Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Ruang Banggar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
  • print Cetak

Jakarta:–Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan segera mengusut proyek pembangunan ruang rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat. Laporan mengenai dugaan korupsi di balik proyek kontroversial itu kini berada di tangan KPK. “Kami segera melakukan penelusuran lebih jauh. Kami serius karena sudah ada laporan,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di kantornya di Kuningan, Jakarta, Rabu 18 Januari 2012.

Johan menuturkan, penelusuran dilakukan mulai pekan ini. Salah satu bentuknya adalah dengan menelaah lebih dalam laporan yang sudah diterima KPK. Pihak-pihak pelapor juga akan dimintai data tambahan untuk mendukung pengusutan. “Laporan kami terima pekan lalu dari sejumlah pihak, termasuk anggota DPR,” kata dia. Namun Johan menolak menyebutkan identitas para pelapor.

Ruang rapat Badan Anggaran dibangun dengan dana mencapai Rp 20,3 miliar. Ruangan yang sudah memasuki tahap akhir pembangunan itu diperkirakan berkapasitas 200 orang. Ruangan yang banyak dikritik pegiat antikorupsi maupun anggota DPR itu juga menggunakan perabot interior yang mahal. Bahkan harga salah satu lampu ruangan senilai dua mobil Daihatsu Xenia.

Johan menilai kasus ruang rapat ini bakal berkembang. Namun ia tak menjelaskan arah pengembangan kasus itu. “Ini bisa saja melebar,” ujar dia. Ia menambahkan, KPK bakal bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dalam menelusuri kasus ini. Tujuannya, memperkuat hasil penelusuran nantinya. “Kami segera berkoordinasi dengan BPK,” ujar dia. Namun Johan menolak mengungkapkan pihak-pihak yang bakal diperiksa dalam kasus ini.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung menegaskan, penentuan spesifikasi ruang rapat Banggar dilakukan semua pihak terkait. “Dalam proses perjalanan, termasuk bagaimana proses untuk menentukan desain ruangan dan sebagainya, ini memang tiga pihak yang terlibat di dalamnya,” katanya di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Tiga pihak yang dimaksud adalah Badan Anggaran, Sekretariat Jenderal DPR, dan Badan Urusan Rumah Tangga DPR. “Jadi, ini semakin jelas siapa yang meminta untuk diadakannya ruangan ini,” katanya. Pramono menganggap wajar jika ada permintaan dari Banggar untuk mendapatkan ruangan yang lebih representatif. “Tetapi menjadi tidak wajar ketika akhirnya kualitas dan persoalan materi yang terlalu mewah kemudian membuat masyarakat marah,” kata Pramono.

Ia juga menjelaskan apa yang kini dilakukan Badan Kehormatan DPR menjadi bukti adanya upaya untuk keluar dari masalah semacam itu. Pramono menyatakan sudah mendapatkan laporan lengkap dari Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh. “Saya sudah mendapatkan laporan lengkap,” katanya.

Menurut Pramono, memang ada permintaan dari Banggar yang disampaikan melalui surat pada Juli 2011. Soal adanya kemungkinan pimpinan Banggar yang menjadi pengusung spesifikasi materi ruangan rapat, Pramono mengakui ada dalam transkrip rekaman. Namun dia menyatakan hal itu masih menjadi bagian dari tugas BK untuk sepenuhnya melakukan penelusuran.(Tempo)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Hasil Pilkada Diharap Kembangkan UMKM

    Bupati Madina Hasil Pilkada Diharap Kembangkan UMKM

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) adalah sektor riil penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi rakyat dan penciptaan lapangan pekerjaan. Termasuk juga ekonomi kreatif sabagai bagian penting dalam sektor riil masa kini yakni aktivitas kerajinan yang menghasilkan produk bernilai estetika dan nilai jual. Sektor ini diharap menjadi prioritas penting bagi bupati Mandailing […]

  • Diputuskan, Nilai UN Tidak Dipakai untuk Kelulusan SNM PTN

    Diputuskan, Nilai UN Tidak Dipakai untuk Kelulusan SNM PTN

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Muhammad Nasir memastikan, nilai ujian nasional tidak dipakai dalam pertimbangan kelulusan SNM PTN. Dengan keputusan itu, Nasir mengatakan segera mengoreksi Peraturan Menristek-Dikti tentang penerimaan mahasiswa baru. Sebab dalam peraturan ini, Nasir menetapkan bobot nilai unas dalam pertimbangan kelulusan SNM PTN sebesar 10 persen. Pertimbangan lainnya dari nilai […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (6)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (6)

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Willem Iskandar Mencerdaskan Bangsanya Dalam perjalanan sejarah etnis Mandailing sepanjang abad ke-18 tokoh Willem Iskandar wajib dicatat. Karena jasanya sangat besar bagi etnis Mandailing dalam usaha untuk mencerdaskan bangsanya. Dan juga Willem Iskandar berjasa besar untuk mempelopori perkembangan pendidikan modern di Sumatera bagian Utara. Willem Iskandar adalah putera Mangaraja Tinating […]

  • Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usulan penutupan perusahaan panas bumi PT SMGP yang beroperasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagaimana dimuat beberapa media menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Muhammad Irwansyah Lubis hanya sebatas lip service. “Kita tidak pernah mendengar usulan itu diajukan secara resmi kepada pemerintah pusat […]

  • Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Bagian 2 dari 4 Tulisan)   Oleh: Ludfan Nasution, S.Sos Obrolan dengan Ayahanda (H. Maslin Batubara) biasanya jadi pesan tersendiri. Ada kalanya jadi sejenis cambuk sekaligus motivasi. Menurut Ivan Iskandar Batubara, Ayahanda sudah melihat dengan jelas, faktor-faktor apa yang membuat Mandailing Natal begitu-begitu saja. Atau, malah jauh mundur ke belakang. Bahkan kian hari, makin terpuruk, […]

  • Kades Diminta Bayar Uang Raskin Tepat Waktu

    Kades Diminta Bayar Uang Raskin Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Semua kepala desa di Mandailng Natal (Madina) diminta membayarkan uang raskin tepat waktu tanpa menunda-nunda, karena semua warga selalu bayar kontan. Penundaan uang raskin dapat mempersulit realisasi penyaluran beras miskin (raskin) pada jadwal berikutnya. Baktaruddin, seorang pengamat raskin, Senin (22/7/2013) di Panyabungan berharap para kades jangan melakukan tunggakan lagi seperti yang […]

expand_less