Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Irigasi Takberfungsi 10 Hektar Lahan Sawah di Gunung Baringin Beralih Fungsi

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • print Cetak

Irigasi Rusak, Lahan Persawahan saba roncam beralih fungai di Panyabungan timur ( fikri )

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) –Disaat Pemda Madina melalui Dinas Pertanian memberi bantuan bibit padi ke 20 kelompok tani di Panyabungan Timur baru baru ini. Sejumlah petani justru mengeluh karena lahan persawahan mereka tidak bisa ditanami padi akibat tidak berfungsinya irigasi

Petani di Saba Roncam, Kelurahan Gunung Barungin, Kecamatan Panyabungan Timur contohnya. Mereka mengeluh pasalnya lahan persawahan mereka dua tahun terakhir tak lagi bisa sitanami padi akibat irigasi yang rusak. Ada sekitar 10 hektar lahan persawahan warga berubah fungsi.

Nuraidah seorang anggota kelompok tani sepadan mengaku sudah dua tahun kondisi lahan persawahan warga tidak lagi tanam padi. Untuk mensiasati agar petani sawah tetap bekerja dan menghasilkan, mereka menanami tanaman holtikultura seperi jagung, satur mayur lainnya.

Irigasi saba roncam di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur tak berfungsi ( fikri )

” faktor nya ya pengairan nya tidak beres. Irigasi sawah nya sudah tidak berfungsi karena bendungan nya rusak,” kata Nuraidah kamis 31/7/2025.

Ia mengaku, irigasi yang rusak sekarang satu satunya yang mengairi saba roncam. Meski belum ada niat pemerintah memperbaiki, namum petani diwilayah saba roncam tetap menggunakan lahan dengan mengalih fungsikan. Ada juga sebagian lahan dibiarkan pemiliknya ditumbuhi tumbuhan liar.

Ia berhasap pihak terkait segera melakukan perbaikan pada tanggul yang rusak tersebut. Menurutnya optimalnya tanggul yang rusak itu tak lagi dibuat beronjong karena kondisi sungai aek pohon yang tak stabil apalagi di musim penghujan.

Menanggapi hal itu. Rina Sari staf balai penyuluh pertanian (BPP) mengaku telah melakukan kordinasi dengan pihak terkait.

“Kalo lahan persawahan yang paling luas diwilayah kecamatan Panyabungan Timur ya Saba Roncam. Luasya kurang lebih ada 10 Hekatre. 7 Kelompok Tani di wilayah ini sudah melakukan kordinasi ke pihak terkait namun belum realisasi. Agar lahan tidak kosong, penyuluh memberikan pembinaan pada para petani agar memanfaatkan lahan mereka untuk holtikultura,” Jelas Rina.

Untuk diketahui, Pada bulan Juli 2025, Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, menyerahkan benih padi varietas Impari 32 kepada 20 kelompok tani di Kecamatan Panyabungan Timur, termasuk kemungkinan Kelompok Tani Sepadan. Benih tersebut untuk lahan seluas 180 hektare di Panyabungan Timur. ( fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPK Temukan Ketidakpatuhan Senilai Rp40,55 T

    BPK Temukan Ketidakpatuhan Senilai Rp40,55 T

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis melaporan, pada semester II tahun 2014 lembaganya menemukan sebanyak 7.950 kasus yang di dalamnya terdapat 7.789 masalah ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan senilai Rp40,55 triliun dan 2.482 masalah kelemahan sistem pengendalian intern (SPI). Dari masalah ketidakpatuhan tersebut, sebanyak 3.292 masalah berdampak pada pemulihan keuangan negara/daerah/perusahaan […]

  • Mandailing Natal kaya Dengan  Batu Meteor/Badar Emas

    Mandailing Natal kaya Dengan Batu Meteor/Badar Emas

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siapa bilang Daerah Mandailing Natal tidak kaya dengan hasil alam khususnya pertambangan? Setelah dimekarkan dari eks Kabupaten Tapanuli Selatan hasil hasil tambang mulai terlihat di tanah Gordang Sembilan baik emas, tembaga,timah dsb. Namun menurut penilitian dan investigasi salah satu LSM di Kabupaten Mandailing Natal menyebutkan bahwa Tanah Mandailing Natal ternyata memiliki batuan yang secara Geologi […]

  • Pejabat Madina Siap-siap Dimutasi

    Pejabat Madina Siap-siap Dimutasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menunggu dilaksanakannya Pemilukada ulang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kementrian Dalam Negeri mengeluarkan putusan mengangkat pejabat bupati. Kepala Dinas Perkebunan Sumut Aspan Sofian Batubara ditunjuk mengisi jabatan tersebut. Ia dilantik Gubernur Sumut Syamsul Arifin di Aula Martabe Kantor Gubernur, Jl Diponegoro, Medan, Jumat (17/09/2010). Masa jabatan Aspan nantinya terbilang singkat. Besar kemungkinan tak sampai hitungan […]

  • Forum Honorer Minta Tes CPNS Jalur Umum Ditunda

    Forum Honorer Minta Tes CPNS Jalur Umum Ditunda

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Forum Honorer Indonesia (FHI) mendesak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), menunda rencana pelaksanaan rekrutmen CPNS 2014 jalur umum , yang akan digelar Juni atau Juli mendatang. Alasannya, kebutuhan CPNS masih bisa ditutup dengan mengangkat honorer kategori dua (K2), yang jumlahnya hingga saat ini masih mencapai ratusan ribu orang. Sekjen FHI […]

  • Motivasi dan Disiplin Kerja PNS Madina Perlu Pembinaan

    Motivasi dan Disiplin Kerja PNS Madina Perlu Pembinaan

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : FAUZAN HELMI RANGKUTI, M.Si Sekretaris MD Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Madina  Sumber daya manusia dalam organisasi sangat penting karena sebagai motor penggerak dari seluruh kegiatan atau aktivitas dalam mencapai tujuan organisasi maupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi. Berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mempertahankan eksistensi organisasi diawali dari mengelola sumber daya manusia, khususnya […]

  • Tahun Ini Hanya Urea dan NPK yang Masuk Daftar Pupuk Subsidi

    Tahun Ini Hanya Urea dan NPK yang Masuk Daftar Pupuk Subsidi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Tahun ini Pemerintah Indonesia hanya memberikan pupuk jenis Urea dan NPK dalam program pupuk bersubsidi kepada petani. Dengan demikian jenis SP-36, ZA dan pupuk Organik dihilangkan dari daftar pupuk bersubsidi. Keputusan ini merupakan kebijakan pemerintah dalam rencana membatasi penyaluran pupuk subsidi. Jika selama ini petani memperoleh pupuk subsidi Urea, SP-36, ZA, […]

expand_less