Senin, 2 Nov 2026
light_mode

Unlearning Loss Education

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah S.Pd
Guru dan Pegiat Literasi

 

Polemik learning loss dalam sistem pendidikan negeri ini makin parah. Sudah sebelas bulan pelaksanaan pendidikan melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) hanya menghasilkan masalah baru. Learning loss education seharusnya sudah bisa diprediksi. Kebijakan pemerintah membuat kurikulum  darurat di era pandemi   pun tidak banyak menolong. Para orang tua dan murid stress karena beberapa masalah yang muncul. Masalah gadget, paket data, kemampuan guru yang kurang, hingga intensitas pertemuan yang berkurang masih melingkupi PJJ. Kisruh masalah ini belum juga usai. Masyarakat hampir putus asa menghadapi pandemi yang tak kunjung pergi.

Sebenarnya sebelum pandemi pun negara ini mengalami masalah learning loss education. Sebab akar masalah dari kasus itu bukan karena pandeminya. Tetapi lebih kepada sistem kapitalis seluler yang menjadi asas bagi sistem pendidikan itu sendiri. Sistem kapitalis sekuleris yang mendasari proses pembelajaran baik di era normal maupun era pandemi hanya menjadikan hasil akademis yang bersifat materi  saja yang dicapai.  Sebab sistem sekuler yang menyusun program pembelajaran itu memisahkan  persoalan agama pada ranah privat individu. Negara bahkan sanggup  mencampakkan sistem aturan ilahi (agama) dan hanya diterapkan pada masalah pribadi masyarakatnya. Sementara masalah dalam kehidupan umum mengadopsi sistem kapitalisme itu.

Bukan hanya itu Kurikulum pendidikan sekuleristik hanya menitikberatkan pada hasil akademis saja yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Beban berat pada guru dan siswa semakin bertambagh karena harus mencapai target yang sudah dibuat dengan kondisi negara yang lemah dalam konsep aplikatif sistemnya.Realitanya negara hanya sebagai regulator bukan sebagai penanggung jawab.berubahnya fungsi  negara itu menjadi blunder yang semakin mengacaukan dunia pendidikan.

Seharusnya negara bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pendidikan ini untuk semua masyarakat tanpa kecuali. APBN  yang tangguh, kurikulum yang benar, fasilitas pendidikan yang baik, kemampuan para guru yang mumpuni menjadikan pendidikan itu bermutu. Output pendidikannya pun berkualitas dan mampu menyelesaikan problem masyarakat. Namun jika pemerintah tetap bertahan dan  berbasis sekuleris tidak akan mungkin pernah sampai pada tujuan yang mulia.

Sebab sekulerisme hanya menjadikan target hasil pendidikannya berkemampuan akademis  namun kosong dari kepribadian yang mulia. Masalah pembiayaannya pun menjadi kapitalistik. Pendidikan menjadi mahal dan hanya mampu diakses kalangan orang kaya saja. Orang miskin dilarang sekolah. Pandangan yabg bertolak belakang ini menang nyata. Sebab kapitalisme memang menganggap negara bertindak sebagai regulator. Perbedaan dua kata ini yaitu “penanggung jawab dan regulator” menjadikan pengurusan masyarakat dalam masalah pendidikan menjadi berbeda cara pandang.

Oleh karena itu kapitalisme hanya menjadikan pendidikan menjadi learning loss baik ada pandemi atau tidak. Perubahan cara pandang menjadikan perubahan yang hakiki dalam masalah pendidikan dan bukan hanya sebatas kurikulum. Wallaahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Kecamatan Naga Juang dan Malintang mengembangkan kebun coklat dengan mendirikan KUD Dalihan Natolu Satahi, yang bertujuan membantu masyarakat petani coklat dalam pengembangan dan pemeliharaan kebun coklat hingga ke tingkat pemasaran, supaya kebun coklat terpelihara baik, dan harga coklat masyarakat tidak terjebak dalam permainan “tengkulak”. Koperasi itu dibina PT Sorikmas Mining (SM) […]

  • Ruko Terus Bertumbuh di Panyabungan

    Ruko Terus Bertumbuh di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Pembangunan rumah toko (Ruko) di sepanjang jalan Willem Iskandar Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari tahun ke tahun terus bertambah (bertumbuh). Selain jumlah ruko yang bertambah, sewanya juga terus naik. Bakhtar Nasution salah seorang warga Panyabungan kepada wartawan kemarin mengatakan, ruko yang dibangun oleh masyarakat pada umumnya untuk disewakan. Sebagian […]

  • Acara Pembukaan PRSU dengan Upacara Adat Mandailing Natal

    Acara Pembukaan PRSU dengan Upacara Adat Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Cahaya lampu berkilatan dari paviliun-paviliun, panggung utama dan sepanjang jalan di areal Tapiandaya di Jalan Gatot SUbroto Medan. Cahayanya melesat, membias di jalanan dan dinding bagunan yang mendadak berubah bagai tarian. Puluhan warga Mandailing Natal (Madina) dengan batik khas bangsa Mandailing tampak berbaris menanti kedatangan tamu istimewa Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Lima dayang […]

  • PILKADES TAHUN INI BAKAL PANAS

    PILKADES TAHUN INI BAKAL PANAS

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pilkades serentak di Mandailing Natal tahun ini diperkirakan bakal panas dan jumlah calon kepala desa meningkat drastis. “Itu karena Dana Desa. Kucuran Dana Desa tiap tahun ke setiap desa telah menjadikan jabatan kepala desa menjadi rebutan. Makanya jumlah calon kepala desa bakal naik,” kata Jamal Rangkuti warga Panyabungan kepada mandailing Online, […]

  • Merdeka Ketika Pemerintah Tersinggung

    Merdeka Ketika Pemerintah Tersinggung

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution   Bayangan kita tentang merdeka adalah ketika semua warga negara mendapat jaminan hidup yang layak: rumah yang layak sebagaimana sepatutnya rumah, makan yang layak, jaminan kesehatan dan hari tua, jaminan memperoleh pendidikan yang layak, dan jaminan mengekspresikan hak-hak politiknya. Seluruh item itu dibahasakan dua hal: menjadi jaminan memperoleh pekerjaan yang layak […]

  • Setelah Jadi Sorotan, Anggota DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Akhirnya Muncul di Sidang Paripurna KUA-PPAS

    Setelah Jadi Sorotan, Anggota DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Akhirnya Muncul di Sidang Paripurna KUA-PPAS

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): setelah menjadi sorotan karena kerap tidak hadir dalam beberapa agenda DPRD baik Paripurna dan agenda Komisi III. Nasrul Hilmi Nasution Anggota DPRD Madina dari Partai Golkar akhirnya menampakkan diri di acara rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan terhadap rancangan  KUA dan rancangan PPAS tahun 2026 diaula kantor DPRD Madina Jum’at 21/11/2025. […]

expand_less