Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Merdeka 100 Persen ala Tan Malaka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
  • print Cetak

Tan Malaka

Oleh: Hengky Datuk Tan Malaka VII

Lahir sebagai Ibrahim bergelar Datuk Tan Malaka, di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Sumatra Barat pada 2 Juni 1894. Seorang pejuang nasionalis dan pemikir yang begitu revolusioner, radikal dan militan. Bahkan pemikiran-pemikirannya begitu berbobot dan didukung sikapnya yang konsisten.

Dia adalah tokoh pencetus Republik Indonesia.

Menjelang peristiwa yang begitu sakral itu, Proklamasi 17 Agustus 1945, tokoh-tokoh pemuda seperti dari Kelompok Menteng 31 banyak dipengaruhi dengan pemikiran-pemikiran Tan Malaka, melalui diskusi-diskusi yang dilakukan diantara mereka. Bahkan karya pemikiran Tan Malaka yang berjudul Massa Aksi, kemudian dijadikan sebagai rujukan oleh para tokoh pejuang kemerdekaan, termasuk Bung Karno sendiri.

Hingga suatu waktu: “Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Sukarno sahabatku Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka, karena merdeka haruslah 100 persen. Hari ini aku melihat bahwa kemerdekaan hanyalah milik kaum elit, yang mendadak bahagia menjadi borjuis, suka cita menjadi ambtrnaar…kemerdekaan hanyalah milik kalian, bukan milik rakyat.

Kita mengalami perjalanan yang salah tentang arti merdeka, dan apabila kalian tidak segera memperbaikinya maka sampai kapanpun bangsa ini tidak akan pernah merdeka! Hanya para pemimpinnya yang akan mengalami kemerdekaan, karena hanya merdeka adil dan makmur itu dirasakan.

Dengarlah perlawanan ku ini…karena apabila kalian tetap bersikap seperti ini, maka inilah hari terakhir aku datang sebagai seorang sahabat dan saudara. Esok, adalah hari dimana aku akan menjelma menjadi musuh kalian, karena aku akan tetap berjuang untuk merdeka 100 persen.”

Itulah kalimat yang Tan Malaka ucapkan tatkala bertemu dengan Sukarno, Hatta dan Agus Salim pada 24 Januari 1946.

Dicopy dari: page facebook Suduik Minang

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majalah Charlie Hebdo Kembali Bikin Heboh, Bukti Demokrasi  Barat Itu Bobrok!

    Majalah Charlie Hebdo Kembali Bikin Heboh, Bukti Demokrasi Barat Itu Bobrok!

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pencetakan ulang kartun Nabi Muhammad oleh majalah Prancis, Charlie Hebdo, menuai kecaman dari puluhan ribu orang di seluruh Pakistan. Dalam aksi protes, Jumat (4/9/2020), warga Pakistan menyerukan boikot produk dari Prancis. Aksi protes itu digagas oleh partai islam garis keras Pakistan, Tehreek-e-Laibak Pakistan (TLP). Selain di […]

  • Penyaluran Bansos Terlambat, Pemprov Sumut Tegur Pemkab Madina

    Penyaluran Bansos Terlambat, Pemprov Sumut Tegur Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Finalisasi penyaluran bantuan sosial tahap I dari Pemprov Sumut di Madina terus molor. Pihak Pemprov Sumut pun sudah dua kali melayangkan Surat Teguran kepada Gugus Tugas Pemkab Madina. Akibatnya, Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH mengungkap rasa kecewa kepada Pemkab Madina selaku penyalur. “Pembaguan bansos Prov di Madina berlarut, dapat […]

  • Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online: Perusakan lingkungan akibat aktifitas Pertambangan emas ilegal kini semakin marak dan sudah merambah ke wilayah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang notabene dilindungi oleh negara sebagai paru-paru dunia. Aktifitas tambang emas ilegal di kawasan TNBG ini sepertinya kebal hukum. Sebab diketahui telah beberapa kali tim dari TNBG sudah melakukan razia. Namun, tampaknya tak […]

  • Sinabung Aman, Jangan Terprovokasi

    Sinabung Aman, Jangan Terprovokasi

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Tanah Karo, – Masyarakat Tanah Karo, khususnya yang berdomisili di kawasan kaki perbukitan Gunung Sinabung sekitarnya, dan para wisatawan diimbau tidak terpengaruh provokasi isu miring yang menyatakan gunung yang berada di ketinggian 2.460 m dpl itu, meningkat statusnya. “Sesuai laporan bulanan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan […]

  • Mendagri: Pemilukada Aceh Harus Khusus Rumah Balon Bupati Diberondong Peluru

    Mendagri: Pemilukada Aceh Harus Khusus Rumah Balon Bupati Diberondong Peluru

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LHOKSEUMAWE-Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) sebulan lagi, situasi di Aceh terus memanas. Usai penembakan para pekerja perkebunan di berbagai lokasi dan penggergajian tower PLN, terbaru rumah pribadi milik seorang bakal calon bupati (cabup) diberondong tembakan senjata api dan dibom molotov. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pun bersikap: harus ada perlakuan khusus terhadap Pemilukada di […]

  • Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

    Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Menyedihkan dan membuat gerimis hati siapa saja yang melihatnya. Potret kemiskinan di negeri ini memang seperti fenomena gunung es. Data dan fakta yang tersembunyi lebih banyak lagi. Pendataan tak rapih menjadi pangkal persoalan dari kasus kemiskinan serupa. Jika di ibukota ada yang tinggal di bawah jembatan, […]

expand_less