Senin, 15 Jun 2026
light_mode

Willem Iskander Jadi Pahlawan Nasional: Why Not?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional

 

Indonesia sering ribut mencari teladan pendidikan nasional. Nama-nama besar terus diperingati. Seminar digelar. Hari pendidikan dirayakan saban tahun. Tetapi di tengah gegap-gempita itu, ada satu nama dari tanah Mandailing yang seperti berdiri sunyi di pinggir sejarah nasional:
Willem Iskander.

Atau lebih tepatnya:
Sati Nasution.

Pertanyaannya, sederhana saja:
> kalau tokoh seperti Willem Iskander belum layak jadi Pahlawan Nasional, lalu ukuran kelayakan kita sebenarnya apa?

Mari jujur membaca sejarah.

Ketika sebagian besar bumiputera masih dianggap “kelas bawah” oleh kolonial, Willem Iskander justru sudah berpikir tentang pendidikan rakyat.

Bukan di Jawa.
Bukan di pusat kekuasaan.
Tetapi di Tanobato, Mandailing.

Tahun 1862, ia mendirikan Kweekschool Tanobato — sekolah guru bumiputera yang menjadi salah satu pelopor pendidikan modern di Sumatra. Bahkan banyak sejarawan menilai sekolah itu termasuk eksperimen pendidikan pribumi paling maju pada zamannya.

Ini bukan perkara kecil.

Karena di masa itu:
* pendidikan modern masih barang mewah,
* rakyat pribumi belum dipandang pantas maju,
* dan kolonial lebih suka rakyat tetap bodoh daripada kritis.

Tetapi seorang anak Mandailing bernama Sati Nasution justru pulang dari Belanda membawa gagasan:
> bangsa yang ingin bangkit harus mulai dari sekolah.

Dan ironisnya, gagasan itu muncul jauh sebelum pendidikan nasional menjadi slogan politik Indonesia modern.

Masalahnya mungkin satu:
Willem Iskander lahir terlalu cepat.

Sati Nasution datang sebelum republik berdiri.
Sebelum nasionalisme Indonesia punya panggung besar.
Sebelum sejarah ditulis dari sudut Jakarta dan Jawa.

Akibatnya, pengaruhnya lama terkunci sebagai “tokoh daerah”.

Padahal jika memakai ukuran objektif, modal historis Willem Iskander sangat kuat:

* pelopor pendidikan bumiputera,
* punya karya sastra,
* punya pemikiran kemajuan,
* minim kontroversi politik,
* dan membawa semangat kebangkitan intelektual pribumi.

Lalu kurangnya di mana?

Di sinilah kita mulai melihat problem lama Indonesia:

> sejarah nasional sering lebih ramah kepada tokoh yang populer, dibanding tokoh yang benar-benar meletakkan fondasi.

Banyak tokoh besar daerah kalah bukan karena jasanya kecil.
Tetapi karena:

* dokumentasi lemah,
* promosi sejarah minim,
* dan tidak punya “lobi narasi” di tingkat nasional.

Padahal bangsa besar seharusnya mampu melihat jasa, bukan sekadar gema popularitas.

Willem Iskander bukan sekadar guru.

Ia simbol bahwa dari Mandailing pernah lahir gagasan besar tentang:

* pendidikan,
* kemajuan,
* dan martabat bumiputera.

Ia membuktikan bahwa intelektualisme Indonesia tidak lahir dari satu wilayah saja.

Dan mungkin di situlah alasan kenapa namanya penting diangkat hari ini:

> agar Indonesia tidak terus membaca sejarah dengan mata yang terlalu sempit.

Pertanyaan akhirnya sederhana:
kalau negara bisa memberi ruang bagi banyak tokoh lain dengan pengaruh regional yang kuat, lalu mengapa Willem Iskander harus terus menunggu?

Why not?

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditahan, Oknum Polisi Penganiaya Mantan Pacar

    Ditahan, Oknum Polisi Penganiaya Mantan Pacar

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pangkalpinang – Oknum polisi daerah (Polda) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Bripda Tj, yang melakukan penganiayaan terhadap pacarnya, Ma, saat ini masih ditahan untuk menjalani pemeriksaan. “Bripda Tj saat ini masih menjalani proses hukum yang ditangani Dit Reskrim Polda Babel,” kata Kapolda Babel, Brigjen Pol M.Rum Murkal, di Pangkalpinang, Minggu. Ia menjelaskan, selain masih menjalani pemeriksaan, […]

  • Dampak Aktifitas Kapal Keruk, Lahan Sawit Warga Kampung Sawah Abrasi, Warga Minta Polisi Bertindak

    Dampak Aktifitas Kapal Keruk, Lahan Sawit Warga Kampung Sawah Abrasi, Warga Minta Polisi Bertindak

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online )- Aktifitas Kapal keruk berkapasitas 25 meter kubik milik CV Parak Tele yang beroperasi di sungai batang natal wilayah Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Mandailing Natal( Madina ) diduga telah menimbulkan abrasi lahan kebun sawit warga. Kapala Keruk itu sendiri beraktifitas mengambil galian C jenis pasir. Ariansyah Inari pada Mandailing Online […]

  • Bupati Madina Dilaporkan ke Mabes Polri

    Bupati Madina Dilaporkan ke Mabes Polri

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution resmi dilaporkan ke Mabes Polri, Kamis (1/10) terkait dugaan penggelapan uang warga. “Hari ini tepat 1 Oktober 2015, saya selaku kuasa hukum dari bapak H.Tajuddin Pardosi telah secara resmi melaporkan Dahlan Hasan Nasution (bupati Madina) ke Bareskrim Mabes Polri,” kata Razman Arief Nasution kepada wartawan melalui […]

  • Tokoh Muda Linggabayu Apresiasi Kinerja Polres Madina

    Tokoh Muda Linggabayu Apresiasi Kinerja Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Tokoh muda Linggabayu Denni Zulfikar Nasution mengapresiasi kinerja Polres Madina yang berhasil menangkap AS (31 tahun), bandar narkoba yang sering beroperasi di Desa Lobung, Kecamatan Linggabayu pada Senin (4/10) lalu. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Kapolres Madina, Pak Kapolsek Linggabayu serta seluruh jajaran, Plt. Kades dan seluruh lapisan masyarakat yang telah […]

  • Presiden Jokowi Tekankan Daerah Sinergitas di Vaksinasi Covid

    Presiden Jokowi Tekankan Daerah Sinergitas di Vaksinasi Covid

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Jakfar Sukhairi Nasution menghadiri pertemuan dengan Presiden RI, Joko Widodo tentang penanganan Covid-19 di Sumatera Utara, Kamis (16/9/2021). Pertemuan berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan. Selain para kepala daerah, hadir juga Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Wagubsu Musa Rajekshah dan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 35)

    MARSIDAO-DAO (episode 35)

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Sidung tingon bagas ni Ompung Rosma, na tu bagas ni Muklan parkahanggion ni alai ma Si Siti mangalao, ompa daganakna nanipaiut Si Pikek. Ngada tolap Ompung Rosma be parorot Si Rahim, angke arunna na laing milas situtu dope. I bagas ni Muklan i, iobarkon Si Siti tu dadaboru Si […]

expand_less