Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Ruang Banggar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
  • print Cetak

Jakarta:–Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan segera mengusut proyek pembangunan ruang rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat. Laporan mengenai dugaan korupsi di balik proyek kontroversial itu kini berada di tangan KPK. “Kami segera melakukan penelusuran lebih jauh. Kami serius karena sudah ada laporan,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di kantornya di Kuningan, Jakarta, Rabu 18 Januari 2012.

Johan menuturkan, penelusuran dilakukan mulai pekan ini. Salah satu bentuknya adalah dengan menelaah lebih dalam laporan yang sudah diterima KPK. Pihak-pihak pelapor juga akan dimintai data tambahan untuk mendukung pengusutan. “Laporan kami terima pekan lalu dari sejumlah pihak, termasuk anggota DPR,” kata dia. Namun Johan menolak menyebutkan identitas para pelapor.

Ruang rapat Badan Anggaran dibangun dengan dana mencapai Rp 20,3 miliar. Ruangan yang sudah memasuki tahap akhir pembangunan itu diperkirakan berkapasitas 200 orang. Ruangan yang banyak dikritik pegiat antikorupsi maupun anggota DPR itu juga menggunakan perabot interior yang mahal. Bahkan harga salah satu lampu ruangan senilai dua mobil Daihatsu Xenia.

Johan menilai kasus ruang rapat ini bakal berkembang. Namun ia tak menjelaskan arah pengembangan kasus itu. “Ini bisa saja melebar,” ujar dia. Ia menambahkan, KPK bakal bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dalam menelusuri kasus ini. Tujuannya, memperkuat hasil penelusuran nantinya. “Kami segera berkoordinasi dengan BPK,” ujar dia. Namun Johan menolak mengungkapkan pihak-pihak yang bakal diperiksa dalam kasus ini.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung menegaskan, penentuan spesifikasi ruang rapat Banggar dilakukan semua pihak terkait. “Dalam proses perjalanan, termasuk bagaimana proses untuk menentukan desain ruangan dan sebagainya, ini memang tiga pihak yang terlibat di dalamnya,” katanya di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Tiga pihak yang dimaksud adalah Badan Anggaran, Sekretariat Jenderal DPR, dan Badan Urusan Rumah Tangga DPR. “Jadi, ini semakin jelas siapa yang meminta untuk diadakannya ruangan ini,” katanya. Pramono menganggap wajar jika ada permintaan dari Banggar untuk mendapatkan ruangan yang lebih representatif. “Tetapi menjadi tidak wajar ketika akhirnya kualitas dan persoalan materi yang terlalu mewah kemudian membuat masyarakat marah,” kata Pramono.

Ia juga menjelaskan apa yang kini dilakukan Badan Kehormatan DPR menjadi bukti adanya upaya untuk keluar dari masalah semacam itu. Pramono menyatakan sudah mendapatkan laporan lengkap dari Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh. “Saya sudah mendapatkan laporan lengkap,” katanya.

Menurut Pramono, memang ada permintaan dari Banggar yang disampaikan melalui surat pada Juli 2011. Soal adanya kemungkinan pimpinan Banggar yang menjadi pengusung spesifikasi materi ruangan rapat, Pramono mengakui ada dalam transkrip rekaman. Namun dia menyatakan hal itu masih menjadi bagian dari tugas BK untuk sepenuhnya melakukan penelusuran.(Tempo)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah 

    Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah 

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Langkat|| Mandailing Online- Kepala UPTD Wilayah I Stabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut, Sukendra Purba, mengaku sangat mengapresiasi pemilik lahan karena di lokasi tanah yang dimilikinya terdapat kawasan hutan lindung. Bahkan pihanya telah menerima surat pernyataan dari Mimpin Ginting selaku pemilik sebahagian lahan kawasan hutan di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. […]

  • Bawaslu Madina Turunkan APK Calbup yang Salahi Aturan

    Bawaslu Madina Turunkan APK Calbup yang Salahi Aturan

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bawalu Madina melakukan razia APK para calon bupati, di Panyabungan, Sabtu (17/10/2020). Setidaknya empat alat peraga kampanye (APK) jenis baliho dan spanduk ditirunkan tim Bawslu di sepanjang jalan protokol Panyabungan dari titik Jembatan Batang Gadis hingga Titi Kuning. Penurunan APK itu karena lokasinya  menyalahi aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Razia tersebut […]

  • 357 Pajabat Dilantik

    357 Pajabat Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) melalui Sekretaris Daerah melantik sebanyak 357 pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina. Pelantikan ini digelar di Gedung Serba Guna sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (15/4). Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara MM yang dibacakan Sekdakab Madina, H Gozali SH MM mengatakan, pelantikan ini […]

  • Mantan Anggota DPRD Nyalon Kepala Desa

    Mantan Anggota DPRD Nyalon Kepala Desa

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      SIDIMPUAN – Samiun Siregar, mantan Anggota DPRD Psp periode 2009-2014, maju menjadi salah satu peserta/calon Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Pudun Jae, Kecamatan Psp Angkola Julu. Hal itu terlihat dari hasil pendaftaran calon Pilkades serentak 2015. “Pilkades sudah hangat di sini (Desa Pintu Langit Jae,red). Apalagi dengan hadirnya mantan anggota DPRD sebagai […]

  • Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    Longsor makan korban di Tapteng 500 meter

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Longor yang terjadi di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera utara mencapai lebih kurang 500 meter dan berada di delapan titik. “Kedalaman longsor mencapai 5 sampai 20 meter dan lebar 3 tiga meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, Bonaparte Manurung saat dihubungi dari Medan, Minggu. Longsor […]

  • Makanan Kedaluwarsa Banyak Dijual Di Pasar Madina

    Makanan Kedaluwarsa Banyak Dijual Di Pasar Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Tim Pengawas Peredaran Barang dan Makanan (TPPBM) Padangsidimpuan merazia sejumlah toko makanan dan minuman, Kamis (4/8). Dalam razia tersebut, tim menemukan sejumlah produk susu yang rusak kemasannya. Sementara di Madina, Disperindagkop UKM dan Pasar menemukan makan kedaluwarsa yang masih dijual. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Padangsidimpuan (Psp) Islahuddin Nasution melalui Kabid Perdagangan […]

expand_less