Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Fraksi Partai Golkar Madina: PT Rendy Harus Tunaikan Hak Plasma Masyarakat

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
  • print Cetak

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Madina Arsidin Batubara (Roy Adam).

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seharusnya kehadiran investor di suatu daerah bertujuan untuk memberikan dampak baik pada sektor sosial dan ekonomi. Namun, Keberadaan PT Rendy Permata Raya masih terus menimbulkan persoalan.

Alih-alih meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah Singkuang I, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) justru kewajiban memberikan hak plasma masyarakat tidak terpenuhi.

Menanggapi hal tersebut, Fraksi Partai Golkar DPRD Madina melalui Ketua Fraksi Arsidin Batubara menegaskan PT Rendy Permata Raya bertanggung jawab secara moral dan konstitusional memberikan hak plasma kepada masyarakat Singkuang tanpa syarat.

“Sebagai Badan Usaha yang taat hukum, maka seluruh kewajiban khususnya dengan masyarakat sekitar (Singkuang I-red) harus diberikan tanpa syarat sebagaimana aturan yang ada,” katanya.

Anggota DPRD Madina yang merupakan putra asli Muara Batang Gadis ini mendukung langkah-langkah Pemkab Madina yang telah menunjukkan sikap tegas dengan memberikan tenggat waktu 1 bulan kepada perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban terhadap masyarakat.

“Sikap Pemerintah dengan memberikan tenggang waktu 1 bulan agar PT Rendy segera merealisasikan kewajibannya sudah betul. Itu merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dan kita apreasiasi untuk itu,” sebutnya.

Anggota DPRD 3 periode ini pun meminta semua pihak mengawal kebijakan ini agar masyarakat bisa memperoleh hak mereka secepatnya.

Arsidin mengungkapkan keberadaan PT Rendy telah menjadi perhatian fraksi Partai Golkar sejak lama.

“Sekitar tahun 2016 silam, PT Rendy bermasalah dengan masyarakat Trans Singkuang. Saat itu fraksi Partai Golkar telah memberi peringatan agar perusahaan tidak bertindak seolah sedang ‘kerasukan roh kolonialis’ di Bumi Muara Batanggadis,” ungkapnya.

Arsidin mengatakan masyarakat tidak boleh diperlakukan semena-mena oleh perusahaan. Setiap perusahaan yang beroperasi di tanah Madina harus bisa memberikan dampak terhadap perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui sekitar tahun 2016 lalu DPRD Madina pernah membentuk Pansus terkait PT Rendy dalam persoalan dengan masyarakat sekitar.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 4)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 4)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Desa Tandikek berjarak sekitar 30 Km dari Simpang Gambir. Simpang Gambir berjarak sekitar 41 […]

  • Fahrizal Efendi dan Upaya Pengembangan Pesantren Abinnur Al-Islami

    Fahrizal Efendi dan Upaya Pengembangan Pesantren Abinnur Al-Islami

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami merupakan asset penting bagi umat muslim di Mandailing Natal. Asset penting karena pesantren ini sejak berdiri pada tahun 2006 telah fokus untuk melahirkan santri-santri hafizul Qur’an. Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara ini juga fokus dalam kitab klasik, yakni kitab […]

  • 1 Jamaah Haji Asal Mandailing HUT ke-68 di 17 Agustus

    1 Jamaah Haji Asal Mandailing HUT ke-68 di 17 Agustus

    • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ARAB SAUDI (Mandailing Online) – Satu jamaah haji asal Mandailing Natal berulang tahun tepat 17 Agustus 2018. Kanwil Kemenag Sumut melalui website resminya sumut.kemenag.go.id merilis berita yang mengutip pernyataan Masa Nofa Nasution tenaga medis Kloter 3/MES dari Tim Kesehatan Haji Indonesia, Jum’at (17/8/2018). Jamaah haji asal Mandailing Natal yang berulang tahun itu bernama Syamsiah berasal […]

  • Ketika Candi Simangambat Ditelantarkan

    Ketika Candi Simangambat Ditelantarkan

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pengantar redaksi : Pada 14 Desember 2018 yang lalu, Dr. Phil. Ichwan Azhari seorang sejarawan, pengajar dan ahli filologi Indonesia mengunjungi candi Siwa di Simangambat, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Dia ditemani budayawan Mandailing, Askolani Nasution. Dr. Phil. Ichwan Azhari menyaksikan puing-puing candi yang berserakan, lokasi candi yang terlantar bahkan ditelantarkan. Mungkin beliau terkejut bahkan […]

  • Kasus Pemalsuan Surat Rekomendasi Labura Serahkan Sanksi ke Pemkab Madina

    Kasus Pemalsuan Surat Rekomendasi Labura Serahkan Sanksi ke Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aekkanopan. Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerbitkan surat rekomendasi Bupati H Kharuddinsyah tentang persetujuan pindah salah seorang pegawainya Mhd Idris Batubara ke Pemkab Madina. Soal surat rekomendasi yang kini beredar diduga palsu. Namun, Pemkab Labura tidak akan melakukan upaya hukum atas dugaan pemalsuan surat rekomendasi itu. Soal tindaklanjutnya berupa sanksi, misalnya, […]

  • Timur Pradopo Janji Berantas Preman dan Judi

    Timur Pradopo Janji Berantas Preman dan Judi

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Calon Kapolri, Komisaris Jenderal Timur Pradopo, memaparkan prioritas program kerjanya jika kelak terpilih sebagai Kapolri. Salah satu prioritas Timur adalah pemberantasan para preman. “Meningkatkan pemberantasan preman, kejahatan jalanan, perjudian, narkoba, illegal logging (pembalakan liar), illegal fishing (pencurian ikan), illegal mining (tambang liar), human trafficking (perdagangan manusia), dan korupsi,” kata Timur saat uji kepatutan dan kelayakan […]

expand_less