Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Danau Toba dikelola swasta?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


TOBASA –Setelah dibentuk oleh peristiwa alam selama ratusan tahun lalu, kawasan Danau Toba berubah menjadi keajaiban alam luar biasa. Tapi selama puluhan tahun sejak pariwisata modern dikenal peradaban manusia, wisata ke kawasan ini tak kunjung booming ke manca negara. Wacana pengelolaan oleh swasta pun mencuat.

Almarhum T Rizal Nurdin pernah membuat gebrakan dengan kegiatan Network of Regional Governments for Sustainable Development (NRG4SD). Ini adalah jaringan gubernur dari berbagai negara di dunia, Arnold Swazenegger sebagai Gubernur California adalah salah satu anggotanya.

Utusan dari berbagai negarapun hadir dalam acara tersebut. Danau Toba pun meriah tak ubahnya seperti Bali. Tapi sepeninggalnya almarhum, gaung kegiatan tersebut tak terdengar lagi bahkan sayup-sayup hilang. Ini karena penanganan Danau Toba adalah masalah kompleks. Sejak masa otonomi daerah, sejak itu pula dimulainya penanganan Danau Toba secara parsial.

Setelah mengalami proses pemekaran daerah, sekarang ada tujuh daerah yang dialiri air danau. Mereka adalah Kabupaten Samosir, Tobasa, Dairi, Humbang Hasudutan, Tanahkaro, Simalungun dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain punya program masing-masing, ketujuh daerah ini juga punya egonya masing-masing. Karena masing-masing marga dalam sistim hubungan kekerabatan masyarakat Batak ada raja yang mesti dilayani. Masalah lebih kompleks ketika Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak bisa benar-benar berperan sebagai koordinator bagi daerah-daerah ini.

“Kunjungan saya kemarin ke kawasan Danau Toba menyiratkan betapa daerah-daerah dalam wilayah Danau Toba juga menyadari hambatan desentralistik dan persoalan budaya tersebut. Bahkan saya menangkap kesan kalau para aparat pemerintahan daerah di sana letih menghadapi persoalan seperti ini,” kata Asisten Ekonomi Pembangunan Tobasa, Saibon Sirait,pagi ini.

Menurutnya, penanganan memang belum terintegrasi, masih menjalankan program masing-masing. Harus ada keterlibatan provinsi melakukan fungsi koordinasi menyatukan persepsi daerah-daerah ini. Kalau Tobasa sendiri tak akan mampu.

Mungkin karena selalu menghadapi masalah yang sama, menyangkut masalah budaya dan kemampuan daerah, sekira setahun lalu dicetuskan bersama apa yang disebut Lake Toba Regional Management (LTRM). Ini adalah semacam forum bersama 7 kabupaten yang dialiri dalam kawasan Danau Toba.

Tujuan dibentuknya forum ini adalah penanganan secara bersama (terintegrasi) kawasan wisata Danau Toba. Sedangkan topik kajian forum menyangkut hal-hal seperti industri pariwisata, agribisnis, transportasi yang saling menguntungkan dan Usaha Kecil Menengan (UKM).

Sejak setahun lalu pula forum ini telah mewacanakan penanganan kawasan wisata Danau Toba secara profesional. Ini tentu berarti pengelolaan kawasan wisata ini oleh pihak swasta atau investor.

‘’Sudah banyak tawaran investor yang mau menanamkan modalnya. Tapi saya masih menahan diri,’’ kata Mangindar Simbolon, selaku ketua forum ini. Namun sayang dia masih belum mau “membocorkan” siapa investor dimaksud.

Menurut Mangindar, sejak dicetuskan, ide ini disambut baik oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta. Mereka bahkan mendukung penuh terlaksananya pengembangan objek wisata Danau Toba untuk ditangani secara profesional.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perampok Bersenpi di Medan Muncul Lagi

    Perampok Bersenpi di Medan Muncul Lagi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Kawanan perampok bersenjata api menyatroni sebuah rumah mewah di Komplek Perumahan Permata Hijau yang terletak di belakang Hotel Emerald Garden, Jl. Yos Sudarso, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu 5 Desember 2010. Akibat peristiwa ini, pemilik rumah mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kawanan perampok yang berjumlah empat orang memasuki rumah milik Edi Salim […]

  • Tambang Emas Ilegal Pake Alat Berat Mulai Rambah Hutan di Siulangaling

    Tambang Emas Ilegal Pake Alat Berat Mulai Rambah Hutan di Siulangaling

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online )– Sebanyak enam unit excavator setiap hari beroperasi menambang emas secara ilegal di daerah Sungai Lolo Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang menyebabkan sungai dan air bersih ke empat desa di kecamatan itu jadi keruh. Dikutip dari lama berita StartNews Selama tiga […]

  • Terbakar? Dibakar?

    Terbakar? Dibakar?

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlan Iskan Para wartawan di Karo akan menyalakan lilin bersama. Lokasinya: di reruntuhan rumah rekan mereka di Kabanjahe. Nama rekan wartawan itu: Rico Sempurna Pasaribu. Usia sekitar 45 tahun. Sempurna tewas terbakar di rumahnya bersama istri, anak, dan cucunya. Para wartawan sudah mendesak agar aparat keamanan mengungkap sejelas-jelasnya: itu kebakaran atau dibakar. Kecurigaan sengaja dibakar sangat […]

  • Polisi Kawal Kegiatan Ibadah Peringatan HUT OPM

    Polisi Kawal Kegiatan Ibadah Peringatan HUT OPM

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAYAPURA, (MO)- Kepolisian Jayapura tetap mengawal kegiatan ibadah yang dilakukan sekelompok kecil masyarakat untuk memperingati lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (1/12/2012). Pengawalan itu dilakukan karena polisi tidak menggeluarkan izin namun mereka tetap ingin melaksanakan ibadah dan berjanji tidak akan ada pengibaran bintang kejora. Hal itu dikatakan Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw, Sabtu (1/12/2012) pagi. […]

  • Hukum Menabung di Bank (2)

    Hukum Menabung di Bank (2)

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Dewan Syariah Nasional (DSN) turut menyoroti pula ketentuan umum tabungan berdasarkan Wadi’ah. Pertama,  bersifat simpanan. Kedua, simpanan bisa diambil kapan saja (on call) atau berdasarkan kesepakatan. Ketiga, tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank. Dalam menetapkan fatwa tersebut, ulama yang tergabung dalam DSN berpijak pada Alquran, […]

  • Kasus Taman Raja Batu, Tiga Pejabat Madina Ditetapkan Tersangka

    Kasus Taman Raja Batu, Tiga Pejabat Madina Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Asisten Intelejen (Asintel) Kejati Sumut, Leo Simanjuntak (kiri) dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut Irwan Sinuraya (kanan) akhirnya menetapkan 3 orang tersangka dalam Kasus Tapian Siri-Siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (19/7/2019). (foto : Tribun Medan)   MEDAN (Mandailing Online) – Kejati Sumut akhirnya menetapkan tiga orang […]

expand_less