Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Melirik Sejarah Pupuk Sarlinkson

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
  • print Cetak

Di dalam salah satu lantai goa Baginda

Pupuk organik Sarlinkson merupakan anugrah bagi petani di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Tidak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah pupuk jenis Guano. Tergantung populasi kelelawar yang “memilih” mau berramai-ramai “menetapkan” satu tempat tertentu sebagai basis untuk tidur bergelantung.

Goa dan pohon besar biasanya menjadi pilihan yang aman bagi populasi kelelawar sebagai tempat tidur.

Pohon memiliki keterbatasan kapasitas ranting untuk media bergelantung, sehingga jumlah kelelawar relatif lebih sedikit yang tidur di satu pohon.

Berbeda dengan goa yang kapasitasnya jauh lebih banyak menampung populasi kelelawar.

Semakin luas ruang goa, maka kian banyak jumlah kelelawar yang berkumpul.

Tidak sembarang goa. Secara naluri, para kelelawar memiliki insting untuk menetapkan apakah goa tersebut aman atau tidak dari gangguan.

Oleh karena itu, goa Baginda yang terletak di hutan Dusun Aek Putih, Desa Hadangkahan, Kecamatan Batang Natal menjadi sarang populasi kelelawar yang jumlahnya – hitungan kasar – mencapai lebih 900 ribu ekor.

Oleh karen itu, potensi tahi kelelawar sangat banyak di dalam goa Baginda. Perhitungan kasar, terdapat potensi rubuan ton, dan tiap hari terus bertambah secara dinamis.

Goa Baginda relatif aman bagi hewan terbang pemakan buah dan bunga itu. Karena penduduk setempat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.

Selain itu, goa Baginda sangat luas. Panjangnya sekitar 400 meter. Terdiri dari 3 lantai.

Jarak dari pemukiman Dusun Aek Putih sekitar 2 kilo meter. Sedangkan jarak dari jalan raya menuju Dusun Aek Putih sekitar 7 kilo meter.

Kelelawar tidur di siang hari, dan malam meyebar ke segala penjuru mecari makan.

Potensi tahi kelelawar yang begitu besar tak begitu disadari sejak awal, termasuk manfaatnya bagi petani sebagai pupuk yang bernilai tinggi bagi tanaman.

Pada tahun 1987 adalah tahun awal mulainya potensi tahi kelelawar itu dimanfaatkan. Tahun itu masih dikelola secara manual yang dimotori Makmun Matondang, pemuka masyarakat setempat. Beliau masa itu menjabat kepala desa.

Hanya saja, pengelolaan tersebut mengalami banyak kendala masa itu, terutama peralatan angkut dan kondisi jalan yang tak mendukung, baik jalan menuju kawasan hutan lokasi goa maupun jalan dari desa menuju jalan raya. Hal itu menyebabkan produksi tertatih-tatih bahkan terhenti.

Salah satu lantai goa Baginda

Beberapa tahun kemudian, atau sekitar tahun 2001, gagasan membuka kembali pengelolaan goa diupayakan oleh menantu Makmun Matondang, yakni Sarling Lubis.

Dalam satu wawancara Mandailing Online dengan Sarling Lubis di Panyabungan, Selasa (20/9/2022) lalu, sejarah itu diuraikannya.

Kondisi jalan dari jalan raya ke desa yang masih sempit dipandang menjadi salah satu penghalang pengelolaan pupuk guano.

Oleh karena itu Sarling Lubis mencoba bermohon kepada Pemkab Madina membangun jalan itu.

Selain daya dukung untuk pupuk guano, jalan itu juga sangat bermanfaat bagi mobilisasi warga.

Bupati Madina Amru Daulay yang mengetahui potensi tahi kelelawar bagi kebutuhan pertanian tidak tinggal diam. Jalan menuju desa itu dibangun. Sehingga mobil gardan dua bisa mencapai desa.

Setelahnya, semangat pengelolaan goa tumbuh. Apalagi pada rentang 2001-2004, Ir Amir Hamzah yang pernah magang di Bogor, Jawa Barat ikut membantu dari sisi ilmu pengetahuan dalam pengolahan pupuk guano.

Selain potensi tahi kelelawar, kawasan goa Baginda juga memiliki deposit batuan jenis fosfat. Itu berdasar hasil penelitian Dinas Pertambangan Kabupaten Madina yang turut membantu Sarling Lubis meneliti batuan di sana.

Batu jenis fosfat (rock phosphate) adalah bahan baku sumber hara P dalam pembuatan pupuk P seperti SP-36, TSP dan DAP yang larut air sehingga cepat tersedia bagi tanaman. Untuk memproduksi pupuk tersebut, maka rock phosphate perlu diekstrak terlebih dahulu untuk menghasilkan asam fosfat untuk kemudian diproses menjadi pupuk.

Rock phosphate memiliki reaktifitas yang tinggi sehingga penggunaannya bagi tanaman langsung dapat dilihat di musim tanam pertama.

Makanya, dalam industri pupuk, batu fosfat sangat urgen. Bahkan negara-negara yang tak rendah cadangan batuan fosfat harus mengimpor menyelamatkan kesuburan pertaniannya.

Madina tentu harus bersyukur karena dianugrahi cadangan fosfat yang salah satunya berada di Desa Hadangkahan itu. Sehingga pupuk Sarlinkson bisa berharga murah dengan kualitas yang sama dengan produk pabrik yang beredar di pasaran.

Pengelolaan pupuk guano di Hadangkahan itu ternyata tak semulus yang diimpikan. Banjir yang melanda menyebabkan kendala bagi pergerakan sejak pada tahun 2007.

Pengelolaan baru dilakukan kembali setelah beberapa tahun kemudian, dan pada tahun 2014 produksi sudah bisa mencapai kisaran 4 ton per hari.

Pupuk Guano

Meski sama-sama organik, namun pupuk Guano berbeda kandungan dengan pupuk kompos, pupuk bokashi, pupuk organik cair, pupuk kandang, dan lain-lain.

Jalan masuk ke dalan goa Baginda

Pupuk guano mengandung fosfor dan nitrogen yang tinggi. Ini efektif untuk penyuburan tanah yang kekurangan zat organik. Selain itu, pupuk guano juga mengandung kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur dengan jumlah yang tinggi dan bervariasi, tergantung variasi buah yang dikonsumsi kelelawar.

Pupuk guano umum bersumber dari tahi kelelawar dan tahi burung walet yang bersarang di dalam goa.

Pupuk guano menjadi incaran negara-negara di dunia bagi kepentingan pertanian, karena memiliki unsur-unsur berkualitas tinggi bagi kesuburan tanaman.

Pupuk guano Guano pertama kali dikenal di Peru sekitar tahun 1850-1880an sebagai barang perdagangan utama.

Di Samudera Hindia, tambang guano ditemukan di Pulau Natal yang awalnya dikelola oleh Inggris dengan mendatangkan pekerja tambang dari Malaysia dan Singapura.

Kini, petani di Madina tentu turut memperoleh anugrah itu dengan harga pupuk guano yang relatif murah dan sangat berkualitas. Karena tak semua kawasan di Indonesia memiliki anugrah cadangan pupuk guano jenis tahi kelelawar, pun cadangan batuan fosfat.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsolidasi AMPG Kecamatan se-Madina Jelang Rakerda

    Konsolidasi AMPG Kecamatan se-Madina Jelang Rakerda

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) kecamatan di Mandailing Natal (Madina) menggelar konsolidasi jelang rapat kerja daerah (Rakerda) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Giat yang dilaksanakan di kantor Partai Golkar Madina, Jl. Willem Iskander, Pidoli Lombang ini dihadiri oleh seluruh ketua, sekretaris, dan bendahara AMPG kecamatan yang ada di […]

  • BNN dan Polres Razia Rutin Narkoba

    BNN dan Polres Razia Rutin Narkoba

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL, – Dalam rangka mengantisipasi, mengendalikan dan memberantas peredaran narkoba di tengah masyarakat, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) bersama Satuan Narkoba Polres Tapsel secara rutin dan kontiniu terus menggelar razia narkoba di wilayah kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dengan prioritas di Jalinsum. Razia narkoba tersebut berlangsung selama 6 hari sejak 29 Juli 2013 sampai 2 Agustus […]

  • Proxy War dan Neo Imperialisme!

    Proxy War dan Neo Imperialisme!

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Umar Syarifudin (Lajnah Siyasiyah DPD HTI Jatim)   Dalam beberapa kesempatan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan Indonesia saat ini tengah menghadapi bahaya proxy war atau perang asimetris. Proxy war terjadi di Indonesia melaui beberapa cara, di antaranya narkoba, konflik antar kelompok, maupun terorisme. Panglima TNI mengingatkan tentang Proxy War sebagai ancaman nyata bagi […]

  • PDI Perjuangan Madina-Tapsel dan Ayah Toni Darius Ucapkan Terimaksih Kepada Poldasu

    PDI Perjuangan Madina-Tapsel dan Ayah Toni Darius Ucapkan Terimaksih Kepada Poldasu

    • calendar_month Kamis, 20 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – PDI Perjuangan Tapsel dan Madina mengucapkan terimakasih kepada kapolda Sumut yang telah berhasil mengungkap kasus pembajakan akun facebook Toni Darius Sitorus. “Dengan tertangkapnya pembajak akun facebook Toni Darius Sitorus, maka semua sudah jelas dan terang benderang. Oleh karenanya kita dari PDI Perjuangan Madina mengucapkan terimakasih kepada Pak Kapolda Sumut,” kata Ketua […]

  • Membawa Buruh Keluar dari Jebakan Angka Kemiskinan Madina

    Membawa Buruh Keluar dari Jebakan Angka Kemiskinan Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution   Sebagai Ketua DPC Konfederasi Serikat Buruh Muslim Indonesia Kabupaten Mandailing Natal, saya menyampaikan Selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja, penggerak serikat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah yang menjadi bagian dari ekosistem ketenagakerjaan di daerah ini. May Day bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk melihat dengan jujur kondisi buruh kita […]

  • Hari Pertama Puasa, Pasar Pabukoan Masih Sepi

    Hari Pertama Puasa, Pasar Pabukoan Masih Sepi

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari pertama pasar parbukoan yang digelar di Kota Psp tepatnya di areal City Walk, Senin (1/8) belum terlalu ramai, baik itu pedagang maupun pembeli yang datang. Bahkan sebagian lapak masih belum juga diisi oleh pedagang. Borneo-Tapsel “Masih hari pertama, pedagang juga masih banyak yang belum mengisi lapaknya, makanya hari pertama ini masih agak sunyi,” kata […]

expand_less