Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode

PGRI Keluhkan Belum Meratanya Penyebaran Guru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
  • print Cetak


MEDAN
Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia Dr Sulistyo M.Pd mengatakan, penyebaran guru sampai saat ini masih belum merata terutama di daerah pedalaman, sehingga berdampak pada pemerataan kualitas pendidikan.

“Memang kalau di perkotaan ataupun daerah padat, hal itu tidak terjadi. Tapi di pedesaan, pedalaman, daerah pinggiran hutan, dan pegunungan kenyataan kekurangan guru itu sangat terasa,” katanya di Medan, Jumat, 25 Maret 2011.

Bahkan, lanjutnya, temuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara langsung di beberapa daerah, masih dijumpai sekolah yang hanya memiliki tiga guru di satu sekolah. Dengan demikian praktis kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan.

Berbicara pada seminar nasional “Pengembangan Profesionalisme Guru” yang dilaksanakan Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (ALPTKSI) Wilayah I Sumut-NAD, ia mengatakan, oleh karena itu pemerintah harus bersinergi dan melibatkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam mengupayakan pemerataan guru.

Terutama PTS yang memiliki program studi pendidikan keguruan maupun lembaga pelatihan guru, agar persoalan itu dapat segera dientaskan. Saat ini jumlah PTN yang memiliki prodi pendidikan sekitar 33 unit, sedangkan jumlah PTS sebanyak 342 unit.

“Kehadiran ALPTKSI Wilayah I ini, diharapkan dapat melahirkan guru-guru berkualitas, sehingga akan menjawab persoalan sebaran guru yang masih belum merata itu,” kata Sulistyo yang juga Ketua Umum ALPTKSI Pusat ini.

Ia mengatakan, Mendiknas juga pernah mengungkapkan bahwa terjadi kelebihan guru sebanyak 500 ribu orang. Tapi kondisi itu hanya terjadi di daerah perkotaan saja, sedangkan di daerah terpencil, pedalaman, pegunungan, pedesaan justru sebaliknya.

Sekretaris ALPTKSI, Drs Sofyan Anif, dalam kesempatan yang sama mengatakan, meski jumlah guru sangat besar yakni 2.791.204 orang tapi penyebarannya kurang merata. Selain itu sampai saat ini masih banyak guru dengan berkompetensi rendah.

“Salah satu penyebabnya adalah belum semua guru yang mendapatkan peningkatan kompetensi dan desentralisasi pengelolaan guru. Oleh karena itu pembinaan dan pengembangan profesi guru menjadi pilihan terbaik, sehingga akan meningkatkan kualifikasi akademik, meningkatkan kompetensi serta peningkatan kesejahteraan guru,” katanya.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Bangun 11 Ruas Jalan Tahun 2022

    Pemkab Madina Bangun 11 Ruas Jalan Tahun 2022

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membangun 11 ruas jalan Kabupaten tahun dengan total anggaran Rp44 milliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022. Saat ini delapan titik ruas jalan sedang dalam tahap pengerjaan, sedangkan tiga lagi masih dalam tahap proses tender ulang. “Ada 11 […]

  • Pemda Madina Diharapkan Fasilitasi Pendirian Koperasi Petani Kopi

    Pemda Madina Diharapkan Fasilitasi Pendirian Koperasi Petani Kopi

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Pasar diharapkan dapat memfasilitasi para petani kopi didalam koperasi kopi. Pendirian badan koperasi ini selain melindungi para petani kopi dari permainan harga para tengkulak juga berpungsi untuk menampung hasil panen masyarakat Salah seorang penggiat kopi Ali Musa […]

  • Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendungan Aek Mata yang melintasi inti kota Panyabungan kondisinya sangat kotor akibat sampah menumpuk mengakibatkan wajah ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini rusak dan terkesan tidak terurus. Sampah yang menumpuk di bendungan ini akibat warga kota Panyabungan belum siap secara mental dan cultural menjaga keindahan kota serta parahnya manajemen pengelolaan […]

  • PT SMGP Tunjukkan Kepedulian, Bagikan Sebako Kepada Anak Yatim di Panyabungan Barat

    PT SMGP Tunjukkan Kepedulian, Bagikan Sebako Kepada Anak Yatim di Panyabungan Barat

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT Sorik Marapi Geothermal Power kembali membagikan paket sembako kepada 128  anak yatim dan anak berkebutuhan khusus. Kali ini di  6 desa di Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Senin,(27/6). Sembako yang disalurkan berupa 2 kg beras, minyak goreng 1 kg, mie lidi 1 bungkus, susu 2 kaleng, gula 1 kg, ikan […]

  • Layakkah Pernyataan “Tuhan Bukan Orang Arab” Diucapkan?

    Layakkah Pernyataan “Tuhan Bukan Orang Arab” Diucapkan?

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Diam itu adalah emas! Mungkin inilah nasehat yang cocok disampaikan kepada Bapak KSAD Dudung Abdurrahman. Sebab tidak punya kepabilitas menyampaikan sesuatu namun memaksakan diri untuk menjelaskan demi pembelaan dan pembenaran. Apalagi jika pernyataan tersebut dimaksudkan untuk bercanda. Layakkah ajaran agama sendiri dibawa untuk bersenda gurau? Terlebih urusan […]

  • Aneh, Pemda Kontrak Mobil 170 Juta Pertahun Untuk Dinas Wakil Bupati Madina

    Aneh, Pemda Kontrak Mobil 170 Juta Pertahun Untuk Dinas Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): Aneh, Pemda Mandailing Natal merental mobil dinas untuk menunjang aktifitas Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utami. Rentalnya mencapai Rp.170.000.000 per tahunnya. Hal ini terungkap setelah diketahui mobil dinas yang biasa di pakai oleh Wakil Bupati ber merk Hyundai mengalami kerusakan meski tergolong baru. Kepala Bagian Umum Sekretariat Pemkab Mandailing Natal Irsan […]

expand_less