Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Unjuk Rasa Implementasi Kekecewaan Warga Singkuang I

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
  • print Cetak

Ketua DPC PDIP Madina Teguh W. Hasahatan Nasution (Istimewa).

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Mandailing Natal (Madina) Teguh W. Hasahatan Nasution mengatakan unjuk rasa warga Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, di areal perkebunan milik PT Rendi Permata Raya merupakan implementasi kekecewaan terhadap lambannya proses realisasi kewajiban perusahaan membangun kebun plasma.

“Apa yang kita lihat hari ini adalah titik kulminasi kekecewaan masyarakat terhadap lambannya proses penyelesaian plasma yang sudah hampir 12 tahun sehingga masyarakat memilih caranya sendiri,” katanya yang dihubungi Kamis (13/10).

Dalam penilaian anggota DPRD Madina ini PT Rendi sudah masuk kategori perusahaan bandel sehingga perlu tindakan tegas dari Pemkab Madina. “Perusahaan ini bandel dan seperti sengaja melupakan kewajiban kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Teguh meminta pemerintah mengambil tindakan sesuai UU No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, PP No. 26 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian, Permentan No. 18 Thn 2021 tentang Menfasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar dan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 18 Thn 2021 tentang Pengelolaan Hak atas Tanah yang menyebutkan perusahaan perkebunan wajib mengeluarkan 20% dari luas izin yang dimilikinya untuk kebun/plasma masyarakat.

Teguh melihat PT Rendi sudah tidak layak mendapat toleransi karena sampai hari ini belum menunaikan kewajiban terhadap masyarakat sekitar. “Dalam hal ini perusahaan bisa dikenakan denda dan pencabutan izin usaha perkebunan (IUP). Pemerintah tidak boleh kalah dengan korporasi, nasib PT Rendy ada di ujung pena Bupati Madina,” tegasnya.

Legislator asal Muara Batang Gadis ini mengungkapkan, dalam pandangannya keberhasilan pemimpin dilihat dari kemampuannya menyelesaikan masalah. “Bagi saya keberhasilan seorang pemimpin itu bukan dihitung dari lama menjabat, tapi keberhasilan dilihat dari berapa banyak persoalan rakyat yang mampu dia selesaikan di masa kepemimpinannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hari ini warga Singkuang I menggelar unjuk rasa di perkebunan milik PT Rendy. Warga meminta perusahaan perkebunan sawit tersebut merealisasikan pembangunan plasma sesuai dengan amanah undang-undang.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalapas Panyabungan: Napi Pesan Sabu Lewat Telepon

    Kalapas Panyabungan: Napi Pesan Sabu Lewat Telepon

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online ) – Kalapas Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut Mustafa Kamal Simamora akui kebobolan atas tindakan salah seorang penghuni Lapas atas nama Alpin Frio Majid Tanjung ( 24 ) yang memesan narkotika jenis sabu sabu lewat telepon selular yang kasusnya saat ini ditangani Polres Madina. “Kami kecolongan adanya penghuni lapas yang […]

  • Prof. Dr. Maurice Bucaille Masuk Islam Setelah  Meneliti Mumi Fir’aun

    Prof. Dr. Maurice Bucaille Masuk Islam Setelah Meneliti Mumi Fir’aun

    • calendar_month Senin, 7 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun […]

  • Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Jumlahnya mencapai 29.000 MW. Namun kapasitas terpasang hanya sekitar 1.300 MW. Wakil Presiden Budiono mengatakan minimnya kapasitas terpasang pembangkitan terjadi karena tidak ada koordinasi yang baik antara para pemangku kepentingan. Untuk itu, instansi pemerintah harus bekerja sama dengan para pihak menghilangkan berbagai hambatan agar proyek […]

  • 2 dari SDN 001 Sihepeng Duta Madina ke Provinsi

    2 dari SDN 001 Sihepeng Duta Madina ke Provinsi

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) –  SD Negeri 001 Sihepeng Kecamatan Siabu melahirkan pelajar berprestasi. Dua pelajar dari sekolah itu berhasil meraih juara I bidang lomba Vokal serta lomba Cipta dan Baca Puisi di tingkat kabupaten pada tanggal 11 Aril 2016 perlombaan menyongsong Hardiknas. Keduanya adalah  Naufal Haris Nasution kelas V juara I lomba Vokal Solo. Kemudian […]

  • Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN (Mandailing Online) –   Keluarga Abituren Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman kembali menyelenggarakan haul Syekh Musthafa Husein Nasution dan Milad pesantren Musthafawiyah Purba Baru ke 110 tahun. Kegiatan berlangsung di aula Masbah Syahir, Kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (16/12/22). Pesantren Musthofawiyah berada di Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia. Tokoh pendirinya adalah Syekh Musthafa […]

  • Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Madina berunjukrasa ke DPRD Madina, Rabu (27/9), menuntut agar segera mungkin lembaga wakil rakyat menghentikan kisruh politik karena sudah membahayakan daerah. Aksi demo ini berlangsung disaat belum mulainya rapat paripurna DPRD Madina akibat belum cukup quorum. Kelompok 18 terdiri […]

expand_less