Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Atika dan Rasionalitas Kebangkitan Ekonomi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin.MFin

Oleh : Roy Samsuri Lubis
Editor / Pegiat Literasi

Satu bulan jelang Pilkada Madina 2020 riuh politik semakin terasa. Cara-cara kampanye semakin beragam. Mulai dari yang sesuai aturan sampai kampanye hitam. Tentu saja menyerang pribadi para calon tak lepas dari terjangan netizen atau simpatisan lawan politik. Pilihan, katanya, masih menunggu arahan dari Bung Karno dan Bung Hatta lewat kertas warna merah yang mampu meredam amarah.

Setiap yang punya hak suara berarti punya hak untuk memberikan pandangan politik. Pandangan politik tentu punya dasar tersendiri. Ada yang berkaca pada visi misi, harapan perubahan, simpati, benci, dendam dan tentu saja uang. Setiap alasan itu adalah hak dan tak bisa diintimidasi oleh orang lain. Namun, tentu saja penyampaiannya di ruang publik tidak boleh menyerang pribadi para paslon atau tim pemenangan.

Saya memilih untuk mendukung SUKA pada Pilkada Madina tahun ini. Tentu saja dengan alasan yang saya yakini. Saya bersikap dan berpikir serasional mungkin. Pertama, dari tiga pasangan calon tidak mungkin menghadirkan pemerintahan yang benar-benar bersih. Lobi-lobi keuntungan dan sogok menyogok masih akan ada. Bisa jadi semakin terang-terangan. Tim manapun yang terpilih, praktik kotor birokrasi masih akan menjadi momok.

Kedua, tidak satupun paslon yang terdengar menggaungkan anti korupsi. Ketiga, tak ada paslon yang terdengar menyampaikan strategi kebangkitan setelah pandemi. Artinya, pada hal-hal yang substansial seperti itu semua terkesan menutup mata.

Alasan paling kuat menjatuhkan pilihan pada SUKA adalah komitmen membangkitkan ekonomi. SUKA menjadi satu-satunya paslon yang gencar melakukan edukasi dan orasi revolusi ekonomi. Sudah tentu paslon lain pun punya visi misi dalam sektor ekonomi. Namun, tidak terlihat dalam pergerakan pemenangan.

Ekonomi punya peranan penting dalam mencapai religiusitas dan pembangunan infrastruktur. Susah mencari orang bisa menjalankan agama dengan baik jika ia masih bingung beras untuk besok pagi masih sebatas angan dan kesulitan ekonomi masih membelenggu. Baik dalam agama maupun sosial budaya, ekonomi dipandang penting. Bahkan Nabi menyampaikan kefakiran dekat dengan kekufuran. Lalu, tindak kriminal umumnya selalu berbanding lurus dengan kemiskinan.

Selanjutnya, sejarah telah mengajarkan bahwa pemerintahan yang otoriter akan menghadirkan pembangunan infrastruktur secara jor-joran. Tentu saja bukan berarti pembangunan tidak penting, tapi tentu ada prioritas. Mari berkaca pada pemerintahan SBY. Dalam 10 tahun ekonomi stabil meski tak ada pembangunan infrastruktur yang jor-joran. Jalan memang perlu, tapi untuk apa jalan yang bagus kalau masyarakat tidak punya uang?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah paradoks pemerintahan. Meskipun militer, SBY justru menghadirkan pemerintahan yang menjunjung tinggi supremasi sipil. Ini karena orang-orang di sekelilingnya diisi oleh kaum sipil. Bandingkan dengan Pemerintahan Jokowi yang di sekelilingnya ada Moeldoko, Hendropriyono, Wiranto, dan tentu saja Prabowo beserta Tim Mawar di Kementerian Pertahanan.

Dalam sejarah panjang pemerintahan militer di dunia selalu menghasilkan pemerintahan yang terkesan ‘semau gue’. Tentu masih jelas teringat dalam ingatan bagaimana Pak Edy Rahmayadi mempertanyakan hak jurnalis untuk bertanya kepada beliau. Selain itu trauma militerisme masih cukup menghantui banyak masyarakat. Buktinya, Prabowo dua kali gagal ke Istana meski dalam kampanyenya selalu dihadiri banyak orang. Bahkan lebih banyak dari massa kampanye Jokowi pada waktu itu.

Tentu saja saya tidak akan menilai ini secara global. Dahlan-Aswin bukan otoriter dan Sofwat-Beir belum tentu menghadirkan pemerintahan yang militeris. Sudah pasti perubahan dan harapan kemajuan ada juga pada pasangan calon Dahlan-Aswin dan Sofwat-Beir. Kalau tak ada harapan sudah pasti tak akan ada dukungan. Namun, bagi saya dan ini hak prerogatif saya pribadi, SUKA adalah pilihan paling masuk akal.

Perubahan besar selalu dihasilkan oleh kaum muda. Soekarno menjadi pilar perjuangan di masa muda. Saat sudah renta, Bung Besar seperti lebih peduli dengan kekuasaannya dibandingkan rakyat. Budiman Soedjatmiko, Fadjroel Rachman, Jusuf Kalla dan masih banyak lagi yang berjuang berdarah-darah di masa muda, tapi berujung berpelukan mesra dengan kekuasaan di tengah himpitan kesulitan rakyat.

Atika masih muda. Ia punya semangat perubahan yang besar. Salah satu langkah, tak akan membuatnya rembuk dengan kenyamanan. Toh, kenyamanan itu pula yang ia tinggalkan untuk bertarung dalam kontestasi politik ini.

Pemerintahan Sofwat-Beir atau Dahlan-Aswin sudah pasti punya sisi baik dan bisa jadi lebih baik dari SUKA. Namun, berkaca dari berbagai pertimbangan: ekonomi dan kepedulian terhadap sejarah adalah poin utama bagi saya untuk menentukan pilihan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Terima Kunjungan Dandim 0212/TS

    Bupati Terima Kunjungan Dandim 0212/TS

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menerima kunjungan silaturahmi Dandim 0212/TS Letkol Inf Amrizal Nasution di Ruang Kerja Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Panyabungan, Selasa (12/7). Kehadiran Dandim 0212/TS yang baru itu didampingi Pabung Madina Mayor Inf David Sidabutar. Bupati […]

  • BNPT Belum Pastikan Perampok Toko Emas Teroris

    BNPT Belum Pastikan Perampok Toko Emas Teroris

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui dari beberapa indikasi yang terlihat, memang ada kemungkinan perampokan sejumlah toko emas di beberapa kota di Sumut dilakukan oleh kelompok teroris tertentu. Hanya saja indikasi tersebut belum cukup untuk dijadikan bukti untuk mengatakan perampokan toko emas yang terjadi di Pulo Brayan Medan dan di Tembung, Deli Serdang […]

  • Ada Konpensasi 5 M Untuk KTBM Terkait Lahan di Batahan

    Ada Konpensasi 5 M Untuk KTBM Terkait Lahan di Batahan

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Ribut ribut masalah lahan stanvas di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) ternyata Kelompok Tani Batahan Mandiri yang beralamat di Kelurahan Pasar Baru Batahan telah menerima konpensasi tali asih dari PT. Sago Nauli. Konpensasi tali asih ini sendiri tertuang dalam surat kesepakatan perdamaian atas lahan yang telah dibatalkan oleh Putuskan […]

  • Heboh…Spanduk ” bebas transaksi narkoba” Terpampang Dekat Kantor Lurah Pasar II Natal

    Heboh…Spanduk ” bebas transaksi narkoba” Terpampang Dekat Kantor Lurah Pasar II Natal

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ): Pasar II Natal, di Kecanatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal  dihebohkan dengan berdirinya sebuah spanduk bertulisan ” wilayah ini bebas bertransaksi dan menggunakan narkoba”. Spanduk itu dipasang di samping Kantor Lurah Pasar II Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kabarnya spanduk ini di naikkan oleh kaum anak muda wilayah tersebut. […]

  • Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri

    Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri

    • calendar_month Senin, 25 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Diduga karena cemburu, AH (25) warga Desa Simangambat TB Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, menikam istrinya SN (22 ) sehingga menyebabkan meninggal dunia. Peristiwa terjadi di rumah mereka, Senin (25/6) sekira pukul 08.00 WIB. Menurut saksi mata R ( 22 ) yang merupakan tetangga korban,  kronologi kejadian berawal dari pertengkaran dan […]

  • Refleksi Kinerja Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Dalam Setahun Terakhir

    Refleksi Kinerja Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Dalam Setahun Terakhir

    • calendar_month Senin, 7 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

            Oleh : Ketua KADIN Mandailing Natal Sobir Lubis, SH Gerakan Indonesia Hebat yang dikampanyekan pemerintahan Joko Widodo membutuhkan orang-orang kreatif, yang mampu melakukan terobosan-terobosan penting. Bahwa tanpa daya kreatifitas dan kemampuan melakukan terobosan-terobosan, maka Gerakan Indonesia Hebat akan sulit diwujudkan.Gerakan Indonesia Hebat ini tentunya bukan saja harus digerakkan pemerintah pusat. Gerakan […]

expand_less