Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

NII Juga Rambah PNS, di Sumut Belum Ditemukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
  • print Cetak


JAKARTA-
Seluruh gubernur, bupati dan wali kota hingga camat diminta untuk mengawasi gerak-gerik para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan masing-masing, jangan sampai terpengaruh ajaran kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII). Perintah Mendagri, Gamawan Fauzi ini menyusul pernyataan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah yang mengaku mendapat laporan adanya anggota NII yang menjadi PNS.

“Kita sudah minta ke daerah identifikasi apa betul ada, karena ada pernyataan Bu Atut,” terang Gamawan Fauzi di kantornya, Jumat (29/4). Apakah PNS yang masuk jaringan NII akan ditindak? Gamawan mengaku pihaknya harus hati-hati. Yang jelas, lanjutnya, jika ada PNS yang melanggar aturan, maka bisa dikenai sanksi berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. Sebelum sanski dijatuhkan, juga harus melewati proses pemeriksaan sejauh mana keterlibatan PNS itu dengan NII.

“Kalau memang ada (PNS yang terlibat), kepala daerah sebagai pembina PNS di daerah harus menindaknya,” ujar Gamawan. Kepala daerah juga diminta berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

Gamawan menjelaskan, selama ini NII tidak pernah terdaftar sebagai ormas. Jika terdaftar, kata Gamawan, sudah tentu akan dibubarkan. “ Tapi dia tidak terdaftar, makanya jadi urusan kepolisian untuk mendalami jika ada tindakan kriminal yang dilakukan,” katanya.

Sedang Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Tanri Bali Lalo mengatakan, pada pekan lalu mendagri sudah mengeluarkan surat edaran. Hanya saja, kemarin keluar surat edaran serupa. “Dengan isi yang sama tetapi lebih tegas,” ujar Tanri.

Terkait pernyataan Gubernur Banten, Tanri mengatakan, jika itu benar, mestinya langsung saja ditindak. “Seharusnya pemda sensitif dan langsung meneliti kebenarannya. Setelah itu jika benar, maka harus ditegur,” ujar Tanri yang kini juga Pjs Gubernur Sulawesi Tengah itu.

Dijelaskan Tanri, pemerintah sebenarnya sudah mengamati perkembangan NII. Karenanya, dikeluarkan surat edaran itu.

Kapuspen Kemendagri, Reydonyzar Moenek menambahkan, surat edaran yang dikeluarkan mendagri kemarin isinya memerintahkan gubernur, bupati/walikota dan bahkan camat untuk mendeteksi pergerakan NII dan mengambil langkah tindakan, dengan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkom Pimda). “Semacam early warning system sampai tingkat kecamatan,” terangnya.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Raden Heru Prakoso mengatakan, sejauh ini jaringan NII belum ada ditemukan di Sumut. Meski demikian, deteksi dini akan terus dilakukan dengan meningkatkan peran intelijen.

Dikatakan Heru, pendeteksian terus dilakukan secara maksimal, bukan peran intelijen saja yang diberdayakan, polisi desa (police in village) juga memiliki peran penting mendeteksi jaringan NII. Soalnya, bukan tidak mungkin jaringan NII menancapkan organisasinya dari daerah dan berkembang menjadi kekuatan dengan perekrutan yang tak terduga.

Sedangkan 11 orang yang hilang sejak 2007, 2008 dan 2009, yang dilaporkan orangtua masing-masing sejak 2010 lalu, menurut Heru, tidak berkaitan dengan jaringan NII. “Info terhadap 11 orang yang dilaporkan belum ada kaitannya dengan NII,” jelas Heru.(adl/sam)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Kemendagri: E-KTP Boleh Difotokopi

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA, — Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman mengatakan, kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP boleh difotokopi. Menurut Irman, cip dalam e-KTP itu tak akan rusak bila difotokopi. “Tidak ada masalah kalau difotokopi dan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk memfotokopi,” kata Irman seusai rapat bersama Komisi V di Gedung […]

  • Laporan Penganiayaan Dirinya Mengendap di Polres Madina, Wartawan Media Online Akan Lapor ke Propam Poldasu

    Laporan Penganiayaan Dirinya Mengendap di Polres Madina, Wartawan Media Online Akan Lapor ke Propam Poldasu

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): 9 bulan laporan polisi terkait perkara penganiayaan yang dialami M Sawaluddin Jurnalis Media Onlie bersama istrinya tidak berjalan sebagai mana mestinya atau mengandap dan pelaku penganiayaan masih bebas tanpa ada tindakan hukum, pelapor berencana laporkan perkara ini ke Propam Polda Sumatera Utara sebagi bentuk kekecewaan terhadap proses hukum yang lamban […]

  • Tokoh Muda Linggabayu Apresiasi Kinerja Polres Madina

    Tokoh Muda Linggabayu Apresiasi Kinerja Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Tokoh muda Linggabayu Denni Zulfikar Nasution mengapresiasi kinerja Polres Madina yang berhasil menangkap AS (31 tahun), bandar narkoba yang sering beroperasi di Desa Lobung, Kecamatan Linggabayu pada Senin (4/10) lalu. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Kapolres Madina, Pak Kapolsek Linggabayu serta seluruh jajaran, Plt. Kades dan seluruh lapisan masyarakat yang telah […]

  • Heran, Dana Pemeliharaan Ada Lampu Merah di Kota Panyabungan kok Mati

    Heran, Dana Pemeliharaan Ada Lampu Merah di Kota Panyabungan kok Mati

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Lampu merah di Jalan Nasional Willem Iskandar, kota Panyabungan tak berfungsi alias mati padahal ada belanja pemeliharaan rambu rambu lalu lintas yang diposkan di Dinas Perhubungan Pemkab Madina. Pantauan Mandailing Online beberapa titil lampu merah tidak berfungsi seperti di Simpang 4 Titik kuning, Kelurahan Dalan Lidang, dan Simpang Jalan Abri, Willem […]

  • Mengenalkan Dunia Bisnis pada Pelajar Sambil Menderma

    Mengenalkan Dunia Bisnis pada Pelajar Sambil Menderma

    • calendar_month Jumat, 11 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di tengah terik matahari dan keramaian, sekelompok pelajar tiba-tiba membagi-bagi beras kepada para penarik beca di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Jum’at (11/11/2022). Lokasi pembagian beras berada di 4 titik mangkal beca, yakni pemangkalan kawasan Titi Kuning Dalan Lidang, Pidoli, Huta Siantar dan  Madina Scuare pasar lama Panyabungan. Mereka […]

  • Anomali Piala Dunia 2026

    Anomali Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Subuh Iskandar Batubara Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)   Piala Dunia adalah sihir, kata seorang kawan. Bayangkan! Lebih dari separuh populasi penduduk dunia bisa dijangkau olehnya. Dan lebih dari separuh jumlah itu pula bisa tersihir dan menunggu perhelatannya. Mereka yang sudah tersihir akan rela menahan tidur sampai larut malam, demi bisa […]

expand_less