Senin, 1 Jun 2026
light_mode

Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Pandemi belum juga landai yang menunjukkan situasi sudah bisa bersahabat kembali. Pasien terinfeksi hingga meninggal terus berjatuhan. Baik yang dirawat di RS maupun yang hanya isolasi mandiri (isoman). Sehingga membuat pemerintah harus memberlakukan PPKM, bahkan memperpanjangnya. Meskipun terjadi pro-kontra dengan kebijakan tersebut, tetap saja diberlakukan. Walhasil, rakyat semakin menjerit karena banyak yang kehilangan pekerjaan tanpa ada kepedulian yang sungguh- sungguh untuk menanggung beban rakyat selama pandemi.

Begitu juga dengan nasib pelajar. Sudah lebih dari setahun, mereka harus belajar dari rumah secara online (daring). Banyak kekurangan di sana sini yang menjadi kendala pelaksanaan sekolah daring tidak tuntas diselesaikan. Bahkan sebagian sekolah nekat tetap luring dengan berbagai pertimbangan dan menjalankan prokes.

Situasi sulit ini tentu tidak luput dari perhatian banyak pihak. Terlepas apakah perhatian itu tulus atau sekedar basa basi. Karena secara naluri kemanusiaan, melihat situasi generasi ditengah pandemi ini pasti sedih dan menyayat hati.

Sebagaimana dilansir dari media TEMPO.COM, Jumat (23/07/2021), di tengah peringatan Hari Anak Nasional, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anak-anak Indonesia masih dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Kondisi ini menyebabkan anak-anak harus melakukan seluruh aktivitas, termasuk belajar dan bermain.

Ia mengungkapkan, anak-anak harus tetap dapat meraih cita-citanya di masa depan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengajak anak-anak tetap riang belajar, kreatif, dan berprestasi di bidang yang disukai.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah melalui APBN mendukung pendidikan anak dengan memberikan berbagai bentuk bantuan. Bantuan itu dicairkan dalam program keluarga harapan atau PKH, bantuan operasional sekolah, program Indonesia Pintar, kartu Indonesia Pintar, sampai subsidi kuota internet.

Himbauan Menkeu, Sri Mulyani tersebut sudah benar.  Bantuan yang diberikan adalah kewajiban dari negara sebagai pengurus rakyat. Bahkan ajakan untuk tetap riang belajar, kreatif dan berprestasi adalah motivasi yang positif. Hanya saja pertanyaannya, mungkinkah?

Semenjak pandemi, belajar melalui online, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan atau berkurang penghasilan. Lalu dituntut harus menyiapkan dana untuk anak-anaknya belajar online. Oke, katanya data dibantu oleh pemerintah, bagaimana dengan handphone-nya? Adakah pemerintah membagi handphone gratis bagi keluarga yang tidak mampu membelinya? Berapa sih bantuan dari pemerintah dalam kartu-kartu itu? Boro-boro beli handphone, makan saja tidak tentu lagi. Dapatkah anak-anak bahagia dengan situasi seperti ini?

Akhirnya, para guru dan sekolah kembali putar otak agar anak-anak yang tidak mampu dari segi ekonomi tetap mendapatkan haknya sebagai pelajar. Ada yang inisiatif hingga membuat kelompok ke rumah siswa, di kantor desa, hingga ke rumah guru bagi yang tidak punya fasilitas handphone.

Bagi keluarganya yang hidup berkecukupan atau berlebihan tentu saja senang. Apalagi anak-anaknya stay at home, yang sebelumnya merupakan perkara langka terjadi. Akibat semua kerjaan dan sekolah from home, bisa berkumpul bersama dan bahagia bersama. Tetapi inikan persentase yang sangat kecil dibandingkan jumlah keluarga pra sejahtera yang ada di Indonesia.

Tidak sedikit juga kasus yang menyayat hati menimpa anak-anak sekolah yang belajar online. Ada yang sampai bunuh diri karena dampak pacaran. Belajar online justru jadi ajang pacaran dan mencari pacar bagi sebagian anak-anak. Saking cintanya, putus, mau bunuh diri, surat pun diposting terlebih dahulu. Naudzubillah min zaalik. Selain itu, candu gadget dan game semakin meriah tak terkendali. Bagaimana bisa bahagia belajar? Anak-anak sudah dicekoki dengan konten-konten sampah dari handphone.

Seharusnya, pengelolaan belajar daring harus betul-betul diperhatikan. Teknis pelaksanaannya harus matang. Kerjasama yang baik dan komunikasi efektif antara pihak sekolah, orangtua dan negara harus ditingkatkan. Sebab, yang harus mampu memberikan rasa nyaman bagi anak-anak untuk tetap belajar dari rumah dengan fasilitas adalah tanggung semua pihak. Negara tidak bisa hanya sekedar menghimbau, namun harus berperan maksimal.

Jika persiapan matang, fasilitas mapan, kepedulian tidak setengah-tengah, sehingga semua mendapatkan haknya tanpa merasa kesulitan. Yakinlah, anak-anak akan bahagia belajar meskipun dari rumah. Namun, jika hanya sekedar basa basi dan setengah hati, jangan heran jika generasi ini justru makin hancur di tengah pandemi ini akibat mendekatkan mereka dengan dunia digital tanpa awasan orangtua, pantauan sekolah dan penjagaan negara dari konten-konten jahat perusak masa depan generasi negeri ini.

Semoga wabah segera berlalu, dan anak-anak kembali bisa ke sekolah menuntut ilmu seperti sedia kala. Secara naluri perkembangan psikologi mereka, tentulah berkumpul dan bertemu dengan teman adalah kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Juga kebiasaan berkompetisi di kelas sudah menjadi hal yang membuat mereka inovatif menghasilkan karya-karya dan ide-ide.Wallahu a’lam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solusi Menghentikan Segala Bentuk Penghinaan Terhadap Rasululloh

    Solusi Menghentikan Segala Bentuk Penghinaan Terhadap Rasululloh

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlena Pulungan Pengajar, tinggal di Padangsidempuan Penghinaan terhadap Nabi Muhammad kembali terjadi, beberapa waktu belakangan, dunia dihebohkan dengan penghinaan Nabi Muhammad di India. Dikutip dari Detik.com, (12/6/2022) seorang politikus India melontarkan komentar yang kontroversional soal Nabi Muhammad. Akibatnya memicu kemarahan dari berbagai negara-negara muslim. Mengutip CNBC yang melansir Sputnik News, juru bicara partai Bharatiya […]

  • Mahasiswa Kompak Desak Kejatisu Panggil Bupati Madina

    Mahasiswa Kompak Desak Kejatisu Panggil Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Aksi demo terkait kasus Taman Raja Batu di Kejatisu, Kamis kemarin (8/8/2019) ternyata ada dua gelombang. Gelombang pertama demo dari mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima Tabsegel) pagi hari. (baca : Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Didesak Selidiki Bupati Madina ) Sedangkan demo kedua berasal dari […]

  • Mayoritas Umat Islam Indonesia Belum Tergiur ke Bank Syariah

    Mayoritas Umat Islam Indonesia Belum Tergiur ke Bank Syariah

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dari 180 juta penduduk muslim di Indonesia, baru 30,27 juta yang menjadi nasabah bank syariah per November 2020. Ini menandakan potensi pasar bank syariah besar dan belum tergarap seluruhnya. Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI Hery Gunardi mengatakan itu dalam webinar bertajuk Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah Pasca Merger Bank Syariah BUMN, Rabu […]

  • Mari Tepuk Tangan! Polda Sultra Gagalkan Pembalakan 2700 Batang Kayu

    Mari Tepuk Tangan! Polda Sultra Gagalkan Pembalakan 2700 Batang Kayu

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KENDARI – Polda Sulawesi Utara tancap gas memberantas aksi illegal logging. Rabu (25/11) kemarin, polisi berhasil mengamankan satu unit KLM Cahaya Satriani, GT 138 yang mengangkut 300 kubik atau 2700 batang kayu diduga hasil pembalakan liar dari Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara. Penangkapan itu dilakukan di pesisir Pantai Pasir Putih, Desa Damai Loborona, […]

  • Belajar dari Bencana: Kebijakan Melindungi Rakyat, Bukan Demi Keuntungan Sesaat

    Belajar dari Bencana: Kebijakan Melindungi Rakyat, Bukan Demi Keuntungan Sesaat

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Herliana Tri M Hujan datang, bencana menyapa. Seolah menjadi pemakluman bahwa musibah yang datang karena faktor alam semata. Akhirnya? bencana tak menjadikan kita berbenah dan evaluasi perbaikan keadaan. Padahal, bencana yang menimpa sebagian wilayah Indonesia saat ini luar biasa efeknya. Ribuan rumah terendam banjir, jumlah korban meninggal dunia akibat hujan deras di sejumlah daerah […]

  • Presiden Surati Pemimpin Myanmar Soal Rohingya

    Presiden Surati Pemimpin Myanmar Soal Rohingya

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bogor, (MO- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dirinya telah mengirim surat kepada Presiden Myanmar Thein Sein untuk menyelesaikan masalah etnis Rohingya dengan sebaik-baiknya. “Tadi malam saya siapkan surat. Insya Allah terkirim kepada Presiden Thein Sein (Presiden Myanmar), ungkapkan harapan Indonesia ke Pemerintah Myanmar untuk selesaikan permasalahan etnis Rohingya dengan sebaik-baiknya,” kata Presiden dalam konferensi pers […]

expand_less