Jumat, 1 Mei 2026
light_mode

Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Tapsel,

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang hingga kini belum menjalankan amanah Undang Undang Nomor 37 dan 38 Tahun 2007 terkait perpindahan ibukota Tapanuli Selatan ke Sipirok diperkirakan bakal menjadi batu sandungan terwujudnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara.

Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Sipirok Parmonangan Ritonga kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Rabu (09/02/2011). “Sejujurnya kita sangat menginginkan terwujudnya Provinsi Sumteng karena itu sangat kita harapkan agar Pemkab Tapsel segera melaksanakan perpindahan ibukota Tapsel ke Sipirok sehingga tidak menjadi batu sandungan berdirinya Provinsi Sumteng,” ujarnya.

Dikatakannya, perpindahan ibukota Tapsel itu merupakan amanah undang-undang. “Jika undang undang yang satu saja belum dilaksanakan, konon lagi pemerintah pusat mau melahirkan undang-undang terkait pemekaran yang berkaitan dengan wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara dan Padanglawas maupun Kabupaten lainnya yang ingin mewujudkan berdirinya sebuah provinsi. Ini akan menjadi pertimbangan yang diperkirakan akan menciderai perjuangan tokoh tokoh maupun pemrakarsa pembentukan Provinsi Sumteng,” tukasnya.

Menurutnya, para pemimpin di Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini hendaknya segera merealisasikan perpindahan ibukota tersebut sehingga tidak menjadi komoditi politik selama pilkada saja tetapi hendaknya dibuktikan dengan perbuatan. “Bahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tapsel 2011-2015 sendiri tidak mengakomodir rencana perpindahan ibukota ke Sipirok,” ketus Ritonga.

Sebelumnya, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Ike Taken Hasibuan dalam penyampaian pandangan fraksi atas RPJMD Tapsel 2011-2015 di gedung dewan, Selasa (08/02/2011) mempertanyakan perpindahan ibukota Tapsel ke Sipirok tersebut sejalan dengan UU 37 dan 38 Tahun 2007. “Bupati Tapsel diharapkan memberikan penjelasan terkait belum direalisasikannya perpindahan ibukota pemerintahan Tapsel ke Sipirok sejalan dengan undang-undang dan dengan sudah adanya ijin prinsip pembebasan lahan untuk perkantoran pemerintahan Tapsel di Sipirok dari kementerian terkait,” ujarnya.

Demikian halnya Fraksi Nasional DPRD Tapsel yang disampaikan Ali Imran juga mempertanyakan pelaksanaan perpindahan ibukota Tapsel ke Sipirok. (BS-029)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Real Count Data C-1 Pleno: SAHATA Menang 50,6 %, ONMA 49,4 %

    Real Count Data C-1 Pleno: SAHATA Menang 50,6 %, ONMA 49,4 %

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution mendeklarasikan kemenangan dalam Pilkada Madina 2024, Rabu (27/11/2024) malam. Dalam deklarasi itu, Paslon Saipullah-Atika (SAHATA) didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan Khoiruddin Faslah Siregar, para pimpinan partai politik pengusung dan pendukung, […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Ada sejumput cerita tentang munculnya pasar bawah setiap pekan Ramadhan di kampung kami. Ya, orang orang menyebutnya pasar bawah karena lokasinya terpisah dengan pasar yang sebenarnya. Lokasinya sedikit tersembunyi  di tepi sungai, di sela sela pohon kopi.  Dingin dan […]

  • Lasiak Lumban Dolok, di Gantian Air

    Lasiak Lumban Dolok, di Gantian Air

    • calendar_month Selasa, 19 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Lasiak dari Lumban Dolok termasuk cabai yang populer. Terutama di kalangan pedagang. Keterkenalannya itu serupa dengan keterkenalan lasiak Sibanggor. Lasiak dalam bahasa Mandailig. Cabai bahasa Indonesia-nya. Desa Lumban Dolok berada di Kecamatan Siabu. Mandailing Natal. Sumatera Utara. Lasiak Lumban Dolok tak sepedas lasiak Sibanggor. Tapi, tak sepedas Sibanggor ini […]

  • SMA 2 Plus Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

    SMA 2 Plus Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- SMA Negeri 2 Plus Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) gelar Sosialisasi pencegahan dan penyuluhan bahaya narkoba untuk generasi muda. Selasa (10/10/2023). Acara yang di gelar di Aula SMK Negeri 2 Plus itu dihadiri Perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Polres Madina, Drs Oloan Nasution (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI) […]

  • Operta Ima Madina Pekanbaru Satukan Mahasiswa Perantau

    Operta Ima Madina Pekanbaru Satukan Mahasiswa Perantau

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Untuk menyatukan Mahasiswa / i yang berasal dari Mandailing Natal di Kota Pekanbaru, Ikatan Organisasi Mahasiswa Mandailing Natal (Ima Madina) Pekanbaru selenggarakan Orientasi dan Perkenalan Anggota Baru (OPERTA). Kegiatan yang berlangsung di  Kota Kampar, Provinsi Riau itu diikuti puluhan mahasiswa. Ketua Panitia pelaksana Operta Ilman Rahman Hasibuan menyampaikan puluhan Mahasiswa ikut […]

  • Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

    Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARUTUNG : Saat ini banyak kaum muda pengusaha, birokrat murni, dan bahkan para politikus mengincar posisi menjadi kepala daerah.Umumnya mereka rela melakukan segala upaya demi mendapatkan posisi tersebut. Karena diyakini 1 periode ( 5 tahun ) masa jabatan minimal menghasilkan Rp300 miliar. Hal ini diutarakan oleh Nelson Parapat serta Nimrod Nababan pemerhati pembangunan kabupaten Tapanuli […]

expand_less