Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jun 2024
  • print Cetak

(Bagian 1 dari 4 Tulisan)

Ivan Iskandar Batubara

Oleh: Ludfan Nasution, S.Sos

Semua orang punya ayah. Semua mungkin dapat pesan spesial. H. Ivan Iskandar Batubara dapat pesan untuk ikut mengurus Madina. Tak boleh ditawar. Inilah spirit besar yang tak terbendung.

Saat ini, nama salah satu Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini makin santer disebut-sebut. Selain digadang-gadang untuk maju menjadi calon Bupati Madina, tokoh yang mendapat gelar adat Mandailing Patuan Perimpunan Gomgom Mandailing ini dikabarkan punya peluang besar untuk menjadi calon Wakil Gubernur Sumatera Utara.

Lepas dari jumlah partai politik yang sudah dijajaki untuk mengusung dan memenangkan putra sulung Alm. H. Maslin Batubara ini menjadi bupati Madina ke depan, cukup menarik juga menyoroti personalitasnya.

Dalam wawancara eksklusif dengan tokoh ramah bernama lengkap Ivan Iskandar Mangkuto Raja Batubara di Panyabungan awal Juni ini, terungkap satu bingkai cerita saat-saat bersama Ayahanda. Dalam suasana santai, perbincangan mengalir hingga terasa waktu begitu cepat berlalu.

***

Seperti semua orang, punya kesan dan pesan sangat mendalam dengan tokoh ayah. Semua punya kesaksian personal. Semua ayah sangat istimewa bagi anak-anak dan segenap keluarganya. Sosok ayah selalu hadir dalam doa setiap anak. Pun bagi tokoh pengusaha nasional yang sudah sangat matang ini, semua doa untuk ayah mengingatkan tentang kesan dan pesan yang dalam.

Dia mengungkapkan, sebagai anak sulung, dia merasa sangat istimewa di mata Ayahanda. Dia punya bahasa dan sentuhan khusus. Pun sebaliknya, Ayahanda senantiasa membuat dirinya istimewa di samping keempat saudaranya Hj. Sonda Sari Batubara, H Muhammad Ikhsan Batubara, H Muhammad Hidayat Batubara dan Hj. Maisyarah Batubara.

Makanya, setelah Ayahanda wafat, suami dari Revita Evitika Lubis gelar Namora Junjungan Nauli ini pun tak hanya memainkan peran dan menghadirkan sosok ayah. Dia juga terus menjadi si sulung yang menguatkan dan merekatkan hubungan di antara mereka berempat.

Bagi Ivan, itu masa yang berat. Saat-saat transisional yang secara psikologis membuat dirinya lebih sensitif, lebih mudah tersinggung dari pada sebelum-sebelumnya.

“Tapi, alhamdulillah, petuah-petuah Ayah menjadi obat bagi kami. Saya coba rangkai cuplikan dari begitu banyak peristiwa yang sangat-sangat istimewa untuk menjadi seolah sebuah buku yang tempo-tempo bisa saya buka,” tutur ayah dari Tondi, Muhammad Hafidz Iskandar Batubara, ini.

***

Ayahanda yang wafat pada Rabu, 11 Dzulhijjah 1442 atau 21 Juli 2021, memang senang bercerita. Tentang kawan sepejuangan membangun usaha. Tentang sanak saudara. Terutama tentang kampung halaman. Bagitulah pada saat berpergian bersama ke luar negeri. Selalu ada kisah saat di kampung.

Dalam banyak kesempatan, Ayahanda sering menyebutkan bahwa dirinya sudah menyaksikan banyak kabupaten lain yang sudah sangat maju. Walau tak punya alam sekaya Madina. Sekalipun tidak punya adat-istiadat dan budaya sehebat Madina. Walaupun menjadi daerah otonom (mekar dari kabupaten induk-nya) belum selama Madina.

Pembangunan di banyak kabupaten/kota itu jauh lebih progresif. Masyarakat pun dinamis. Rakyatnya makmur.

Perbandingan-perbandingan seperti itu bikin Ayahanda makin merasa miris dan makin prihatin. (BERSAMBUNG)

Muhammad Ludfan Nasution adalah jurnalis / pernah anggota DPRD Madina 2014-2019

Ludfan Nasution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 17 Puskesmas Terima Komputer

    17 Puskesmas Terima Komputer

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Sebanyak 17 Puskesmas dari 26 Puskesmas yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menerima 1 unit komputer untuk masing-masing Puskesmas. Bantuan ini merupakan proyek Niece sebagai tanda ucapan terimakasih berakhirnya kerja sama Pemkab Madina melalui dinas kesehatan dengan program kesehatan dunia itu. Penyerahan berlangsung di aula kantor Dinas Kesehatan Madina di komplek […]

  • Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

    Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dana Pilkada di Madina kali ini menjadi versus. Angka 37 milyar versus angka 40,3 milyar. Rasional vs regulatif. DPRD Madina ngotot di angka 37 milyar. KPU Madina ngotot di angka 40,3 milyar. Versus-versusan ini ronde kedua. Versus ronde pertama adalah antara KPU Madina versus Pemkab Madina. Antara angka 65 milyar yang diakukan KPU […]

  • Camat di Madina Terindikasi Arahkan Kepdes Loloskan Bimtek PKK

    Camat di Madina Terindikasi Arahkan Kepdes Loloskan Bimtek PKK

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Temuan LSM Tamperak mencuatkan indikasi peran para camat di Mandailing Natal (Madina) mengarahkan kepala desa meloloskan program Bimtek TP PKK Desa. Bimtek TP PKK Desa menjadi sorotan publik karena dilaksanakan sebelum masa pencairan Dana Desa. LSM Tamperak menemukan banyak kepala desa pontang panting mencari pinjaman kepada rentenir pembunga uang untuk pembiayaan […]

  • Bupati Diminta Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Kades Tabuyung

    Bupati Diminta Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Kades Tabuyung

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Indikasi tidak sinergisnya pemerintahan Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Sumut, mulai terlihat. Salah satu indikatornya, berdasar amatan warga, hingga tanggal 17 Juli 2022 Pj Kepala Desa Tabuyung, dr Mahyuni belum pernah terlihat masuk kantor desa sejak diangkat tanggal 27 Juni 2022. “Belum pernah (masuk kantor-red). […]

  • Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

    Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BIAR tak dikatai ‘Kuper’ atau nggak gaul, nai Heppot jadi latah pakai istilah khususnya saat melayani tamu pelangannya. Saat amani Jamotan dan kawan-kawannya asyk memperbincangkan kasus Century, dan sampai lupa pula memesan kopi, tiba-tiba ia nongol sambil mendekatkan sendok ke mulutnya layaknya operator gendang kibor ngetest mikropon. “Interupsi, kopi do di hamu, Amang? Dari tadi […]

  • Polwan Kenakan Jilbab, Sanksi Menanti

    Polwan Kenakan Jilbab, Sanksi Menanti

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Para Polwan muslim di Indonesia tampaknya masih harus menunggu untuk bisa mengenakan jilbab. Pasalnya, hingga kini aturan pakaian tersebut belum dibuat. Alhasil, hingga kini polwan yang beragama Islam belum diperbolehkan mengenakan jilbab sebagai bagian dari pakaian dinasnya. Aturan jilbab bagi polwan muslim hanya ada di Nangroe Aceh Darussalam. Itu pun bukan berasal dari […]

expand_less