Jumat, 19 Jun 2026
light_mode

Pendidikan Vokasi yang Shohih, Adakah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah, S.Pd
Guru dan Pemerhati Masyarakat

Dunia pendidikan SMK mengubah kembali kurikulumnya. Tujuannya agar mampu meningkatkan lebih jauh lagi daya serap lulusannya di dunia kerja. Lima aspek konsep pendidikan vokasi SMK mengerucut pada fokus dunia industri. Hal ini menjadi fakta yang mengukuhkan sistem pendidikan SMK yang semakin kapitalistik. Konsep yang menggeser hakikat pendidikan yang sebenarnya. Konsep yang menjauhkan anak didik dari target dan tujuan pendidikan nasional yang menjadikan outputnya menjadi manusia Indonesia seutuhnya.

Knowledge Based Economic (KBE)  dijadikan sebagai basis dari pendidikan SMK hari ini.  konsep KBE ini mencetak anak didik menjadi mesin industri semata. Anak bangsa hanya diarahkan pada jurang kesalahan yang membahayakannya. Tujuan pendidikan untuk masuk hanya pada dunia kerja berdasarkan “Triple Helix Model” yakni akademic, business and government. Model ini mengkolaborasikan akademic sebagai bagian mencetak generasi industri. Adapun bisnis hanya menginginkan menjadi rumah bagi output akademic yang berbasis industri (SMK) dan yang terakhir government sebagai pihak yang menjadi penyelenggara pendidikan dan regulator bagi kapitalisasi industri itu sendiri. Triple Helix itu adalah konsep dan menyalahi  tujuan nasional sistem pendidikan kita.  Sebab manusia Indonesia seutuhnya yang hendak diwujudkan bukanlah semata manusia sebagai mesin bagi pabrik-pabrik industri.

Namun lebih daripada itu yaitu sebagai manusia yang memiliki kepribadian yang luhur. Triple Helix model itu telah mengukuhkan sistem pendidikan yang hanya siap kerja dan menghadapi dunia kerja.

Fokus pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada output yang memiliki keterampilan dan kompetensi kerja hanya mampu mewujudkan robot-robot industri saja. Padahal seharusnya pendidikan vokasi itu mampu menjadikan outputnya sebagai tenaga ahli yang mampu memberikan kontribusi pada masyarakat. Masalah-masalah di masyarakat selayaknya mampu diselesaikan oleh lulusan-lulusan sekolah ini. Masyarakat sangat membutuhkan pendidikan vokasi yang shohih yang mampu berdikari dan tidak bergantung pada pihak lain atau negara lain yang kapitalistik.

Jika kita memiliki pada sistem pendidikan vokasi dalam sistem lain tentu kita dapat melihat bahwa ada kesalahan yang cukup fatal yang dihasilkan oleh vokasi yang berbasis KBE ini. Sebab pendidikan vokasi yang benar itu adalah pendidikan yang mampu mewujudkan kepribadian yang benar pada lulusan-lulusan sekolah tersebut. Mereka menjadi manusia yang dekat kepada Tuhannya. Bukan hanya itu, mereka akan menjadi manusia yang mampu mengoperasikan alat-alat pabrik tersebut bukan sebagai “robot” namun sebagai ahli. Ahli industri yang mumpuni, konseptual dan memberikan solusi atas permasalahan masyarakat yang ada khususnya dalam perbaikan ekonomi masyarakat.

Selain itu mereka akan mampu melanjutkan pembelajaran pada tingkat menengah itu dan mengembangkan keahliannya hingga kepada tahapan yang tertinggi yaitu sebagai konsep yang bebas dari tekanan negara-negara penjajah kapital.

Pendidikan vokasi yang shohih itu akan mencetak teknisi spesialis industri yang shohih, keilmuannya mendalam sehingga mampu mengembangkan kreativitas dalam sains dan teknologi. Ilmu yang dikuasainya itu bahkan mampu diajarkan kepada generasi setelahnya untuk kebaikan masyarakat.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal, Sumut, berhasil meraih Akreditasi Unggul. Akreditasi Unggul tertuang dalam sertifikat nomor 6001/SK/BAN-PT/Ak/S/IX/2024 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini merupakan kali pertama bagi Program Studi di STAIN Mandailing Natal (Madina) meraih Akreditasi Unggul sejak STAIN Mandailing […]

  • Warga Simangambat Minta Kepala Desa Diberhentikan

    Warga Simangambat Minta Kepala Desa Diberhentikan

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Simangambat, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal meminta agar kepala desa setempat diberhentikan. Hal itu diketahui ketika puluhan warga mendatangi kantor Camat Tambangan, Senin (28/10/2019). Camat Tambangan melakukan pertemuan dengan delegasi warga Simangambat itu aula kantor Camat Tambangan. Namun, pertemuan itu tak menghasilkan apa-apa, sebab warga tetap ngotot pada sikap […]

  • KPU wajib laksanakan putusan MK

    KPU wajib laksanakan putusan MK

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelaksanaan pemungutan suara ulang di wilayah Mandailing Natal (Madina), sudah menjadi putusan final oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) wajib melaksanakan perintah MK. Pernyataan itu disampaikan ketua pelaksana DPC PPP Madina, Ridwan Rangkuty, tadsi siang. Diungkapkan, keputusan MK tidak perlu dipolemik oleh elit-elit politik, LSM, praktisi hukum, Ormas,Orpol, dan siapapun. “Munculnya […]

  • Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing :  Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1)

    Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing : Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hak Paten untuk Kopi Mandailing telah diterbitkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM. Namanya Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Itu artinya, eksportir dari Indonesia dan produsen bubuk kopi di seluruh dunia yang memasang Mandheling Coffee sebagai nomenklatur labelnya tak dibolehkan lagi kecuali atas seizin dari Mandailing Natal. Perkembangan itu tentu memiliki […]

  • PG dirikan posko banjir Ranto Baek

    PG dirikan posko banjir Ranto Baek

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Jajaran DPD Partai Golkar (PG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) prihatin terhadap banjir yang melanda enam desa di Kecamatan Ranto Baek. Menurut data akhir bencana, dan laporan tertulis Camat Kamal Khan, kejadian itu mengakibatkan 34 rumah penduduk hanyut, 47 rusak berat, 47 unit rusak ringan, dua jembatan gantung dan empat mesjid rusak ringan. “Atas […]

  • Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Rencana Pembangunan Monument Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma […]

expand_less