Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 4)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

Sekarang sudah tiga minggu sejak kemunculan sang harimau. Tapi belum ada kabar kalau si harimau sudah tertangkap atau setidaknya sudah meninggalkan area desa itu.

Saat ini tidak cuma para petani yang resah, bahkan Oji Soleh, lelaki tua di desa itu itu mulai ikut uring uringan. Dia uring uringan karena sudah tiga minggu ini suraunya sepi, tidak ada anak anak yang mengaji sehabis magrib.

“Boru Suti, kemana Saifuddin anakmu itu? Sudah lama dia tidak mengaji”, tanya Oji Soleh ketika berpaspasan dengan boru Suti yang baru pulang mengajar dari sekolah SD.

“Ada uwak”, kata perempuan itu dengan sopan. “Tapi memang saya yang melarang dia untuk mengaji di surau sekarang sekarang ini”, lanjutnya.

“Kenapa?”, tanya Oji Soleh. “Takut dengan cerita kemunculan Ompung i?”, tebak Oji Soleh.

Ompung i adalah panggilan penghormatan untuk Harimau.

“Iya Uwak…”.

“Tidak usah khawatir. Ompung i tidak akan mengganggu. Seharusnya kamu lebih takut apabila anakmu tidak mengaji, anak kamu nanti bisa salah dalam memilih pergaulannya nanti!”, sindir Oji Soleh.

“Bukan begitu uwak…”, boru Suti itu mencoba menjelaskan. Dia sudah bisa menebak arah pembicaraan Oji Soleh. Sebagai seorang guru sekolah dasar, dia tahu juga bagaimana tantangan untuk membesarkan seorang anak saat ini.  Dia tahu, di daerah mereka banyak beredar barang terlarang, karena  tidak jarang daerah mereka masuk TV nasional yang memberitakan kalau daerah mereka sekarang ini merupakan salah satu lumbung penghasil ganja. Ditambah infotainment yang tidak terbatas dari banyaknya saluran TV, kalau tidak dibarengi dengan pendidikan akhlak, bisa bisa anak mereka ikut terjerumus.

“Saya khawatir kalau dia keluar rumah malam hari uwak, biarlah dia saat ini mengaji di rumah saja. Saya janji akan tetap mengajarinya”, kata boru Suti mencoba meminta pengertian Oji Soleh.

“Baik kalau begitu, mudah mudahan anak anak yang lain juga tetap mendapat pengasawan dari orang tuanya, seperti perhatian mu itu”, kata Oji Soleh.

“Oh iya, kalau ketemu ibu ibu yang lain, tolong dibilangin, kalau ada anak yang mau mengaji, saya tunggu di surau. Tidak usah terlalu khawatir! Insyaallah Tuhan akan melindungi kita”, kata Oji Soleh sambil berlalu.

Sebenarnya keberanian Oji Soleh ini bukan tanpa alasan. Bukan juga karena usianya yang lanjut, sehingga dia yakin tulangnya yang dibalut kulit keriput tidak lagi menarik bagi harimau. Awalnya dia merasa khawatir juga. Apalagi jalan ke surau dari rumahnya harus melewati kebun pisang yang cukup rimbun.

Sampai suatu subuh, saat dia hendak berangkat ke surau, tiba tiba dia dikejutkan suara seperti orang batuk, bukan batuk tapi lebih mirip mendehem. Tapi dari pengalamannya selama ini dia langsung sadar bahwa itu bukan suara manusia yang batuk. Dia langsung teringat cerita cerita yang berkembang, cerita tentang  harimau yang belakangan ini sering ketemu dengan penduduk di beberapa desa di sekitar situ. Dia semakin yakin kalau itu adalah suara harimau, suara babiat yang mendehem.

Oji Soleh langsung menghentikan langkahnya. Dia berpikir cepat apa yang mesti dia lakukan. Kakinya yang tua sudah tidak mungkin kalau diajak untuk berlari. Oji Soleh mencoba menenangkan diri sambil melapaskan doa perlindungan diri dan juga dzikir dzikir yang sudah boleh dibilang telah terbiasa menyatu dan mengalir dengan denyut darahnya.

Tiba tiba dia mendengar suara ranting kering yang terinjak oleh sesuatu. Oji Soleh  menoleh ke arah suara tersebut, dan dia melihat apa yang tengah menggemparkan masyarakat belakangan ini.

Di balik pepohonan bambu awalnya dia melihat sepasang bola mata yang menatapnya tajam. Mata Oji Soleh yang masih cukup jelas melihat di kegelapan tersebut kemudian bisa menangkap sosok harimau besar sedang berdiri menatapnya.

Seperti terhipnotis Oji Soleh hanya bisa diam terpaku, kakinya benar benar tidak bisa digerakkan. Dia pasrah, dan merasa bahwa kesempatannya untuk hidup di dunia ini hanya sampai di situ saja. Dalam hati dia langsung mohon ampun pada sang pencipta atas salah dan khilapnya selama hidupnya. Dia berdoa semoga amal ibadahnya diterima yang kuasa dan berharap mendapat tempat yang layak di sisiNya. Oji Soleh tidak lupa mengucapkan syahadat. Dia ingin memastikan kalau dia mati dalam keislaman. Lelaki tua itu siap menerima takdirnya.

Lama lelaki tua dan sang harimau saling bertatapan. Yang satu berdiri terpaku dan yang satunya mungkin berdiri dengan kewaspadaan dan ancang ancang siap melompat untuk menerkam. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar. Pengembangan itu melibatkan 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Untuk Kecamatan Kotanopoan digarap 12 kelompok tani. Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga, kemarin, menyatakan program ini dilaksanakan dalam rangka menyahuti Program Gerakan Tanam PAT-PIT, […]

  • Video: Tim Penilai Kecamatan dari Provinsi Tiba di Siabu

    Video: Tim Penilai Kecamatan dari Provinsi Tiba di Siabu

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Tim penilai kelayakan kecamatan dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tiba di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Senin (10/10). Tim ini dijadwalkan memberikan penilaian dan pembinaan untuk Kecamatan Siabu yang dicanangkan ikut penilaian tingkat provinsi. Peliput: Jakfar

  • Saipullah Berpesan agar NasDem Peka dan Menjaga Integritas

    Saipullah Berpesan agar NasDem Peka dan Menjaga Integritas

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Saipullah-Nasution menyampaikan penialaian terhadap Partai Nasional Demokrat (NasDem) saat menyampaikan kata sambutan dalam acara parayaan hari jadi ke-13 partai itu dikantor DPD NasDem Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jl. Willem Iskander, Dalan Lidang, Panyabungan, Senin (11/11/2024). Calon bupati nomor 2 Saipullah Nasution menilai partai besutan […]

  • Dinstan Madina Aktifkan Pos Pengawasan Hewan

    Dinstan Madina Aktifkan Pos Pengawasan Hewan

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Antisipasi Penyebaran Virus Flu Burung   Panyabungan (MO)- Buntut mewabahnya virus Avian Influenza (AI) atau flu burung di Padang Sidimpuan, Dinas Pertanian Kabupaten Madina mengatifkan kembali pos pengawasan hewan ternak unggas di perbatasan Madina-Tapsel. Perbatasan Madina-Sumbar juga turut diaktifkan. Ini dilakukan dalam upaya pencegahan penularan virus flu burung merebak ke Kabupaten Mandailing Natal. Selain […]

  • Polisi jangan pelihara preman

    Polisi jangan pelihara preman

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Proses hukum kepolisian yang lamban dalam penyelesaian kasus premanisme dan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang memberi kesan akan ketakberdayaan polisi di hadapan mereka. Terkait hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menduga, ada oknum kepolisian yang sengaja memelihara preman. “Jangan pelihara preman yang malah membuat mereka mendapatkan angin,” ucap […]

  • Pegawai Kejati Sumut Babak Belur Dipukuli Debt Collector

    Pegawai Kejati Sumut Babak Belur Dipukuli Debt Collector

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh debt collector kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini seorang PNS Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang menjadi korbannya. Nasib naas itu dialami oleh Taufik Hidayat. Pria berusia 30 tahun itu harus menahan rasa sakit di sekitar kepala, ulu hati, pipi dan dagu akibat dikeroyok oleh lima pemuda dari debt […]

expand_less