Senin, 1 Jun 2026
light_mode

18 Mahasiswa RI Ditangkap di Kairo

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


KAIRO – Situasi tak menentu di Mesir berimbas ke warga negara Indonesia di negeri tersebut. Seorang mahasiswa melaporkan adanya tindakan kasar yang dilakukan aparat miiter Mesir, mulai dari aksi penodongan pistol hingga penangkapan.

“Kemarin seorang teman dekatku asal Garut bernama Syaiful di todong pistol pihak militer dan diturunkan paksa dari taksi. Ia diinterogasi di bawah todongan pistol dan sangat ketakutan waktu itu,” kata Muhammad Irfan, mahasiswa Universitas Al Azhar, Kairo, Sabtu (5/2).

Dua orang mahasiswa lainnya, Faisol dan Fulki, dipukul kayu ketika keluar rumah untuk membeli kardus.

“Berita paling mengejutkan adalah ditangkapnya 18 mahasiswa, seperti ditulis di wall rekan kami. Setelah ditahan beberapa saat akhirnya mereka dibebaskan,” katanya.

Mahasiswa asal Indonesia yang tinggal di luar Kota Kairo juga sempat dihentikan aparat keamanan ketika hendak menuju titik kumpul evakuasi untuk kembali ke Tanah Air. Oleh karena itu Irfan berharap evakuasi gelombang berikutnya segera dilakukan.

Persiapan evakuasi gelombang III dilakukan di Kedutaan Republik Indonesia (KBRI) di Kairo. Rencanaya ratusan WNI akan kembali diterbangkan ke Jakarta pada hari ini, Minggu. “Selain membahas persiapan evakuasi gelombang ketiga, juga penyaluran bahan pangan bantuan dari pemerintah,” katanya.
Seorang koordinator evakuasi menegaskan, prioritas evakuasi kali ini adalah mahasiswa yang tinggal di luar Kairo dan perempuan.

“Tim menegaskan akan berusaha melakukan penjemputan mahasiswa yang tersebar di luar daerah Kairo, antara lain Mansouro, Zagazig, Thanta, Dimyath, Tafahna, dan Alexandria,” tambah Irfan.
Sedang penyaluran bantuan makanan di pusatkan di gedung konsuler.

Dari data tim tercatat sebanyak 1 ton bahan makanan bantuan dari pemerintah, terdiri dari ribuan karton mi instan dan ratusan nasi kemasan siap makan. Proses penyaluran dilakukan sejak Sabtu pagi, melibatkan para mahasiswa.

Kendaraan yang dipakai sebagian besar mobil pribadi milik WNI dan satu mini bus milik KBRI.
“Saya bersama tim mengantarkan bantuan makanan ini ke berbagai organisasi kedaerahan, di antaranya KPMJB (Jawa Barat), KPJ (DKI Jakarta), Kemas (Sumatera Selatan), KMKM (Kalimantan), KSW (Jawa Tengah), dan Gama Jatim (Jawa Timur),” kata Irfan.

Visa Kedaluwarsa
Huslan S, mahasiswa asal Lamongan, Jawa Timur, juga mengungkapkan situasi di kota Kairo saat ini sudah tak aman lagi.

“Jam malam masih tetap diberlakukan. Mulai pukul 16.00 waktu setempat hingga pukul 08.00, warga dilarang keluar rumah,” ujar Huslan.

Semenjak diberlakuknya jam malam itu, warga Mesir berjaga-jaga di lingkungan masing-masing.
“Seperti yang terjadi di samping rumah saya, setiap malam orang-orang masih berjaga-jaga sambil membawa tongkat dan samurai,” ungkapnya.

Selain karena kondisi keamanan, Huslan tak berani keluar rumah karena masa berlaku visanya sudah habis. Ia khawatir terjaring razia aparat keamanan.

“Mau memperpanjang visa bagaimana, wong rusuh kayak begitu,” keluh Huslan.
Ia berharap segera dapat dievakuasi. Kalau tidak, lanjutnya, bukan tidak mungkin para mahasiswa yang bertahan di Kairo akan mati kelaparan.

Persediaan makanan semakin menipis dan hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.
Zulkar, pengurus Komunitas Mahasiswa Mesir asal Indonesia, mengimbau pada rekan-rekannya, agar dalam situasi sulit para mahasiswa bisa saling bantu.

“Kalau bisa, usahakan selalu berbagi dengan kawan-kawan yang membutuhkan, walau hanya segenggam beras. Selamat berjuang!” ungkapnya.

Ahmad, mahasiswa asal Indonesia lainnya, menyatakan, hingga saat ini belum ada distribusi sembako.
Padahal tempat tinggalnya tidak jauh dari kantor KBRI. “Seharusnya tidak luput dari pantauan pemerintah,” katanya.

Dalam situs resminya, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, menjelaskan pendistribusian sembako ke WNI di Mesir oleh tim relawan dilakukan Sabtu.

Teknisnya, tim relawan akan mengantarkan sembako ke Sekretariat organisai kekeluargaan mahasiswa.
Kemudian Satgas di setiap posko kekeluargaan akan menyalurkan sembako tersebut kepada anggotanya dengan skala prioritas.
Sumber : Tribunnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus KP-USU, Hakim Sidang Di Lapangan

    Kasus KP-USU, Hakim Sidang Di Lapangan

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan melakukan sidang lapangan di lahan bekas KP-USU di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina, Jum,at (4/1). Kegitan sidang lapangan itu langsung dipimpin Ketua Majelis Hakim, Yarwan SH dan didampingi Hakim Anggota Hardoyo dan Joko. Kasus ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas […]

  • 10 tahun, PU klaim bangun 4.400 Km jalan

    10 tahun, PU klaim bangun 4.400 Km jalan

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengemukakan, dalam kurun waktu dua periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu periode 2004-2014, pemerintah telah membangun jalan nasional sepanjang 4400 kilometer (km). “Dulu panjang jalan nasional 34000 km saat ini 38000 km. Tambahan itu dari pembangunan jalan baru, ada juga dari jalan yang biasa berubah […]

  • Bupati: Tidak Ada Program Pengadaan 3 Foto Tokoh Madina

    Bupati: Tidak Ada Program Pengadaan 3 Foto Tokoh Madina

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program pengadaan foto 3 tokoh Mandailing Natal (Madina), yang belakangan viral ternyata tidak ada dalam program pemerintah, baik di tingkat Dinas PMD maupun di tingkat desa. Hal itu disampaikan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution ketika dikonfirmasi oleh wartawan terkait adanya beberapa oknum yang memaksa kepala desa membeli foto-foto tersebut. “Saya […]

  • Proses CPNS guru harus jujur!

    Proses CPNS guru harus jujur!

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Para tenaga honorer, khususnya guru telah diregistrasi datanya untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, dalam pendataan itu berbagai cara dilakukan, agar bisa diangkat menjadi CPNS. Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Irwanto Tampubolon, mengharapkan agar seleksi dan pengumpulan database yang dilakukan dalam proses pendataan tenaga honorer harus sesuai dengan surat […]

  • Hasil Ujian CPNS Diumumkan 4 Desember

    Hasil Ujian CPNS Diumumkan 4 Desember

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Setelah ditunggu-tunggu pemerintah akhirnya resmi menetapkan nilai ambang batas atau passing grade kululusan tes CPNS 2013. Peserta yang lolos passing grade berpotensi besar lulus sebagai CPNS. Pengolahan hasil ujian saat ini masih berlangsung, terpusat di Jakarta. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menegaskan bahwa peserta ujian yang lolos passing […]

  • Lagu Mandailing Sekarang Tidak Lagi Berbahasa Asli Mandailing

    Lagu Mandailing Sekarang Tidak Lagi Berbahasa Asli Mandailing

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akibatnya Tak Enak Karena Rasa Mandailing-nya Hilang PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para pencipta lagu-lagu Mandailing diminta untuk menerapkan bahasa Mandailing yang asli, bukan bahasa campuran. Sebab, saat ini album lagu-lagu Mandailing yang beredar sudah jauh dari bahasa dan ejaan Mandailing itu sendiri. Demikian diungkapkan sejumlah warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Kamis (28/7/2016) terkait kekecewaan mereka  […]

expand_less