Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Kasus Dinas Kesehatan Madina Diadukan Saja ke KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Jul 2016
  • print Cetak
Korupsi Dinas Kesehatan grafis

Korupsi Dinas Kesehatan grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Panyabungan mendesak Aliansi Rakyat Peduli Madina mengadukan kasus di Dinas Kesehatan Mandailing Natal ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Desakan itu disampaikan sejumlah warga kepada Mandailing Online, Kamis (14/7/2017). “Apabila  penanganan kasus-kasus Dinas Kesehatan ini mentok di Kejaksaan Agung, maka kita mendesak Aliansi Rakyat Peduli Madina melanjutkan pengaduan itu ke KPK saja,” kata Marohan Tondi Hasibuan di pasar lama Panyabungan.

“Iya, saya juga minta Aliansi Rakyat Peduli Madina membawa ke KPK saja, soalnya lama kali pun kultengok gerakan kejaksaan ini,” ujar Bajora Lubis yang berada di samping Marohan Tondi Hasibuan.

Menurut keduanya, kasus-kasus dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Madina lebih cocok diadukan ke KPK, karena jumlah yang diduga dikorupsikan totalnya mencapai lebih dari 1 milyar rupiah atau di atas standar minimal yang ditetapkan agar memenuhi syarat masuk dalam penanganan KPK.

Di kesempatan berbeda, Mulhan Lubis yang juga warga Panyabungan meminta agar Aliansi Rakyat Peduli Madina membawa kasus itu ke KPK. Dia menduga, lambannya gerakan Kejaksaan Agung menangani kasus-kasus di Dinas kesehatan Madina dikhawatirkan karena sudah “masuk angin” alias sudah ada oknum di Kejakasaan Agung yang mendapat dana sogok dari oknum di Pemkab Madina.

“Aku malah khawatir kasus ini sudah lapan enam alias sudah kena sogok bapak-bapak yang di Jakarta itu. Taulah, ini Indonesia, Ipar. Semua bisa aman dengan uang,” kata Mulhan.

Aliansi Rakyat Peduli Madina pada Senin, 23 Mei 2016 yang lalu mengadukan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal, dengan perkiraan kerugian negara Rp7,3 Miliar.

Sejumlah berkas diserakan dalam pengaduan itu. ARPM meminta Kejaksaan Agung untuk memeriksa dan meneliti dalam lima point:

Yang pertama, dugaan tindak pidana korupsi pada Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Puskesmas Rp2,48 miliar. Terjadi pemborosan pada kegiatan dan perencanaan, tetapi tersusun rapi dalam administrasi, karena kerja sama dengan kepala-kepala Puskemas.

Yang kedua, pengadaan alat pengolahan limbah padat senilai Rp1 Miliar. Aliansi Rakyat Peduli Madina telah mengecek berulang kali alamat perusahaan yang dimaksud di Jakarta, tetapi tetap tidak jelas. Alamatnya ada, tetapi bukan kantor perusahaan yang dimaksud. Yang satu lagi berupa alamat perumahan, tetapi pemilik rumah mengatakan bahwa tempat itu bukan kantor perusahaan tersebut.

Pembayaran gaji atau honor bidan yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) juga dilibas 50 persen, sehingga merugikan Negara Rp2,7 miliar. Pelaksanaan di Kabupaten Mandailing Natal setidaknya menyalahi tiga hal: pemotongan, prosedur tidak sesuai dengan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, dan penyaluran honor tidak sesuai dengan nama-nama bidan PTT yang ada.

Yang keempat soal pembelian 4 unit ambulans ke Puskesmas yang tidak sesuai dengan RUP, tidak memenuhi standar minimum kendaraan yang dibutuhkan. Dalam hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal merugikan Negara Rp1,4 miliar.

Yang terakhir, soal aliran anggaran ke puskemas pembantu (pustu). Aliansi Rakyat Peduli Madina mencurigai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal memark up harga peralatan puskesmas pembantu, sehingga merugikan Negara Rp800 juta.

Sejau ini, sudah tiga kali pihak Aliansi rakyat Peduli Madina mendatangi Kejakasaan Agung dan mendasaknya untuk mem-folow up dugaan tindak pidana korupsi Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal itu.

Kedatangan kali terakhir pada Selasa (22/6/2016). Di kesempatan itu, Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Kejaksaan Agung, Firmansyah,SH kepada pengurus Aliansi Rakyat Peduli Madina menyatakan, penyidikan atas dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal hanya persoalan waktu .

“Tidak mungkin kami lanjutkan ke Jamintel dan Jampidsus, kalau berkasnya tidak layak kami ajukan,” katanya seperti dikutip Ardian dari Rakyat Peduli Madina.

Peliput : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : Aliansi Rakyat Peduli Madina

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar ke KPU, Dahlan-Aswin Busana Adat

    Daftar ke KPU, Dahlan-Aswin Busana Adat

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Dahlan-Aswin memakai busana adat Mandailing menuju kantor KPU Madina untuk mendaftar, Minggu (6/9/2020). Pasangan ini diiringi rombongan sekira 1.600 orang konvoi berkendara mobil dan beca bermotor dari Sipolu-polu menuju gedung KPU Madina. Sebelumnya Dahlan-Aswin berangkat dari Sopo Godang Kotasiantar menuju Sipolu-polu. Pasangan Dahlan Hasan Nasution-Aswin Parinduri didaftarkan sebagai bakal calon […]

  • Pemkab Janji Tertibkan Galundung

    Pemkab Janji Tertibkan Galundung

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA; Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berjanji akan menertibkan keberadaan galundung atau mesin pemisah emas dari batu dan tanah yang semakin marak bahkan sudah masuk inti Kota Panyabungan, Ibukota Madina. Hal itu disampaikan Sekda Madina Gozali Pulungan kepada wartawan di Panyabungan, belum lama ini. Dikatakan, pemerintah akan melakukan penertiban mesin galundung yang beroperasi di inti kota […]

  • Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing online) – Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal (Madina) seperti tiada hari tanpa prestasi. Kali ini, Husny Abdillah, utusan MAN 1 Madina meraih emas di ajang Olimpiade Sains #2 Global Youth Action (OSN GYA) bidang matematika, 28 November 2021 lalu secara online melalui g-from. Padahal, baru beberapa hari lalu sejumlah pelajar MAN 1 […]

  • Bawaslu Madina Sebut Tak Bisa Ungkap Nama Cakada yang Dipanggil

    Bawaslu Madina Sebut Tak Bisa Ungkap Nama Cakada yang Dipanggil

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Mandailing Natal (Bawaslu Madina) melalui Koordinator Penanganan Muhammad Amin menyebut pemanggilan calon kepala daerah (Cakada) tidak bisa diliput media karena merupakan bagian dari informasi yang dikecualikan. Hal itu dia sampaikan ketika dikonfirmasi mengenai ada-tidaknya Cakada yang dipanggil untuk klarifikasi. “Itu, kan, secara tidak langsung menjawab dari saksi, […]

  • Jembatan Gantung Desa Kampung Baru Madina Ambruk

    Jembatan Gantung Desa Kampung Baru Madina Ambruk

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Jembatan gantung yang melintasi Sungai Batang Gadis, di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), ambruk. Penyebabnya luapan air Sungai Batang Gadis di akhir tahun 2011 lalu. Akibatnya, warga di lima desa di seberang sungai kesulitan beraktivitas seperti sekolah dan bekerja. Jembatan gantung sepanjang 110 meter dengan lebar sekitar satu meter […]

  • Warga Desa Lancat di Lingga Bayu Dikejutkan Penemuan Mayat Ditimpa Batu Besar

    Warga Desa Lancat di Lingga Bayu Dikejutkan Penemuan Mayat Ditimpa Batu Besar

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Linggabayu ( Mamdailing Online ): warga desa Lancat di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal dihebohkan dengan penemuan mayat yang tertimpa batu di pinggiran sungai batangnatal. Penemuan mayat itu sontak membuat warga sekitar mendatangi lokasi. Dalam video yang beredar di media sosial sekujur tubuh korban tertimpa batu kecuali bagian kepala korban. Belum diketahui pasti identitas […]

expand_less