Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Debat Publik Pilkada Madina, Saipullah-Atika Unggul Telak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
  • print Cetak

Saipulah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution saat Debat Publik di Pauta, Kamis (14/11/2024)

PALUTA (Mandailing Online) – Pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution lebih menguasai realita dalam acara Debat Publik Pilkada Mandailing Natal (Madina), Kamis (14/11/2024)

Debat Publik berlangsung di Sapadia Hall, Gunung Tua, Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut.

Di sisi lain, paslon nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution-M. Ichwan Hussein Nasution gagal memanfaatkan waktu pada sesi pertama.

Bahkan sampai segmen lima dari enam segmen penyampaian debat kali ini, secara nyata menurut penilaian media BeritaHuta, tampak paslon Harun-Ichwan tak mampu mengimbangi ide dan gagasan paslon Saipullah-Atika. Hampir setiap segmen, Harun-Ichwan gagal memanfaatkannya secara maksimal. Waktu yang tersisa ada sampai 24 detik.

Saipullah-Atika tampak sangat menguasi realitas serta data tentang Madina. Sebaliknya, jawaban-jawaban yang disampaikan Harun dan Ichwan sangat monoton dan terkesan miskin pemahaman serta kurang data. Itulah sebabnya penyampain paslon nomor urut 1 ini begitu mudah dipatahkan Saipullah dan Atika.

Harun cenderung terlalu banyak berbicara mengandalkan teman-temannya di DPRD Sumut dan DPR RI dalam membangun Madina. Selain itu, tampak terlalu meng-endorse Gerindra dan Presiden Prabowo.

Ini sebenarnya bisa menjadi simbol tidak adanya rasa percaya diri dalam membangun Madina jika pada 27 Nopember 2024 nanti terpilih sebagai bupati Madina.

Paling tragis, pada acara yang dimoderatori Ahmad Fauzi alias Ray Rangkuti Harun tidak bisa memanfaatkan waktu tiga menit pertama yang diberikan panitia. Selain terlalu lambat menyampaikan kata demi kata, kalimat pembukanya juga terlalu panjang sehinga terkesan bertele-tele. Hampir 1,5 menit habis untuk narasi pembuka dari tiga menit yang disiapkan.

Alhasil Harun tidak bisa menyelesaikan membacakan visi dan misi yang sudah mereka persiapkan.

Berbeda dengan Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi (Sahata). Saipullah mampu memanfaatkan waktu tiga menit penyampaian visi dan misi secara  baik, bahkan dia dengan lugas dan tuntas membacakan 7 misi dalam melaksankaan visi mereka jika nanti terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Madina.

Demikian juga pada sesi kedua, paslon nomor urut 2 unggul dengan narasi yang mudah dipahami dan mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Jauh berbeda dengan paslon nomor urut 1, apalagi ketika Ichwan menyampaikan kalimat tampak sempat terbata-bata. Padahal pada saat itu waktu masih tersisa 23 detik yang diberikan Harun kepada dia.

Berdasarkan penilaian BeritaHuta, segmen 1 sampai 5, tidak ada alasan untuk tak mengakui bahwa paslon Saipullah-Atika unggul telak atas Harun-Ichwan.

Sumber: Beritahuta
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pusat Pasar Panyabungan Disesaki Pembeli

    Pusat Pasar Panyabungan Disesaki Pembeli

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dua hari jelang bulan puasa Ramadhan, pasar-pasar makin ramai dikunjungi warga yang ingin berbelanja berbagai kebutuhan untuk menyambut bulan puasa. Pusat Pasar Panyabungan misalnya, dari pantauan MedanBisnis, Jumat (29/7) kemarin, terlihat begitu sesak oleh para pembeli. “Besok kan sudah meugang puasa, jadi hari ini kita berbelanja berbagai kebutuhan mulai dari beras, gula, tepung, minyak […]

  • SISTEM HUKUM MANDAILING (2)

    SISTEM HUKUM MANDAILING (2)

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Entitas dan Kontekstualitas Sejarah Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutradara Sebelum masuknya kolonialisme, pemerintahan desa (harajaon) memiliki sumber penghasilan yang otonom. Raja memiliki lahan persawahan (Saba Bolak) yang sepanjang musim bisa memenuhi kebutuhan pangan kerajaan. Lahan tersebut dipinjamkan kepada penduduk dengan sistem bagi hasil. Bagi hasil persawahan tersebut disimpan dalam gudang (opuk bolon) yang banyaknya cukup […]

  • Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Provinsi Sumut, Syahrul Efendi Siregar, menyebut telah terjadi peralihan fungsi dari hutan mangrove menjadi perkebunan kepala sawit di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. “Berdasarkan laporan masyarakat ada sekitar 500 hektare hutan mangrove yang telah berlalih fungsi,”ujar Syahrul saat ditemui disela-sela acara Bimtek PDIP […]

  • “Kami Sudah Bosan Dengan Janji”

    “Kami Sudah Bosan Dengan Janji”

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Jembatan sudah mengancam nyawa manusia, mengancam kenderaan yang lewat. Akibatnya warga Sinunukan Mandailing Natal mengungkapkan kekecewaan. Menurut warga, jembatan itu sudah menahun rusak. Kayu lantainya lepuk. Kenderaan roda empat sering terperosok. Padaha jembatan itu urat nadi ekonimi dan urat nadi sosial warga di Kecamatan Sinunukan. Kekecewaan itu muncul sekitar sepekan pasca […]

  • Damkar Diduga Tidak Sesuai Spek, Yuri Tidak Ada Penetapan Spek Harus Double Cabin

    Damkar Diduga Tidak Sesuai Spek, Yuri Tidak Ada Penetapan Spek Harus Double Cabin

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Selasa 25/7/2023  lewat, Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution menyerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) mini kepada Dinas Polisi Pamong Praja dan Damkar. Mobil damkar tersebut bahkan di jajal oleh wakil dengan mengetes tekanan air ketika di lakukan penyiraman. Usut punya usut, ternyata mobil damkar tersebut diduga tidak […]

  • Terima Raport Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Ketua Komis I: Terdengar Seperti Ancaman Halus kepada Anak Didik

    Terima Raport Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Ketua Komis I: Terdengar Seperti Ancaman Halus kepada Anak Didik

    • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluarnya surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Disdik) Arbiuddin S. Harahap terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun mendapat perhatian dari Ketua Komisi I DPRD Zubaidah Nasution. Zubaidah menilai surat yang menitikberatkan pada keharusan menunjukkan surat vaksin sebelum menerima raport terkesan seperti ancaman halus kepada anak didik. “Saya tidak paham […]

expand_less