Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2017
  • print Cetak

Satu adegan drama Sibaroar

Catatan : Dahlan Batubara

Setelah sukses mementaskan drama “Multatuli” bulan Juli lalu, kini Jeges Art kembali menorehkan kesuksesan mementaskan drama “Sibaroar Raja Nasakti” di Gedung Serbaguna Panyabungan, Sabtu (30/9/2017).

Drama ini diselenggarakan kerjasama Jeges Art dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Sibaroar Raja Nasakti” ini dikemas dalam bentuk drama musikal, mengangkat kisah Sibaroar, leluhur marga Nasution di tanah Mandailing.

Di pementasan ini, Askolani Nasution selaku sutradara terlihat meminimalisir dialog-dialog yang menguras emosi dan dialog yang berdimensi kekuatan makna (berbeda dengan gaya khas Askolani, baik dalam teater maupun bentuk film garapannya selama ini yang sangat menitikberatkan pada dialog-dialog sarat makna).

Adegan demi adegan dititikberatkan pada unsur kronologis etape perjalanan kisah tokoh utama, Sibaroar. Itu bisa dipahami mengingat drama ini mengangkat kisah seorang tokoh legandaris dari dimensi biograpis.

Dimulai dengan adegan penemuan bayi di semak-semak oleh para “hulubalang” yang mengawal Raja Pulungan dan Permaisuri dalam satu aktifitas di hutan.  Bayi itu kemudian dipelihara oleh Raja Pulungan melalui ibu asuh bernama Sauwa .  Bayi itu kemudian diberi nama Sibaroar.

Sejak dibawa dari hutan hingga tumbuh besar di lingkungan kerajaan, seorang perempuan dari jenis mahluk halus selalu mengikutinya. Ini mencuatkan hipotesa bahwa mahluk halus itu ibu kandung Sibaroar. Dalam bahasa Mandailing kerap disebut “orang bunian”. Memang, dalam banyak cerita lisan (volkstory), ada keyakinan bahwa mahluk halus itu berhubungan dengan manusia hingga melahirkan bayi manusia.

Drama ini hanya mengisahkan rentang perjalanan hidup Sibaroar sejak bayi hingga berusia sekitar 7 tahunan.

Bayi Sibaror ternyata membawa berkah kepada raja. Sebab, permaisuri yang selama ini tak kunjung melahirkan anak, justru hamil di tahun itu dan melahirkan bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Sutan.

Sibaroar tumbuh dengan tubuh yang sangat sehat serta memiliki kecerdasan yang bagus. Kecerdasannya dalam mempelajari bela diri jauh lebih unggul dibanding Sutan sang pangeran.

Di suatu ketika, sang raja mendapat wangsit untuk menumbalkan nyawa seorang anak laki-laki dalam proses pendirian bangunan sopo godang. Para datu kerajaan dalam penerawangan supranatural menetapkan Sibaroar yang harus dijadikan tumbal.

Selanjutnya, penasehat raja mengusulkan agar kening Sibaroar ditandai dengan tulisan lambang X agar para hulubalang yang akan melakukan eksekusi nantinya tidak salah orang, sebab Sibaroar saban hari selalu bersama dengan Sutan. Dan kening Sibaroar pun ditandai dengan tulisan lambang X.

Tetapi, di satu waktu, ketika Sibaroar dan Sutan sedang berdua melakukan  latihan, Sutan bertanya mengapa ada tanda X di kening Sibaroar. Dan Sibaroar menyatakan itu ditulis oleh seorang hulubalang. Ternyata Sutan justru berkeinginan kuat memiliki lambang X itu. Maka lambang X yang di kening Sibaroar dihapus, lantas kening Sutan ditulis lambang X.

Pasca eksekusi, kerajaan heboh, sebab Sutan telah tewas di lobang pondasi sopo godang. Sementara, Sibaroar telah dilarikan oleh Sauwa. Raja murka, dan memerintahkan untuk menangkap Sibaroar dan Sauwa untuk dibunuh.

Dalam pengejaran itu, Sibaroar dan Sauwa selalu selamat. Perempuan makhluk halus yang selama ini mengikuti Sibaroar mampu menyembunyikan keduanya dari incaran para hulubalang. Peran mahluk halus itu sangat besar dalam menyelamatkan Sibaroar dan Sauwa. Bahkan, ketika pelarian itu harus menyeberangi Sungai Batang Gadis yang meluap ganas, para hulubalang tak mampu menyeberanginya, tetapi  Sibaroar dan Sauwa berhasil mencapai seberang sungai berkat bantuan mahluk halus itu.

Drama pun berakhir. Lampu panggung menyala. Penonton terpelongo, karena sutradara hanya mengisahkan hidup Sibaroar sampai batas selamat di seberang sungai. Perjalanan selanjutnya hingga menjadi raja tak dikisahkan.

Walau demikian,  tanda-tanda kesaktian Sibaroar sudah terlihat. Tanda-tanda itu paling tidak terlihat dalam dua mement kehidupan Sibaroar kecil , yakni ketika timbulnya kesalahan orang pada eksekusi penumbalan. Tanda-tanda kesaktian kedua ketika pelarian itu.

Sebagai drama musikal, Jeges Art mampu menumbuhkan warna Mandailing yang kental dalam penggarapan musiknya. Selain itu, Aes Syukri yang menangani musik latar juga sangat piawai sehingga drama sangat terasa kuat oleh dukungan musik dan suara-suara alam.

Drama itu juga terasa sangat kuat dari sisi peran. Sejumlah aktor dari Jeges Art yang dilibatkan membantu pemain pendatang baru sangat mempengaruhi kekuatan adegan dalam drama ini.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

    Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati Umat Berlatarbelakang negara agraris, Indonesia terkenal sebagai negeri yang maju sektor pertaniannya. Sayangnya akibat salah kelola kekayaan alam terkesan dijajah oleh ekonomi neoliberalis kapitalisme kini ketahanan pangan nasional dalam ancaman. Nasib petani lokal kini bisa terancam. Sungguh ironis bangsa kita terkenal dengan julukan gemah ripah loh jinawi. Namun kini […]

  • Lubuk Larangan Tradisi Kala Lebaran di Madina

    Lubuk Larangan Tradisi Kala Lebaran di Madina

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tradidisi menangkap ikan di lubuk larangan masih menjadi magnit yang luar biasa dan merupakan salah satu kegiatan para pemudik lebaran di Mandailing Natal (Madina). Ribuan orang warga dari berbagai penjuru Madina dan luar Madina mengikuti pembukaan lubuk larangan di beberapa sungai kawasan Mandailing Julu, khususnya di Kecamatan Kotanopan. Pantauan di lapangan, […]

  • Demo di Polres, Mahasiswa Anggap Polisi Lemah Ke Penambang Emas Ilegal di Madina

    Demo di Polres, Mahasiswa Anggap Polisi Lemah Ke Penambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Berdemo di depan mako Polres Madina Puluhan Mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa meminta polisi mengamankan pelaku ilegal mining di Madina, pasalnya akan merugikan masyarakat sekitar. “Kami mendesak agar pihak Polres Madina segera menertipkan segala aktivitas pertambangan emas ilegal yang dilakukan oleh oknum oknum yang tak bertanggung jawab di Muara Batang […]

  • Polsek dan Camat Muara Sipongi Amankan Situasi

    Polsek dan Camat Muara Sipongi Amankan Situasi

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Paska pembakaran 1 unit rumah, buntut pembunuhan di Muara Sipongi, Polsek dan camat mengamankan situasi agar tak ada kerusuhan lanjutan. Pihak kepolisian dan Muspika Muara Sipongi langsung mengumpulkan para tokoh masyarakat dan perwakilan dari pihak korban di Kapolsek Muara Sipongi, Rabu (3/2). “Iya, kita baru selesai rapat mencarikan jalan solusi […]

  • Andar-Isnandar Dilantik Besok

    Andar-Isnandar Dilantik Besok

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN, (MO) – Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan (Psp) terpilih, Andar Amin Harahap-Muhammad Isnandar Nasution bakal dilaksanakan besok, Jumat (4/1) di Gedung Nasional, Kota Psp. Dan, sebanyak 750 undangan sudah disebar untuk menghadiri pelantikan. Ketua panitia pelantikan yang juga Sekda Psp Sarmadan Hasibuan mengatakan, ia masih berada di Medan untuk mengkoordinasikan kepastian pelaksanaan pelantikan […]

  • Pemkab Madina Bangun Ratusan Sarpras Sekolah Selama Tiga Tahun

    Pemkab Madina Bangun Ratusan Sarpras Sekolah Selama Tiga Tahun

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak 2021, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Dinas Pendidikan telah membangun sarana dan prasarana (Sarpras) pendidikan berupa ratusan gedung baru di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten ini. Termasuk gedung laboratorium komputer, UKS, ruang kelas inklusif, dan jamban. Kepala Dinas Pendidikan Madina Rahmad Hidayat mengungkapkan hal itu ketika dimintai keterangan […]

expand_less