Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Pandemi belum juga landai yang menunjukkan situasi sudah bisa bersahabat kembali. Pasien terinfeksi hingga meninggal terus berjatuhan. Baik yang dirawat di RS maupun yang hanya isolasi mandiri (isoman). Sehingga membuat pemerintah harus memberlakukan PPKM, bahkan memperpanjangnya. Meskipun terjadi pro-kontra dengan kebijakan tersebut, tetap saja diberlakukan. Walhasil, rakyat semakin menjerit karena banyak yang kehilangan pekerjaan tanpa ada kepedulian yang sungguh- sungguh untuk menanggung beban rakyat selama pandemi.

Begitu juga dengan nasib pelajar. Sudah lebih dari setahun, mereka harus belajar dari rumah secara online (daring). Banyak kekurangan di sana sini yang menjadi kendala pelaksanaan sekolah daring tidak tuntas diselesaikan. Bahkan sebagian sekolah nekat tetap luring dengan berbagai pertimbangan dan menjalankan prokes.

Situasi sulit ini tentu tidak luput dari perhatian banyak pihak. Terlepas apakah perhatian itu tulus atau sekedar basa basi. Karena secara naluri kemanusiaan, melihat situasi generasi ditengah pandemi ini pasti sedih dan menyayat hati.

Sebagaimana dilansir dari media TEMPO.COM, Jumat (23/07/2021), di tengah peringatan Hari Anak Nasional, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anak-anak Indonesia masih dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Kondisi ini menyebabkan anak-anak harus melakukan seluruh aktivitas, termasuk belajar dan bermain.

Ia mengungkapkan, anak-anak harus tetap dapat meraih cita-citanya di masa depan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengajak anak-anak tetap riang belajar, kreatif, dan berprestasi di bidang yang disukai.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah melalui APBN mendukung pendidikan anak dengan memberikan berbagai bentuk bantuan. Bantuan itu dicairkan dalam program keluarga harapan atau PKH, bantuan operasional sekolah, program Indonesia Pintar, kartu Indonesia Pintar, sampai subsidi kuota internet.

Himbauan Menkeu, Sri Mulyani tersebut sudah benar.  Bantuan yang diberikan adalah kewajiban dari negara sebagai pengurus rakyat. Bahkan ajakan untuk tetap riang belajar, kreatif dan berprestasi adalah motivasi yang positif. Hanya saja pertanyaannya, mungkinkah?

Semenjak pandemi, belajar melalui online, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan atau berkurang penghasilan. Lalu dituntut harus menyiapkan dana untuk anak-anaknya belajar online. Oke, katanya data dibantu oleh pemerintah, bagaimana dengan handphone-nya? Adakah pemerintah membagi handphone gratis bagi keluarga yang tidak mampu membelinya? Berapa sih bantuan dari pemerintah dalam kartu-kartu itu? Boro-boro beli handphone, makan saja tidak tentu lagi. Dapatkah anak-anak bahagia dengan situasi seperti ini?

Akhirnya, para guru dan sekolah kembali putar otak agar anak-anak yang tidak mampu dari segi ekonomi tetap mendapatkan haknya sebagai pelajar. Ada yang inisiatif hingga membuat kelompok ke rumah siswa, di kantor desa, hingga ke rumah guru bagi yang tidak punya fasilitas handphone.

Bagi keluarganya yang hidup berkecukupan atau berlebihan tentu saja senang. Apalagi anak-anaknya stay at home, yang sebelumnya merupakan perkara langka terjadi. Akibat semua kerjaan dan sekolah from home, bisa berkumpul bersama dan bahagia bersama. Tetapi inikan persentase yang sangat kecil dibandingkan jumlah keluarga pra sejahtera yang ada di Indonesia.

Tidak sedikit juga kasus yang menyayat hati menimpa anak-anak sekolah yang belajar online. Ada yang sampai bunuh diri karena dampak pacaran. Belajar online justru jadi ajang pacaran dan mencari pacar bagi sebagian anak-anak. Saking cintanya, putus, mau bunuh diri, surat pun diposting terlebih dahulu. Naudzubillah min zaalik. Selain itu, candu gadget dan game semakin meriah tak terkendali. Bagaimana bisa bahagia belajar? Anak-anak sudah dicekoki dengan konten-konten sampah dari handphone.

Seharusnya, pengelolaan belajar daring harus betul-betul diperhatikan. Teknis pelaksanaannya harus matang. Kerjasama yang baik dan komunikasi efektif antara pihak sekolah, orangtua dan negara harus ditingkatkan. Sebab, yang harus mampu memberikan rasa nyaman bagi anak-anak untuk tetap belajar dari rumah dengan fasilitas adalah tanggung semua pihak. Negara tidak bisa hanya sekedar menghimbau, namun harus berperan maksimal.

Jika persiapan matang, fasilitas mapan, kepedulian tidak setengah-tengah, sehingga semua mendapatkan haknya tanpa merasa kesulitan. Yakinlah, anak-anak akan bahagia belajar meskipun dari rumah. Namun, jika hanya sekedar basa basi dan setengah hati, jangan heran jika generasi ini justru makin hancur di tengah pandemi ini akibat mendekatkan mereka dengan dunia digital tanpa awasan orangtua, pantauan sekolah dan penjagaan negara dari konten-konten jahat perusak masa depan generasi negeri ini.

Semoga wabah segera berlalu, dan anak-anak kembali bisa ke sekolah menuntut ilmu seperti sedia kala. Secara naluri perkembangan psikologi mereka, tentulah berkumpul dan bertemu dengan teman adalah kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Juga kebiasaan berkompetisi di kelas sudah menjadi hal yang membuat mereka inovatif menghasilkan karya-karya dan ide-ide.Wallahu a’lam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Resmikan Air Bersih Masjid

    Bupati Madina Resmikan Air Bersih Masjid

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasuton didampingi Mudir Ponpes Mustofawiyah Purba Baru, H Mustofa Bakhri meresmikan penggunaan sarana air bersih masjid Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu. Selama ini air bersih untuk berwuduk menjadi kendala bagi penduduk setempat dalam melaksanakan ibadah solat. “Hal ini merupakan bukti kerjasama yang baik antara masyarakat dengan […]

  • 10 Relawan Madina Berangkat Ke Sinabung

    10 Relawan Madina Berangkat Ke Sinabung

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 10 relawan kemanusiaan dari Mandailing Natal (Madina) berangkat ke Kabupaten Karo membantu pengungsi Sinabung, Tim kemanusian dibawah bendera Karang Taruna Madina, Korp Suka Rela Palang Merah Indonesia STAIM ini berangkat dari Panyabungan, Rabu (19/2/2014) membawa bantuan kemanusiaan sebanyak satu unit truk. ”Tim relawan akan berada di lokasi bencana Sinabung selama […]

  • Sidimpuan Miliki 51.990 Jiwa Fakir Miskin

    Sidimpuan Miliki 51.990 Jiwa Fakir Miskin

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Jumlah fakir miskin di Kota Padangsidimpuan mencapai 51.990 jiwa. Jumlah itu berdasar data yang dihimpun dari Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan, Daulat Parlaungan menyatakan Senin (29/10/2018) dari 51.990 jiwa fakir miskin yang terdaftar di kota Padangsidimpuan, terdapat 11.866 kepala keluarga […]

  • Meraih Superpower dengan Intervensi Investasi, Mungkinkah?

    Meraih Superpower dengan Intervensi Investasi, Mungkinkah?

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Baru-baru ini berita dari beberapa media nasional mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara superpower di dunia melalui perdagangan internasional. Suatu harapan yang sangat besar tetapi tidak mustahil untuk terwujud. Hanya saja, perlu kesungguh-sungguhan dalam merealisasikan mimpi besar tersebut agar kelak dapat terwujud. Menteri Perdagangan, Muhammad […]

  • Mau Tahu Kenapa Demokrat `Goyang` Sultan?

    Mau Tahu Kenapa Demokrat `Goyang` Sultan?

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Partai Demokrat memiliki alasan kuat mengusung mekanisme pemilihan melalui DPRD untuk posisi Gubernur DI Yogyakarta. Bukan semata-mata menjadi penyokong pemerintahan SBY-Boediono, Partai Demokrat mendukung pemilihan untuk gubernur DI Yogyakarta lantaran keberadaan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia Denny JA. Berbekal hasil survei LSI, masyarakat Yogyakarta menghendaki pemilihan sebesar 67 persen. “Survei dari LSI Denny […]

  • Pelabuhan Laut Di Madina Mulai Dibangun

    Pelabuhan Laut Di Madina Mulai Dibangun

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akan Menguras Biaya 183 M Panyabungan (MO) – Pelabuhan laut di Mandailing Natal mulai dibangun tahun ini. Bernama Pelabuhan Palimbungan, berlokasi di Kecamatan Batahan. Depertemen Perhubungan RI sudah menyiapkan anggaran Rp. 138 Milyar secara multi years, dari tahun anggaran 2012 hingga 2016. Pelabuhan ini ditarget mulai beroperasi di 2017. Dana pembangunan bersumebr dari APBN, sementara […]

expand_less