Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Rancu Pendidikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Roy Samsuri Lubis
Editor / tinggal di Madina

Pendidikan secara umum diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, pendidikan adalah upaya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak.

Secara gamblang tidak ada kata menambah “Ilmu” (teori-pen) dalam arti pendidikan, melainkan mengembangkan pikiran, yaitu memacu anak-anak berpikir jauh ke depan, menemukan hal-hal baru, atau membaca apa yang ada dengan cara berbeda sehingga keterampilan berpikir terasah. Namun, pada kenyataannya sekolah sebagai unit pendidikan justru fokus pada satu hal; menjejali otak anak-anak dengan segudang teori. Teori-teori ini semakin hari semakin bertambah tanpa satu pun dipikirkan, ditelaah, disimpulkan, dan dikembangkan.

Kapan terakhir Anda temukan anak SMA melakukan kajian sejarah di daerah ini dan bagaimana kesamaannya dengan sejarah Nasional? Atau seperti apa masyarakat Madina dalam kajian sosiologi serta apa latar belakang yang membentuk karakter masyarakat Madina? Kapan terakhir Anda menonton pertunjukan teater anak-anak SMA? Siapa saja di antara kita yang ketika di bangku SMA sering diskusi isi buku sastra yang kita baca? Padahal itu merupakan ornamen penting yang sering diabaikan.

Sekolah secara mengejutkan menjadikan anak-anak sebagai objek penghafal teori dari berbagai bidang ilmu dengan satu kewajiban; berhasil mencapai nilai minimal ketuntasan dari semua disiplin ilmu yang diajarkan. Sedangkan pengambil kebijakan, jika tidak bisa disebut pemangku kepentingan proyek, sibuk menciptakan teori pendidikan (kurikulum) sehingga terkesan bekerja. Teori-teori ini setiap tahun diujicobakan di setiap unit pendidikan. Tak penting berhasil atau tidak selama dokumen kepentingan pencairan dana dapat diisi.

Berkali-kali terjadi perubahan dalam kurikulum sejak KBK diperkenalkan pada tahun 2004 menggantikan CBSA yang melegenda. Sejak saat itu kita mengenal KTSP dan K13 dengan segala bentuk revisi yang seakan tiada pernah selsesai. Kurikulum-kurikulum ini-sepanjang pengamatan saya-dipaksa berlaku meski secara draf belum siap pakai. Sekolah seolah diperkosa para pembuat kebijakan. Pada akhirnya menimbulkan kekacauan di sekolah-sekolah; terlebih yang ada di daerah. Guru-guru banyak yang bingung dalam menerapkan kurikulum yang berubah-ubah ini sedangkan pemerintah terlihat setengah hati memberikan sosialisasi dan pelatihan secara intens.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah kerap menyampaikan bahwa kurikulum yang digunakan merupakan adopsi dari kurikulum negara-negara sahabat yang telah “direvisi” sehingga siap pakai dan sesuai dengan anak-anak kita. Meski pada kenyataannya tidak demikian. Australia, Jepang dan Kanada merupakan negara-negara yang sering menjadi bahan komparsi kebijakan kurikulum itu.

Namun, saat ada yang bertanya kenapa tidak dicoba mengadopsi sistem pendidikan Finlandia yang berkali-kali menjadi nomor satu dalam peringkat pendidikan terbaik, pembuat kebijakan dengan sangat yakin akan menjawab “Kita belum siap”. Anomali

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir merespon banyaknya program studi (prodi) kampus negeri yang tidak lulus akreditasi. Dia mengatakan, prodi-prodi itu dilarang menerima mahasiswa baru. Nasir menuturkan pengelola PTN harus fair terhadap penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketika hasil penilaian BAN-PT menetapkan ada prodi yang tidak lulus […]

  • Kolaborasi Polisi dan Pemerintah Desa Menekan Angka Kasus Pencurian

    Kolaborasi Polisi dan Pemerintah Desa Menekan Angka Kasus Pencurian

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Arya Damanik Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Perkembangan kehidupan masyarakat yang begitu cepat sebagai hasil dan proses pelaksanaan pembangunan di segala bidang kehidupan sosial terutama dalam bidang keamanan telah membawa pula dampak negatif berupa peningkatan kualitas dan kuantitas berbagai macam kejahatan yang sangat merugikan dan meresahkan masyarakat, salah satunya adalah tindak pidana pencurian. Pencurian […]

  • Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian I)

    Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian I)

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Falah Nasution Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan/Alumni Pend. Sejarah FIS UNIMED Sungai dalam perjalanan sejarah telah menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dari manusia awal dibumi sampai kehidupan manusia modern sekarang ini. Sebagian sejarah peradaban dunia berawal dari sungai-sungai. Manusia telah banyak mengukir peradaban di atas sungai dan berawal dari […]

  • Pemkab Madina Akan Tertibkan Galundung Emas

    Pemkab Madina Akan Tertibkan Galundung Emas

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) akan menertibkan keberadaan galundung atau mesin pemisah emas dari batu dan tanah yang semakin marak bahkan sudah masuk inti Kota Panyabungan, Ibukota Madina. Hal itu disampaikan Sekda Madina Gozali Pulungan kepada wartawan di Panyabungan, Senin (21/03/2011). Dikatakan, pemerintah akan melakukan penertiban mesin galundung yang beroperasi di inti kota […]

  • 3 Pejabat Madina Kembali Diperiksa KPK

    3 Pejabat Madina Kembali Diperiksa KPK

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandaling Online) – KPK dikabarkan kembali memeriksa tiga pejabat pemkab Mandailing Natal. Pemeriksaan dilakukan di gedung Kejati Sumut, Kamis (13/6). ”Saat ini memang sejumlah pejabat sedang diperiksai oleh KPK di gedung Kejatisu,” ujar sumber terpercaya Mandailing Online via telefon seluler. Dikatakannya, ia melihat pejabat Madina saat memasuki Kejatisu, yakni Kepala BKD Madina, Syahdan Lubis […]

  • Dawood Kinney, Takjub Cat Steven Pilih Islam

    Dawood Kinney, Takjub Cat Steven Pilih Islam

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Semasa kecil, Dawood Kinney selalu bertanya-tanya bagaimana alam semesta ini bekerja demikian dinamis. Ia juga kagum dengan bagaimana sistem organ yang bekerja di dalam tubuh manusia.”Saya percaya, ada Tuhan dibalik itu semua,” kata dia, seperti dilansir Onislam.net, Ahad (13/10). Memasuki usia remaja, Dawood lebih tertarik menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Ia mulai menaruh minat pada alkohol […]

expand_less