Kamis, 21 Mei 2026
light_mode

Willem Iskander Jadi Pahlawan Nasional: Why Not?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 12 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional

 

Indonesia sering ribut mencari teladan pendidikan nasional. Nama-nama besar terus diperingati. Seminar digelar. Hari pendidikan dirayakan saban tahun. Tetapi di tengah gegap-gempita itu, ada satu nama dari tanah Mandailing yang seperti berdiri sunyi di pinggir sejarah nasional:
Willem Iskander.

Atau lebih tepatnya:
Sati Nasution.

Pertanyaannya, sederhana saja:
> kalau tokoh seperti Willem Iskander belum layak jadi Pahlawan Nasional, lalu ukuran kelayakan kita sebenarnya apa?

Mari jujur membaca sejarah.

Ketika sebagian besar bumiputera masih dianggap “kelas bawah” oleh kolonial, Willem Iskander justru sudah berpikir tentang pendidikan rakyat.

Bukan di Jawa.
Bukan di pusat kekuasaan.
Tetapi di Tanobato, Mandailing.

Tahun 1862, ia mendirikan Kweekschool Tanobato — sekolah guru bumiputera yang menjadi salah satu pelopor pendidikan modern di Sumatra. Bahkan banyak sejarawan menilai sekolah itu termasuk eksperimen pendidikan pribumi paling maju pada zamannya.

Ini bukan perkara kecil.

Karena di masa itu:
* pendidikan modern masih barang mewah,
* rakyat pribumi belum dipandang pantas maju,
* dan kolonial lebih suka rakyat tetap bodoh daripada kritis.

Tetapi seorang anak Mandailing bernama Sati Nasution justru pulang dari Belanda membawa gagasan:
> bangsa yang ingin bangkit harus mulai dari sekolah.

Dan ironisnya, gagasan itu muncul jauh sebelum pendidikan nasional menjadi slogan politik Indonesia modern.

Masalahnya mungkin satu:
Willem Iskander lahir terlalu cepat.

Sati Nasution datang sebelum republik berdiri.
Sebelum nasionalisme Indonesia punya panggung besar.
Sebelum sejarah ditulis dari sudut Jakarta dan Jawa.

Akibatnya, pengaruhnya lama terkunci sebagai “tokoh daerah”.

Padahal jika memakai ukuran objektif, modal historis Willem Iskander sangat kuat:

* pelopor pendidikan bumiputera,
* punya karya sastra,
* punya pemikiran kemajuan,
* minim kontroversi politik,
* dan membawa semangat kebangkitan intelektual pribumi.

Lalu kurangnya di mana?

Di sinilah kita mulai melihat problem lama Indonesia:

> sejarah nasional sering lebih ramah kepada tokoh yang populer, dibanding tokoh yang benar-benar meletakkan fondasi.

Banyak tokoh besar daerah kalah bukan karena jasanya kecil.
Tetapi karena:

* dokumentasi lemah,
* promosi sejarah minim,
* dan tidak punya “lobi narasi” di tingkat nasional.

Padahal bangsa besar seharusnya mampu melihat jasa, bukan sekadar gema popularitas.

Willem Iskander bukan sekadar guru.

Ia simbol bahwa dari Mandailing pernah lahir gagasan besar tentang:

* pendidikan,
* kemajuan,
* dan martabat bumiputera.

Ia membuktikan bahwa intelektualisme Indonesia tidak lahir dari satu wilayah saja.

Dan mungkin di situlah alasan kenapa namanya penting diangkat hari ini:

> agar Indonesia tidak terus membaca sejarah dengan mata yang terlalu sempit.

Pertanyaan akhirnya sederhana:
kalau negara bisa memberi ruang bagi banyak tokoh lain dengan pengaruh regional yang kuat, lalu mengapa Willem Iskander harus terus menunggu?

Why not?

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarif CPNS Langkat Rp160 Juta

    Tarif CPNS Langkat Rp160 Juta

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Tebing Tinggi, 15 Formasi Masih Kosong LANGKAT-Jumlah pelamar CPNS tahun 2010 baru mencapai 5.210, menurun hingga 50 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 12.089 orang. Beredar isu, hal ini dikarenakan pelamar banyak yang kurang percaya dengan panitia seleksi CPNS Pemkab Langkat. Kabarnya, kuota CPBS tahun ini sudah diisi anak-anak pejabat dan ’orang kaya’ […]

  • Sosok Atika di Mata Kawan Sebaya

    Sosok Atika di Mata Kawan Sebaya

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi melanjutkan penyantunan anak yatim dan piatu di Desa Singengu dan Desa Tombang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Rabu (16/10/2024). Ibaratnya, calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 itu sedang pulang kampung. Dari dua titik penyantunan, Atika memulai di Desa Singengu. Di sini dia bercerita tentang masa kecilnya. […]

  • NNB Pidoli Lombang Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

    NNB Pidoli Lombang Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Naposo Nauli Bulung (NNB) Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan berbagi rezeki dengan anak yatim. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (2/4) ini dipusatkan di Masjid Baiturrahman dan menyasar 35 anak yatim. Ketua NNB Sibulus-bulus Sirumbuk-rumbuk Adian Ricky Nugraha Hasibuan mengatakan, giat berbagi rezeki ini merupakan kegiatan rutin […]

  • KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Ruang Banggar

    KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Ruang Banggar

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta:–Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan segera mengusut proyek pembangunan ruang rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat. Laporan mengenai dugaan korupsi di balik proyek kontroversial itu kini berada di tangan KPK. “Kami segera melakukan penelusuran lebih jauh. Kami serius karena sudah ada laporan,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di kantornya di Kuningan, Jakarta, Rabu 18 […]

  • KPK Perluas Pengawasan Penggunaan APBD

    KPK Perluas Pengawasan Penggunaan APBD

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi akan memperluas pengawasan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) karena tingkat penyalahgunaan tertinggi saat ini justru berada di daerah. “Saat ini tindak penyalahgunaan korupsi justru lebih banyak berada di daerah, karena itu tugas KPK ke depan akan memperluas pengawasananya di berbagai daerah,” kata Deputi Informasi dan Data KPK, Ade Raharja, […]

  • Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh politik senior Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy Daulay menaruh harapan besar kepada pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) bakal mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Madina dengan memperbaiki tata kelola pertanian, perkebunan, dan peternakan. Jika Paslon SAHATA […]

expand_less