Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Terbakar? Dibakar?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
  • print Cetak

Alm. Rico Sampurna Pasaribu dan rumahnya yang terbakar

Oleh: Dahlan Iskan

Para wartawan di Karo akan menyalakan lilin bersama. Lokasinya: di reruntuhan rumah rekan mereka di Kabanjahe.

Nama rekan wartawan itu: Rico Sempurna Pasaribu. Usia sekitar 45 tahun. Sempurna tewas terbakar di rumahnya bersama istri, anak, dan cucunya.

Para wartawan sudah mendesak agar aparat keamanan mengungkap sejelas-jelasnya: itu kebakaran atau dibakar.

Kecurigaan sengaja dibakar sangat beralasan. Dalam dua minggu terakhir, Sempurna gigih mengungkapkan perjudian sampai backing-backing-nya. Sempurna juga gigih menulis soal peredaran narkoba di Karo.

Karo menduduki posisi ketiga terbesar untuk peredaran narkoba di Sumut. Hanya kalah oleh Medan dan Binjai.

Untuk menulis artikel ini, saya menghubungi wartawan di Kabanjahe: Marko Sembiring Keloko. Marko adalah teman Sempurna. Mereka bersama-sama meniti karir sebagai wartawan. Awalnya sebagai koresponden harian Senior Medan di Karo.

Ketika Marko pindah ke koran Poskota Sumatera, Medan, Sempurna juga pindah ke sana –sebagai wartawan di Karo. Lalu ketika Marko pindah lagi ke Pos Metro 22 Jam, Sempurna pun tetap selangkah.

Setelah tiga kali selalu bersama pindah media mereka berpisah. Marko ke Pos Metro Medan milik grup Jawa Pos. Sempurna pindah ke media online bernama tribratatv.com. Tapi mereka tetap satu kota: di Kabanjahe.

Hari menjelang tewas itu Marko masih bertemu Sempurna. Mereka sama-sama meliput demo antijudi dan antinarkoba di Karo. Yang melakukan demo adalah tokoh-tokoh agama di Karo: Kristen, Islam, Katolik, Buddha. Jumlah pendemo sekitar 300 orang.

Mereka demo di dua lokasi: Pemkab Karo dan Polres Karo. Mereka meliput sampai pukul 11.00 siang. Setelah itu keduanya ke rumah makan: Marko memesan sup ayam kampung. Sempurna hanya memesan jus jeruk. Sempurna mengaku sarapannya agak siang. Masih belum lapar.

Selesai makan mereka berpisah. Tidak menyangka itulah liputan bersama terakhir kalinya. Malam setelah itu, sekitar pukul 03.00 dini hari, rumah Sempurna dilahap api. Habis. Semua penghuni di dalamnya tewas terbakar.

Rumah itu kecil sekali. Sekitar 3 x 4 meter. Dindingnya papan. Tidak terlihat kukuh. “Kami di sini bilang, ditabrak kucing pun dinding papan itu jebol,” ujar Marko.

Itulah yang membuat teman-teman Sempurna heran. Kenapa Sempurna tidak sempat lari dari kebakaran. Pun istri dan anak cucunya.

Rumah itu berpenghuni 4 orang: Sempurna, istri, anak kedua, dan seorang cucu. Itu cucu dari anak pertama yang sudah menikah dan tinggal di rumah terpisah. Sang cucu dirawat di situ karena ibunyi bekerja.

Empat-empatnya tewas terbakar Rabu lalu. Rekan-rekannya curiga: kebakaran itu terkait dengan gencarnya tulisan Sempurna soal judi dan narkoba dengan segala backing-nya. Bahkan tidak hanya di media. Sempurna juga mengunggahnya di FB-nya. Termasuk alamat orang yang ia tulis sebagai backing judi.

Menurut Marko, teman-temannya sudah mengingatkan: mengapa cari perkara seperti itu. Tapi Sempurna terus menuliskannya.

Seorang wartawan lain masih bersama Sempurna malam itu. Namanya Anderson Sembiring. Wartawan online Metro One Online. Anderson yang malam itu mengantarkan Sempurna pulang. Hampir pukul 12 malam. Beberapa menit kemudian Anderson menelepon Sempurna. Ia mengabarkan sudah selamat sampai di rumahnya. Selamat tidur.

Keesokan paginya Marko membuka HP. Grup WA wartawan Karo ribut: Sempurna meninggal. Rumahnya terbakar. Mereka langsung mencurigai kebakaran itu terkait dengan pemberitaan.

“Kami, teman-temannya, menganggap Sempurna adalah wartawan pejuang.”

Sempurna hanya tamatan SMA. Ayahnya seorang sopir pengangkut kayu. Penghasilannya sebagai wartawan tidak bisa membuatnya punya rumah yang layak. Istri Sempurna ikut mencari penghasilan; jualan di rumahnya. Mracangan. Termasuk jual gas elpiji dan bensin.

Kepolisian Karo menjelaskan kebakaran itu ada kaitannya dengan bahan bakar yang dijual. Tapi belum ada penjelasan api berasal dari mana. Karo berudara sejuk. Harus ada api untuk bisa membuat bensin terbakar.

Dicopy dari: Disway edisi Senin (1/7/2024)

Dahlan Iskan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishut tak punya data kerusakan hutan

    Dishut tak punya data kerusakan hutan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBUHUAN – Tingkat kerusakan hutan (deforestasi) di Kabupaten Padanglawas tergolong tinggi akibat perambahan dan adanya dugaan penyalahgunaan HPH, sehingga mengarah pada pembalakan liar. “Ternyata Dinas Kehutanan dan Perkebunan tidak mempunyai data tentang kerusakan hutan itu,” ungkap Kepakla Dinas Hutbun Padanglawas, Sulaiman Harahap, siang ini. Dia mengatakan, pihaknya belum mempunyai data tetang deforastasi. Mereka juga belum […]

  • Diduga Gegara Tender Proyek, Kaban BPJB Madina Zainal Sitepu Dibebastugaskan dan Dilakukan Riksus

    Diduga Gegara Tender Proyek, Kaban BPJB Madina Zainal Sitepu Dibebastugaskan dan Dilakukan Riksus

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa ( BPJB ) Pemkab Mandailing Natal ( Madina ) Zainal Sitepu dibebastugaskan Bupati Saipullah Nasution  dari jabatan. Pembebastugasan Zainal Sitepu ini pun menjadi bahan perbincangan dikalangan pejabat pemkab madina karena mendadak. Kabar yang didapat Mandailing Online pembebastugasan Zainal Sitepu berkaitan dengan proses tender sejumlah […]

  • Bupati Madina: Generasi Muda Penerus Kepemimpinan

    Bupati Madina: Generasi Muda Penerus Kepemimpinan

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM. Jafar Sukhairi Nasution, menyatakan bahwa generasi muda adalah penerus estafet kepemimpinan di Madina. Oleh karena itu, generasi muda harus banyak melatih diri agar memiliki kemampuan fisik dan mental serta seportivitas yang mumpuni. Hal itu dikatakan bupati saat melepas kafilah Porsadin Madina dilaksanakan di Masjid Agung […]

  • DPRD Madina Minta Polisi Usut Kasus Penembakan Warga

    DPRD Madina Minta Polisi Usut Kasus Penembakan Warga

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengusut tuntas kasus penembakan warga oleh aparat kepolisian saat berunjukrasa mendesak penutupan perusahaan tambang PT Sorikmas Mining, Ahad (29/05/2011) kemarin. “Kita dari DPRD Madina meminta Kapolda Sumut mengusut tuntas aparat pelaku penembakan warga saat melakukan unjuk […]

  • Wabup Minta Masyarakat dan Perusahaan di Madina Dukung Bandara AHN

    Wabup Minta Masyarakat dan Perusahaan di Madina Dukung Bandara AHN

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKITMALINTANG, (Mandailing Online) – Masyarakat dan perusahaan di Mandailing Natal (Madina), Sumut diharap menggunakan pesawat Madina-Medan dan Medan-Madina sebagai salah satu dukungan bagi keberadaan Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (AHN). Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengungkapkan ketercapaian target penumpang akan mendorong peningkatan jenis pesawat yang mendarat dan penambahan jumlah hari jadwal […]

  • RSU Panyabungan Terapkan Teknologi Berbasis Smartphone

    RSU Panyabungan Terapkan Teknologi Berbasis Smartphone

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Barcode sering disebut kode baris atau kode batangan. Siapa yang tak kenal teknologi ini? Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, barcode hadir memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitas identifikasi dan pengolahan data. Teknologi ini unggul karena lebih akurat, efesien dalam penggunaannya, serta harganya pun terjangkau. Beberapa barcode standar telah dikembangkan selama beberapa tahun yang biasa disebut dengan […]

expand_less