Minggu, 24 Mei 2026
light_mode

Walhi Temukan Indikasi Pelanggaran HAM Oleh PT SMGP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
  • print Cetak

Satu warga Sibanggor Julu dilarikan ke rumah sakit tanggal 6 Maret 2022 terindikasi terpapar zat H2S

MEDAN (Mandailing Online) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menemukan indikasi pelanggaran HAM oleh PT SMGP di Sibanggor, Mandailing Natal.

Pelanggaran HAM itu merujuk fakta-fakta yang ditemukan pada peristiwa keracunan 58 warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi pada 6 Maret 2022 yang ditengarai terpapar zat H2S ketika pihak SMGP melakukan uji pembukaan sumur di wellpad A-AE 05.

Atas temuan ini, Walhi Sumut bakal melaporkan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) ke Komnas Hak Asasi Manusia (HAM).

Walhi Sumut melakukan investigasi langsung ke lapangan pasca insiden 6 Maret 2022.

“Dan hasilnya menemukan ada indikasi pelanggaran HAM,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Doni Latuparisa, Selasa (12/4/2022) di Medan.

Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Doni Latuparisa, Selasa (12/4/2022) di Medan menyampaikan hasil investigasi Walhi di Sibanggor, Madina.

Walhi Sumut juga bakal melakukan advokasi dengan menelusuri sumber pendanaan pembangkit tenaga listrik panasbumi (PLTP) yang dikelola PT SMGP tersebut.

Doni mengungkapkan, bahwa hasil investigasi yang dilakukan bahwa sejak kehadiran PT SMGP, aktivitas perusahaan disambut dengan berbagai bentuk penolakan oleh masyarakat.

Bahkan, akibat penolakan itu sejumlah warga menjadi korban kerusuhan, sampai ada korban meninggal dunia.

Masyarakat yang hidup selama ratusan tahun di desa tersebut, juga belum sekalipun pernah merasakan seperti mual, pusing, muntah-muntah, sakit tenggorakan, gangguan pernapasan, pingsan dan bahkan ada yang meninggal dunia. Kondisi yang demikian baru dialami masyarakat sejak hadirnya perusahaan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Doni, warga juga mengaku sejak kehadiran perusahaan di kampung mereka produktifitas hasil komoditas yang kelola masyarakat sangat jauh berkurang.

Hal itu disebabkan karena meningkatnya suhu dan iklim sejak hadirnya perusahaan.

Namun, menurut Doni, karena narasi yang terbangun adalah PT SMGP merupakan proyek strategis nasional dengan pembuktian adanya aktivitas perusahaan yang dikawal oleh aparat TNI dan Polri, masyarakat sekitar pun dengan terpaksa ikut skema ganti rugi yang dilakukan oleh PT SMGP.

Saat penyusunan Amdal juga ada upaya pemaksaan dengan cara hanya melibatkan beberapa perwakilan masyarakat yang dibayar untuk menyetujui Amdal tersebut.

“Beberapa tokoh masyarakat difasilitasi untuk pertemuan yang kemudian dipaksa untuk menyetujui dokumen tersebut,” paparnya.

Atas kondisi itu Walhi Sumut pun meminta Menteri ESDM agar menutup PT SMGP. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya peristiwa bencana ekologi dan pelanggaran HAM secara berulang.

“Kami juga minta seluruh organisasi masyarakat sipil serta seluruh elemen dan sektor rakyat lainnya untuk sama-sama menyuarakan tentang kasus kejahatan yang dilakukan terhadap manusia dan lingkungan hidup yang dilakukan oleh PT SMGP,” katanya.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Roboh, 2 Murid SD Tertimpa

    Sekolah Roboh, 2 Murid SD Tertimpa

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANAI HILIR-Sebuah ruangan belajar dan ruangan kantor guru di SD Negeri 116914, Desa Sei Baru, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, roboh, Kamis (9/2) sekitar pukul 09.30 WIB. Dua murid sekolah itu, Muhammad Riki (7) dan Armansyah (8) mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan. Informasi diperoleh, robohnya dua ruangan berdinding papan itu diduga akibat kondisi bangunan […]

  • Rusak Keindahan Kota dan Berpotensi Banjir

    Rusak Keindahan Kota dan Berpotensi Banjir

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    ek Panyabungan, (MO) – Kesadaran Masyarakat Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terhadap kebersihan lingkungan masih rendah. Bahkan sungai pun  masih kerap dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah seperti yang terjadi   di sungai Aek Mata  pusat kota Panyabungan. Selain memicu munculnya berbagai penyakit dan merusak keindahan kota, juga bakal berpotensi terhadap banjir. Demikian disampaikan salah seorang aktivis […]

  • SI DUDU

    SI DUDU

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ompak poken i Pasar Kotanopan ari Sabtu, kehe mada Si Dudu marsadu tu sadu giot manabusi sipatu sikola ni anaknia Si Batu. I tonga dalan nida Si Dudu mada sada bayo na marlereng maroban indalu duruk tu duru-duru. Arani i bulus marlojong antong Si Dudu laos marsurak-surak: “Jooouuuu … adong bayo na manabu !” Alak […]

  • Akun Fb Toni Darius Sitorus Diduga Di-hacker

    Akun Fb Toni Darius Sitorus Diduga Di-hacker

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL  (Mandailing Online) – Akun facebook atas nama Toni Darius Sitorus diduga telah kena hacker atau diretas seseorang sebelum munculnya status-status di dinding akun itu yang berbau sara. Hal itu diungkapkan Hasintongan Sintong ayah kandung Toni Darius Sitorus di dalam akun facebooknya yang diposting tanggal 18 September 2016 pukul 12.58 WIB. “Saya A,N, Org Tua […]

  • 11 Anak Dapat Sunatan Gratis

    11 Anak Dapat Sunatan Gratis

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      GUNUNG BARINGIN (Mandailing Online) – Sebanyak 11 anak-anak dikhitan secara gratis oleh Puskemas Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Minggu (15/11). Khitanan massal gratis ini sangat membantu para keluarga mengingat kelesuan ekonomi saat ini akibat menurunnya harga karet penyebab menurunnya pendapatan kepala keluarga yang mayoritas petani penyadap karet alam. Anak-anak sunatan massal ini semuanya berasal dari Desa […]

  • Mendikbud: perubahan kurikulum karena tuntutan zaman

    Mendikbud: perubahan kurikulum karena tuntutan zaman

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Yogyakarta, (MO) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan perubahan kurikulum pendidikan perlu dilakukan karena tuntutan zaman yang terus berkembang agar peserta didik mampu bersaing di masa depan. “Saat ini zaman kan sudah berubah, maka kompetensi yang diberlakukan untuk pengembangan intelektual siswa pun juga harus berubah karena tantangan yang mereka hadapi tidak akan sama […]

expand_less