Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Dalam seminggu terakhir, dua orang warga Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meninggal dunia akibat diserang penyakit diare. Dugaan sementara, penyakit diare itu bersumber dari jajanan anak.

Hingga Sabtu (26/03/2011), warga Huta Tinggi masih banyak mendatangi posko kesehatan di desa tersebut. Untuk mencegah sekaligus mengendalikan penyakit yang mematikan ini tidak menular, posko kesehatan terus membagikan obat penangkal kepada masyarakat.

Salah seorang pasien yang terserang penyakit diare, Husein (3t), terpaksa dilarikan oleh orang tuanya ke posko kesehatan di desa tersebut, karena anaknya yang masih balita ini selalu buang air besar berbentuk cairan.

Ibu korban sangat khawatirkan anaknya tersebut terkena wabah diare, penyakit menakutkan yang sedang menyerang desa mereka. Beruntung kondisi Husein belum parah sehingga masih bisa berobat jalan.

Informasi yang diperoleh wartawan, dalam satu minggu terakhir, akibat wabah diare di Huta Tinggi, sedikitnya ada 54 orang warga yang telah menjadi korban dan dua orang diantaranya meninggal dunia karena tidak bisa diselamatkan.

kedua orang korban tersebut adalah Zubaidah (11) dan Fadillah (8) yang keduanya masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kadis Kesehatan Pemkab Madina Sakdiah melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Rusdi Nasution saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kejadian ini tergolong kejadian luar biasa (KLB) karena sebelumnya kejadian seperti ini tidak pernah terjadi di Madina.

Menurut Rusdi, korban meninggal akibat diare diduga akibat terlambat ditangani oleh tim medis, sehingga korban sempat kehabisan cairan ditubuhnya.

Masih kata Rusdi, untuk menanggulangi masalah penyakit diare ini, pihaknya langsung melakukan sosialisasi dan membagikan obat pencegah diare kepada 1.200 warga yang berada di radius satu kilo meter dari pusat desa.

“Sejauh ini, langkah ini menurut kami sangat efektif untuk mengendalikan penularan di desa ini. Dari pantauan kami warga yang berobat sudah jauh berkurang dan kondisinya menurut analisi kami dari Dinas Kesehatan sudah tidak terlalu parah. Dugaan sementara, penyebab penyakit diare akibat anak-anak jajan sembarangan kemudian menular karena warga di Desa Huta Tinggi ini masih banyak yang menggunakan sungai untuk keperluan MCK,” ujar Rusdi.

Rusdi menambahkan, meski demikian, Dinas Kesehatan Pemkab Madina akan meminta Bapedalda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan air yang ada di Desa Huta Tinggi, karena selain sungai, warga juga menggunakan air pancuran. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru bukan lagi panggilan jiwa

    Guru bukan lagi panggilan jiwa

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. “Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini. Dia menilai guru yang mengajar […]

  • Reses Ludfan Nasution dan Urgensitas Madrasah Bagi Generasi Muda

    Reses Ludfan Nasution dan Urgensitas Madrasah Bagi Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 23 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNG BARINGIN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal dari PKB, Ludfan Nasution,S.Sos melakukan reses di Kelurahan Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Jum’at (23/3). Wacana madrasah yg sangat vital dalam memupuk iman dan ilmu agama bagi generasi muda menjadi topik penting di reses ini. Selain itu, aspirasi masyarakat menyangkut infrastruktur juga menjadi bahasan. Reses berlangsung di […]

  • Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

    Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)-Penghentian sementara operasional tambang Martabe di Tapanuli Selatan, Sumut, merupakan sebuah kerugian besar bagi Indonesia. Terutama bagi citra Indonesia di mata dunia internasional. Bahwa ternyata iklim investasi di negara ini masih tidak kondusif, hanya karena tarik ulur antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, terkait masalah pemasangan pipa pembuangan sisa limbah […]

  • Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online: Perusakan lingkungan akibat aktifitas Pertambangan emas ilegal kini semakin marak dan sudah merambah ke wilayah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang notabene dilindungi oleh negara sebagai paru-paru dunia. Aktifitas tambang emas ilegal di kawasan TNBG ini sepertinya kebal hukum. Sebab diketahui telah beberapa kali tim dari TNBG sudah melakukan razia. Namun, tampaknya tak […]

  • Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Secara empiris semua perusahaan tambang pasti akan merusak lingkungan, terutama tambang emas, batubara dan timah, karena bahan tambangnya ada di perut bumi yang harus dibor atau digali baik secara manual maupun secara modern. “ kibatnya kontruksi tanah pegunungan dan lingkungan hidup lainnya akan rusak baik hutan, batuan dan sumber daya alam hayati, flora dan […]

  • KPK Awasi Dana BOS 2011

    KPK Awasi Dana BOS 2011

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Guna menghindari penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2011, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi penyaluran serta penggunaannya. “Bagaimana bentuk perngawasannya, KPK lebih tahu,” kata Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh seusai bertemu pimpinan KPK di kantor KPK, Jakarta, Rabu (22/12). Selama ini, dana BOS disalurkan dari Kemenkeu ke […]

expand_less