Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Temuan Bom di Serpong, Indonesia Siaga I

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
  • print Cetak


Istana rapat mendadak. Seluruh elemen keamanan hadir.

Kamis pagi, 21 April 2011, pengurus gereja Christ Katedral, Desa Cihuni, Gading Serpong, Tangerang, mendapatkan kabar mengagetkan dari polisi: ada paket bom dipasang di sekitar lokasi gereja.

Polisi kemudian langsung bergerak menyisir sekitar lokasi. Sepuluh jam lebih menyisir, hingga lepas shalat Maghrib, hasilnya sembilan paket bom dengan berat bervariasi ditemukan petugas di sekitar lokasi. Berat masing-masing paket bom mulai dari 10 sampai 15 kilogram. Bila masing-masing paket memiliki bobot 10 kilogram, itu artinya paket bom keseluruhan berjumlah 90 kilogram.

Bom berdaya ledak dahsyat tersebut diletakkan tersebar di beberapa titik di dekat jalur pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN), di dalam gorong-gorong.

Akibatnya tentu akan sangat fatal jika bom tersebut meledak. PGN telah menutup dan mengosongkan gas di jalur itu. Tiga perusahaan terpaksa tidak mendapat pasokan gas sementara dari PGN. Tiga perusahaan itu yakni, “Summarecon Mall Serpong, Batik Keris, dan Universitas Multimedia Nusantara,” kata Kepala Divisi Penjualan PGN, Rindang Triyono, di lokasi kejadian.

Garis polisi sudah dipasang sejauh 1 kilometer dari lokasi penemuan. Di setiap paket bom terdapat telepon selular yang sudah dipasang pengatur waktu pukul 09.00 WIB. Bom siap diledakkan bertepatan saat Jumat Agung.

Dalam situs resmi Gereja Bethel Indonesia (GBI) Basilea Christ Cathedral, rencananya Ibadah Raya Jumat Agung akan dimulai pukul 10.00 WIB bersama Pastor Billy Sindoro. Jemaat Jumat Agung menjadi target ini juga dibenarkan Markas Besar Polri. “Di Serpong itu memang rencananya akan diledakkan pada saat Paskah dengan remote [telepon seluler],” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam ketika dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Kamis 21 April 2011.

Mendapat laporan ini, Istana rapat mendadak. Seluruh elemen keamanan hadir, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Pangdam Jaya Mayjen Waris, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Sutarman.

“Presiden memerintahkan kepada seluruh aparat yang terlibat melakukan pengaman di seluruh Indonesia,” kata Menteri Kordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 21 April 2011.

“TNI dan Polri tadi pagi sudah siaga I di tempat-tempat yang telah ditentukan. Khususnya nanti malam, besok pagi, sampai lusa menyongsong hari raya Paskah.” Indonesia siaga satu.

Biasanya, polisi meledakkan paket bom yang ditemukan di lokasi kejadian. Seperti misalnya, paket-paket bom buku yang meneror Jakarta pada Maret lalu. Kali ini hal itu tidak dilakukan. Semua paket bom dibawa tim Gegana. “Pukul 18.25 WIB polisi menyatakan kawasan ini sudah clear dan besok, kami memastikan kegiatan ibadah tetap berjalan,” ujar Sekretaris Jenderal Geraja Christ Chatedral Serpong, Nardi Atmaja, di lokasi.

Bom itu kabarnya merupakan rentetan dari teror bom yang beberapa hari terakhir muncul. Selama ini, Nardi mengaku pengurus Gereja tidak pernah menerima teror dari pihak manapun. Info pertama yang diterima pengurus gereja menyebutkan paket bom di luar arel gereja sebanyak 5 paket bom.

Namun, aparat tidak menyebutkan secara persis titik-titik tempat bom tersebut disimpan. “Beberapa berada di sepanjang jalur pipa gas yang lokasinya cukup dekat dengan gereja,” kata Nardi.

Polisi terus meningkatkan keamanan agar pelaksanaan ibadah hari raya Paskah dan Jumat Agung bisa berjalan dengan khusyuk. Petugas sedang melakukan penanganan-penanganan, pencegahan dan mengurai agar tidak terjadi. “Untuk melihat secara utuh perlu penyelidikan,” kata Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, yang mendampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Presiden.

Pelaku Sama

Polisi berhasil mengendus paket bom berdaya ledak luar biasa itu dari penggerebekan Kamis pagi di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Sekitar pukul 05.00 WIB, lebih dari lima petugas menggerebek dua lokasi kontrakan di Pondok Kopi. Di dua lokasi yang hanya berjarak sekitar 200 meter itu, polisi berhasil membekuk empat orang.

Di lokasi pertama, polisi membekuk pedagang mainan anak-anak dan penganan agar-agar bernama Kalsum, anaknya, dan seorang pedagang burger. Pedagang burger ini penghuni yang pindah dari kontrakan yang digerebek polisi di lokasi kedua.

Di lokasi penggerebekan kedua, polisi membekuk Darto, warga Cirebon, Jawa Barat. Dari kontrakan Darto, polisi menemukan empat buku tebal, yang cirinya mirip dengan paket bom buku yang meledak di Utan Kayu, Jakarta Timur.

Satu orang lainnya berhasil kabur dan dibekuk di kawasan Klender, Bekasi. Dari penggerebekan shubuh ini, polisi mendapat informasi adanya paket bom di Serpong. Polisi bergerak, sebanyak 19 tersangka dibekuk. Semua tersangka ini terkait paket bom buku, penggerebekan Pondok Kopi, dan bom Serpong.

“Pelakunya sama. Semua yang ditangkap itu ternyata juga sedang merencanakan bom di gereja,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyad Mbay, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 21 April 2011.

Tidak sampai satu minggu sebelum hari ini, tepatnya enam hari lalu, Jumat siang 15 April 2011, Indonesia dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri di dalam masjid. Bertepatan saat salat Jumat. Tidak hanya itu, bom bunuh diri meledak di dalam Markas Polresta Cirebon, Jawa Barat.

Bom berisi material paku, mur, dan baut. Beruntung, bom ini hanya berdaya ledak rendah. Meski berjarak hanya satu barisan salat di depan pelaku, Kapolresta Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi Herukoco, selamat dengan kondisi luka parah. Tim dokter berhasil mengangkat 50 material yang menancap dari punggung Herukoco.

Korban tewas hanya satu orang, pelaku yang bernama Muchamad Syarif. Jaringan Syarif belum diketahui, tapi Syarif tercatat dengan berbagai kasus kriminal. Buron kasus perusakan Alfamart, penyerangan Ahmadiyah di Kuningan, dan diduga terlibat pembunuhan anggota TNI. Apakah kasus bom di Cirebon ini terkait paket bom berdaya ledak dahsyat di Serpong? Belum bisa dipastikan.
Sumber : Vivanews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Etnis Mandailing Desak Pemerintah Cabut Batak Mandailing di Sensus Penduduk 2020

    Etnis Mandailing Desak Pemerintah Cabut Batak Mandailing di Sensus Penduduk 2020

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pemuka-pemuka Mandailing lintas profesi menerbitkan penolakan identitas “Batak Mandailing” di Sensus Penduduk 2020 oleh BPS. Pemerintah Indonesia melalui BPS diminta mencabut label Batak Mandailing di lembaran sensus tersebut. Penolakan itu tertuang dalam Surat Keberatan tanggal 11 Pebruari 2020 dari Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas ditujukan kepada pemerintah Indonesia khususnya Badan Pusat […]

  • Delapan Mahasiswa asal Sumut Diwisuda di Universitas Al-Ahgaf Yaman

    Delapan Mahasiswa asal Sumut Diwisuda di Universitas Al-Ahgaf Yaman

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN  (Mandailing Online) – Sebanyak delapan mahasiswa asal Sumatera Utara (Sumut) menyelesaikan S-1 di Universitas Al-Ahgaf, Tarim, Hadramaut, Yaman. Mereka diwisuda di Auditorium Mahsun, tepatnya sekitar 500 meter dari gedung Fakultas Syariah Universitas Al-Ahgaf, Kamis (29/5/2025). Wisuda ini membanggakan Sumatera Utara, Indonesia karena para mahasiswa yang berkuliah di Timur Tengah berhasil menyelesaikan studi jenjang […]

  • Padi Varietas IF16, Menghasilkan 12 Ton/Ha

    Padi Varietas IF16, Menghasilkan 12 Ton/Ha

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Petani di Mandailing Natal (Madina) bisa bergembira. Saat ini sudah ada varietas padi yang mampu menghasilkan gabah 12 ton per hektar. Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) yang memperkenalkan varietas padi unggul IF (Indonesian Farmers) 16. AB2TI adalah asosiasi yang didirikan petani. Selain disebut tahan hama penyakit seperti wereng batang cokelat, penggerak […]

  • Peralihan UGN Jadi PTN Terganjal

    Peralihan UGN Jadi PTN Terganjal

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan – Rencana peralihan kampus Universitas Graha Nusantara (UGN) Kota Padangsidimpuan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih terganjal, khususnya dukungan politik dari Pemko Padangsidimpuan. Terganjalnya peralihan kampus UGN menjadi PTN, terungkap dalam dialog terbuka penegerian UGN Padangsidimpuan di Kampus II Jalan Sutomo, Sidimpuan, Rabu (18/3). Dialog langsung dipimpin Ketua Yayasan Darmabakti Pendidikan Indonesia (YADPI), Drs […]

  • Kontes legislatif makan korban?

    Kontes legislatif makan korban?

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pemilu legislatif 2014 masih 3,5 tahun lagi. Namun, bagi warga negara memiliki kepedulian dan keinginan untuk mengabdi sebagai anggota legislatif, bukanlah waktu yang panjang. Untuk mengikuti kontes legislatif diperlukan kesiapan yang memadai, baik materi maupun mental. Selama ini paradigma yang berkembang mengikuti pencalonan anggota legislatif membutuhkan biaya besar dan itu pun belum menjamin […]

  • Pemekeran Pantai Barat hanya angin sorga

    Pemekeran Pantai Barat hanya angin sorga

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sudah bertahun-tahun Pemekaran wilayah Pantai Barat Madina menjadi Kabupaten sampai saat ini belum ada upaya yang jelas dari pemerintah. Padahal dulu isu pemekaran pantai barat menjadi primadona di tenah-tengah masyarakat kabupaten Mandailing Natal ( MOL)

expand_less