Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Sembilan Tahun Mencari Wakil Bupati Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
  • print Cetak

Ivan Iskandar Batubara

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution*

Ketika searching pemberitaan di mesin pencari digital, saya menemukan sebuah berita tentang Ivan Iskandar Batubara (IIB) yang sedang mencari tandem untuk posisi bakal calon wakil bupati. Pikiran saya langsung tergiring ke suasana Pilkada Mandailing Natal 2024 yang saat ini makin tegang menunggu rekomendasi partai dan seleksi balon wakil bupati.

Tapi, ternyata, berita itu diposting website berita Mandailing Online pada sembilan tahun yang lalu.

Bagi saya, berita itu menarik bukan saja karena eskalasi Pilkada 2024 ini. Tapi juga karena, setahu saya, sekalipun belum mengumumkan, IIB sudah menemukan tokoh yang tepat untuk mendampinginya.

Dari kepingan cerita itu, saya coba bikin reka-rekaan (analitis) bahwa:
IIB sudah mencari wakil selama sembilan tahun ini. IIB urung maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2014 bukan karena soal wakil itu.
Progres IIB terkesan melambat dalam sembilan terakhir ini bukan pula karena soal wakil itu.

***

IIB sudah mencari sosok yang tepat untuk menjadi mitranya selama sembilan tahun ini. Setidaknya, sejak Pilkada 2014, dia sudah berupaya mengenal lebih dalam tentang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan tokoh-tokoh besarnya. Dengan orientasi harmonis dan visi tajam sebagai putra asli Madina, dia bergerilya menemui satu demi satu.

Memang tidak mudah menemukan kawan yang seiring sejalan. Hingga KPU Madina menetapkan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati, nama IIB memang tidak muncul. Saat itu tidak ada informasi yang menerangkan mengapa IIB mundur dari bursa pencalonan. Tidak muncul juga penjelasan apakah saat itu IIB sudah menemukan tandem wakil bupatinya.

Logikanya, IIB sudah memiliki data tentang siapa saja figur pemimpin, terutama yang cocok untuk menjadi wakilnya, yang mungkin muncul di kontestasi Pilkada berikut. IIB tentu menyimpan data tentang kepemimpinan itu.

Di Pilkada 2024 ini, nama IIB yang sudah mengemban amanah yang terpatri dalam gelar adat Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing kembali mencuat. Tentu saja, dia membutuhkan wakil yang bisa melengkapi ketangguhannya untuk mendapatkan rekomendasi partai politik sebagai paslon Bupati dan Wakil Bupati Madina pada Pilkada 2024.

Artinya, dengan data yang terkumpul selama sembilan tahun ini, IIB seyogianya akan menemukan tokoh balon wakil bupati. Tidak salah juga jika disebut bahwa IIB perlu waktu sembilan tahun untuk itu.

Artinya, bukan berarti tak cukup waktu sembilan tahun untuk bisa langsung tampil berpasangan dalam sosialisasi Bacakada (bakal calon kepala daerah) yang mendampinginya di Pilkada Madina 2024 ini.

***

Makanya, siapa pun yang jadi wakil itu, tentu merupakan tokoh yang sudah masuk seleksi selama sembilan tahun ini. Dan, karena itulah, orang itu termasuk sosok paling mumpuni.

Akan tetapi, IIB urung maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2014 bukan karena soal wakil itu. Ada faktor lain yang lebih mendasar. Matematika politik hari itu tidak menguntungkan bagi Madina jika dia memaksakan dirinya untuk terus maju sebagai balon Bupati Madina. Andaikan lanjut tampil dan menang tarung pun, sinergi yang yang bisa dihimpun tak cukup untuk mengatasi problematika Madina saat itu.

Maka, pilihan sikap untuk mengurungkan niat baiknya untuk terjun langsung membangun Madina sudah tepat.

Yang jelas, bukan karena belum dapat balon wakil. Bahkan, isu yang beredar menyebut setidaknya ada 24 nama yang sudah mengajukan “lamaran” untuk jadi wakil itu.

Lalu, setelah tahapan pendaftaran balon ke KPU Madina makin dekat, progres pencalonan IIB justru terkesan melambat. Bahkan sempat mengemuka isu yang menyebut IIB sudah mundur dari perkelebatan Pilkada. Tragisnya, sama sekali tidak ada pihak yang memberi informasi tentang itu. Sehingga muncul kalimat-kalimat spekulatif yang tidak culas dan kontra-produktif.

Isu sekitar pergerakan IIB itu malah memunculkan tudingan personal, termasuk yang menyebut bahwa waktu sembilan tahun itu pun tak cukup untuk hanya sekedar cari balon wakil karena tidak sungguh-sungguh.

Padahal, sudah sangat jelas, problemnya bukan karena belum menemukan yang cocok untuk balon wakil bupati. Bukan pula karena dia mundur dari pencalonan.

***

Mari kita tunggu. Siapa yang bakal jadi wakil  pendampingnya di 27 Agustus 2024 ini? Siapa pun itu, insya-Allah, cukup tangguh untuk menghimpun energi, merangkai sinergi membangun harmoni dalam kerangka “Patujoloon Mandailing Natal dengan Standar Baru Kemajuan Daerah”.

Jika masih ada keraguan hingga merasa harus tampil juga, hingga harus pasang baliho juga, itu menunjukkan sikap gagal faham dan salah fokus di dalam arus dan pusaran Pilkada Madina 2024. Itu adalah hal yang wajar saja. Siapa pun boleh tampil. Semua bisa saja merasa terpanggil atau merasa dipanggil.

Sembilan tahun itu bukan waktu yang pendek. Untuk mencari dan menemukan balon Wakil Bupati Madina butuh kajian serius dan banyak-banyak pertimbangan, termasuk tawaran dari partai-partai pengusung.

Pun ujungnya, harus bisa berakselarasi sapangambe sapanaili bersama sang Ketua Program, Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing dalam semangat persatuan seperti buah siala sampagul, semua unsur tersusun rap tu ginjang rap tu toru, sehingga kalau pun jatuh, rap margulu sama-sama atasi semua risiko, agar nantinya perjuangan berhasil optimal malamun saulak lalu, semua ikut berbagi, semua dapat bagian.

Dalam sembilan tahun ini, utamanya pada saat pelaksanaan Pilkada 2024 makin dekat, sudah diprediksi kian muncul seribu isu, seribu provokasi dan seribu agitasi.

*) M. Ludfan Nasution: Jurnalis Freelance, Alumni IISIP Jakarta dan Anggota DPRD Madina 2014-2019

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Penertipan Tambang Emas Ilegal di Madina, 12 Alat Berat Milik Penambang Diamankan

    Operasi Penertipan Tambang Emas Ilegal di Madina, 12 Alat Berat Milik Penambang Diamankan

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN ( Mandailing Online) : Total alat berat yang berhasil diamankan Polres Mandailing Natal ( Madina) dalam operasi penertipan tambang emas ilegal di wilayah hukum Polsek Kota Nopan ada 12 unit, namun baru 1 unit yang di amankan di markas kepolisian Polres Madina. Sampai sore ini, Selasa 28/5/2024 Polisi masih terus memburu pelaku tambang […]

  • Eksekusi Duo Bali Nine Setelah Rabu Mendatang

    Eksekusi Duo Bali Nine Setelah Rabu Mendatang

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    CILACAP  – Dua terpidana mati asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, telah menerima pemberitahuan resmi dari otoritas Indonesia kalau mereka akan menjalani eksekusi mati setelah Rabu (29/4) pagi. Pasangan Duo Bali Nine ini menerima surat pemberitahuan resmi mengenai penundaan eksekusi mereka. Namun kapan tanggal pasti pelaksanaan eksekusi mati mereka tidak diumumkan. Hari ini saudara […]

  • Astaga… Sertifikasi Masih Di-Pungli, Setiap Guru Kena Rp 150 Ribu

    Astaga… Sertifikasi Masih Di-Pungli, Setiap Guru Kena Rp 150 Ribu

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    DUGAAN pungutan liar (pungli) di lingkup Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar, tampaknya, telah menjalar ke mana-mana. Ddiduga kuat, bukan hanya dana bantuan operasional pendidikan (BOP) yang dipungli, melainkan juga dana sertifikasi guru.  Yang miris, pungli itu tidak hanya terjadi di Kecamatan Wonodadi, tetapi hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Blitar. Uang sertifikasi yang dipotong dispendik mencapai […]

  • Guru Olahraga Pukuli Wartawan

    Guru Olahraga Pukuli Wartawan

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Seorang wartawan jadi sasaran amuk seorang guru olahraga di SMA Negeri 1 Siabu, Madina, Kamis (21/7). Adalah Todung Mulya Lubis, wartawan media cetak terbitan Medan yang harus menderita luka lebam di bagian wajah karena dipukuli oleh sang guru tersebut. Tidak terima diperlakukan seperti itu, Todung membawa kasus ini ke kantor polisi. (FOTO ridwan) MELAPOR […]

  • LABRN Nilai Tindakan Main Cekik Oknum Sipir LP Natal Pada Pelajar SD Tidak Manusiawi, Polisi Harus Beri Pasal Berat

    LABRN Nilai Tindakan Main Cekik Oknum Sipir LP Natal Pada Pelajar SD Tidak Manusiawi, Polisi Harus Beri Pasal Berat

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Kasus penganiayaan pelajar Sekolah Dasar yang dilakukan Sipir Tahanan LP Kelaa IIB Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) pada senin siang 28/8/2023 kemaren, menjadi perhatian serius tidak hanya Pemda Madina. Lembaga Adat Budaya Ranah Natal ( LABRN ) juga ikut bersuara. Ali Napiah selaku Ketua LABRN pada […]

  • Base Camp Sorikmas Mining Dibakar Warga

    Base Camp Sorikmas Mining Dibakar Warga

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu Warga Tertembak, Lainnya Luka bacok Panyabungan (MO) – Ratusan warga Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membakar base camp PT Sorikmas Mining di Bukit Sambung, Sabtu siang (7/7), seluruh peralatan dan benda yang ada didalamnya hangus tanpa sisa. Belum ada laporan resmi tentang jumlah tewas maupun yang luka. Sementara keterangan yang diperoleh di […]

expand_less