Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

8 Istilah Unik dan Fakta Menarik Pesantren di Mandailing Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • print Cetak

 

 

Oleh: Azhar Nasution M.Ag

 

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki sejarah panjang di Nusantara, termasuk di wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Selain sebagai pusat pembelajaran agama, pesantren juga menjadi tempat para pelajar yang dikenal sebagai santri menjalani kehidupan sederhana, mandiri, dan penuh nilai-nilai spiritual.

Namun, ada yang unik di Mandailing Natal. Di daerah ini, pesantren memiliki sejumlah istilah khas yang tidak ditemukan di tempat lain. Istilah-istilah ini menjadi bagian dari budaya lokal yang memperkaya dinamika kehidupan pesantren. Berikut delapan istilah unik dan fakta menarik seputar dunia pesantren di Mandailing Natal:

1. Fokir dan Fatayat

Di banyak tempat, pelajar pesantren disebut santri (laki-laki) dan santriwati (perempuan). Namun, di Mandailing Natal, sebutan yang digunakan berbeda. Pelajar laki-laki disebut Fokir, sedangkan pelajar perempuan disebut Fatayat.

Kata Fokir berasal dari bahasa Arab faqir yang berarti “orang yang kekurangan”, tetapi dalam konteks pesantren, bermakna seseorang yang sedang haus ilmu. Fatayat berasal dari kata Arab fatayat yang berarti “gadis” atau “perempuan muda”.

2. Marayap

Istilah “marayap” digunakan untuk menyebut waktu libur panjang di pesantren. Ketika musim liburan tiba, para santri akan berkata, “Marayap hamu?” (Apakah kamu pulang/libur?). Kata ini sudah menjadi bagian dari kosakata sehari-hari para santri ketika libur panjang di Mandailing Natal.

3. Ta’in

Menjelang ujian semester, para santri menggunakan istilah ta’in untuk menyebut masa persiapan atau jadwal tetap menjelang ujian. Kata ini berasal dari bahasa Arab ta’yin yang berarti “penetapan” atau “penentuan”.

4. Manambang

Manambang adalah istilah yang digunakan ketika seorang santri mengambil makanan—seperti nasi, lauk, atau minuman—dari pondok teman atau rumah warga. Ini adalah bentuk solidaritas dan kebersamaan yang mengakar kuat dalam budaya pesantren di Mandailing Natal.

5. Ayah Guru

Alih-alih memanggil “ustaz” atau “pak guru”, santri di Mandailing Natal sering memanggil guru laki-laki mereka dengan sebutan Ayah Guru. Istilah ini mengandung nuansa emosional yang lebih dalam, mencerminkan hubungan dekat layaknya antara anak dan orang tua.

6. Mudzakaroh

Mudzakaroh berarti kegiatan belajar kelompok atau mengulang pelajaran bersama setelah proses belajar formal selesai. Kegiatan ini bisa dilakukan antara sesama teman sekelas, adik kelas, atau senior. Kata ini juga berasal dari bahasa Arab yang berarti “diskusi” atau “pengulangan ilmu”.

7. Mangaji

Santri di Mandailing Natal menyebut kegiatan membaca atau belajar al-Qur’an dengan istilah mangaji. Kata ini merupakan bentuk lokal dari kata mengaji yang sudah diserap dalam bahasa daerah.

8. Pondok

Berbeda dengan pengertian umum, pondok di sini merujuk pada gubuk kecil tempat tinggal santri laki-laki (fokir). Biasanya terdiri dari dua ruangan sederhana: satu untuk tidur dan satu lagi sebagai dapur kecil. Di sinilah santri tinggal selama menimba ilmu di pesantren.

Penutup

Istilah-istilah ini bukan hanya sekadar kosakata, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai lokal, budaya, dan kehidupan sehari-hari santri di Mandailing Natal. Dengan memahami istilah-istilah tersebut, kita bisa melihat bagaimana pesantren tak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga tradisi dan jati diri masyarakat.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temui Bupati, Wakil Bupati hingga Ketua DPRD, IPK Madina Siap Bersinergi

    Temui Bupati, Wakil Bupati hingga Ketua DPRD, IPK Madina Siap Bersinergi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Sahrul Ramadhan Harahap
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mandataris kepengurusan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Madina periode 2022-2027, menemui bupati, wakil bupati hingga ketua DPRD Madina. Pertemuan dengan Bupati HM Jafar Sukhairi dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution berlangsung di Lopo Mandheling Coffee, Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (26/9/2022) pagi. Sedangkan, dengan […]

  • Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

    Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

    • calendar_month Senin, 28 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak tiga keluarga yang terpisah selama ratusan tahun telah berhasil ditemukan di Mandailing Natal. Tiga keluarga keturunan Mandailing di Malaysia di akhir tahun 2016 ini mencari kampung halaman leluhurnya di tanah Mandailing Julu dan Mandailing Godang yang sekarang masuk dalam peta administrasi Kabupaten Mandailing Natal. “Alhamdulillah, kampung ketiga keluarga itu telah […]

  • Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Tim Basarnas menyatakan, Rabu (13/2) menghentikan kegiatan pencarian korban di reruntuhan tambang rakyat Huta Bargot, Mandailing Natal. Pernyataan penghentian ini dinyatakan Ketua Tim Basarnas, Andi Pandawa kepada wartawan di Panyabungan. Dengan demikian, tim Basarnas tersebut akan meninggalkan Mandailing Natal dan pulang ke pangkalannya di Sibolga. Alasan penghentian ini, tim tak mampu mengeluarkan […]

  • Saksi Sejarah yang mulai punah

    Saksi Sejarah yang mulai punah

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bukti-bukti sejarah di Natal kini terlihat tidak terawat. padahal bukti-bukti sejarah ini merupakan aset daerah yang tidak ternilai harganya (MOL)

  • Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution ASN Dinas Pariwisata Mandailing Natal/Aktifis Gerep Institute (Pusat Kajian Madina)   Ada amnesia kolektif yang teramat kaku dalam ingatan bangsa kita. Saban tahun kita merayakan kemerdekaan, saban tahun juga memperingati hari pendidikan dan setiap tahun juga mengikuti upacara hari kebangkitan nasional. Lalu, dengan gampang dan mudah kita mendiktekan kepada anak-cucu bahwa […]

  • KOPI UNTUK KITA, KITA UNTUK INDONESIA

    KOPI UNTUK KITA, KITA UNTUK INDONESIA

    • calendar_month Jumat, 1 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peningkatan Permintaan Kopi Domestik dan Kemajuan Agribisnis Kopi Indonesia Oleh : Sonitia V. Sinaga Mahasiswa Pascasarjana Agribisnis IPB   Kopi merupakan 10 besar komoditi andalan ekspor pertanian Indonesia. Produksi kopi Indonesia pada tahun 2017 sebesar 666.000 ton.Berdasarkan data BPS, pada tahun 2017 kopi menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 1.037,2 juta atau 33,67 % dari total […]

expand_less