Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Azhar Nasution

Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan.

Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan menghadapi tekanan, tetapi juga kemampuan untuk belajar dari pengalaman pahit dan menjadikannya energi kebangkitan. Dalam konteks bangsa, resiliensi lahir dari:

1. Semangat persatuan, meskipun berbeda suku, agama, dan budaya.
2. Nilai perjuangan, warisan para pahlawan yang mengajarkan bahwa kebebasan diraih dengan pengorbanan.
3. Optimisme kolektif, keyakinan bahwa masa depan bisa lebih baik jika dikerjakan bersama.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap krisis selalu melahirkan kebangkitan baru. Setelah penjajahan, lahirlah proklamasi kemerdekaan. Setelah krisis 1998, lahirlah era reformasi. Bahkan di tengah pandemi, bangsa ini belajar memperkuat solidaritas dan kemandirian. Kebangkitan sejati bukan sekadar bangun dari jatuh, tetapi juga membangun arah baru dengan tekad lebih kuat.

Generasi hari ini ditantang dengan ujian berbeda: disrupsi teknologi, tantangan moral, dan persaingan global. Untuk itu, mereka perlu menumbuhkan resiliensi dengan cara:
Menjaga mental tangguh, tidak mudah menyerah pada kegagalan.
Mengasah kreativitas dan inovasi, agar mampu menciptakan solusi.
Menjaga nilai kebangsaan, agar tidak tercerabut dari akar budaya. Untuk mencapainya, bangsa Indonesia membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kokoh.

Ilmu Pengetahuan sebagai Kunci Kedaulatan

Dalam era globalisasi, penjajahan tidak lagi hadir dalam bentuk kolonialisme bersenjata, melainkan dalam bentuk hegemoni teknologi, ekonomi, dan budaya. Bangsa yang tidak menguasai ilmu pengetahuan akan tertinggal dan hanya menjadi konsumen. Penguasaan teknologi digital menentukan posisi bangsa dalam peta dunia. Inovasi dalam riset dan pendidikan membuka jalan bagi kemandirian.

Kebangkitan ekonomi berbasis pengetahuan menjadi syarat menuju kemakmuran sejati. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan adalah senjata baru untuk mempertahankan kemerdekaan. Generasi muda Indonesia adalah penentu masa depan. Mereka tidak cukup hanya merayakan kemerdekaan dengan euforia seremonial, lomba tradisional, tetapi harus mengisinya dengan karya dan inovasi. Startup teknologi, riset keilmuan, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan adalah medan perjuangan baru.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Penculikan Anak Merebak

    Isu Penculikan Anak Merebak

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Merebaknya isu penculikan anak-anak di tengah masyarakat Kabupaten Mandailing Natal pada minggu-minggu ini, telah membuat resah para orang tua yang mempunyai anak yang masih di bawah umur. Bahkan di beberapa masjid di Madina sudah diumumkan supaya orang tua berhati-hati menjaga anaknya. Seperti dituturkan Nur Miah di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Barat, Selasa (23/11/2010), […]

  • Wali Kota Takut Temui Korban Kebakaran

    Wali Kota Takut Temui Korban Kebakaran

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Satu hari pasca kebakaran Pasar Parluasan, Senin (28/2) Wali Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus belum berkunjung ke lokasi. Padahal, puluhan pedagang yang kiosnya terbakar ingin mendapat dukungan moral dari orang nomor satu di Pemko Pematangsiantar tersebut. Beredar informasi, ketidakhadiran Hulman Sitorus dikarenakan ‘takut’ dengan pedagang. Apalagi beredar juga kabar bahwa kebakaran ratusan kios itu, ada […]

  • Nurin Futsal bangkitkan sepak bola di Madina

    Nurin Futsal bangkitkan sepak bola di Madina

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Dengan diresmikannya Nurin Futsal di Kelurahan Pidoli Lombang Komplek STAIM Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bisa dijadikan stard bagi dunia sepakbola di daerah itu. “Kahadiran lapangan futsal untuk pertama kali di daerah kita bisa dijadikan suatu start bagi bangkitnya dunia olah raga bidang sepakbola. karena saya melihat banyak terdapat bakat-bakat terpendam di […]

  • Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    • calendar_month Senin, 28 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Pemerintah Mandailing Natal dan pihak keamanan diminta segera melakukan langkah-langkah penting dalam upaya mengamankan warga dari serangan buaya di Sungai Kunkun. Peristiwa serangan buaya terhadap Desimawati Halawa, warga Dusun Bulung Gadung, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Minggu (27/5) sore sangat memprihatinkan. Korban meninggal dunia akibat serangan buaya di sungai itu. […]

  • DPRD Tak Diberitahu 2 Anggota Dewan Diperiksa KPK

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Madina, Ali Mutiara Rangkuti dan Ahmad Husein, tanpa pemberitahuan terhadap lembaga DPRD Madina. Sehingga pimpinan DPRD Madina tidak tahu terkait pemeriksaan kepada dua anggota dewan itu. Sekretaris DPRD Madina Sahnan Batubara kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah anggota DPRD Madina yang diperiksa KPK […]

  • Dampak Positif dan Negatif Kehadiran Indomart

    Dampak Positif dan Negatif Kehadiran Indomart

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polemik kehadiran Indomart di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) berujung munculnya kebijakan pemkab menyegel toko Indomart di Jalan Willem Iskander, Sipolu-polu Panyabungan, Jum’at pekan lalu. Alasan penyegelan itu akibat pihak PT Indomarco Prismatama selaku pengelola Indomart belum mampu memenuhi berbagai item persyaratan izin operasionalnya di Panyabungan. Lalu bagaimana dampak negatif dan positif […]

expand_less