Rabu, 2 Sep 2026
light_mode

MUI Langkat Minta Sikap Konkrit Atasi Kemaksiatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
  • print Cetak


Langkat : Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat meminta pihak berwenang dan terkait untuk merumuskan sikap konkrit berupa kebijakan mengatasi berbagai bentuk kemaksiatan yang semakin memprihatinkan di daerah setempat.

“Perlu sikap konkrit atas kemaksiatan yang selain telah melanggar norma agama, juga menciderai Langkat sebagai bumi religius,” kata H Saleh Hamid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat ketika dihubungi di Stabat, Kamis [03/02].

Ketua MUI Langkat mengakui sudah dukup resah menyaksikan kemaksiatan terus berlangsung tanpa ada tinakan refresif dari aparat hukum. Dalam waktu dekat ini, kita akan menyampaikan keresahan ummat ini kepada unsur Muspida Langkat, katanya.

Beberapa bentuk kemaksiatan yang perlu menjadi perhatian dan kini menjalar sudah di generasi muda kita, yang bisa merusak masa depan mereka adalah judi, bilyard, miras, narkoba, prostitusi maupun pergaulan bebas dikalangan remaja kita.

Selain tindakan represif kepada Muspida selaku eksekutor, selanjutnya MUI juga menghimbau orang tua untuk lebih mewaspadai hal-hal tersebut diatas khususnya bagi perkembangan putra-putrinya, ungkapnya pula.

Sementara itu H Farhan Indra selaku sekretaris MUI Langkat menambahkan bahwa Muzakaroh MUI dilakukan pada setiap bulannya, selain silaturahmi terhadap berbagai perkembangan umat di masing-masing kecamatan.

Juga membahas berbagai masukan dari 23 MUI Kecamatan di Langkat, terhadap berbagai bentuk kemaksiatan yang sudah meresahkan berdasarkan laporan yang disampaikan dalam pertemuan itu.

Selain itu juga mengkaji kitab kuning sebagai bekal para ulama dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menyampaikan dakwah-dakwahnya ditengha-tengah ummat sesuai dengan Al Qur,an dan Sunnah Rasullullah SAW.

Secara terpisah pula Kepala Bahagian Humas Pemerintah Kabupaten Langkat Syahrizal, yang juga dikenal sebagai ulama di Langkat menyampaikan pula pesan Bupati agar MUI maupun Ormas, OKP Islam terus memberikan support dalam menjaga kekondusifan wilayah termasuk marwah Langkat sebagai bumi religius.

Sepanjang memenuhi keinginan warga, maka merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk dapat menciptakan suasana yang nyaman serta tetap menegakkan nilai-nilai kebenaran dan norma kesusilaan di masyarakat.

Diharapkan melalui wadah MUI, berbagai masukan dan saran dilakukan secara berjenjang pada tingkatan masing-masing, untuk kemudian dicarikan solusi guna penyelesaian masalah yang muncul. (ant )
Sumber : beritasore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TRANSFORMASI SOSIAL ADAT DAN BUDAYA MANDAILING (1)

    TRANSFORMASI SOSIAL ADAT DAN BUDAYA MANDAILING (1)

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sebuah Perfleksi dan Reorientasi Oleh: Askolani Nasution*   Prolog Amat sulit untuk mendeskripsikan sejarah atau tipikal adat dan budaya Mandailing. Terutama karena adat dan budaya daerah ini tidak diwariskan melalui literasi. Sekalipun kita sudah mengenal huruf tulak-tulak 1), tetapi aksara tersebut tidak digunakan untuk tradisi literer. Tetapi, hanya ditulis untuk mantera, ramalan, perjanjian antardesa, […]

  • Kuota CPNS Sumut Tunggu Izin Menpan

    Kuota CPNS Sumut Tunggu Izin Menpan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) EE Mangindaan diharapkan segera menerbitkan data kuota 7.690 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) se-Sumatera Utara tahun 2010. Sehingga sisa waktu dua bulan sampai akhir tahun bisa dimanfaatkan untuk optimalisasi serapan dana APBD Propinsi Sumut serta 31 kabupaten dan kota yang membuka pendafataran CPNS tahun 2010, lebih maksimal. Kepala […]

  • Ekspor Sumut Tumbuh 44,99%

    Ekspor Sumut Tumbuh 44,99%

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Kinerja ekspor Sumatra Utara (Sumut) periode Januari-Juli 2021 masih ditopang oleh sektor industri yang terus bangkit di tengah pandemi. Dilansir Medanbisnisdaily.com, sektor industri tercatat berkontribusi 94,55% terhadap total ekspor Sumut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, nilai ekspor Sumut mencapai US$ 6,377 miliar atau tumbuh 44,99% dibandingkan periode yang […]

  • Nasib Guru Honorer yang Masih Terpinggirkan, Mestinya Setara UMR

    Nasib Guru Honorer yang Masih Terpinggirkan, Mestinya Setara UMR

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JANJI ANGKAT: Presiden SBY saat menghadiri Kongres PGRI ke-XXI di Istora Senayan Jakarta. Jutaan guru honorer masih belum memperoleh penghasilan atau gaji yang layak. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperjuangkan supaya guru honorer itu mendapatkan gaji minimal setara dengan upah minimum kabupaten atau kota. Mereka telah melayangkan surat permintaan itu langsung ke Presiden Susilo Bambang […]

  • Pilkada Madina, DPS 359.240 Pemilih, TPS 908 Unit

    Pilkada Madina, DPS 359.240 Pemilih, TPS 908 Unit

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada Madina 2015 sebanyak 359.240 pemilih. Sedangkan (Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 908 unit tersebar di 404 desa dan kelurahan. Demikian hasil Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara yang ditetapkan KPU Mandailing Natal (Madina), Rabu, (2/9) dalam rapat pleno terbuka. Rapat pleno […]

  • Atika : Pebukaan Jalan ke Perkebunan Rakyat Satu Solusi Penting

    Atika : Pebukaan Jalan ke Perkebunan Rakyat Satu Solusi Penting

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkebunan rakyat merupakan salah satu lapangan usaha rakyat yang terbesar dalam struktur ekonomi Madina di sektor pertanian. Bahkan, secara kalkulasi, perkebunan jauh lebih rill memakmurkan petani ketimbang sawah. Sebab, standar kepemilikan luas lahan sawah sejatinya adalah 2 hingga 3 hektar per kepala keluarga. Tetapi luas sawah itu tak bisa tercapai per […]

expand_less