Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2017
  • print Cetak

Satu adegan drama Sibaroar

Catatan : Dahlan Batubara

Setelah sukses mementaskan drama “Multatuli” bulan Juli lalu, kini Jeges Art kembali menorehkan kesuksesan mementaskan drama “Sibaroar Raja Nasakti” di Gedung Serbaguna Panyabungan, Sabtu (30/9/2017).

Drama ini diselenggarakan kerjasama Jeges Art dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Sibaroar Raja Nasakti” ini dikemas dalam bentuk drama musikal, mengangkat kisah Sibaroar, leluhur marga Nasution di tanah Mandailing.

Di pementasan ini, Askolani Nasution selaku sutradara terlihat meminimalisir dialog-dialog yang menguras emosi dan dialog yang berdimensi kekuatan makna (berbeda dengan gaya khas Askolani, baik dalam teater maupun bentuk film garapannya selama ini yang sangat menitikberatkan pada dialog-dialog sarat makna).

Adegan demi adegan dititikberatkan pada unsur kronologis etape perjalanan kisah tokoh utama, Sibaroar. Itu bisa dipahami mengingat drama ini mengangkat kisah seorang tokoh legandaris dari dimensi biograpis.

Dimulai dengan adegan penemuan bayi di semak-semak oleh para “hulubalang” yang mengawal Raja Pulungan dan Permaisuri dalam satu aktifitas di hutan.  Bayi itu kemudian dipelihara oleh Raja Pulungan melalui ibu asuh bernama Sauwa .  Bayi itu kemudian diberi nama Sibaroar.

Sejak dibawa dari hutan hingga tumbuh besar di lingkungan kerajaan, seorang perempuan dari jenis mahluk halus selalu mengikutinya. Ini mencuatkan hipotesa bahwa mahluk halus itu ibu kandung Sibaroar. Dalam bahasa Mandailing kerap disebut “orang bunian”. Memang, dalam banyak cerita lisan (volkstory), ada keyakinan bahwa mahluk halus itu berhubungan dengan manusia hingga melahirkan bayi manusia.

Drama ini hanya mengisahkan rentang perjalanan hidup Sibaroar sejak bayi hingga berusia sekitar 7 tahunan.

Bayi Sibaror ternyata membawa berkah kepada raja. Sebab, permaisuri yang selama ini tak kunjung melahirkan anak, justru hamil di tahun itu dan melahirkan bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Sutan.

Sibaroar tumbuh dengan tubuh yang sangat sehat serta memiliki kecerdasan yang bagus. Kecerdasannya dalam mempelajari bela diri jauh lebih unggul dibanding Sutan sang pangeran.

Di suatu ketika, sang raja mendapat wangsit untuk menumbalkan nyawa seorang anak laki-laki dalam proses pendirian bangunan sopo godang. Para datu kerajaan dalam penerawangan supranatural menetapkan Sibaroar yang harus dijadikan tumbal.

Selanjutnya, penasehat raja mengusulkan agar kening Sibaroar ditandai dengan tulisan lambang X agar para hulubalang yang akan melakukan eksekusi nantinya tidak salah orang, sebab Sibaroar saban hari selalu bersama dengan Sutan. Dan kening Sibaroar pun ditandai dengan tulisan lambang X.

Tetapi, di satu waktu, ketika Sibaroar dan Sutan sedang berdua melakukan  latihan, Sutan bertanya mengapa ada tanda X di kening Sibaroar. Dan Sibaroar menyatakan itu ditulis oleh seorang hulubalang. Ternyata Sutan justru berkeinginan kuat memiliki lambang X itu. Maka lambang X yang di kening Sibaroar dihapus, lantas kening Sutan ditulis lambang X.

Pasca eksekusi, kerajaan heboh, sebab Sutan telah tewas di lobang pondasi sopo godang. Sementara, Sibaroar telah dilarikan oleh Sauwa. Raja murka, dan memerintahkan untuk menangkap Sibaroar dan Sauwa untuk dibunuh.

Dalam pengejaran itu, Sibaroar dan Sauwa selalu selamat. Perempuan makhluk halus yang selama ini mengikuti Sibaroar mampu menyembunyikan keduanya dari incaran para hulubalang. Peran mahluk halus itu sangat besar dalam menyelamatkan Sibaroar dan Sauwa. Bahkan, ketika pelarian itu harus menyeberangi Sungai Batang Gadis yang meluap ganas, para hulubalang tak mampu menyeberanginya, tetapi  Sibaroar dan Sauwa berhasil mencapai seberang sungai berkat bantuan mahluk halus itu.

Drama pun berakhir. Lampu panggung menyala. Penonton terpelongo, karena sutradara hanya mengisahkan hidup Sibaroar sampai batas selamat di seberang sungai. Perjalanan selanjutnya hingga menjadi raja tak dikisahkan.

Walau demikian,  tanda-tanda kesaktian Sibaroar sudah terlihat. Tanda-tanda itu paling tidak terlihat dalam dua mement kehidupan Sibaroar kecil , yakni ketika timbulnya kesalahan orang pada eksekusi penumbalan. Tanda-tanda kesaktian kedua ketika pelarian itu.

Sebagai drama musikal, Jeges Art mampu menumbuhkan warna Mandailing yang kental dalam penggarapan musiknya. Selain itu, Aes Syukri yang menangani musik latar juga sangat piawai sehingga drama sangat terasa kuat oleh dukungan musik dan suara-suara alam.

Drama itu juga terasa sangat kuat dari sisi peran. Sejumlah aktor dari Jeges Art yang dilibatkan membantu pemain pendatang baru sangat mempengaruhi kekuatan adegan dalam drama ini.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liberalisasi di Bidang Energi Buah dari Sistem Demokrasi

    Liberalisasi di Bidang Energi Buah dari Sistem Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Medan Johor   Dua perusahaan besar BUMN mengalami kerugian yang cukup besar. Seharusnya, sebagai seorang Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir lebih fokus untuk mengurus PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) yang diambang kerugian. Namun, justru sangat disayangkan karena Erick Thohir justru asik berkampanye di berbagai daerah, […]

  • Buat Baju Berbahan Emas Demi Dapatkan Perempuan Pujaan

    Buat Baju Berbahan Emas Demi Dapatkan Perempuan Pujaan

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ungkapan ‘Uang tak bisa membeli cinta’ tampaknya tak berlaku bagi Datta Phuge, pria asal Pimpri-Chinchwad, India. Ia malah membuat kemeja berbahan emas seharga 14 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp210 juta untuk menemukan perempuan yang akan menjadi jodohnya kelak. Pria berusia 32 tahun itu mempekerjakan 15 perajin emas untuk membuat baju tersebut selama dua pekan. […]

  • Ini Tujuan Mendagri Haruskan Anak-anak Miliki KTP

    Ini Tujuan Mendagri Haruskan Anak-anak Miliki KTP

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo menjelaskan tujuan dari kebijakan mengharuskan seluruh anak yang belum berusia 17 tahun untuk mempunyai kartu identitas semacam KTP. Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu menyebut dengan istilah Kartu Identitas Anak (KIA). “Pertama, Kemendagri ingin mempunyai data valid mengenai jumlah penduduk, kami kategorikan penduduk dewasa yang sudah harus punya e-KTP dan anak-anak. Sehingga […]

  • Harimau Muncul, 4 Kepdes Gunungtua Raya Surati BKSDA

    Harimau Muncul, 4 Kepdes Gunungtua Raya Surati BKSDA

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Terkait kemunculan harimau yang meresahkan petani, sebanyak 4 kepala desa di Gunungtua raya Kecamatan Panyabungan menyurati pihak kepolisian dan balai konservasi alam Madina. Kepala Desa Gunungtua Lumban Pasir, Zulham Riadi menjawab Mandailing Online, Jum’at (21/6/2019) menyatakan sebanyak 4 kepala desa telah menyurti pihak polisi dan Balai Taman Nasioanl Batang Gadis […]

  • Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hatiha dimarayak potang niari juguk tondo mada uwaki manungkol isang di karosi otang di barando nibagas ni ibana, pupu cukcek songon sorani kareta api namardalan, manombo mopeng-openg ulunia adop ginjang, madung adongdo dipikirannia nasungkot sanga namabiartupe uwaki itarik ramping-ramping suping inda binoto, arsak situtuma nida manurut panjaharonai. Arana dompak onmasona simbur kecek nihalak satontang namarjabatan […]

  • Siswa MAN 1 Madina Sarat Prestasi Tingkat Nasional dan Internasional, Wabup Atika: Siswa Berprestasi Jadi Perhatian Pemerintah

    Siswa MAN 1 Madina Sarat Prestasi Tingkat Nasional dan Internasional, Wabup Atika: Siswa Berprestasi Jadi Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pada upacara Hari Amal Bakti ke-76 di Mandailing Natal (Madina) yang diselenggarakan di lapangan STAIN Madina terungkap prestasi yang ditorehkan siswa MAN 1 Madina untuk tingkat nasional dan internasional. Sepanjang tahun 2021 siswa MAN 1 Madina berhasil memboyong 2 juara tingkat internasional dan 13 juara tingkat nasional. Adapun prestasi yang diukir […]

expand_less