Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Survei Indo Barometer: Kepuasan Terhadap SBY Jatuh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
  • print Cetak


JAKARTA-
|Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemerintahannya mendapatkan alarm serius. Kepuasan publik terhadap kinerjanya terus bergerak turun menembus batas “aman”, yakni di bawah 50 persen. Saat ini, hanya 48,9 persen publik yang menyatakan puas dengan kinerja Presiden SBY.

“Ini agak membahayakan, karena angkanya sudah di bawah 50 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari saat mempresentasikan hasil survei lembaganya di Hotel Atlet Century, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, kemarin (15/5).

Turut berbicara ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri dan Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti.
Menurut Qodari, tren kepuasan publik terhadap SBY terus menurun sejak pilpres. Data survei Indo Barometer menunjukkan kepuasan terhadap SBY pada Agustus 2009 masih 90,4 persen. Selanjutnya terjun bebas menjadi 74,5 persen per Januari 2010, 50,9 persen pada Agustus 2010, dan sekarang menjadi 48,9 persen.

Kepuasan publik terhadap kinerja Wapres Boediono juga tidak lebih baik. Hanya 36,1 persen publik yang menyatakan puas. “Ini lampu kuning yang sudah agak kemerah-merahan bagi SBY dan Boediono untuk segera memperbaiki kinerja pemerintahan,” katanya.

Dia menyebut turunnya kepuasan terhadap kinerja SBY ini otomatis akan memperlemah dukungan publik terhadap berbagai program pemerintah. “Begitu juga dukungan kepada parpol beliau (Partai Demokrat, Red),” tegas Qodari.
Ketidakpuasan terhadap kinerja SBY yang paling menonjol tampak pada bidang ekonomi. Sebanyak 55,8 persen publik mengaku tidak puas. Hanya 41,2 persen yang memiliki penilaian sebaliknya. Meskipun tidak terlalu jauh jaraknya, gejala yang sama juga terlihat pada aspek penegakan hukum, yakni 47,8 persen tidak puas dan 46,7 persen puas.

“Kedua hal ini yang perlu dijadikan prioritas terobosan, bukan hanya perhatian, SBY-Boediono,” katanya.
Faisal Basri mengatakan langkah perbaikan yang dikerjakan pemerintahan SBY -Boediono tidak menyentuh lapisan terbesar masyarakat. Karena itu, meskipun indikator ekonomi makro meningkat, ketidakpuasan publik juga terus menanjak.

“Saya dengar banyak orang bilang,di mana -mana, tidak hanya jakarta, tapi juga daerah, bahwa periode pertama SBY agak lumayan. Tapi, periode kedua ini terasa lebih mengecewakan. Makanya, ketidakpuasan meningkat intensitasnya di periode kedua ini,” katanya.

Dia menyebut sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan tinggi di antaranya sektor jasa modern, keuangan, dan asuransi di perkotaan. Sekator manufaktur juga lebih ke otomotif yang dekat dengan kalangan menengah atas.
“Namun, sebagain besar rakyat justru masih terseok -seok,” ujar pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 6 November 1959, itu.

Dia menduga ketidakpuasan terhadap kinerja SBY semakin membesar karena penurunan jumlah orang miskin di desa berjalan lamban. Padahal, dua pertiga penduduk miskin berada di desa. Ini terdeteksi dari perkembangan sektor pertanian yang tertatih -tatih. Menanggapi hasil survei tersebut, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief menyatakan, menghargai hasil survei tersebut. “Hasil survei apapun kami tetap menghargai,” ujar Andi, di sela acara diskusi, di warung Daun, Jakarta, kemarin.

Namun, secara khusus, Andi menyatakan tidak begitu saja mempercayai hasil survei Indobarometer terakhir. Terutama, terkait penurunan kepuasan terhadap presiden dan kerinduan terhadap orde baru. (pri/dyn/jpnn)
|Sumber : |||Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longat berduka, Jenazah Safrida Ditemukan Tersangkut di Akar Pohon

    Longat berduka, Jenazah Safrida Ditemukan Tersangkut di Akar Pohon

    • calendar_month Selasa, 6 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Jenazah Safrida (19) berhasil ditemukan Selasa pagi (6/12) setelah hanyut Senin petang (5/12) di Sungai Aek Sarir, Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal. Tubuh almarhumah ditemukan tersangkut di akar pohon oleh tim pencari sekira pukul 10.00 WIB. Safrida warga Kelurahan Longat hanyut bersama suaminya Rahmat (22) ketika menyeberangi sungai […]

  • Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lokasi perkebunan sawit itu berada di daerah. Tetapi justru pemerintah pusat yang selama ini menikmati uangnya. Yaitu pemasukan dari perkebunan-perkebunan sawit itu. Jenis pemasukan itu termasuk dari Bea Keluar (BK) dan Pungutan Eskpor (PE). Nilainya sangat besar. Daerah? Hanya menerima dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur, seperti kerusakan jalan dan jembatan akibat pengangkutan CPO. Tingginya potensi […]

  • Sumut Sepakat Suarakan Lantang Rebut Saham Jepang di Inalum

    Sumut Sepakat Suarakan Lantang Rebut Saham Jepang di Inalum

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN, – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan 10 kabupaten/kota se kawasan Danau Toba dan Asahan sepakat untuk bersama memperjuangkan 58,88 persen saham Jepang di PT Inalum. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang dilaksanakan di Hotel JW Mariott Medan, Sabtu (12/10/2013). “Pemprov Sumut dan Pemerintah kabupaten/kota sepakat berjuang menyuarakan hal yang sama,” ujar Gubernur Sumut Gatot […]

  • Berantas Pekat, Satpol PP Ambil Langkah Persuasif

    Berantas Pekat, Satpol PP Ambil Langkah Persuasif

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina memilih komunikasi persuasif. Kepala Satpol PP Pemkab Madina Hendra Edisa Putra AP MM mengatakan, untuk menegakkan Perda tentang penanganan penyakit masyarakat, Satpol PP memilih cara berkomunikasi dengan warga itu sendiri dengan membujuk […]

  • Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mau Berobat Dituduh Penculik TEBING TINGGI– Isu bahaya penculikan anak untuk mengambil dan menjual organ tubuh, menimbulkan kecemasan di sejumlah daerah. Isu yang tersebar melalui pesan singkat (short message system/SMS)berantai itu bahkan mengakibatkan dua orang tewas di Serdang Bedagai (Sergai) dan melukai lima orang di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, di hari yang sama, Jumat […]

  • Bupati Minta Kementerian ESDM Beri Pemkab Madina Kewenangan Awasi SMGP

    Bupati Minta Kementerian ESDM Beri Pemkab Madina Kewenangan Awasi SMGP

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Ja’far Sukhairi Nasution meminta Kementerian ESDM agar memberikan sebahagian kewenangan kepada pemerintah daerah mengawasi PLTP Sorik Marapi. Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sorik Marapi berada di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara, dikelola PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dan berada di bawah kewenangan dan […]

expand_less