Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Debat Publik Pilkada Madina, Saipullah-Atika Unggul Telak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
  • print Cetak

Saipulah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution saat Debat Publik di Pauta, Kamis (14/11/2024)

PALUTA (Mandailing Online) – Pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution lebih menguasai realita dalam acara Debat Publik Pilkada Mandailing Natal (Madina), Kamis (14/11/2024)

Debat Publik berlangsung di Sapadia Hall, Gunung Tua, Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut.

Di sisi lain, paslon nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution-M. Ichwan Hussein Nasution gagal memanfaatkan waktu pada sesi pertama.

Bahkan sampai segmen lima dari enam segmen penyampaian debat kali ini, secara nyata menurut penilaian media BeritaHuta, tampak paslon Harun-Ichwan tak mampu mengimbangi ide dan gagasan paslon Saipullah-Atika. Hampir setiap segmen, Harun-Ichwan gagal memanfaatkannya secara maksimal. Waktu yang tersisa ada sampai 24 detik.

Saipullah-Atika tampak sangat menguasi realitas serta data tentang Madina. Sebaliknya, jawaban-jawaban yang disampaikan Harun dan Ichwan sangat monoton dan terkesan miskin pemahaman serta kurang data. Itulah sebabnya penyampain paslon nomor urut 1 ini begitu mudah dipatahkan Saipullah dan Atika.

Harun cenderung terlalu banyak berbicara mengandalkan teman-temannya di DPRD Sumut dan DPR RI dalam membangun Madina. Selain itu, tampak terlalu meng-endorse Gerindra dan Presiden Prabowo.

Ini sebenarnya bisa menjadi simbol tidak adanya rasa percaya diri dalam membangun Madina jika pada 27 Nopember 2024 nanti terpilih sebagai bupati Madina.

Paling tragis, pada acara yang dimoderatori Ahmad Fauzi alias Ray Rangkuti Harun tidak bisa memanfaatkan waktu tiga menit pertama yang diberikan panitia. Selain terlalu lambat menyampaikan kata demi kata, kalimat pembukanya juga terlalu panjang sehinga terkesan bertele-tele. Hampir 1,5 menit habis untuk narasi pembuka dari tiga menit yang disiapkan.

Alhasil Harun tidak bisa menyelesaikan membacakan visi dan misi yang sudah mereka persiapkan.

Berbeda dengan Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi (Sahata). Saipullah mampu memanfaatkan waktu tiga menit penyampaian visi dan misi secara  baik, bahkan dia dengan lugas dan tuntas membacakan 7 misi dalam melaksankaan visi mereka jika nanti terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Madina.

Demikian juga pada sesi kedua, paslon nomor urut 2 unggul dengan narasi yang mudah dipahami dan mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Jauh berbeda dengan paslon nomor urut 1, apalagi ketika Ichwan menyampaikan kalimat tampak sempat terbata-bata. Padahal pada saat itu waktu masih tersisa 23 detik yang diberikan Harun kepada dia.

Berdasarkan penilaian BeritaHuta, segmen 1 sampai 5, tidak ada alasan untuk tak mengakui bahwa paslon Saipullah-Atika unggul telak atas Harun-Ichwan.

Sumber: Beritahuta
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Nyai Jepang dan Praktek Prostistusi di Aceh

    Kisah Nyai Jepang dan Praktek Prostistusi di Aceh

    • calendar_month Jumat, 5 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketika Jepang masuk ke Aceh, mereka juga membawa ratusan perempuan dukungan, pemuas birahi para tentara dalam perang dunia kedua. Orang Aceh menyebut para perempuan itu sebagai Nyai Jepang, sementara orang Jepang sendiri menamainya Jugun Ianfu . Kisahnya hampir sama dengan tempat prostistusi masa kolonial Belanda berkuasa di Aceh yang dibangun pensiunan tentara berkebangsaan Yahudi bernama […]

  • LBH Medan Minta Amnesti Internasional Tangani Penembakan di Sorikmas Mining Madina

    LBH Medan Minta Amnesti Internasional Tangani Penembakan di Sorikmas Mining Madina

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan terus melawan kebijakan kepolisian dalam menyelesaikan konflik di PT Sorik Merapi Mas,Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina). Setelah melaporkan kasus ini kepada presiden, kapolri dan pimpinan lembaga tinggi negara,LBH Medan kini meminta bantuan dari lembaga HAM internasional. ”Ya, amnesti Internasional yang mendukung tentang Hak Asasi Manusia (HAM),” ucap Direktur LBH […]

  • LABRN Nilai Tindakan Main Cekik Oknum Sipir LP Natal Pada Pelajar SD Tidak Manusiawi, Polisi Harus Beri Pasal Berat

    LABRN Nilai Tindakan Main Cekik Oknum Sipir LP Natal Pada Pelajar SD Tidak Manusiawi, Polisi Harus Beri Pasal Berat

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Kasus penganiayaan pelajar Sekolah Dasar yang dilakukan Sipir Tahanan LP Kelaa IIB Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) pada senin siang 28/8/2023 kemaren, menjadi perhatian serius tidak hanya Pemda Madina. Lembaga Adat Budaya Ranah Natal ( LABRN ) juga ikut bersuara. Ali Napiah selaku Ketua LABRN pada […]

  • Warga Pertanyakan Lampu Jalinsum Siabu

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga mengeluhkan lampu jalan di Jalan Lintas Sumatera titik pusat kota Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang sudah lama tak menyala. Kondisi yang gelap itu menyebabkan seringnya kenderaan menabrak pulau jalan di malam hari. Bahkan baru-baru ini satu tiang lampu jalan tumbang akibat tertabrak mobil. “Pengendara juga sudah sering kami dengar […]

  • Meraih Kemerdekaan Hakiki

    Meraih Kemerdekaan Hakiki

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Indonesia memang sudah 70 tahun merdeka dari penjajahan fisik (militer). Namun, sejak merdeka tahun 1945 dari penjajahan fisik (militer) hingga saat ini, sesungguhnya negeri ini masuk dalam perangkap penjajahan gaya baru, yakni penjajahan non-fisik (non-militer). Artinya, hingga kini Indonesia sesungguhnya masih terjajah dan belum sepenuhnya merdeka secara hakiki. Masih Terjajah Penjajahan (imperialisme) adalah politik […]

  • Kemenpera Rehap 119 Rumah Tidak Layak Huni di Madina

    Kemenpera Rehap 119 Rumah Tidak Layak Huni di Madina

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kementrian Perumahan Rakyat RI memberikan bantuan bedah rumah bagi 119 kepala rumah tangga (KK) rumah tidak layak huni di Desa Hutapadang, Simpang Banyak Jae dan Desa Simpang Banyak Julu, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berasal dari program Stimulan Perumahan Swadaya Tahun 2014. Penyerahan bantuan langsung diserahkan Deputi Kementrian […]

expand_less