Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Salurkan Bantuan, KPPG Madina Langsung Turun ke Rumah Warga

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Ketua KPPG Madina Zubaidah Nasution Menyerahkan Bantuan kepada Salah Satu Warga Aek Garut/Roy Adam.

Aek Garut (Mandailing Online) – Sesuai arahan Ketua Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah dan Katua DPD Golkar Mandailing Natal (Madina) H. Aswin Parinduri, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menyalurkan bantuan sembako dan makanan kepada warga terdampak banjir di Aek Garut, Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Senin (20/12).

KPPG dalam menyalurkan bantuan tersebut langsung turun ke rumah-rumah warga yang terdampak.

Aek Garut merupakan permukiman yang terletak di DAS Batang Gadis dengan kondisi jalan yang penuh lumpur. Bahkan warga masih menggunakan getek (perahu kecil) sebagai sarana transportasi.

Ketua KPPG Zubaidah Nasution yang datang bersama pengurus menyampaikan, kunjungan ke Aek Garut sesuai dengan arahan Ketua Partai Golkar provinsi dan kabupaten.

“Sesuai arahan Pak Ketua Provinsi dan Kabupaten, kita hadir memberikan bantuan sembako dan makanan untuk saudara-saudara kita di sini. Terlebih beberapa hari lagi mereka akan merayakan Natal,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD ini menambahkan, sebelumnya salah satu pengurus Golkar di daerah tersebut menyampaikan bahwa Aek Garut kebanjiran dan masyarakat tidak bisa bekerja.

“Ada kader kita yang menyampaikan masyarakat di sini turut menjadi korban banjir yang melanda sebagian besar wilayah Madina. Mendengar kabar itu langsung kita putuskan datang ke sini untuk memeberikan sedikit tali asih,” sebutnya.

Sementara itu salah satu warga Saud Aritonang mengatakan, masyarakat di Aek Garut turut terdampak bajir karena Batang Gadis meluap.

“Warga sangat terdampak dengan banjir ini. Anak-anak tidak sekolah, usaha masyarakat habis semua ditimpa banjir, padi rusak tergenang air,” katanya.

Kedatangan rombongan KPPG ini menjadi sedikit obat hati masyarakat yang terdampak banjir secara langsung. Apalagi ada beberapa rumah yang posisinya sangat dekat dengan Sungai Batang Gadis.

Nur Sawari, salah satu warga yang menerima bantuan menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan KPPG.

“Tarimo kasi ma di halak bapak dot ibu namalehen bantuan di hami alana naro tu kampung nami Aek Garut. Alana bisa do ibu i melehen bantuan tu hami,” katanya.

Untuk diketahui, dari keterangan Kadis Kominfo Sahnan Pasaribu setidaknya ada 16 kecamatan di Mandailing Natal yang mengalami bencana banjir atau longsor akibat hujan deras yang terjadi pada Jumat dan Sabtu minggu lalu.

Hingga saat ini, baik pemerintah, partai politik, organisasi kemasyarakatan, instansi swasta, maupun personal terus menyerahkan bantuan dan menggalang dana untuk meringankan para korban banjir.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika “Monyet” Mamenangi Pemilu

    Ketika “Monyet” Mamenangi Pemilu

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Lokot Husda Lubis, S. Ag Sekedar ilustrasi, di negeri entah berantah seekor Raja Monyet tiba-tiba mendadak mengumpulkan para Menteri dan petinggi di kerajaannya. Sepertinya ada sidang Kabinet mendadak yang wajib di hadiri para petinggi kerajaan. Informasinya, rapat itu begitu penting, sehingga setiap Menteri atau petinggi kerajaan tidak satupun yang boleh absent Para Menteri dan […]

  • Dipicu Buang Kotoran Ternak, Sepuluh Rumah Warga Dibakar

    Dipicu Buang Kotoran Ternak, Sepuluh Rumah Warga Dibakar

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Puluhan polisi berpakaian lengkap menyisir Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapsel, Senin (23/12) pukul 15.00 WIB. Di bawah guyuran hujan, petugas mengamankan 62 warga dari desa itu. Warga yang ditangkap, diduga terlibat pembakaran 10 rumah di Dusun Adian Goti. Seperti yang dilansir harian METRO sekitar pukul 10.00 WIB ada seratusan warga […]

  • 10 tahun, PU klaim bangun 4.400 Km jalan

    10 tahun, PU klaim bangun 4.400 Km jalan

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengemukakan, dalam kurun waktu dua periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu periode 2004-2014, pemerintah telah membangun jalan nasional sepanjang 4400 kilometer (km). “Dulu panjang jalan nasional 34000 km saat ini 38000 km. Tambahan itu dari pembangunan jalan baru, ada juga dari jalan yang biasa berubah […]

  • Awas! Miras Makin Bebas, Kejahatan Makin Meluas

    Awas! Miras Makin Bebas, Kejahatan Makin Meluas

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kemendagri akan mencabut 3.266 peraturan daerah (Perda) yang dianggap menghambat investasi dan pembangunan. Mendagri Tjahjo Kumolo mengakui bahwa di antara Perda tersebut, ada Perda yang berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol. Meski demikian, kata Tjahjo, dengan pencabutan Perda-perda itu bukan berarti Pemerintah mendukung peredaran minuman beralkohol.  “(Perda) yang saya cabut itu karena bertentangan dengan peraturan dan perundangan,” […]

  • Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIV tingkat kabupaten. Berlangsung dari 21 hingga 24 Februari 2025, dan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-26 Madina serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Madina, Bahrudin Juliadi, mengatakan bahwa MTQ merupakan agenda tahunan untuk menanamkan nilai-nilai […]

  • Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

    Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penyuluh pertanian di era milenial harus fasih teknologi dan melek IT. Bahkan, penyuluh yang mendampingi petani juga diharapkan punya jaringan dengan pengusaha dan pasar, yang akan memudahkan petani untuk menjual hasil panennya. Saat ini bukan era atau zaman Bimas seperti dulu. Artinya, zamanya sudah modern, pasarnya sudah global. Karena itu, untuk mempercepat dan memudahkan pembangunan […]

expand_less