kabupaten Madina kompleks permasalahannya, hal-hal baru muncul mengejutkan semua di daerah ini, antara lain kabupaten ini sudah dikategorikan penghasil ganja nomor dua di negeri ini; dulu lumbung padi Sumatera Utara kini sudah berubah menjadi pengimpor beras dan ikan dari daerah lain; kabupaten ini sudah tidak mandiri swasembada pangan lagi, semua serba beli dan daya beli rakyat kian hari kian sulit. Dan bahkan banyak lagi masalah lain yang terabaikan selama ini, antara lain sumber devisanya belum tergali maksimal; marak tambang liar dibiarkan tidak ditertibkan; PAD sedikit; UKM tidak terurus baik; lahan pertanian telah beralih fungsi.

Bahkan dapat disimpulkan potensi membuka lapangan kerja rakyat daerah ini nyaris terabaikan sehingga kompleksitas peroblem daerah ini adalah Pekerjaan Rumah pemerintah mendatang untuk mengurainya satu persatu, sehingga tertib sebagaimana mestinya ideal yang dapat bernilai guna dan berhasil guna memakmurkan rakyat agar daya belinya kokoh menuju sejahtera bersama.

Menjelang pilkada Madina telah ada 3 kandidat pimpinan yang semuanya siap memikul beban kompleks di atas. Sudah barang tentu semua kandidat akan “ngecap” mengumbar janji-janji, tinggal rakyat Madina-lah yang menentukan sikap akan mempercayai siapa yang akan memimpin daerah ini ke depan.

Sebelas tahun terakhir ini saya wara wiri berkunjung ke daerah ini mengurus sebuah koperasi yang kami bina beroperasi di daerah ini sebagai tanda “holong” kami para perantau mendirikan koperasi Mitra Manindo. Banyak hal temuan saya yg membuat miris hati melihat kenyataan yang ada, dan saya dapat menyimpulkan betapa ruwetnya problematika yang dihadapi dan perlu segera diatasi sebelum lebih parah lagi muncul problematika baru di masa mendatang.

Satu contoh kecil saja dapat saya utarakan, bahwa jumlah koperasi yang beroperasi di daerah ini lebih dari 400 koperasi, tapi yang disiplin melakukan RAT (rapat anggota tahunan) sangat sedikit, terhitung jari yang taat mengadakan RAT padahal sebagai sebuah lembaga bisnis bertajuk koperasi berkewajiban mengadakan RAT saban tahun. Semua kealpaan itu karena kurangnya kepedulian para pihak terutama pemerintah sebagai regulator dan elemen lainnya tidak disiplin mengawasinya.

Belum lagi soal kepedulian membangkitkan UKM di daerah ini sangat sepi dan yang marak terlihat justru tingginya animo masyarakat menjadi pegawai negeri sipil. Bahkan menjadi tenaga honorer pun mereka rela walau dengan beragam ikhtiar yang saya anggap tak logis ditempuh menyikapi keadaan minimnya lapangan kerja yang tersedia di daerah ini.

Zulkifli Lubis

Kita tidak mencoba mencari siapa yang salah terhadap segala keadaan yang terjadi. Semua pihak sama-sama salah membiarkan keadaan ini berjalan massive, semua kurang perduli.

Semua pihak mestinya harus merasa sayang dan merasa memiliki daerah ini lalu semua bahu membahu sesuai fungsinya bertindak nyata secara bersama-sama membenahi daerah ini dengan memanfaatkan seluruh potensi berlimpah yang tersedia di daerah ini insyaAlloh daerah ini pasti bangkit melejit maju pesat.

Pertanyaannya siapakah pemimpinnya yang mampu menggalang semua potensi itu ?

Maka jawabnya adalah BUPATI YANG TEGAS DAN PENUH PENGABDIAN IKHLAS BERDEDIKASI TINGGI, MENYAYANGI RAKYAT MADINA.

Pilkada kali ini adalah momentum untuk rakyat Madina bangkit dengan semangat baru, meraih mimpi-mimpinya menjadi daerah yang maju di segala sektor. Perlu memilih pimpinannya yang tepat dan tidak salah pilih, agar bisa menghantarkan daerah ini melejit maju, dimana lapangan kerja tersedia di daerah ini luas, semua potensi dapat dimanfaatkan menyokong pesatnya pembangunan.

Menurut hemat saya kandidat yang paling tepat dipilih adalah SOFWAT-BEIR

Mengapa?

Karena sosok H.M. Sofwat Nasution adalah memiliki potensi yang sudah terlatih selama ini memimpin dengan tegas. Karena saat ini Kabupaten Mandailing Natal butuh pemimpin yang tegas.

Disamping beliau adalah putra daerah yang telah serta merta menyatakan mengabdikan diri di sisa umurnya pasca ia lepas purna bakti di TNI patut diapresiasi rakyat Madina sebagai putra daerah terbaik ingin berbuat yang lebih baik bila diberikan kesempatan.

Kekayaan pengalaman dan keluasan relasinya serta telah rampung mengecap pendidikan di LEMHANAS modal kuat baginya mendukung tercapainya mimpi-mimpi rakyat Madina menuju Masyarakat Sejahtera sesuai slogannya mengupayakan Madina menjadi daerah yang religius, cerdas dan sejahtera.

Sosok pendampingnya juga Ir. H. Zubeir Lubis dianggap cukup mumpuni mewujudkan harapan tersebut menyokong pencapaian maksimal karena yang bersangkutan sudah belasan tahun berkiprah di parlemen daerah ini tanpa ada cela.

Diprediksi kedua tokoh ini amanah mengemban tugas berat; dapat menjalankannya dengan mulus berbekal potensi yang mereka miliki. Sisi lainnya, kedua tokoh ini adalah insan yang taat beribadah sehingga sangat patut diberikan kepada pundak mereka mengusung beragam problem kompleks daerah ini dengan pola pendekatan penuh kasih sayang terhadap rakyat Madina.

Saya merekomendasikan pasangan SOFWAT-BEIR karena kedua tokoh ini saya kenal betul. Sementara 2 pasang kandidat lainnya saya tidak terlalu banyak kenal mendalam. Diharapkan para pemilih bisa lebih cermat melihat rekam jejak kedua pasang kandidat tersebut sebagai pembanding bagi anda memilih pemimpin yang tepat memerintah daerah kabupaten Mandailing Natal masa Priode 2021 – 2026.***

Zulkifli Lubis jurnalis di Republika, tinggal di Jakarta

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar Madina Hari Ini Musda

    Golkar Madina Hari Ini Musda

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal hari ini dijadwal menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke VI. Lokasi Musda ditetapkan di aula hotel Abara, Panyabungan. Sekretaris DPD Golkar Madina, Erwin Efendi Nasution SH mengetuai panitia dan Arsidin Batubara SE MSi sebagai sekretaris. Sedangkan Ketua Steering Committe (SC) adalah H. Syariful Sarling Lubis, Senin […]

  • Kunjungi Kampoeng Kaos Madina, Sihar : Industri Harus Berkembang

    Kunjungi Kampoeng Kaos Madina, Sihar : Industri Harus Berkembang

    • calendar_month Kamis, 31 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitrous menekankan bahwa pemerintah memiliki peran penting mendorong pertumbuhan UMKM di Sumatera Utara, termasuk Mandailing Natal. Penekanan itu disampaikan Sihar di sela sela mengunjungi Kampoeng Kaos Madina, di Jalan Jambu, Lintas Timur Kelurahan Sipolu, Penyabungan, Selasa (29/5/2018). Sihar menyatakan, ruang kreatifitas harus mendapat daya dukung […]

  • Nelayan di Pantai Barat Madina Terpaksa Berhenti Melaut Karena Kelangkaan Solar Bersubsidi

    Nelayan di Pantai Barat Madina Terpaksa Berhenti Melaut Karena Kelangkaan Solar Bersubsidi

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ): Nelayan di Pantai Barat Madina, sedang mengalami kesulitan besar. Kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi membuat mereka terpaksa berhenti melaut sejak November lalu. Padahal, solar adalah kebutuhan pokok untuk menggerakkan kapal mereka. Menurut nelayan, kelangkaan ini akibat banjir dan putusnya jalan menuju Pantai Barat Madina. Meski minggu ini pasokan BBM jenis […]

  • Lagi, Pembakar Camp PT ALM Ditangkap

    Lagi, Pembakar Camp PT ALM Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pelarian Kepala Desa Sukamakmur Khoirun Nasution dan Ketua LSM Badan Investigasi Nasional (BIN) Parlindungan Hasibuan, berakhir. Dua tersangka pembakaran camp PT Anugerah Langkat Makmur (ALM) di Desa Sukamakmur, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina ini, ditangkap petugas dari dua lokasi berbeda di Kota Padangsidimpuan. “Kita berhasil mengamankan keduanya dari lokasi berbeda di Padangsidimpuan pada Sabtu […]

  • Kasus Tanah Kuburan Lanjut, Kejatisu Beri 'Surat Merah' Untuk Daud Batubara

    Kasus Tanah Kuburan Lanjut, Kejatisu Beri 'Surat Merah' Untuk Daud Batubara

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Kasus pengadaan Tanah Kuburan di Pemko Padang Sidempuan yang diduga terjadi korupsi dan diduga melibatkan oknum Sekdakab Madina Muhammad Daud Batubara ternyata ditindaklanjuti. Informasi yang didapat Portibi DNP, Kamis (12/1) Daud Batubara sudah menerima ‘surat merah’ dari Kejatisu untuk hadir di Kejatisu Senin depan. Sebelumnya diberitakan bahwa pengadaan lahan perkuburan di Pemko Sidempuan […]

  • Pemkab Madina Belum Sepenuhnya Hapus Tenaga Honor. Disdikbud Masih Alokasikan 1 M lebih untuk Gaji

    Pemkab Madina Belum Sepenuhnya Hapus Tenaga Honor. Disdikbud Masih Alokasikan 1 M lebih untuk Gaji

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-(Mandailing Online) : Aturan pemerintah indonesia terkait penghapusan tenaga honorer seperti tenaga kerja sukarela ( TKS ) mulai tahun 2025 sesuai undang undang nomor 20 tahun 2023 tentang aparatur sipil negara ( ASN ) ternyata belum sepenuhnya dijalankan di pemerintah Kabupaten Mandalling Natal ( Madina ). Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan contohnya masih mengalokasikan anggaran […]

expand_less