Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Isu Kudeta Cuma Akal-akalan Rezim SBY

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
  • print Cetak


Islam Garis Keras dan Moderat Makin tak Suka SBY

JAKARTA-
Pemberitaan eksklusif Al Jazeera pada 22 Maret lalu yang mengungkap adanya rencana aksi kudeta oleh Dewan Revolusi Islam (DRI) terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga hanya akal-akalan orang-orang di lingkaran penguasa. Kabar tersebut bagian dari skenario jahat untuk memecah belah kelompok kritis yang semakin menguat dalam menentang rezim SBY.

Tokoh oposisi Adhie Massardi menegaskan, berita lahirnya Dewan Revolusi Islam (DRI) lengkap dengan susunan kabinetnya lebih dimaksudkan untuk menekan oposisi. ”Ini 100 persen fitnah. Berita DRI ini, menurut saya, merupakan insinuasi untuk mengisolasi gerakan oposisi yang kian menguat,” ujar Adhie Massardi, kemarin (24/3).
Ini mengingatkan pada cara-cara bekas Presiden Mesir Hosni Mubarak menjelang kejatuhannya. Yakni mengirim para perusuh dan penjarah ke Museum di Kairo untuk menggambarkan seolah-olah gelombang demonstrasi yang menentang pemerintahannya dimotori oleh kelompok Islam garis keras (Ikhwanul Muslimin).

“Sehingga dunia internasional, terutama Barat, harus mendukung Mubarak,” ujar Jubir Presiden era Gus Dur itu. “Saya menduga, berita DRI juga kurang lebih bertujuan sama. Ingin memberikan gambaran bahwa tulang-punggung kekuatan penentang rezim SBY ini adalah kelompok yang ingin mendirikan negara Islam. Karena itu, diharapkan, kekuatan prodemokrasi dan civil society secara umum diharapkan, kalau tidak mendukung pemerintah, ya mengurangi tekanannya,” lanjutnya.

Jurubicara Presiden era Abdurahman Wahid ini menambahkan, ada kejanggalan dalam susunan kabinet Dewan Revolusi Islam (DRI). ”Seolah ada koalisi antara kelompok Islam garis keras Habib Rizieq Sihab (Kepala Negara), Abu Jibril (Wakil Kepala Negara) dengan TNI (Jenderal Purnawirawan Tyasno Sudarto sebagai Menko Polkam) dan kelompok civil society anti-neolib seperti Hendri Saparini (Menko Ekuin), Ichsanuddin Noorsy (Menkeu),” lanjut Adhie.

Bagusnya, lanjut Adhie, nama-nama yang disebut dalam susunan kabinet versi DRI itu sudah membantah.
“Saya percaya, di kalangan TNI, baik yang aktif maupun purnawirawan, tidak memiliki tradisi dan keinginan kudeta. Bahwa mereka, terutama para purnawirawan umumnya bersikap sangat kritis kepada pemerintah (SBY), itu karena mereka cemas akan nasib NKRI di bawah kepemimpinan nasional yang tidak tegas dan cenderung rapuh,” tegasnya.
Adhie Massardi menegaskan, skenario ini tidak akan berhasil. Sebab para aktivis pergerakan, kaum muda dan mahasiswa akan terus bergerak untuk menyelamatkan negeri ini dari kerusakan yang lebih parah.

Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan malah melihat, rezim penguasa sangat kentara bermain di balik berita Al Jazeera. “Jadi kelihatannya ini bagian dari provokasi yang dilakukan rezim melalui Al Jazerra,” ujar mantan aktivis ITB ini.

Efek lanjutan, diharapkan rezim memiliki alasan untuk secepatnya melakukan pre emptive strike terhadap kaum-kaum yang mengkritik rezim.

Target yang diharapkan rezim SBY sebagai pemilik kekuasaan adalah terciptanya pembenaran untuk melakukan pre emptive strikes.

Lebih kongkret, langkah pre emptive strikes diejawantahkan melalui revisi UU Intelijen.
“Pemerintah mengharapkan revisi UU Intelijen. Jadi intel bisa langsung memangkap orang-orang yang mengganggu stabilitas keamanan nasional. Apalagi kita kan tidak punya UU Subversif,” kata Syahganda Nainggolan.
Masih kata Syahganda, revisi UU Intelijen adalah target lain yang dikejar rezim SBY, selain tujuan utama, yakni pengalihan isu agar masyarakat semakin jauh dari isu-isu politik sebenarnya.

Namun terlepas benar atau tidak pemberitaan itu, ada hal yang patut digarisbawahi, bahwa pemberitaan ini semakin menegaskan, bahwa SBY sudah tidak mendapat tempat lagi di hati kaum muslimin.
“Situasi sudah buruk. Islam garis keras tidak suka, yang lebih moderat (komunitas lintas agama) juga bilang ada kebohongan yang dilakukan SBY,” tegasnya.

Sementara Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berpendapat, isu revolusi sebenarnya sesuatu yang tidak masuk akal untuk konteks Indonesia seperti saat ini.
“Justru masyarakat sekarang sudah menikmati kebebasan politiknya, kebebasan hak-hak konstitusinya. Bahwa demokrasi belum membawa kesejahteraaan yang diharapkan, iya memang dan itu menimbulkan kekecewaaan di setiap kalangan,” tuturnya.

Namun ia tetap tidak yakin kekecewaan itu bisa serta merta memantik revolusi seperti diungkapkan sementara kalangan. Sebab, untuk sebuah revolusi membutuhkan modal dan pemimpin. Dia cenderung melihat isu revolusi itu sengaja dimunculkan sebagai ungkapan kekecewaan di sebagian kalangan karena jengah melihat kondisi situasi negara, yang sudah terbilang morat-marit ini. Mereka tidak tahu harus berbuat apalagi untuk mengubahnya.
“Buat saya sih mungkin itu gagasan spontan yang mereka sendiri enggak paham, enggak tahu konsep dan jalannya seperti apa,” tukasnya.

Istana Cuek

Rencana aksi kudeta oleh DRI, ternyata sudah diketahui istana dan Presiden SBY. Istana pun menilai isu ini bukanlah sesuatu yang serius untuk ditindaklanjuti. Sebab, semua laporan menunjukkan bahwa ancaman itu hanya isu saja.
“Pemerintah tidak akan menangapi isu tersebut. Tokoh dan nama yang disebut dalam susunan kabinet Dewan Revolusi Islam juga telah membantahnya,” kata uru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Istana Merdeka, kemarin (24/3).

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Heru Lelono, melihat berita rencana penggulingan SBY oleh purnawirawan jenderal senior adalah sangat berlebihan dan tidak benar. “Purnawirawan jenderal adalah orang-orang yang terdidik Sapta Marga dan pasti memahami tata negara,” tegas Heru.
Para purnawirawan juga awalnya adalah seorang prajurit TNI maupun Polri yang bertugas sebagai pembela bangsa dengan segala tatanannya. Apalagi, lanjut Heru, para anggota TNI/Polri yang saat ini aktif telah bersumpah tidak lagi masuk ranah politik. Karenanya, menurut dia, bila terjadi kudeta bisa dipastikan yang melakukan itu adalah mereka yang aktif.

“Bahwa para purnawirawan sampai saat ini masih peduli dengan perkembangan bangsanya, adalah sebuah kewajiban,” ujar dia.

Ia percaya mayoritas para purnawirawan tidak memiliki niat merusak tatanan, apalagi kudeta. Kalaupun ada yang berpikir melakukan hal tersebut, ia yakin mereka sudah tercemari oleh pikiran politik kotor yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.

Sebelumnya, Al Jazeera, salah satu media yang berbasis di Qatar ini mengungkapkan gerakan sejumlah jenderal purnawirawan senior mendukung kelompok-kelompok Islam garis keras untuk menjatuhkan sang Presiden.
Dalam laporan koresponden Al Jazeera, Step Vassen, yang ditayangkan Selasa malam, 22 Maret 2011. Jenderal-jenderal ini menggunakan grup Islam garis keras untuk menggulingkan Presiden Yudhoyono, karena mereka menganggap SBY terlalu lemah dan terlalu reformis.(arp/wid/afz/rm/jpnn)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buruh Sumut memprihatinkan

    Buruh Sumut memprihatinkan

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kesejahteraan para pekerja saat ini masih tergolong minim. Padahal, pengentasan kemiskinan yang dicanangkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Syamsul Arifin, hanya wacana semata. Sehingga rakyat sangat kecewa dengan kebijakan itu. Kelompok Pelita Sejahtera (KPS), Sahat Lumbanraja, mengungkapkan kondisi pekerja, karyawan, dan buruh di Sumut, juga tergolong memprihatinkan. Padahal, ekspansi perkebunan kelapa sawit di Sumut […]

  • THR PNS di Daerah Sudah Cair 1,48 Triliun, Madina Belum Diketahui

    THR PNS di Daerah Sudah Cair 1,48 Triliun, Madina Belum Diketahui

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kementerian Keuangan menyatakan, hingga Kamis siang  (21/4/2022) pemerintah baru menyalurkan Rp1,48 triliun untuk THR PNS di daerah. Tunjangan itu diserap 354.854 pegawai di 55 instansi pemerintah daerah (pemda). Untuk Mandailing Natal, Sumut hingga kini belum diketahui apakah telah menyalurkan THR PNS atau belum. Sejauh ini belum diperoleh pernyataan Pemkab Mandailing Natal. […]

  • TEMBAKAU PILKADA

    TEMBAKAU PILKADA

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Opuk ukuran dua kali tiga meter yang sudah berdiri miring namun masih digunakan berposisi di tengah kampung seiring usianya yang telah tua. Daun rumbia yang menutupi atap opuk itu tinggal setengah dan sudah ditempeli dengan seng sebahagiannya, sehingga keestetikan opuk legendaris ini sudah berkurang. Tiang-tiang penyangga opuk yang terbuat dari batang […]

  • Gelombang 2 Covid-19 Melanda, Butuh Solusi Nyata

    Gelombang 2 Covid-19 Melanda, Butuh Solusi Nyata

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Wanda Maryam Syam Mahasiswi Sudah satu tahun lamanya, Covid-19 menetap di Indonesia. Dari berita tak biasa hingga akhirnya menjadi terbiasa kita dengar. Sempat beredar kabar bahwa virus satu ini akan usai, melihat penurunan lonjakan beberapa waktu lalu. Sayangnya, penurunan tersebut segera dimakan oleh berita lonjakan kedua gelombang Covid-19. Berita melonjaknya Covid-19 ini tentunya […]

  • Isu Mutasi bergulir di Akhir Bulan Desember tahun 2012

    Isu Mutasi bergulir di Akhir Bulan Desember tahun 2012

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pejabat di Paluta Kasak Kusuk Paluta,(MO). Mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) bakal bergulir dalam waktu dekat ini. Sejumlah pejabat mulai kasak-kusuk mengamankan dan mencari posisi empuk. Beberapa di antaranya, sudah bolak-balik ke rumah Bupati Paluta baik di Padangsidimpuan maupun di rumah dinas Bupati Paluta, Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak. Ada […]

  • Warga Sibolga – Tapteng Belanja ke Padangsidimpuan

    Warga Sibolga – Tapteng Belanja ke Padangsidimpuan

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Sibolga, – Warga Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) ramai-ramai mencari “barang baru” ke Pasar Sigumpal Bonang dan Plaza Anugrah Kota Padangsidimpuan. Padahal, di Kota Sibolga sudah memiliki fasilitas pasar yang memiliki barang-barang kebutuhan masyarakat yang tergolong cukup lengkap. Bahkan tak jarang diantara mereka merupakan pejabat atau anggota DPRD di Sibolga maupun Tapteng. Beberapa orang warga […]

expand_less