Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
  • print Cetak

Ridwan Rangkuti,SH.MH

 

Oleh : H.RIDWAN RANGKUTI, SH.MH
Advokat/Ketua DPC Peradi Tabagsel
Dosen Hukum Pertambangan Fak.Hukum
UMTS Padang Sidempuan.

 

Polemik yang berkepanjangan seputar keberadaan tambang emas yang dikelola oleh masyarakat di Mandailing Natal belum menemukan titik reda.

Oleh karena itu, saya melihat harus ada upaya pemerintah daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pertambangan Rakyat sebagai solusinya.

UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan mengatur secara umum tentang Usaha Pertambangan Rakyat. Kemudian muncullah Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Kegiatan Usaha Pertambangan, dimana dalam BAB III diatur secara khusus Izin Pertambangan Rakyat, adalah kewenangan Bupati.

Dasar Bupati memberikan Izin  Pertambangan Rakyat (IPR) adalah harus ada Peraturan Daerah (Perda) tentang Pertambangan Rakyat.  Dasar pembentukan Perda harus ada Perda Revisi Rencana Tata Ruang Dan Wilayah (RTRW), dimana di dalam Perda tersebut ditetapkan Wilayah Pertambangan (MP) dan di dalam Wilayah Pertambangan tersebut ditetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Selanjutnya, bupati mengajukan pengesahan perobahan RTRW tersebut kepada Menteri terkait. Nah, setelah Menteri menerbitkan pengesahan revisi RTRW tersebut barulah ditindaklanjuti oleh Bupati dan DPRD untuk menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat melalui Perda.

Di dalam Perda WPR tersebut ditetapkan dan diatur Kewenangan Bupati untuk menerbitkam IPR. Persyaratan pemohon perseorangan, koperasi dan kelompok masyarakat, luas dan batasan yang diajukan dan yang dibolehkan minimal 5 hektar dan maksimal 25 hektar, hak dan kewajiban pemohon, dan pengawasan pengelolaan oleh Dinas Pertambangan.
Pertanyaan sekarang, sudahkah ada Perda tentang Pertambangan Rakyat di Madina? Jika jawabannya Tidak, lantas kemana para pengusaha tambang rakyat minta IPR sementara belum ada Perdanya?.

Azas hukum kita adalah azas legalitas, tidak dapat seseorang dipersalahkan melakukan perbuatan yang dilarang, kecuali sudah ada aturan yang melarang sebelumnya.

Lantas, apa yang menjadi dasar hukum yang menyatakan tambang rakyat di Madina illegal?
Kenapa pihak kepolisian tidak menindak mereka yang melakukan usaha tambang rakyat tersebut?.

Jawabannya adalah karena belum ada Perda tentang Pertambangan Rakyat di Madina.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 20 Hektar Ladang Ganja Ditemukan di Madina

    20 Hektar Ladang Ganja Ditemukan di Madina

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Ladang ganja kembali ditemukan di perbukitan Tor Sihite, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumut. Luas yang ditemukan sekitar 20 hektar, Senin (17/2/2020), terletak di kawasan hutan Desa Banjar Lancat. Ditemukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara bersama pihak kepolisian. Petugas BNN Sumut, BNN Madina dan unsur kepolisian berada di Desa Banjarlancat sejak Rabu […]

  • MENAGIH KUALITAS GURU BERSERTIFIKASI (2-selesai)

    MENAGIH KUALITAS GURU BERSERTIFIKASI (2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (tinjauan kritis jelang hari pendidikan nasional) Oleh : Moechtar Nasution   CERTIFICATE ORIENTED Untuk mengejar sertifikasi tidak jarang kejujuran dinomor sekiankan padahal penguatan terhadap karakter ini begitu mendominasi kurikulum 2013. Begitu pentingnya penguatan karakter ini sehingga kurikulum 2013 didesain sedemikian rupa untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai ini kembali hadir didunia pendidikan. Namun nyatanya pergeseran pradigma  terjadi  […]

  • Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Masih Dikepung Banjir

    Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Masih Dikepung Banjir

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    15 Orang Meninggal Jakarta, (MO) – Sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya, Sabtu, masih digenangi air di antaranya di kawasan Pluit yang mencapai ketinggian dua meter. Banjir yang parah terjadi di belakang Pluit Village, Jakarta Utara, semakin parah dengan kedalaman hampir dua meter. Kawasan Pluit lainnya yang kebanjiran tersebut seperti Bandengan dan Teluk Gong. Bahkan, […]

  • Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah. Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 […]

  • Jelang Tasyakuran, DPD Golkar Madina Berbagi Rezeki dengan Masyarakat

    Jelang Tasyakuran, DPD Golkar Madina Berbagi Rezeki dengan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    DALAN LIDANG (Mandailing Online) – Menjelang tasyakuran ulang tahun ke-57 Partai Golkar, DPD Golkar Madina (Mandailing Natal) berbagi rezeki dengan masyarakat di Desa Pidoli Lombang dan Dalan Lidang, Panyabungan. Giat berbagi rezeki ini dimulai dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Abshor Aek Galoga dilanjutkan pembagian bingkisan sarapan kepada jamaah. Usai sarapan bersama, pengurus DPD Golkar […]

  • Sampuraga Ditampilkan Versi Berbeda

    Sampuraga Ditampilkan Versi Berbeda

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bisa jadi Sampuraga itu bukan pemuda yang durhaka. Justru sosok berbudi baik. Sosok Sampuraga versi ini ditampilkan dalam drama “Sampuraga Jatuh Cinta”. Drama itu dipentaskan Sanggar Samisara di Siabu, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (31/8/2024) dan menjadi puncak kegiatan Fasilitasi Kebahasaan dan Kesastraan dimotori Badan Bahasa Kemendikbudristek tahun 2024. Naskah drama […]

expand_less