Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Laju Varian Baru Covid-19, Kapitalisme Tak Serius Atasi Pandemi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
  • print Cetak

 

Oleh: Ummu Taqiyya
Aktivis Dakwah, Mompreneur

Sudah dua tahun pandemi melanda dunia, sejak virus SARS-CoV-2 terdeteksi pertama kali di China kemudian menyebar keseluruh dunia. Berbagai upaya ditempuh guna mengatasi wabah, namun tak kunjung teratasi, dan varian virus baru pun kian bertambah.

Belum usai penyebaran virus varian Delta dan Omicron, kini bertambah varian baru yang ditemukan pertama kali di Perancis yang diberi mama IHU atau B.1640.2. (cncbindonesia.com/08/01/2022)

Beberapa waktu lalu istilah “Delmicron” juga sempat bikin geger dan makin membuat khawatir sebab diklaim sebagai kombinasi virus varian Delta dan Omicron.(health.detik.com/10/01/2022)

Dengan bertambahnya varian baru, Pemerintah memutuskan untuk memberikan vaksinasi ketiga sebagai vaksin booster. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin booster akan diberikan secara gratis atau berbayar kepada masyarakat pada pekan depan, usai rapat dengan Presiden Joko Widodo. (kompas.com/6/1/22)

Setiap masuknya varian baru covid 19, seakan solusinya hanya dengan menambah vaksin. Padahal upaya tersebut seperti tambal sulam, memberikan vaksin tapi tidak menghentikan perjalanan dari dalam maupun keluar negeri, atau penguncian wilayah secara menyeluruh. Mau sampai berapa banyak lagi vaksin diberikan kepada masyarakat, sedangkan penguncian wilayah dalam menghentikan lajunya virus tidak lakukan?

Dunia saat ini masih berpegang teguh pada ideologi kapitalisme yang hanya berlandaskan pada asas manfaat dan materi yang didapatkan, sehingga lebih mengutamakan keamanan ekonomi dibandingkan kesehatan dan keselamatan rakyat. Roda ekonomi harus terus berjalan, seperti masih diperbolehkannya perjalanan dari dalam maupun keluar negeri. Masyarakat yang mempunyai kekayaan materi bebas mau keluar negeri meskipun tujuannya hanya untuk jalan-jalan, kemudian pulang kembali dengan membawa virus. Di sistem ini, dunia tidak ingin melakukan lockdown secara total, sehingga penyebaran virus tidak bisa ditangani secara cepat dan tepat. Upaya yang dilakukan hanya fokus pada 3T (Testing, Tracing, Treatment), protokol kesehatan, dan vaksinasi.

Berbeda halnya ketika sistem islam diterapkan, solusi dari akar permasalahan yang terjadi terutama dalam menghadapi pandemi akan segera dilakukan secara cepat dan tepat. Daulah Islam akan memberlakukan sistem lockdown secara total, mengunci area wabah yang terjangkit virus, tidak memperbolehkan melakukan perjalanan ke dalam atau ke luar area wabah yang terjangkit virus. Mobilitas manusia dari dan ke dalam area wabah juga akan dihentikan.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya. (HR. Imam Muslim)

Orang-orang yang terjangkit virus akan segera diobati tanpa mengulur waktu. Isolasi dilakukan secara tepat dengan memisahkan orang-orang yang sehat dengan orang-orang yang sakit, agar penularan penyakit tidak menyebar. Kesehatan dan imunitas masyarakat juga harus ditingkatkan dengan pola hidup sehat, makan-makanan yang sehat dan bergizi.

Riset dan teknologi terkini juga dikerahkan dengan tepat dan bijak bagi kecepatan dan keberhasilan penerapan prinsip tindakan islam, sehingga dapat mempermudah upaya penghentian laju varian virus. Hasil riset dan teknologi juga dipastikan tidak berbahaya bagi kesehatan masyarakat, dan keselamatan jiwa setiap orang. Kepemimpinan Islam dibutuhkan sebagai metode pelaksana dalam mengerahkan upaya untuk lockdown secara total dan mendunia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sumbar Garap Lahan Tambang Emas Ilegal di Kawasan TNBG Madina

    Warga Sumbar Garap Lahan Tambang Emas Ilegal di Kawasan TNBG Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Pengerusakan lingkungan akibat tambang emas ilegal dikawasan taman nasional batang gadis  ( TNBG ) di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terus terjadi. Tepat nya di Aek Bontar desa Batahan Kecamatan Kotanopan. Aktifitas tambang dengan menggunakan alat berat jenis excavator seolah tidak tersentuh aparat penegak hukum. pengakuan warga sendiri, oknum warga dari sumatera […]

  • Pasca Serangan Beruang, Warga Desa Roburan Dolok Takut Kekebun

    Pasca Serangan Beruang, Warga Desa Roburan Dolok Takut Kekebun

    • calendar_month Sabtu, 15 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )-  pasca adanya warga Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal ( Madina ) yang di terkam Binatang Buasa Jenis Beruang pada Jum’at Sore kemaren, warga dibuatnya cemas, mereka seolah selalui dihantui binatang buas. Akibatnya mereka enggan ke kebun karena takut kembali jadi sasaran Binatang buas itu. Warga desa pun terlihat hanya […]

  • Pemkab Madina Jangan Coba-Coba Lindungi Kasus Korupsi di Dinas Kesehatan

    Pemkab Madina Jangan Coba-Coba Lindungi Kasus Korupsi di Dinas Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal jangan coba-coba melindungi pejabat yang diduga koruptor di Dinas Kesehatan Madina. Peringatan itu terkait sejumlah kasus dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina) saat ini sedang ditangani Kejaksaan Agung. Oknum di Kejakasaan Negeri Mandailing Natal juga diwanti-wanti jangan mencoba-coba bermain mata dengan pejabat korup di Dinas Kesehatan, […]

  • Senjata di Aceh bekas konflik dulu

    Senjata di Aceh bekas konflik dulu

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Markas Besar TNI menyatakan serangkaian tindak kekerasan bersenjata api di Provinsi Aceh tidak menggunakan senjata selundupan dari luar Aceh. Jurubicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul di Jakarta, Senin mengatakan senjata-senjata yang marak di Aceh, merupakan sisa konflik di wilayah tersebut beberapa tahun silam. Meski begitu, Iskandar mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pula […]

  • Kabid PTK: Saya Hanya Boneka di Jabatan Ini

    Kabid PTK: Saya Hanya Boneka di Jabatan Ini

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengakuan mengejutkan keluar dari Kabid PTK Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Disdik Madina) Zulhamsyah saat mengikuti RDP dengan Komisi I. Zulham mengaku hanya boneka di jabatan yang ia duduki. Hal itu ia ungkapkan ketika menjawab pertanyaan dari Asmaruddin Nasution terkait isu adanya mahar sampai Rp 200 juta rupiah yang mengiringi pergantian kepala […]

  • BPK Perwakilan Sumut: Madina Capai Kemajuan Pelaporan

    BPK Perwakilan Sumut: Madina Capai Kemajuan Pelaporan

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  Perwakilan Sumatera Utara menyatakan Pemkab Mandailing Natal (Madina) mencapai banyak kemajuan dalam penyampaian laporan keuangan. Itu diungkap Kepala BPK Perwakilan Sumatera Utara Eydu Oktain Panjaitan dalam pernyataan sambutan usai menerima laporan keuangan tahun anggaran 2022 Pemkab Madina dari bupati Jafar Sukhairi Nasution di kantor BPK RI Perwakilan […]

expand_less