Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Maret, Panwaslu Kukuhkan Panwascam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak

MADINA-
Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) akan mengukuhkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) awal Maret mendatang. Program ini untuk mensukseskan pemungutan suara ulang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Mandailing Natal periode 2011-2016 tanggal 20 April 2011 mendatang. Hal ini disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Madina, M Ikbal Nasution melalui telepon selulernya, Senin (21/2). “Hal ini sangat penting, demi penyelengaraan pemilukada, termasuk pengawasan seluruh tahapan pemilihan umum sesuai dengan yang ditetapkan oleh KPU, Rabu (2/2),” katanya
Menurutnya, KPU Madina telah menetapkan tahapan dan jadwal pelaksanaan pemungutan suara ulang maka Panwaslu juga akan bekerja sesuai dengan tugasnya. Dalam waktu dekat Panwascam akan kita kukuhkan kembali tanpa dilakukan lagi rekrutmen,” sebut Ikbal.
Menjelang pengukuhan ini, kata Ikbal, pihaknya mempersiapkan pendataan anggota Panwaslu Kabupaten Madina di 23 kecamatan, dimana personil Panwascam pada pemilukada bulan Juni 2010 lalu ada 1 orang yang meninggal dunia, dan mengundurkan diri.
Hal ini, sebut Ikbal, agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Artinya anggota Panwascam yang meninggal dunia itu akan diganti dengan calon Panwascam yang direkrutasi pada pemilukada tahun 2010 lalu. ”Yang meninggal dunia 1 orang dan akan diganti dengan calon Panwascam yang tak lulus seleksi dulu dan akan diambil sesuai dengan hasil test. Artinya siapa yang lebih tinggi pointnya tahun lalu tetapi tak lulus itulah yang akan kita pakai untuk menggantikan Panwascam yang meninggal itu, seperti itu juga untuk yang mengundurkan diri,” terangnya.
Dikatakannya lagi, Panwaslu Madina tak melakukan rekrutmen anggota mengingat bahwa dalam pemilihan bupati dan wakil bupati ini yang dilaksanakan adalah pemungutan suara ulang bukan pemilukada. Artinya, sesuai dengan mekanisme dan amanah Mahkamah Konstitusi yakni mengadakan pemungutan suara ulang tanpa dilakukan lagi tahapan seperti pada tahapan pemilukada semisal pendataan jumlah DPT, kampanye dan lain sebagainya. ”Jadi yang kita lakukan ini merujuk kepada putusan akhir MK untuk melakukan pemungutan suara ulang bukan pemilukada ulang. Nah kita juga dari Panwaslu tak mengadakan rekrutasi anggota lagi, cukup dengan anggota yang lama yang terdiri dari 3 orang perkecamatan. Hanya saja yang didata yaitu anggota yang meninggal dunia dan yang mengundurkan diri akan diganti dengan calon anggota Panwas yang tak lulus pada rekrutment tahun 2010 lalu, kita ambil yang paling tinggi nilainya,” tambahnya lagi. (wan/nik)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batu Akik Asal Batam Ini Dibanderol Senilai Rp 5 Miliar

    Batu Akik Asal Batam Ini Dibanderol Senilai Rp 5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BATAM – Bongkahan batu permata masih menawarkan sejuta sensasi bagi penggemar atau pecinta batu akik. Mereka tanpa lelah mencari dan memburu batu hingga ke pelosok-pelosok daerah terpencil sekalipun di bagian negri ini.  Tak terkecuali dengan pencinta batu akik di kota Batam. Setelah melalui proses pencarian yang panjang, akhirnya mereka menemukan jenis batu yang menjadi ciri […]

  • 11 Ranperda dan Kemauan Politik

    11 Ranperda dan Kemauan Politik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mandailing Natal (Madina) pertengahan Juli 2013 menyatakan sikap menunda pembahasan 11 Ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Alasan yang diusung terkait anggaran dana bagi kegiatan koordinasi atau kunjungan kerja ke Jakarta. Koordinasi atau kunjungan kerja yang dimaksud pihak Baleg DPRD Madina sangat krusial, karena memiliki keterkaitan dengan kebijakan departemen di Jakarta. […]

  • Di Madina Adik Lantik Abang jadi Sekda

    Di Madina Adik Lantik Abang jadi Sekda

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan. Hidayat Batubara selaku Bupati Mandailing Natal (Madina) melantik abangnya, M Daud Batubara sebagai sekretaris daerah (sekda), Selasa (9/8), di aula kantor bupati, kawasan Bukit Paya Loting, Desa Parbangunan, Panyabungan. Sementara itu, di sejumlah sudut kota, khususnya kawasan jalan lintas Sumatera depan kantor bupati terpampang spanduk, antara lain bertulis “Tolak Pemerintahan KKN”. Tidak diketahui siap […]

  • Terbakar 2 Tahun Lalu, Murid SD di Sipaga-paga Belajar di Teras Rumah Penduduk

    Terbakar 2 Tahun Lalu, Murid SD di Sipaga-paga Belajar di Teras Rumah Penduduk

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua Tahun sudah setelah kebakaran, gedung SD Negeri 099 Proyek Batang Gadis Desa Sipaga-paga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal belum diperbaiki. Selama itu pula para murid harus belajar di teras rumah-rumah penduduk. Gedung sekolah itu terbakar  tanggal 3 Juni 2019 lalu. Sebanyak 5 ruangan hangus. Hanya tersisa 2 ruangan. “Belum ada perbaikan […]

  • Warga Madina Dukung Pemekaran Sumatera Tenggara

    Warga Madina Dukung Pemekaran Sumatera Tenggara

    • calendar_month Kamis, 5 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendukung sepenuhnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara. Provinsi Sumatera Tenggara yang terdiri atas Kota Padang Sidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Madina, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, sangat diidam-idamkan khususnya masyarakat Madina. Demikian disampaikan Anggota DPRD Madina dari PDI Perjuangan Iskandar Hasibuan di Panyabungan, Selasa (03/05/2011). Dikatakannya, pihaknya sangat mendukung rencana pemekaran […]

  • Wakapolri Sebut Polisi Tukang Setor seperti Keledai

    Wakapolri Sebut Polisi Tukang Setor seperti Keledai

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengkritisi budaya setor yang masih ada di tubuh Polri. Hal itu disampaikan Samad dalam diskusi pekan antikorupsi di Jakarta, Rabu (11/12). Dalam diskusi yang juga menghadirkan Wakapolri Komjen (Pol) Oegroseno itu Samad mengatakan, sebenarnya ada semangat dari polisi-polisi muda untuk merubah budaya setor di Polri. Namun, […]

expand_less