Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Ketahanan Pangan Dalam Pandangan Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
  • print Cetak

Oleh : Yuni Yartina
Aktivis Muslimah

Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pola Pangan Harapan telah diterbitkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia, harapannya agar mampu menekan angka stunting. Perbadan akan menyiapkan pedoman bagi Pemerintah Daerah untuk menilai jumlah komposisi pangannya di setiap daerah. Setiap tahun akan dilihat apakah sudah sesuai dengan kebutuhan di daerah tersebut atau belum. (Republika, Minggu, 04 Juni 2023).

Kehidupan saat ini telah memasuki era yang semakin maju, akan tetapi Indonesia masih banyak PR dalam memenuhi kebutuhan pangan. Terlebih saat ini dengan pengaruh kapitalistik sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) menjadikan bahan pangan yang bergizi sulit digapai oleh rakyat menengah kebawah. Memang banyak produk-produk kapitalis beredar dengan harga murah, hanya saja didominasi oleh konsumsi siap saji yang nihil gizi.

Produksi pangan yang seringkali kurang, distribusinya yang belum merata, serta sulit dijangkau harganya oleh masyarakat, membuat masyarakat terbiasa mengkonsumsi pangan tanpa perduli lagi kandungan gizi. Yang penting perut kenyang terisi. Sementara, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bergantung erat dengan apa yang dikonsumsinya.

Mewujudkan ketahanan pangan oleh negara di kondisi krisis dan kesenjangan ekonomi pengaruh kapitalis tentu tidak mudah, sebab membutuhkan anggaran yang besar. Dari sisi teknologi butuh alat penunjang yang efisien. Dari segi lahan harus tersedia sarana produksi pangan. Sementara saat ini kita menyaksikan, banyak lahan-lahan pertanian yang telah dialihfungsikan menjadi perumahan, industri bahkan infrastruktur. Sehingga lahan-lahan produktif yang mampu memasok ketersediaan pangan terus berkurang. Pada akhirnya, Indonesia tertinggal dalam ketahanan pangan. Jika sudah demikian, menjaga ketahanan pangan dengan pengaruh kapitalistik sekuler akan sangat jauh bahkan seperti mustahil terwujud.

Lain halnya jika kita menggunakan sistem Islam yang tidak hanya mengatur ibadah saja, namun juga memiliki mekanisme terbaik dalam menjaga produktivitas dan distribusi pangan.

Dalam pandangan Islam, pertanian merupakan salah satu pilar ekonomi. Sebab, dari pertanianlah bahan-bahan pangan akan terproduksi. Sehingga jika pertanian melemah, akan menganggu stabilitas negara yang membuatnya bergantung dengan negara lain. Islam tidak akan membiarkan negara bergantung dan menjadikan negara didominasi kebijakannya oleh segelintir orang-orang yang berkepentingan. Karena yang terpenting diatas kebijakan adalah ketaatan pada hukum Allah dan terpenuhinya hak-hak rakyat baik secara jamaah maupun individu.

Untuk menjaga lahan tetap produktif dengan aktivitas pertaniannya, negara memberikan kebebasan penggunaan lahan kepada siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mengelola. Tanpa harus membeli ataupun menyewa lahan tersebut. Hal ini berdasarkan riwayat yang bersumber dari ucapan Umar bin Khatab yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda :
“Karena itu siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu untuk dirinya (menjadi miliknya) dan tidak ada hak untuk orang yang memagari setelah tiga tahun.”.

Dalam hadist tersebut dimaksudkan bahwa siapa saja boleh memanfaatkan lahan pertanian. Ketika lahan tersebut kosong selama tiga tahun, statusnya menjadi tanah mati dan dikembalikan kepada negara untuk kemudian diserahkan kepada yang mampu mengelola. Dengan demikian, lahan akan terus berproduksi.

Kemudian dari sisi pendistribusian yang harus merata, Islam melarang melakukan penimbunan, hukumnya haram secara mutlak. Penimbunan yang dimaksudkan adalah dengan tujuan dikeluarkan/dijual menunggu harga pasar naik.

Pada masa Khilafah kepemimpinan Umar bin Khatab, pernah terjadi krisis pangan akibat kemarau panjang. Hingga selama paceklik, Umar bin Khattab memiliki suatu kebiasaan baru, yaitu setelah selesai mengimami salat isya beliau langsung pulang dan melakukan salat malam sampai menjelang subuh. Kemudian Khalifah Umar keluar menelusuri lorong-lorong jalan untuk mengontrol apakah ada rakyatnya yang kelaparan.
Kemudian Khalifah Umar mengirim surat ke beberapa Gubernur di berbagai wilayah kekhilafahan Islam. Dia meminta mereka mengirimkan bantuan makanan dan pakaian untuk menutupi kebutuhan masyarakat Hijaz. Di antara yang dikirimi surat adalah Amr bin Ash di Mesir, Muawiyah bin Abi Sufyan di Syam, Sa’ad bin Abi waqqash di Irak.

Hal ini juga menunjukkan sekaligus memberikan contoh bahwa pemimpin dan negara wajib memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya. Memastikan tiap individunya tumbuh menjadi SDM unggul dan bertakwa. Semua tentunya hanya akan terwujud dengan aturan yang pasti benar dari Allah SWT. Wallahu’alam bish shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Masih Kuasai Kampus FK UISU

    Mahasiswa Masih Kuasai Kampus FK UISU

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN- Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) masih menguasai kampus mereka di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (2/1). Padahal, sebelumnya pihak yayasan telah melaporkan delapan mahasiswa ke Polresta Medan atas penguasaan kampus tersebut. “Sampai saat ini kami masih melakukan penutupan kampus. Hari ini sudah genap 34 hari, sebulan lebih sudah kami tutup dan […]

  • Warga 4 Desa Minta Lahan Mereka Dikeluarkan dari Izin Lokasi KP USU

    Warga 4 Desa Minta Lahan Mereka Dikeluarkan dari Izin Lokasi KP USU

    • calendar_month Sabtu, 14 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga empat desa di Kecamatan Muara Batang Gadis meminta bupati Mandailing Natal mengeluarkan lahan seluas 2.542 hektar dari Izin Lokasi KP USU. Ini mengindikasikan, bahwa kebijakan pemerintah di era bupati Amru Daulay yang memberikan izin lokasi kepada KP USU tak berterima di tingkat rakyat di empat desa selaku pemilik lahan. Juga […]

  • Jalur Kereta Trans Sumatera Dibangun 2014

    Jalur Kereta Trans Sumatera Dibangun 2014

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memulai pembangunan proyek kereta api Trans Sumatera (Trans Sumatera Railways) tahun 2014. Jalur akan dibangun sepanjang sekitar 2.168 kilometer (km). Rencananya proyek senilai Rp 64 triliun tersebut akan mulai dibangun dari kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke di Sumatera Utara yang saat ini sedang dilakukan pembangunan. “Pembangunan proyek ini […]

  • Bengkak Rp199,8 Juta! Anggaran Perjalanan Dinas Disdik Madina Naik 57% di 2026, Abaikan Inpres Efisiensi

    Bengkak Rp199,8 Juta! Anggaran Perjalanan Dinas Disdik Madina Naik 57% di 2026, Abaikan Inpres Efisiensi

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN | Mandailing Online- Anggaran Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mandailing Natal melonjak tajam. Dari Rp345.750.000 di tahun 2025, naik jadi Rp545.550.000 di APBD 2026. Kenaikannya Rp199.800.000 atau 57,8 persen dalam setahun. Padahal Presiden Prabowo lewat Inpres 1/2025 memerintahkan efisiensi belanja, termasuk memangkas perjalanan dinas 50%. Data yang di upload resmi […]

  • Reses Anggota DPRD Sumut Masalah Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Siabu

    Reses Anggota DPRD Sumut Masalah Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Siabu

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Persoalan infrastruktur jalan mendominasi aspirasi masyarakat Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madia) yang disampaikan saat menghadiri reses anggota DPRD Sumut, Ti Aisah Ritonga, yang dipusatkan di aula Kantor Camat Siabu, Rabu (8/2). Masalah lainnya adalah persoalan tapal batas antara Madina-Tapsel, yang jika tidak segera dituntaskan dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan yang sangat rumit.Hal itu disampaikan […]

  • Bupati Madina Kunjungi Menteri Desa, Beber Potensi Daerah

    Bupati Madina Kunjungi Menteri Desa, Beber Potensi Daerah

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar bersama Staf Khusus Ahmad Iman menerima kunjungan Bupati Mandailing Natal (Madina) Ja’far Sukhairi Nasution di ruang kerja, Rabu (6/10/2021). Bupati Madina yang datang bersama sejumlah Kepala Dinas melaporkan kondisi ril di kabupaten yang dipimpinnya terkait desa, daerah tertinggal dan transmigrasi. Bupati Madina mendiskusikan […]

expand_less