Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Melirik Sejarah Pupuk Sarlinkson

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
  • print Cetak

Di dalam salah satu lantai goa Baginda

Pupuk organik Sarlinkson merupakan anugrah bagi petani di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Tidak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah pupuk jenis Guano. Tergantung populasi kelelawar yang “memilih” mau berramai-ramai “menetapkan” satu tempat tertentu sebagai basis untuk tidur bergelantung.

Goa dan pohon besar biasanya menjadi pilihan yang aman bagi populasi kelelawar sebagai tempat tidur.

Pohon memiliki keterbatasan kapasitas ranting untuk media bergelantung, sehingga jumlah kelelawar relatif lebih sedikit yang tidur di satu pohon.

Berbeda dengan goa yang kapasitasnya jauh lebih banyak menampung populasi kelelawar.

Semakin luas ruang goa, maka kian banyak jumlah kelelawar yang berkumpul.

Tidak sembarang goa. Secara naluri, para kelelawar memiliki insting untuk menetapkan apakah goa tersebut aman atau tidak dari gangguan.

Oleh karena itu, goa Baginda yang terletak di hutan Dusun Aek Putih, Desa Hadangkahan, Kecamatan Batang Natal menjadi sarang populasi kelelawar yang jumlahnya – hitungan kasar – mencapai lebih 900 ribu ekor.

Oleh karen itu, potensi tahi kelelawar sangat banyak di dalam goa Baginda. Perhitungan kasar, terdapat potensi rubuan ton, dan tiap hari terus bertambah secara dinamis.

Goa Baginda relatif aman bagi hewan terbang pemakan buah dan bunga itu. Karena penduduk setempat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.

Selain itu, goa Baginda sangat luas. Panjangnya sekitar 400 meter. Terdiri dari 3 lantai.

Jarak dari pemukiman Dusun Aek Putih sekitar 2 kilo meter. Sedangkan jarak dari jalan raya menuju Dusun Aek Putih sekitar 7 kilo meter.

Kelelawar tidur di siang hari, dan malam meyebar ke segala penjuru mecari makan.

Potensi tahi kelelawar yang begitu besar tak begitu disadari sejak awal, termasuk manfaatnya bagi petani sebagai pupuk yang bernilai tinggi bagi tanaman.

Pada tahun 1987 adalah tahun awal mulainya potensi tahi kelelawar itu dimanfaatkan. Tahun itu masih dikelola secara manual yang dimotori Makmun Matondang, pemuka masyarakat setempat. Beliau masa itu menjabat kepala desa.

Hanya saja, pengelolaan tersebut mengalami banyak kendala masa itu, terutama peralatan angkut dan kondisi jalan yang tak mendukung, baik jalan menuju kawasan hutan lokasi goa maupun jalan dari desa menuju jalan raya. Hal itu menyebabkan produksi tertatih-tatih bahkan terhenti.

Salah satu lantai goa Baginda

Beberapa tahun kemudian, atau sekitar tahun 2001, gagasan membuka kembali pengelolaan goa diupayakan oleh menantu Makmun Matondang, yakni Sarling Lubis.

Dalam satu wawancara Mandailing Online dengan Sarling Lubis di Panyabungan, Selasa (20/9/2022) lalu, sejarah itu diuraikannya.

Kondisi jalan dari jalan raya ke desa yang masih sempit dipandang menjadi salah satu penghalang pengelolaan pupuk guano.

Oleh karena itu Sarling Lubis mencoba bermohon kepada Pemkab Madina membangun jalan itu.

Selain daya dukung untuk pupuk guano, jalan itu juga sangat bermanfaat bagi mobilisasi warga.

Bupati Madina Amru Daulay yang mengetahui potensi tahi kelelawar bagi kebutuhan pertanian tidak tinggal diam. Jalan menuju desa itu dibangun. Sehingga mobil gardan dua bisa mencapai desa.

Setelahnya, semangat pengelolaan goa tumbuh. Apalagi pada rentang 2001-2004, Ir Amir Hamzah yang pernah magang di Bogor, Jawa Barat ikut membantu dari sisi ilmu pengetahuan dalam pengolahan pupuk guano.

Selain potensi tahi kelelawar, kawasan goa Baginda juga memiliki deposit batuan jenis fosfat. Itu berdasar hasil penelitian Dinas Pertambangan Kabupaten Madina yang turut membantu Sarling Lubis meneliti batuan di sana.

Batu jenis fosfat (rock phosphate) adalah bahan baku sumber hara P dalam pembuatan pupuk P seperti SP-36, TSP dan DAP yang larut air sehingga cepat tersedia bagi tanaman. Untuk memproduksi pupuk tersebut, maka rock phosphate perlu diekstrak terlebih dahulu untuk menghasilkan asam fosfat untuk kemudian diproses menjadi pupuk.

Rock phosphate memiliki reaktifitas yang tinggi sehingga penggunaannya bagi tanaman langsung dapat dilihat di musim tanam pertama.

Makanya, dalam industri pupuk, batu fosfat sangat urgen. Bahkan negara-negara yang tak rendah cadangan batuan fosfat harus mengimpor menyelamatkan kesuburan pertaniannya.

Madina tentu harus bersyukur karena dianugrahi cadangan fosfat yang salah satunya berada di Desa Hadangkahan itu. Sehingga pupuk Sarlinkson bisa berharga murah dengan kualitas yang sama dengan produk pabrik yang beredar di pasaran.

Pengelolaan pupuk guano di Hadangkahan itu ternyata tak semulus yang diimpikan. Banjir yang melanda menyebabkan kendala bagi pergerakan sejak pada tahun 2007.

Pengelolaan baru dilakukan kembali setelah beberapa tahun kemudian, dan pada tahun 2014 produksi sudah bisa mencapai kisaran 4 ton per hari.

Pupuk Guano

Meski sama-sama organik, namun pupuk Guano berbeda kandungan dengan pupuk kompos, pupuk bokashi, pupuk organik cair, pupuk kandang, dan lain-lain.

Jalan masuk ke dalan goa Baginda

Pupuk guano mengandung fosfor dan nitrogen yang tinggi. Ini efektif untuk penyuburan tanah yang kekurangan zat organik. Selain itu, pupuk guano juga mengandung kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur dengan jumlah yang tinggi dan bervariasi, tergantung variasi buah yang dikonsumsi kelelawar.

Pupuk guano umum bersumber dari tahi kelelawar dan tahi burung walet yang bersarang di dalam goa.

Pupuk guano menjadi incaran negara-negara di dunia bagi kepentingan pertanian, karena memiliki unsur-unsur berkualitas tinggi bagi kesuburan tanaman.

Pupuk guano Guano pertama kali dikenal di Peru sekitar tahun 1850-1880an sebagai barang perdagangan utama.

Di Samudera Hindia, tambang guano ditemukan di Pulau Natal yang awalnya dikelola oleh Inggris dengan mendatangkan pekerja tambang dari Malaysia dan Singapura.

Kini, petani di Madina tentu turut memperoleh anugrah itu dengan harga pupuk guano yang relatif murah dan sangat berkualitas. Karena tak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah cadangan pupuk guano jenis tahi kelelawar, pun cadangan batuan fosfat.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Basyrah Lubis Tidak Dapat Diberhentikan

    Basyrah Lubis Tidak Dapat Diberhentikan

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS- Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) cabang Padangsidimpuan yang mewilayahi Tabagsel H Ridwan Rangkuti SH MH menegaskan Basyrah Lubis tidak dapat diberhentikan sebagai Bupati Palas berdasarkan putusan MA Nomor 1021 K tahun 2009 yang telah berkekuatan hukum tetap. Sebab, diktum MA tersebut masih memerlukan penafsiran lebih lanjut. Alasannya, hukuman percobaan yang ditetapkan ke Basyrah Lubis, […]

  • TPID Gali Potensi Desa-Desa di Kecamatan Siabu

    TPID Gali Potensi Desa-Desa di Kecamatan Siabu

    • calendar_month Rabu, 12 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Oline) – Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Siabu, Mandailing Natal dalam beberapa pekan terakhir melakukan penggalian dalam upaya pengembangan inovasi di desa-desa se kecamatan itu. Penggalian-penggalian itu sebagai upaya mengembangkan potensi-potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan pendekatan inovasi-inovasi sehingga sasaran penggunaan Dana Desa dapat tercapai secara ril dan berdayaguna […]

  • KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Mandailing

    KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Mandailing

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perpanjang masa tahanan Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara dan dua tersangka kasus penyuapan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Madina Khairil Anwar dan pengusaha Surung Pandjaitan. Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, perpanjangan masa penahanan otomatis dilakukan, karena masa tahanan 20 hari pertama telah berakhir. Ketiga […]

  • Kader AMPI Sorot Sosialisasi Proyek SMGP dengan Kadin Madina

    Kader AMPI Sorot Sosialisasi Proyek SMGP dengan Kadin Madina

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kader AMPI Mandailing Natal meyoroti kegiatan Sosialisasi Persyaratan Vendor Lokal Sebagai Rekanan PT.SMGP kepada Kadin Mandailing Natal di Bagas Nagodang, Panyabungan, Selasa (6/4/2021). Materi sosialisasi menyangkut hal-hal persyaratan teknis dan administratif bagi para pengusaha lokal dibawah naungan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) untuk menjadi perusahaan rekanan  menggarap proyek-proyek di PT SMGP. […]

  • Dema STAIN Madina Gelar Pelatihan dan Seminar bagi Mahasiswa

    Dema STAIN Madina Gelar Pelatihan dan Seminar bagi Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wujudkan Kepemimpinan dan Administrasi yang berkualitas Dewan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selenggarakan seminar serta pelatihan administrasi bagi Mahasiswa. Kegiatan tersebut bertema ” membangun  kekuatan leadership yang berintegrasi ormawa kampus di era Gen Z” Abdul Bais selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa ( DEMA STAIN […]

  • MH370 terbakar di udara

    MH370 terbakar di udara

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mantan Kepala Keamanan Udara Amerika Serikat (AS), Billie Vincent, mengemukakan sebuah teori yang berbeda mengenai insiden menghilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Vincent berpendapat, pesawat tersebut mengalami kecelakaan akibat kebakaran yang terjadi di ruang kargo. Dia mengatakan, pilot dan semua kru pesawat nahas tersebut sudah melakukan segenap upaya untuk menyelamatkan pesawat tersebut. Vincent, […]

expand_less