Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2017
  • print Cetak

Satu adegan drama Sibaroar

Catatan : Dahlan Batubara

Setelah sukses mementaskan drama “Multatuli” bulan Juli lalu, kini Jeges Art kembali menorehkan kesuksesan mementaskan drama “Sibaroar Raja Nasakti” di Gedung Serbaguna Panyabungan, Sabtu (30/9/2017).

Drama ini diselenggarakan kerjasama Jeges Art dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Sibaroar Raja Nasakti” ini dikemas dalam bentuk drama musikal, mengangkat kisah Sibaroar, leluhur marga Nasution di tanah Mandailing.

Di pementasan ini, Askolani Nasution selaku sutradara terlihat meminimalisir dialog-dialog yang menguras emosi dan dialog yang berdimensi kekuatan makna (berbeda dengan gaya khas Askolani, baik dalam teater maupun bentuk film garapannya selama ini yang sangat menitikberatkan pada dialog-dialog sarat makna).

Adegan demi adegan dititikberatkan pada unsur kronologis etape perjalanan kisah tokoh utama, Sibaroar. Itu bisa dipahami mengingat drama ini mengangkat kisah seorang tokoh legandaris dari dimensi biograpis.

Dimulai dengan adegan penemuan bayi di semak-semak oleh para “hulubalang” yang mengawal Raja Pulungan dan Permaisuri dalam satu aktifitas di hutan.  Bayi itu kemudian dipelihara oleh Raja Pulungan melalui ibu asuh bernama Sauwa .  Bayi itu kemudian diberi nama Sibaroar.

Sejak dibawa dari hutan hingga tumbuh besar di lingkungan kerajaan, seorang perempuan dari jenis mahluk halus selalu mengikutinya. Ini mencuatkan hipotesa bahwa mahluk halus itu ibu kandung Sibaroar. Dalam bahasa Mandailing kerap disebut “orang bunian”. Memang, dalam banyak cerita lisan (volkstory), ada keyakinan bahwa mahluk halus itu berhubungan dengan manusia hingga melahirkan bayi manusia.

Drama ini hanya mengisahkan rentang perjalanan hidup Sibaroar sejak bayi hingga berusia sekitar 7 tahunan.

Bayi Sibaror ternyata membawa berkah kepada raja. Sebab, permaisuri yang selama ini tak kunjung melahirkan anak, justru hamil di tahun itu dan melahirkan bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Sutan.

Sibaroar tumbuh dengan tubuh yang sangat sehat serta memiliki kecerdasan yang bagus. Kecerdasannya dalam mempelajari bela diri jauh lebih unggul dibanding Sutan sang pangeran.

Di suatu ketika, sang raja mendapat wangsit untuk menumbalkan nyawa seorang anak laki-laki dalam proses pendirian bangunan sopo godang. Para datu kerajaan dalam penerawangan supranatural menetapkan Sibaroar yang harus dijadikan tumbal.

Selanjutnya, penasehat raja mengusulkan agar kening Sibaroar ditandai dengan tulisan lambang X agar para hulubalang yang akan melakukan eksekusi nantinya tidak salah orang, sebab Sibaroar saban hari selalu bersama dengan Sutan. Dan kening Sibaroar pun ditandai dengan tulisan lambang X.

Tetapi, di satu waktu, ketika Sibaroar dan Sutan sedang berdua melakukan  latihan, Sutan bertanya mengapa ada tanda X di kening Sibaroar. Dan Sibaroar menyatakan itu ditulis oleh seorang hulubalang. Ternyata Sutan justru berkeinginan kuat memiliki lambang X itu. Maka lambang X yang di kening Sibaroar dihapus, lantas kening Sutan ditulis lambang X.

Pasca eksekusi, kerajaan heboh, sebab Sutan telah tewas di lobang pondasi sopo godang. Sementara, Sibaroar telah dilarikan oleh Sauwa. Raja murka, dan memerintahkan untuk menangkap Sibaroar dan Sauwa untuk dibunuh.

Dalam pengejaran itu, Sibaroar dan Sauwa selalu selamat. Perempuan makhluk halus yang selama ini mengikuti Sibaroar mampu menyembunyikan keduanya dari incaran para hulubalang. Peran mahluk halus itu sangat besar dalam menyelamatkan Sibaroar dan Sauwa. Bahkan, ketika pelarian itu harus menyeberangi Sungai Batang Gadis yang meluap ganas, para hulubalang tak mampu menyeberanginya, tetapi  Sibaroar dan Sauwa berhasil mencapai seberang sungai berkat bantuan mahluk halus itu.

Drama pun berakhir. Lampu panggung menyala. Penonton terpelongo, karena sutradara hanya mengisahkan hidup Sibaroar sampai batas selamat di seberang sungai. Perjalanan selanjutnya hingga menjadi raja tak dikisahkan.

Walau demikian,  tanda-tanda kesaktian Sibaroar sudah terlihat. Tanda-tanda itu paling tidak terlihat dalam dua mement kehidupan Sibaroar kecil , yakni ketika timbulnya kesalahan orang pada eksekusi penumbalan. Tanda-tanda kesaktian kedua ketika pelarian itu.

Sebagai drama musikal, Jeges Art mampu menumbuhkan warna Mandailing yang kental dalam penggarapan musiknya. Selain itu, Aes Syukri yang menangani musik latar juga sangat piawai sehingga drama sangat terasa kuat oleh dukungan musik dan suara-suara alam.

Drama itu juga terasa sangat kuat dari sisi peran. Sejumlah aktor dari Jeges Art yang dilibatkan membantu pemain pendatang baru sangat mempengaruhi kekuatan adegan dalam drama ini.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni SMA Plus Kunjungi KPU Madina

    Alumni SMA Plus Kunjungi KPU Madina

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Malintang Pos) : Ikatan Keluarga Alumni SMAN Plus (IKAS Plus) melakukan silaturrahim ke KPU Madina, Kamis (6/8) disambut hangat oleh ketua KPU Madina, Agus Salam Nasution. Kedatangan IKAS Plus ini bertujuan untuk bersilaturrahim sekaligus berdiskusi terkait perkembangan Pilkada Madina yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang. Silaturrahim ini mendiskusikan berbagai hal di […]

  • Kejari Madina Dikabarkan Periksa Dua Pejabat Pemkab Madina Terkait Smart Village

    Kejari Madina Dikabarkan Periksa Dua Pejabat Pemkab Madina Terkait Smart Village

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): 2 Pejabat di Pemkab Mandailing Natal( Madina ) kabarnya di periksa oleh Kejaksaan Negeri Madina setelah sebelumnya kedua pejabat itu mangkir di panggilan pertama. Keduanya pejabat yang diperiksa itu terkait dugaan korupsi smart village atau desa digital dana desa tahun anggaran 2023. Kabar pemeriksaan kedua pejabat Pemkab Madina itu sendiri belum terkonfirmasi. […]

  • Ikan Mas Panggang Laris Untuk Menu Berbuka Puasa

    Ikan Mas Panggang Laris Untuk Menu Berbuka Puasa

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikan mas panggang merupakan salah satu menu kesukaan saat berbuka puasa bagi masyarakat Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal itu terlihat ketika penjual ikan mas panggang di pusat jajanan berbuka puasa Pasar Baru Panyabungan dikerumuni pembeli, Senin (15/7). Harga ikan mas panggang ini juga relatif terjangkau, hanya 10.000 rupiah per ekor […]

  • PKB Madina Kangkangi Rekom Rakorwil LPP PKB Sumut

    PKB Madina Kangkangi Rekom Rakorwil LPP PKB Sumut

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu hasil Rakorwil LPP PKB Sumut belum lama ini di Medan merekomendasikan setiap anggota DPRD wajib untuk mendaftar kembali sebagai Bacaleg dan mendapat prioritas pada Pileg 2019. Akan tetapi, hasil Rakorwil yang dihadiri Ketua dan Sekretaris DPC PKB Madina beserta Anggota Fraksi PKB DPRD Madina Muhammad Ludfan Nasution, ternyata […]

  • Soal Dana Beasiawa, Dollar : Belum Dikucurkan. Kabag Humas: Sudah Dicairkan

    Soal Dana Beasiawa, Dollar : Belum Dikucurkan. Kabag Humas: Sudah Dicairkan

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Beasiswa tahun 2015 untuk mahasiswa miskin asal Mandailing Natal sejauh ini belum dikatahui nasibnya. Seperti dilansir surat kabar Malintang Pos, edisi Senin (18/1), Kadis Pendidikan Madina Sahdan Lubis, Ap melalui Kasi Subsidi dan bantuan Dollar Hafrianto mengatakan bahwa belum ada di kucurkan karena masih ada kendala di Bank BNI. “Dalam waktu […]

  • Sukhairi: Pemkab Madina Butuh UKM Kembangkan Ekonomi

    Sukhairi: Pemkab Madina Butuh UKM Kembangkan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menyatakan bahwa Pemkab Madina sangat membuka diri bagi pelaku UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah. Itu dikatakannya saat membuka kegiatan Warkop Dewan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Madina dan Bazar Ramadan di Kantor Korda Dewan UKM Madina, Jl Darul Ikhlas, Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan, […]

expand_less