Jumat, 11 Sep 2026
light_mode

Pilih Mana, CSR Tak Seberapa Atau Kelola SDAE, Rakyat Sejahtera?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
  • print Cetak

Oleh: Djumriah Lina Johan
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi melayangkan protes karena Rp 200 miliar dana CSR perusahaan tambang batu bara di wilayahnya disalurkan ke kampus-kampus di pulau Jawa. Dia tidak terima, karena selama ini perusahaan tersebut mengeruk sumber daya alam di Kaltim, namun tidak memperhatikan pendidikan di Kaltim.

“Saya atas nama masyarakat Kaltim kecewa dengan sebuah perusahaan yang memberikan beasiswa Rp 100 miliar kepada ITB, Rp 50 miliar kepada UGM, Rp 50 miliar kepada UI. Total Rp 200 miliar, total Rp 200 miliar, sementara tidak satu rupiah mereka berikan ke Kalimantan Timur,” ucap Hadi Mulyadi saat menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Kaltim, Rabu (11/5/2022).

Selain itu, Hadi pun mempersoalkan perusahaan tambang batu bara yang produksinya meningkat namun penyaluran dana CSR (Corporate Social Responsibility) tidak ada peningkatan untuk masyarakat Kaltim. Lantaran itu, Hadi mengajak masyarakat bersama-sama menggugat ketidakadilan perusahaan-perusahaan yang lebih memperhatikan kesejahteraan pendidikan di luar Kaltim. Sebab menurutnya dana sebanyak itu dapat membantu ribuan pelajar di Kaltim. (Detikcom, 16/5/2022)

Sebenarnya, andaikan semua SDAE (Sumber Daya Alam dan Energi) itu dikelola penuh oleh negara, niscaya tidak hanya mampu memberikan pendidikan terbaik bagi mahasiswa di pulau Jawa, bahkan mampu menyejahterakan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Sebab, kebutuhan rakyat akan tercukupi dari pengurusan negara. Dana hasil pengelolaan SDAE dapat teralokasikan untuk memenuhi semua kebutuhan rakyat, seperti sandang, pangan, papan, fasilitas transportasi, kesehatan, pendidikan, dsb.

Problem salah fokusnya negara dalam mengelola ekonomi adalah akibat penerapan aturan kapitalistik. Dalam aturan ini, fokus utama negara adalah mencari untung tanpa menyertakan peran agama dalam setiap keputusannya. Negara telanjur terikat pada perjanjian-perjanjian dengan negara lainnya. Utangnya pun makin menggunung. Jangankan mengelola SDAE, untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya saja negara dapat dari berutang. Walhasil, mau tidak mau, negara ini harus nurut pada yang memberikan utang.

Melihat subur dan kayanya negeri Zamrud Khatulistiwa ini, para pengusaha dalam maupun luar negeri pasti akan tergiur. Keuntungan yang menjanjikan membuat mereka melakukan berbagai intrik demi mendapatkannya. Mirisnya, negara sengaja mendiamkan bahkan mendukungnya. Siapa yang untung? Tentu bukan rakyat atau negara, melainkan mereka para kapitalis. Rakyat cukup jadi penonton saja. Sehingga program CSR sejatinya hanya remahan saja. Sangat jauh hasilnya jika SDAE dikelola secara mandiri oleh negara.

Kondisi ini memperlihatkan negara salah urus dalam mengelola ekonomi. Negara membiarkan asing, aseng, dan asong untuk mengelola kekayaan SDAE dan justru mengharapkan dan akhirnya kecewa dengan program CSR.

SDAE sejatinya merupakan kepemilikan umum. Umatlah pemilik sesungguhnya dari SDAE, sementara negara hanya sebagai pengelola saja.

Karena merupakan kepemilikan umum, maka diharamkan bagi swasta untuk menguasainya, karena itu berarti menghalangi umat mendapatkan haknya.

Rasulullah saw bersabda, “Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara: air, api, dan padang gembalaan.” (HR Abu Dawud dan Ibn Majah)

Pada prinsipnya, negara hanya menarik biaya dari masyarakat sebesar biaya produksi, transportasi, dan litbang dari produk energi yang dihasilkan. Namun, negara boleh-boleh saja mengambil keuntungan dari harga produk energinya, dengan catatan tidak memberatkan dan hasilnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat dalam bentuk lain.

Kedaulatan dan ketahanan energi merupakan kewajiban dalam Islam. Ketiadaan kedaulatan energi, yang di antaranya disebabkan penguasaan asing terhadap SDAE, akan sangat mengancam kedaulatan negara.

Bayangkan jika negara Islam harus tergantung pada asing untuk mendapatkan sumber energi demi menunjang peradabannya, maka negara Islam akan sangat mudah dikendalikan oleh asing.

Demikian pula, jika ketahanan energi kurang akibat SDAE tidak memadai untuk keperluan negara, negara Islam juga bisa ditekan asing. Hal ini jelas-jelas terlarang dalam Islam.

Allah Swt. berfirman, “…dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman.” (QS An Nisa’: 141)

Dengan demikian, pertanyaannya mau pilih mana, CSR tak seberapa atau kelola SDAE, rakyat sejahtera?

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekjen DPP Partai Demokrat : “Pak SBY Titipkan Muhammad Haris”

    Sekjen DPP Partai Demokrat : “Pak SBY Titipkan Muhammad Haris”

    • calendar_month Kamis, 26 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris DPP Partai Demokrat, DR. Inca Ip Panjaitan melakukan kunjungan kerja ke DPC Partai Demokrat Mandailing Natal di Panyabungan, Kamis (26/4). Dia disambut Ketua DPC Partai Demokrat Madina, Harminsyah Batubara serta pengurus DPC lainnya dan para pimpinan PAC serta kader. Kunjungan ini dalam rangka konsolidasi partai. Selain ke […]

  • Jika Jokowi Tersangka TransJakarta, Ruhut Gelar Orkestra

    Jika Jokowi Tersangka TransJakarta, Ruhut Gelar Orkestra

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan kalau calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi) ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pengadaan TransJakarta, PDIP dan koalisinya bisa mengganti calon presiden. "Kalau Jokowi ditetapkan Kejaksaan jadi tersangka? Menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU), ya harus ganti calon presiden," kata Ruhut Sitompul, di gedung Dewan […]

  • Pemilihan Ketua HMPS HPI STAIN Madina Sukses

    Pemilihan Ketua HMPS HPI STAIN Madina Sukses

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam (HMPS HPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal, Sumut, periode 2024-2025 berjalan sukses, Selasa (25/6/2024). Nur Aisyah terpilih sebagai ketua dalam pemilihan langsung. Dia memperoleh 18 suara, menyaingi Affan Muhamad Hasibuan yang memperoleh 15 suara. Pemilihan berlangsung demokratis di gedung […]

  • Mahfud MD Resmi Dilapor ke KPK

    Mahfud MD Resmi Dilapor ke KPK

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN, – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan rekannya Akil Mochtar yang baru-baru ini ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) karena kasus dugaan suap Pemilukada resmi dilaporkan mantan Calon Bupati Madina, Irwan H.Daulay, Senin (7/10/2013) siang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Laporan ini menyusul atas dugaan suap penerbitan surat perintah pemilu […]

  • Komoditi Kopi Bisa Menggerakkan Ekonomi Madina

    Komoditi Kopi Bisa Menggerakkan Ekonomi Madina

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komoditas kopi dinilai bisa menggerakkan perekonomian Mandailing Natal, mengingat tanah di daerah ini sangat baik untuk tanaman kopi. Lebih dari itu, secara nasional komoditas juga termasuk satu dari beberapa komoditas yang mampu menekan defisit neraca perdagangan RI. Itu dinyatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Suti Masniari Nasution saat meresmikan pembangunan […]

  • Produksi Padi Meningkat di Huraba

    Produksi Padi Meningkat di Huraba

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Upaya petani dan Pemkab Madina memperlancar pengairan air ke sawah-sawah di Desa Huraba, Kecamatan Siabu menuai hasil yang memuaskan. Pada panen yang berlangsung Maret-April ini, penghasilan sawah rata-rata 80 kaleng per lungguk. Kondisi itiu berbeda dengan musim panen sebelumnya, dimana para petani hanya menuai hasil rata-rata sekitar 50 kaleng per lungguk. […]

expand_less