Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

Dajjal dalam Suatu Sistem

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • print Cetak

“Fitnah terbesar itu justru ketika manusia kehilangan orientasi kebenaran. Saat wahyu tak lagi dijadikan standar. Yang dijadikan ukuran hanyalah opini (sekulerisme) dan mayoritas (demokrasi)”


Bayangkan sebuah sistem siluman menjalar di setiap sendi kehidupan: ekonomi, media, pendidikan, bahkan teknologi. Semuanya bergerak tanpa disadari, kecuali oleh mereka yang jiwanya peka dan imannya hidup. Banyak orang menunggu kemunculan Dajjal sebagai sosok bermata satu di akhir zaman. Padahal, jauh sebelum ia muncul secara fisik, sistemnya telah hadir dan mencengkeram dunia dalam diam.

Sistem Dajjal bukan sekadar kehadiran satu makhluk jahat, melainkan sebuah konstruksi global yang membentuk cara kita berpikir, memilih, bahkan mencintai. Ia menyamar dalam bentuk kemajuan, menyusup dalam algoritma, dan menampilkan wajah ramah yang mematikan ruhani.

Ketika Gunung Roti Tak Lagi Mengenyangkan

Rasulullah ﷺ bersabda: “Dajjal membawa bersamanya gunung roti dan sungai air.” (HR. Muslim, 2934)

Dalam hadis ini, Rasulullah mengisyaratkan bahwa Dajjal akan menguasai sumber-sumber vital kehidupan manusia. Hari ini, bukan khayalan lagi bahwa sektor pangan dan air dunia dikendalikan oleh segelintir elite global.

Perusahaan-perusahaan raksasa agrikultur dan pengolahan makanan tidak hanya memonopoli produksi, tapi juga menentukan pola makan, kesehatan, dan bahkan arah kebijakan negara. Kita menyaksikan bagaimana ketergantungan terhadap mereka menciptakan ketimpangan dan kecemasan kolektif.

Gunung roti itu bukanlah karunia, melainkan alat kontrol. Ia menjinakkan manusia melalui perut mereka, menjadikan mereka penurut saat lapar, dan kehilangan harga diri saat bergantung.

Media sebagai Cermin Terbalik: Ketika Neraka Dinamakan Surga

Rasulullah bersabda: “Nerakanya adalah surga, dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim, 2936)

Hadis ini menggambarkan realitas yang terbalik. Dunia hari ini dikendalikan oleh industri media dan hiburan yang menjadikan maksiat tampak indah dan kesalehan tampak kuno. Seksualitas dipertontonkan tanpa rasa malu. LGBT yang mulai dinormalisasikan atas nama hak asasi. Nilai-nilai ilahi dituduh ketinggalan zaman. Padahal, yang sesungguhnya terjadi adalah pembunuhan spiritual massal yang dipoles dalam sinematografi tinggi dan algoritma konten.

Inilah hegemoni media sistem Dajjal: mengubah persepsi umat manusia terhadap kebenaran. Yang salah tampak benar. Yang benar tampak fanatik.

Fitnah Global dalam Sekejap: Kecepatan yang Membingungkan

Rasulullah ﷺ bersabda: “Dajjal akan melintasi bumi seperti hujan yang ditiup angin.” (HR. Ahmad – hasan)

Hari ini, kecepatan penyebaran informasi telah melampaui akal sehat. Dalam hitungan detik, sebuah ideologi atau gaya hidup dapat menyebar ke seluruh dunia. Teknologi, internet, media sosial—semuanya adalah alat. Tapi dalam sistem Dajjal, alat itu diarahkan untuk menyebarkan keraguan, relativisme, dan kehampaan makna.

Dengan satu klik, manusia dijejali opini, tren, dan paham yang mengikis iman. Dalam sistem ini, manusia tidak dipaksa, tapi ditarik perlahan ke dalam lingkaran kebohongan melalui kenyamanan yang melenakan.

Dajjal: Bukan Hanya Sosok, Tapi Sebuah Era

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sejak penciptaan Adam, tidak ada fitnah yang lebih dahsyat daripada fitnah Dajjal.” (HR. Muslim, 2946)

Fitnah Dajjal bukan hanya soal kemampuan menghidupkan orang mati atau menciptakan ilusi. Fitnah terbesar itu justru ketika manusia kehilangan orientasi kebenaran. Saat hati menjadi tumpul. Saat wahyu tak lagi dijadikan standar, dan yang dijadikan ukuran hanyalah opini dan mayoritas.

Itulah zaman kita. Agama direduksi menjadi identitas sosial. Kebenaran dijadikan urusan perasaan. Dan iman dianggap ekstrem jika ia tak kompromi terhadap budaya.

Apa Arti Semua Ini untuk Kita?

Bayangkan dunia sebagai panggung besar, di mana cahaya dan bayangan saling berlomba menampilkan pertunjukan. Tapi tak semua sadar bahwa mereka sedang disuguhi ilusi. Itulah dunia hari ini—indah dalam tampilan, tapi penuh jebakan dalam hakikat. Sistem Dajjal telah menjelma menjadi sebuah era, sebuah cara hidup, dan lebih parahnya: ia dianggap normal.

Lantas apa artinya bagi kita?

Pertama, kita harus sadar bahwa kita sedang berada dalam pertarungan spiritual paling dahsyat. Bukan antara pedang dan peluru, tapi antara kebenaran dan kebohongan yang diselimuti cahaya palsu. Hidup hari ini bukanlah netral. Kita sedang memilih—apakah ikut arus atau menjadi arus.

Kedua, kita harus jujur pada diri sendiri: seberapa besar kita telah ikut dalam sistem itu? Apakah kita menolak, atau diam-diam merasa nyaman dan menikmati semua kemudahan yang disediakan sistem, meski tahu itu menjauhkan kita dari Allah?

Saatnya memperkuat iman dan taqwa, bukan sekadar ritual, tapi kepekaan batin untuk mencium aroma kebatilan walau dibungkus keindahan. Taqwa membuat kita gelisah saat sesuatu terlihat indah tapi menyesatkan. Iman menjadikan kita teguh saat orang lain ragu. Dan hanya mereka yang memiliki cahaya dalam dada yang akan selamat dari labirin fitnah ini.

Jangan sendirian. Bangun komunitas shalih, hidupkan kajian, temukan lingkungan yang menghidupkan ruhani. Sebab sistem ini bekerja untuk memisahkan kita, dan Islam memanggil untuk merapatkan barisan.

Terakhir, kuatkan hafalan Surat Al-Kahfi. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindung dari Dajjal.” (HR. Muslim)

Ini bukan hanya amalan teknis, tapi perisai spiritual yang menjadi tanda bahwa kita menolak tunduk pada sistem batil. Bahwa kita masih ingin berada dalam rombongan yang menyelamatkan iman—meski harus berjalan di atas bara.

Sistem Dajjal adalah sistem yang menjanjikan kebebasan, tetapi mengikat jiwa. Ia menjanjikan pencerahan, padahal menjerumuskan pada kegelapan. Ia menjanjikan kemajuan, tapi menggiring manusia menjauh dari fitrah.

Kita mungkin tidak bisa menghentikan lajunya, tapi kita bisa memilih: menjadi penonton, atau menjadi pejuang iman. Dalam zaman yang dipenuhi bayangan, jadilah mereka yang tetap menyalakan pelita. Dalam dunia yang penuh ilusi, jadilah manusia yang tetap mencintai kebenaran walau terasa pahit.

Karena pada akhirnya, hanya mereka yang bertahan dengan iman dan yakin pada hari akhir—yang akan mampu selamat dari badai besar ini.

Artikel ini dicopy dari muhammadiyahsolo.com, judul: “Sistem Dajjal: Perang Sunyi atas Iman
Penulis Hanif Syairafi Wiratama, Editor: Alan Aliarcham.

Editor untuk Mandailing Online: Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klarifikasi Berita Tentang Anggota DPRD Madina Dapil III dari Nasdem

    Klarifikasi Berita Tentang Anggota DPRD Madina Dapil III dari Nasdem

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait adanya berita yang pernah dilansir Mandailing Online edisi Jum’at (21/11) lalu yang berisi oknum anggota DPRD Madina diduga sedang minum minuman beralkohol di salah satu café di lingkar timur Panyabungan saat Satpol PP melakukan razia, Kamis (20/11), Redaksi Mandailing Online melakukan investigasi lanjutan untuk mendalami alibi di TKP (tempat […]

  • Komisi I: Polisi Harus Secepatnya Tangkap Pelaku Pemukulan Wartawan

    Komisi I: Polisi Harus Secepatnya Tangkap Pelaku Pemukulan Wartawan

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) menyebutkan pihak kepolisian harus secepatnya menangkap pelaku pemukulan wartawan di Lopo Mandheling Coffee, Aek Galoga, yang terjadi pada Jumat (4/3) malam kemarin. “Kita dari Komisi I meminta kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap kasus pemukulan wartawan yang sedang viral itu,” kata Ketua Komisi I Zubaidah Nasution. […]

  • Pandemi Covid-19, HUT Madina Berjalan Sederhana

    Pandemi Covid-19, HUT Madina Berjalan Sederhana

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berjalan sederhana. Tidak ada pawai atau karnaval sebagaimana biasanya. Peringatan HUT tahun ini dipusatkan di pelataran Masjid Agung Nur Alan Nur berupa ekspo ekonomi kreatif dan pagelaran kreativitas seni budaya. Usai mengikuti rapat paripurna istimewa HUT […]

  • Srikandi PP Madina Berbagi Takjil

    Srikandi PP Madina Berbagi Takjil

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memanfaatkan momen Ramadan untuk berbagi takjil dengan masyarakat yang melintas di depan Sektretariat MPC PP, jalan Willem Iskander, Pidoli Dolok. Agenda sosial yang diikuti oleh puluhan kader Srikandi ini dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi Ida Rosita. […]

  • Mandailing Indonesia Setuju Iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan

    Mandailing Indonesia Setuju Iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Etnis Mandailing di tanah leluhur, Sumatera Utara, Indonesia menyetujui perjuangan etnis Mandailing di Malaysia dalam pengajuan iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan sebagai warisan kesenian Etnis Mandailing untuk disetarakan dengan kesenian etnis lain di Malaysia. Persetujuan itu muncul dalam pertemuan antara pengurus Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM) dengan beberapa unsur, di Sopo […]

  • Atika: Renja Pemkab Diadopsi dari Kebutuhan Rakyat

    Atika: Renja Pemkab Diadopsi dari Kebutuhan Rakyat

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintahan Sukhairi-Atika saat ini tengah menyusun rancangan kerja (renja) pemerintah daerah. Renja itu berpijak pada partisipasi dan adaptasi terhadap aspirasi dan kebutuhan rakyat Mandailing Natal (Madina). Itu diungkap Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPRD Madina, Kamis (12/8/2021) tentang penetapan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) […]

expand_less