Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Abainya Peran Negara Mengakibatkan Kejahatan Subur di Negeri ini

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
  • print Cetak

Oleh: Ummu Umar
Ibu rumah tangga, tinggal di Madina

Akhir -Akhir ini aksi kejahatan semakin masif di negri ini, terhitung pada bulan Ramadan ini saja terjadi beberapa kasus. Padahal ini bulan Ramadan saharusnya diisi dengan kegiatan positif beramal istimewa, bukan diisi dengan aksi kejahatan. Membuat resah masyarakat dengan menimbulkan kegaduhan karena adanya klitih.

Dilansir dari Liputan6.com  selasa (5/4/2022). Seorang siswa SMA di Yogyakarta dikatakan menjadi korban klitih hingga meninggal dunia pada Minggu dini hari. Bukan baru kali ini saja, fenomena klitih nampaknya telah terjadi hingga kesekian kalinya bahkan sampai memakan korban jiwa. Hal ini seakan membuat kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar yang humanis berubah menjadi mengerikan. Tampaknya, fenomena klitih  menjadi tren di kalangan pemuda.

Tidak berselang lama, di jalan raya Tambun Utara, terjadi tawuran sarung yang berujung maut, mengakibatkan satu korban jiwa berusia 14 tahun (Selasa, 5/4/2022). Kejadian ini berawal dari perjanjian perang sarung antar kelompok, mereka berkumpul di dekat musola dengan kelompok remaja lain. (Suara, 7/4/2022).

Ini bermula abainya peran negara terhadap keaman negerinya, sehingga kejahatan pun merajalela ibarat fenomena gunung es yang tidak terbendung. Ditambah kacaunya aturan yang berlaku semakin mendukung aksi kejahatan. Di sisi lain ketidakpedulian yang ditunjukkan negara terkait kekerasan jalanan yang dilakukan oleh pemuda dewasa ini, dan disamping itu keadilan hukum juga susah didapat. Yang korban bisa jadi tersangka, yang tersangka bisa jadi korban. Ngeri bukan.

Dari sini dapat dipahami bahwa berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan jalanan. Itulah sebab, kita membutuhkan solusi sistemis, bukan sekadar memberi sanksi pada pelaku dan mengeluarkan larangan aktivitas di jalan. Lebih dari itu, dituntut peran negara guna menyolusinya.

Bagaimana islam memberikan solusi atas masalah ini. Kejahatan atau kriminalitas di masyarakat membutuhkan solusi fundamental agar angkanya tidak terus meningkat dari tahun ke tahun dan memprihatinkan. Islam memiliki sanksi yang tegas terhadap kejahatan. Sehingga tidak terulang lagi.

Islam memiliki hukum tentang pembegal (qutha’i ath-thurq). Allah Swt, berfirman, “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya).” (QS Al-Maidah: 33)

Hukum Islam sejatinya berfungsi untuk memberantas kejahatan, bahkan mampu mencegahnya (zawajir). Contohnya, hukuman potong tangan bagi pelaku pencurian (disertai dengan pembuktian) dapat mencegah pelaku lain untuk melakukan hal yang sama dan mampu memberikan efek jera.

Selain itu, hukum Islam juga berfungsi sebagai penebus dosa bagi pelaku di akhirat (zawajir). Ketika pelaku kejahatan sudah dihukum di dunia sesuai syariat islam, insyaallah di akhirat kelak ia terbebas dari siksa. Beginilah sejatinya hukuman didalam islam.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Basyral Hamidi Harahap   Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing Godang, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang) kemudian dipandang bagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing. Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar […]

  • Pemkab Madina Drop 11 Ton Bahan Pangan dan Obat

    Pemkab Madina Drop 11 Ton Bahan Pangan dan Obat

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sejauh ini Pemkab Madina telah menyalurkan bantuan 11 ton bahan makanan dan obat-obatan dan selimut. “Kita salurkan ke posko bencana yang sudah kita bentuk di kecamatan Natal dan Kecamatan Muara Batang Gadis,” ujar Subuki dalam keterangan pers, Selasa (21/12/2021). Bantuan sembako itu selanjutnya akan disalurkan oleh pihak kecamatan ke desa-desa yang […]

  • Pemkab Madina Diminta Serius Gali PAD

    Pemkab Madina Diminta Serius Gali PAD

    • calendar_month Selasa, 22 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal diminta untuk lebih maksimal dan serius menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) untuk pemerataan pembangunan di daerah tersebut. Permintaan itu disampaikan Ketua Fraksi Perjuangan Repormasi DPRD Madina, Binsar Nasution Amd kepada wartawan kemarin di Panyabungan terkait dengan ditetapkan PAD untuk Tahun 2013 sebesar Rp 45 miliar. Padahal, […]

  • TPP-DT dan Ratusan Warga Tabuyung Demo, Tuntut PT TBS Realisasikan Kebun Plasma

    TPP-DT dan Ratusan Warga Tabuyung Demo, Tuntut PT TBS Realisasikan Kebun Plasma

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TABUYUNG (Mandailing Online) –  Tim Percepatan Pembangunan Desa Tabuyung (TPP-DT) bersama ratusan warga Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal menggelar aksi unjuk rasa, Selasa, (17/06/25) menuntut realisasi kebun plasma sawit. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap PT. Tri Bahtera Srikandi (PT. TBS) yang dinilai belum merealisasikan kewajiban membangun kebun plasma seluas 20% dari lahan […]

  • Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

    Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Guru honorer di SMPN 1 Sawit Sebrang, Budiono (43) ditangkap polisi dari rumahnya di Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, kemarin (20/12). Budiono diduga menipu 20 tenaga honorer. Di kantor polisi, Budiono mengaku sebagai perantara, menjanjikan hingga membantu Edi dan Riswandi memalsukan Surat Keputusan (SK) PNS bagi para korbannya, sejak awal 2010. […]

  • Raja Sahlan Bakal Tersangka

    Raja Sahlan Bakal Tersangka

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Raja Sahlan Nasution, orang dekat Bupati Nonaktif Madina Hidayat Batubara menjadi calon tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan RSUD Panyabungan Madina. Status pesakitan yang bakal disandang Staf Ahli Bupati Madina ini terungkap dalam sidang lanjutan terdakwa Hidayat, di Pengadilan Tipikor, Senin (11/11). Majelis hakim kesal pada saksi Raja Sahlan yang selalu menjawab […]

expand_less