Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 4)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

Sekarang sudah tiga minggu sejak kemunculan sang harimau. Tapi belum ada kabar kalau si harimau sudah tertangkap atau setidaknya sudah meninggalkan area desa itu.

Saat ini tidak cuma para petani yang resah, bahkan Oji Soleh, lelaki tua di desa itu itu mulai ikut uring uringan. Dia uring uringan karena sudah tiga minggu ini suraunya sepi, tidak ada anak anak yang mengaji sehabis magrib.

“Boru Suti, kemana Saifuddin anakmu itu? Sudah lama dia tidak mengaji”, tanya Oji Soleh ketika berpaspasan dengan boru Suti yang baru pulang mengajar dari sekolah SD.

“Ada uwak”, kata perempuan itu dengan sopan. “Tapi memang saya yang melarang dia untuk mengaji di surau sekarang sekarang ini”, lanjutnya.

“Kenapa?”, tanya Oji Soleh. “Takut dengan cerita kemunculan Ompung i?”, tebak Oji Soleh.

Ompung i adalah panggilan penghormatan untuk Harimau.

“Iya Uwak…”.

“Tidak usah khawatir. Ompung i tidak akan mengganggu. Seharusnya kamu lebih takut apabila anakmu tidak mengaji, anak kamu nanti bisa salah dalam memilih pergaulannya nanti!”, sindir Oji Soleh.

“Bukan begitu uwak…”, boru Suti itu mencoba menjelaskan. Dia sudah bisa menebak arah pembicaraan Oji Soleh. Sebagai seorang guru sekolah dasar, dia tahu juga bagaimana tantangan untuk membesarkan seorang anak saat ini.  Dia tahu, di daerah mereka banyak beredar barang terlarang, karena  tidak jarang daerah mereka masuk TV nasional yang memberitakan kalau daerah mereka sekarang ini merupakan salah satu lumbung penghasil ganja. Ditambah infotainment yang tidak terbatas dari banyaknya saluran TV, kalau tidak dibarengi dengan pendidikan akhlak, bisa bisa anak mereka ikut terjerumus.

“Saya khawatir kalau dia keluar rumah malam hari uwak, biarlah dia saat ini mengaji di rumah saja. Saya janji akan tetap mengajarinya”, kata boru Suti mencoba meminta pengertian Oji Soleh.

“Baik kalau begitu, mudah mudahan anak anak yang lain juga tetap mendapat pengasawan dari orang tuanya, seperti perhatian mu itu”, kata Oji Soleh.

“Oh iya, kalau ketemu ibu ibu yang lain, tolong dibilangin, kalau ada anak yang mau mengaji, saya tunggu di surau. Tidak usah terlalu khawatir! Insyaallah Tuhan akan melindungi kita”, kata Oji Soleh sambil berlalu.

Sebenarnya keberanian Oji Soleh ini bukan tanpa alasan. Bukan juga karena usianya yang lanjut, sehingga dia yakin tulangnya yang dibalut kulit keriput tidak lagi menarik bagi harimau. Awalnya dia merasa khawatir juga. Apalagi jalan ke surau dari rumahnya harus melewati kebun pisang yang cukup rimbun.

Sampai suatu subuh, saat dia hendak berangkat ke surau, tiba tiba dia dikejutkan suara seperti orang batuk, bukan batuk tapi lebih mirip mendehem. Tapi dari pengalamannya selama ini dia langsung sadar bahwa itu bukan suara manusia yang batuk. Dia langsung teringat cerita cerita yang berkembang, cerita tentang  harimau yang belakangan ini sering ketemu dengan penduduk di beberapa desa di sekitar situ. Dia semakin yakin kalau itu adalah suara harimau, suara babiat yang mendehem.

Oji Soleh langsung menghentikan langkahnya. Dia berpikir cepat apa yang mesti dia lakukan. Kakinya yang tua sudah tidak mungkin kalau diajak untuk berlari. Oji Soleh mencoba menenangkan diri sambil melapaskan doa perlindungan diri dan juga dzikir dzikir yang sudah boleh dibilang telah terbiasa menyatu dan mengalir dengan denyut darahnya.

Tiba tiba dia mendengar suara ranting kering yang terinjak oleh sesuatu. Oji Soleh  menoleh ke arah suara tersebut, dan dia melihat apa yang tengah menggemparkan masyarakat belakangan ini.

Di balik pepohonan bambu awalnya dia melihat sepasang bola mata yang menatapnya tajam. Mata Oji Soleh yang masih cukup jelas melihat di kegelapan tersebut kemudian bisa menangkap sosok harimau besar sedang berdiri menatapnya.

Seperti terhipnotis Oji Soleh hanya bisa diam terpaku, kakinya benar benar tidak bisa digerakkan. Dia pasrah, dan merasa bahwa kesempatannya untuk hidup di dunia ini hanya sampai di situ saja. Dalam hati dia langsung mohon ampun pada sang pencipta atas salah dan khilapnya selama hidupnya. Dia berdoa semoga amal ibadahnya diterima yang kuasa dan berharap mendapat tempat yang layak di sisiNya. Oji Soleh tidak lupa mengucapkan syahadat. Dia ingin memastikan kalau dia mati dalam keislaman. Lelaki tua itu siap menerima takdirnya.

Lama lelaki tua dan sang harimau saling bertatapan. Yang satu berdiri terpaku dan yang satunya mungkin berdiri dengan kewaspadaan dan ancang ancang siap melompat untuk menerkam. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Mampu Bayar, Meteran Listrik Kantor BPM Madina Diputus PLN

    Tak Mampu Bayar, Meteran Listrik Kantor BPM Madina Diputus PLN

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meteran listrik di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat  Mandailing Natal (Madina) telah diputus pihak PLN. Pemutusan itu sudah berlangsung sepekan. Itu artinya, arus listrik tak masuk ke instansi Pemkab Madina itu selama sepekan ini. Pantauan Mandailing Online, Kamis (13/4/2017), meteran listrik di pintu masuk kantor itu telah ditempel segel berlogo PLN denga […]

  • Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

    Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ulu Pungkut (MO) – Belakangan ini jarang dijumpai orang yang ahli membuat gordang sambilan di Mandailing, wilayah bermukim etnis Mandailing di Provinsi Sumatera Utara. Selain pembuatannya yang cukup sulit, kayunya juga harus jenis yang berkwalitas. Salah satu yang tetap eksis membuat gordang sambilan adalah adalah Oloan Lubis (40), warga desa Hutanagodang, Kecamatan Ulu Pungkut. Kepada […]

  • Grebek Rumah Pelaku Curanmor, Tapi 12 Bal Ganja Yang Didapat

    Grebek Rumah Pelaku Curanmor, Tapi 12 Bal Ganja Yang Didapat

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Personil Reskrim Polres Madina menggrebek rumah di Desa Siobon, Panyabungan, Sabtu (25/6) hendak menangkap pelaku yang diduga telah melakukan 7 kali pencurian sepeda motor. Penggrebekan sekira pukul 02.00 Wib itu, tertangkap dua orang tersangka serta 12 bal daun ganja kering dan satu timbangan. Kedua tersangka yang tertangkap masing-masing RN (17) status […]

  • Peradi : Perintah Bupati Madina Larang Berlangganan Surat Kabar Melawan UU Pers

    Peradi : Perintah Bupati Madina Larang Berlangganan Surat Kabar Melawan UU Pers

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Peradi Tabagsel Ridwan Rangkuti menilai bupati Madina Dahlan Hasan Nasution melawan UU Pers saat menerbitkan surat edaran kepada SKPD tidak berlangganan surat kabar Malintang Pos. “Munculnya surat edaran bupati Madina kepada semua pimpinan SKPD yang melarang berlangganan surat kabar Malintang Pos merupakan bentuk dan cerminan bahwa bupati Madina tidak siap […]

  • Tortor Mandailing di Dalam Mollop

    Tortor Mandailing di Dalam Mollop

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Saya teringat cerpen “Indonesia” karya Putu Wijaya. Berkisah tentang mahasiswi di Amerika Serikat. Yang belajar tari untuk persiapan festival kesenian asli negara-negara asal para mahasiswa. Si mahasiswi baru menyadari belajar tari ternyata sangat berat. Sang guru tari menekankan bahwa esensi tarian tradisional itu ketika : gerakan fisik saat menari […]

  • GURU PEMBURU

    GURU PEMBURU

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Arfan anak murid yang duduk di bangku kelas lima SD, tergolong soleh dan rajin. Disiplin yang sudah mulai tertanam dalam dirinya merupakan buah dari didikan ayah bundanya. Ayahnya bekerja sebagai salah satu pejabat pemerintah dan bundanya seorang guru di satu SMP terkemuka di kota. Dengan disiplin dan sifat mandiri yang sudah […]

expand_less