Kamis, 18 Jun 2026
light_mode

Bagian Kesra Madina, Belanja Dulu Baru Umumkan RUP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
  • print Cetak
Zikir akbar HUT Madina tahun 2015 dan tahun 2016

Zikir akbar HUT Madina tahun 2015 dan tahun 2016

JAKARTA (Mandailing Online) – Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Mandailing Natal akhirnya mengumumkan Rencana Umum Pengadaannya pekan ini, meski beberapa paket belanja sudah dilaksanakan.

Demikian rilis Aliansi Rakyat Peduli Madina (ARPM) yang disiarkan di akun facebook-nya, Jum’at (6/5/2016).

“Pemkab Madina, tampaknya tidak peduli dengan Undang-Undang dan aturan pengadaan barang dan jasa lagi,” kata Ardian N, jubir ARPM.

Salah satu anggaran yang sudah dibelanjakan tanpa terlebih dulu mengumumkan RUP adalah Penyelenggaraan Zikir dan Doa dalam rangka HUT Mandailing Natal, dengan pagu anggaran Rp326 juta.

Menurut Ardian, kegiatannya positif, wajib didukung. Tetapi, sesuai Pasal 52 UU No. 14 Tahun 2008, masyarakat dapat menuntut SKPD terkait dengan pidana 1 (satu) tahun penjara karena belanja tanpa mengumumkannya di RUP terlebih dulu.

Betulkah zikir dan doa di Tapian Siri-Siri menghabiskan Rp326 juta dalam sehari? “Itu pertanyaan lain,” kata Ardian. Secara administrasi, ketika diaudit oleh BPK, mungkin wajar, karena dilengkapi dengan kuitansi dan faktur. “Tetapi dari segi kepatutan dan efisiensi, masih harus dipertanyakan.”

Aliansi Rakyat Peduli Madina melihat penyusun anggaran juga lihai karena biaya zikir dan doa masuk ke dalam “swakelola”. Sesuai aturan RUP, pengadaan dengan “swakelola” direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi sendiri oleh penanggung jawab anggaran. Sedangkan pengadaan melalui “penyedia” harus diserahkan kepada pihak ketiga.

Kejanggalan lain bisa muncul jika membandingkan jumlah anggaran zikir dan doa HUT Mandailing Natal Tahun 2015 (Rp464,5 juta) dengan Tahun 2016 (Rp326 juta). Pada Tahun 2015 diselenggarakan di masjid, tetapi lebih mahal dari Tahun 2016, yang diselenggarakan di Tapian Siri-siri, yang masih harus menyiapkan banyak hal, mulai dari pemasangan tenda hingga mobilisasi undangan.

“Apalagi tahun ini mengundang kiai kondang segala dari Jakarta,” kata Ardian.

Karena menyangkut agama Islam, Aliansi Rakyat Peduli Madina, sebenarnya enggan membicarakan hal ini. “Tapi kalau kesalahan atas kewajaran dan efisiensi anggaran terus dibiarkan, ini juga bagian dari dosa kita sebagai umat Islam,” kata Ardian.

ARPM sangat mengapresiasi kegiatan ini karena di Sumatera Utara, pada APBD 2016, hanya Pemkab Mandailing Natal yang menganggarkan khusus biaya zikir dan doa dalam rangka hari jadi Kabupaten atau Kota. Daerah lainnya tidak menampilkan secara khusus, karena sebagian masuk dalam anggaran rangkaian ulang tahun.

Beberapa Kota dan Kabupaten, hingga awal Mei, bahkan belum menginput biaya hari jadinya, seperti Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Langkat, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Simalungun, Tapanuli Tengah, dan Toba Samosir.

Untuk tahun ini, Tapanuli Selatan, sementara, menjadi Pemerintah Kota atau Kabupaten yang paling banyak belanja hari jadi (Rp1,8 miliar), diikuti Tebing Tinggi (906.9 juta), Asahan (690 juta), Binjai (660 juta), Batubara (634 juta), Dairi (487 juta), Samosir (410.9 juta), Tapanuli Utara (400 juta), Medan (393.9 juta), Pakpak Bharat (265.7 juta), Padangsidempuan (259 juta), Labuhanbatu Utara (81.5 juta), Labuhan Batu Selatan (63.6 juta), Serdang Bedagai (60 juta), Padang Lawas Utara ( 21 juta).

Hingga saat ini, Pemkab Mandailing Natal menganggarkan biaya hari jadi Rp498 juta. Realisasi jumlahnya bisa lebih besar lagi karena sampai awal Mei 2016, beberapa SKPD belum menginput RUP, seperti Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Hukum dan Organisasi, Bagian Perekonomian, Bagian Tata Pemerintahan, BLU STAIM, dan seluruh kecamatan, kecuali Pakantan.

“Semoga tidak sampai Rp1,8 miliar, seperti Tapanuli Selatan,” kata Ardian.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pecatur Cilik Madina Raih Juara II O2SN Sumatera Utara

    Pecatur Cilik Madina Raih Juara II O2SN Sumatera Utara

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Abdul Aziz pelajar kelas IV SD Negeri 108 Desa Aek Mata, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) meraih juara II turnamen catur pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasiona (O2SN) tingkat Provinsi Sumataera Utara. Ini membuktikan Madina memiliki bibit-bibit pecatur yang potensial. Raihan juara II itu disabet Abdul Aziz pada laga final melawan pecatur dari […]

  • Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERSAMA PELAJAR – Presiden Jokowi bersama pelajar di Tapian Sirisiri, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/3/2017). Selain sejumlah agenda lain, kunjungan Jokowi ke Mandailing Natal ini juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar. Berdasar data yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan, sebanyak 2.690 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang mendapat KIP, sejumlah diantaranya diserahkan […]

  • 1.445 Guru Belum Sertifikasi

    1.445 Guru Belum Sertifikasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Sebanyak 1.445 guru PNS di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) belum sertifikasi. Dari total guru PNS sebanyak 1.637 ini hanya 192 guru yang sudah lulus sertifikasi, atau hanya sekitar 11 persen saja. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Paluta Drs Hazairin Hasibuan melalui Kabid Pengendalian Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Drs Hasmy Siregar, Jumat […]

  • CPNS tak Harus Putra Daerah

    CPNS tak Harus Putra Daerah

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 2Komentar

    JAKARTA – Banyaknya protes dari daerah lantaran yang lolos tes CPNS bukan putra asli daerah, mendapat tanggapan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang juga Ketia Panselnas Pengadaan CPNS 2013, Eko Sutrisno. Dikatakan, sebagai abdi masyarakat, seorang pegawai negeri harus bersedia ditempatkan di mana saja. Selain itu, lanjutnya, pegawai negeri juga menjalankan peran sebagai penyatu […]

  • Sukhairi Resmikan Desa Bange Nauli sebagai Kampung Pancasila

    Sukhairi Resmikan Desa Bange Nauli sebagai Kampung Pancasila

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menguji pengetahuan pancasila siswa Sekolah Dasar (SD) pada peresmian Kampung Pancasila di Desa Bange Nauli, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Madina, Rabu (14/9/2022). Selain Bupati Madina peresmian juga dilakukan langsung oleh Dandim 0212/TS Letkol Inf Amrizal Nasution, Kapolres Madina AKBP HM Reza CAS, […]

  • Anak Ketua DPD Golkar Madina Raup Suara 6000 an di Dapil 2

    Anak Ketua DPD Golkar Madina Raup Suara 6000 an di Dapil 2

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTANOPAN ( Mandailing Online ) : Caleg Partai Golkar Indah Annisa yang juga anak dari Ketua DPD Golkar Madina Aswin Parinduri diperkirakan meraih lebih dari 6000 suara di daerah pemilihan (Dapil) dua Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Data perolehan suara itu bersumber dari tim pemenangan Indah Annisa di Kotanopan. Dikutip dari laman berita StartNews, Ahmad Gozali […]

expand_less