Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Pandemi belum juga landai yang menunjukkan situasi sudah bisa bersahabat kembali. Pasien terinfeksi hingga meninggal terus berjatuhan. Baik yang dirawat di RS maupun yang hanya isolasi mandiri (isoman). Sehingga membuat pemerintah harus memberlakukan PPKM, bahkan memperpanjangnya. Meskipun terjadi pro-kontra dengan kebijakan tersebut, tetap saja diberlakukan. Walhasil, rakyat semakin menjerit karena banyak yang kehilangan pekerjaan tanpa ada kepedulian yang sungguh- sungguh untuk menanggung beban rakyat selama pandemi.

Begitu juga dengan nasib pelajar. Sudah lebih dari setahun, mereka harus belajar dari rumah secara online (daring). Banyak kekurangan di sana sini yang menjadi kendala pelaksanaan sekolah daring tidak tuntas diselesaikan. Bahkan sebagian sekolah nekat tetap luring dengan berbagai pertimbangan dan menjalankan prokes.

Situasi sulit ini tentu tidak luput dari perhatian banyak pihak. Terlepas apakah perhatian itu tulus atau sekedar basa basi. Karena secara naluri kemanusiaan, melihat situasi generasi ditengah pandemi ini pasti sedih dan menyayat hati.

Sebagaimana dilansir dari media TEMPO.COM, Jumat (23/07/2021), di tengah peringatan Hari Anak Nasional, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anak-anak Indonesia masih dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Kondisi ini menyebabkan anak-anak harus melakukan seluruh aktivitas, termasuk belajar dan bermain.

Ia mengungkapkan, anak-anak harus tetap dapat meraih cita-citanya di masa depan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengajak anak-anak tetap riang belajar, kreatif, dan berprestasi di bidang yang disukai.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah melalui APBN mendukung pendidikan anak dengan memberikan berbagai bentuk bantuan. Bantuan itu dicairkan dalam program keluarga harapan atau PKH, bantuan operasional sekolah, program Indonesia Pintar, kartu Indonesia Pintar, sampai subsidi kuota internet.

Himbauan Menkeu, Sri Mulyani tersebut sudah benar.  Bantuan yang diberikan adalah kewajiban dari negara sebagai pengurus rakyat. Bahkan ajakan untuk tetap riang belajar, kreatif dan berprestasi adalah motivasi yang positif. Hanya saja pertanyaannya, mungkinkah?

Semenjak pandemi, belajar melalui online, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan atau berkurang penghasilan. Lalu dituntut harus menyiapkan dana untuk anak-anaknya belajar online. Oke, katanya data dibantu oleh pemerintah, bagaimana dengan handphone-nya? Adakah pemerintah membagi handphone gratis bagi keluarga yang tidak mampu membelinya? Berapa sih bantuan dari pemerintah dalam kartu-kartu itu? Boro-boro beli handphone, makan saja tidak tentu lagi. Dapatkah anak-anak bahagia dengan situasi seperti ini?

Akhirnya, para guru dan sekolah kembali putar otak agar anak-anak yang tidak mampu dari segi ekonomi tetap mendapatkan haknya sebagai pelajar. Ada yang inisiatif hingga membuat kelompok ke rumah siswa, di kantor desa, hingga ke rumah guru bagi yang tidak punya fasilitas handphone.

Bagi keluarganya yang hidup berkecukupan atau berlebihan tentu saja senang. Apalagi anak-anaknya stay at home, yang sebelumnya merupakan perkara langka terjadi. Akibat semua kerjaan dan sekolah from home, bisa berkumpul bersama dan bahagia bersama. Tetapi inikan persentase yang sangat kecil dibandingkan jumlah keluarga pra sejahtera yang ada di Indonesia.

Tidak sedikit juga kasus yang menyayat hati menimpa anak-anak sekolah yang belajar online. Ada yang sampai bunuh diri karena dampak pacaran. Belajar online justru jadi ajang pacaran dan mencari pacar bagi sebagian anak-anak. Saking cintanya, putus, mau bunuh diri, surat pun diposting terlebih dahulu. Naudzubillah min zaalik. Selain itu, candu gadget dan game semakin meriah tak terkendali. Bagaimana bisa bahagia belajar? Anak-anak sudah dicekoki dengan konten-konten sampah dari handphone.

Seharusnya, pengelolaan belajar daring harus betul-betul diperhatikan. Teknis pelaksanaannya harus matang. Kerjasama yang baik dan komunikasi efektif antara pihak sekolah, orangtua dan negara harus ditingkatkan. Sebab, yang harus mampu memberikan rasa nyaman bagi anak-anak untuk tetap belajar dari rumah dengan fasilitas adalah tanggung semua pihak. Negara tidak bisa hanya sekedar menghimbau, namun harus berperan maksimal.

Jika persiapan matang, fasilitas mapan, kepedulian tidak setengah-tengah, sehingga semua mendapatkan haknya tanpa merasa kesulitan. Yakinlah, anak-anak akan bahagia belajar meskipun dari rumah. Namun, jika hanya sekedar basa basi dan setengah hati, jangan heran jika generasi ini justru makin hancur di tengah pandemi ini akibat mendekatkan mereka dengan dunia digital tanpa awasan orangtua, pantauan sekolah dan penjagaan negara dari konten-konten jahat perusak masa depan generasi negeri ini.

Semoga wabah segera berlalu, dan anak-anak kembali bisa ke sekolah menuntut ilmu seperti sedia kala. Secara naluri perkembangan psikologi mereka, tentulah berkumpul dan bertemu dengan teman adalah kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Juga kebiasaan berkompetisi di kelas sudah menjadi hal yang membuat mereka inovatif menghasilkan karya-karya dan ide-ide.Wallahu a’lam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasahukum Kasus Dugaan Penganiayaan Protes Jaksa di Madina Karena Menahan Kliennya Tanpa Surat Perpanjangan Penahanan

    Kuasahukum Kasus Dugaan Penganiayaan Protes Jaksa di Madina Karena Menahan Kliennya Tanpa Surat Perpanjangan Penahanan

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Pangiutan Tondi SH kuasa hukum Nazamuddin Siregar dalam kasus dugaan keterlibatan penganiayaan protes terhadap Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina) yang menahan kliennya tanpa ada surat perpanjangan penahanan. Nazamuddin diketahui sebelumnya diamankan kepolisian lantaran diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Sihepeng. “Klien kami ditahan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana […]

  • Pelantikan Oji Ganding Menjadi Anggota DPRD Masih Belum Jelas

    Pelantikan Oji Ganding Menjadi Anggota DPRD Masih Belum Jelas

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehadiran Ali Makmur Nasution alias Oji Ganding di DPRD Mandailing Natal (Madina) untuk pelantikan dan pengambilan sumpah menjadi anggota DPRD Madina besok Selasa (2/9/2014) masih belum jelas. Oji Ganding masih menghadapi kendala izin keluar dari Lembaga Pemasayarakatan Sipapaga Panyabungan, sebab hingga malam ini pihak penjara mengaku belum ada menerima permohonan izin […]

  • Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs. Dahlan Hasan Nasution menyatakan perlu dilakukan pengkajian kembali komposisi pejabat di jajaran Pemkab Madina. Sebab, menurutnya hampir 60 persen putra asli Madina sudah non job, dan diisi oleh pejabat yang didatangkan dari luar daerah. Dia juga menghimbau diadakan tobat missal dalam rangka membela kepentingan rakyat […]

  • Perambah Hutan Madina Masih Merajalela

    Perambah Hutan Madina Masih Merajalela

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pengusaha kilang sawmill berkedol IPK dari Dinas Kehutanan Madina masih merajalela melakukan aktivitasnya dihutan Aek Nabara-Mandailing Natal,escapator dan Truck logging beraksi dimusim hujan hingga jalan menuju desa tersebut,hancur berlobang dan berlumpur. Toguan Lubis warga Aek nabara Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal,kepada wartawan Selasa (23/11) mengatakan, saat musim penghujan ini aktipitas kegiatan pengusaha kilang saw […]

  • Dinas Sosial Madina Lanjutkan Beasiswa Untuk Mahasiswa

    Dinas Sosial Madina Lanjutkan Beasiswa Untuk Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut tahun ini tetap melanjutkan program beasiswa yang ditujukan untuk pelajar tingkat sekolah hingga mahasiswa. Program ini didanai dari APBD Madina. Dengan program ini, Dinsos PPA Kabupaten Madina berharap dapat meringankan beban keluarga kurang mampu sekaligus mendorong generasi […]

  • Seleksi Sekda Masuk Tahap Pemaparan Makalah

    Seleksi Sekda Masuk Tahap Pemaparan Makalah

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga dari empat pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) yang lulus seleksi administrasi mengikuti tahapan pemaparan makalah dan wawancara di Aula Hotel Rindang, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Kamis (24/11/2022). Seleksi pemaparan makalah dan wawancara tersebut diikuti oleh Alamulhaq Daulay (Plt. Sekda Madina), Parlin Lubis (Kepala Dinas […]

expand_less