Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • print Cetak

 

Oleh : Irwan H Daulay | Pemerhati Ekonomi

Menurut pemberitaan Mandailing Online, telah terjadi musibah di lokasi PETI Dompeng, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (18/3/2026).

Laporan yang diterima menyebutkan tiga orang tertimbun material tambang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat. Hingga saat ini, identitas korban belum terkonfirmasi. Camat Batang Natal, Wahyu Siregar, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan, demikian juga pihak Polsek setempat.

Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan cermin nyata dari kegagalan negara dalam mengurus rakyatnya.

Di tengah kelesuan ekonomi, rakyat tetap harus bertahan hidup. Kebutuhan makan tidak cukup hanya sekali sehari dan bagi anak —sebagaimana narasi bantuan yang sering didengungkan oleh proyek MBG—melainkan makan minimal tiga kali sehari untuk seluruh anggota keluarga: ayah, ibu, anak, hingga orang tua yang tinggal dalam satu atap. Itu baru kebutuhan dasar, belum termasuk kebutuhan hidup lainnya.

Ketika negara gagal menyediakan lapangan kerja yang layak, rakyat dipaksa mencari jalan sendiri. Pilihan yang tersedia sering kali adalah pekerjaan berisiko tinggi seperti PETI, tanpa standar keselamatan yang memadai. Akibatnya, tragedi demi tragedi terus berulang—dan nyawa menjadi taruhannya.

Ironisnya, kejadian seperti ini di Mandailing Natal bukanlah yang pertama. Namun, tidak terlihat adanya sense of crisis dari pemerintah. Tidak ada langkah sistematis dan berkelanjutan untuk menghentikan siklus kematian ini. Respons yang muncul kerap bersifat insidental—sekadar menunjukkan empati sesaat, tanpa menyentuh akar persoalan.

Padahal, setiap nyawa yang hilang adalah tanggung jawab pemerintah, tanggungjawab pemilik kekuasaan.

Ke depan, tragedi seperti ini tidak boleh lagi dianggap sebagai risiko biasa. Harus ada upaya serius dan terukur untuk mencegahnya: pembukaan lapangan kerja yang layak, penertiban aktivitas tambang ilegal melalui layanan perizinan yang mudah, murah dan mengikuti standar keselamatan kerja serta penyediaan alternatif sumber-sumber perekonomian yang aman bagi masyarakat.

Pemerintah dituntut tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga kemauan untuk menyelesaikan masalah. Tanpa kedua hal tersebut, tragedi serupa akan terus berulang. Kemauan dan kemampuan adalah standar minimal memecahkan masalah publik, tanpa ke duanya niscaya masalah-masalah seperti ini akan terus berulang dan menimbulkan korban yang lebih banyak.

Kejadian ini sangat tragis, apalagi peristiwa ini terjadi menjelang Idul Fitri—momen di mana banyak kepala keluarga berjuang keras untuk membahagiakan orang-orang tercinta. Namun, harapan itu justru berakhir tragis, niat bahagia berakhir duka.

Nyawa tidak boleh dianggap remeh. Negara harus hadir, bukan sekadar memberi respons, tetapi benar-benar mengambil tanggung jawab penuh dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali.(*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika, Bawa Peternak ke Payakumbuh, Target Penuhi 20 Persen Telur di Madina

    Atika, Bawa Peternak ke Payakumbuh, Target Penuhi 20 Persen Telur di Madina

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PAYAKUMBUH (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menargetkan mampu memenuhi 20 persen kebutuhan telur di daerah ini mulai 2027. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution saat membawa rombongan, termasuk peternak, studi tiru peternakan ayam petelur di Payakumbuh, Sumatera Barat, Rabu (3/6/2026). Kunjungan ini bagian dari strategi meningkatkan kemandirian […]

  • 900 guru non PNS menanti tunjangan

    900 guru non PNS menanti tunjangan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sekitar 900-an guru non pegawai negeri sipil yang terdiri guru-guru madrasah di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal menanti realisasi dicairkannya dana tunjangan fungsional dari Kantor Perbendaharaan Negara ( KPN) yang akan ditrasfer ke rekening masing-masing. Keterangan diperoleh dari para guru non PNS ini di Panyabungan, siang tadi mengakui, pihak kantor […]

  • Dinas Koperasi Kangkangi Hasil RDP

    Dinas Koperasi Kangkangi Hasil RDP

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Koperasi dan UKM Mandailing Natal (Madina) dipandang mengangkangi hasil RDP dengan Komisi II pada 14 Juli 2022 lalu. Pasalnya, dalam rapat tersebut disimpulkan bahwa Dinas Koperasi diharuskan membatalkan Surat Pemberitahuan I dan Surat Pemberitahuan II yang memberhentikan Modoronuddin sebagai Ketua Koperasi Pelita Andesma dan menunjuk Alamsyah Putra sebagai Plt. Tak […]

  • Massa Anti-KKN Demo ke Kantor Bupati Madina

    Massa Anti-KKN Demo ke Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    UNJUK RASA Massa anti-KKN dari Masyarakat Madina Care dan DPP Ikatan Mahasiswa Muslim Madina berunjuk rasa di kantor bupati, di Panyabungan. (nmedanbisnis /zamharir )

  • Gawat! Kadis Pertamanan Berani ‘Marahi’ Sekda Medan

    Gawat! Kadis Pertamanan Berani ‘Marahi’ Sekda Medan

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Walikota Medan Rahudman Harahap memimpin rapat koordinasi persiapan Kelurahan Percontohan Kota Medan untuk ikut Lomba Kelurahan/Desa Percontohan Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Senin (25/04/2011) malam di pendopo rumah dinas Walikota Medan, Jalan Sudirman, Medan. Tiga kelurahan yang ditetapkan menjadi percontohan adalah Kelurahan Besar Medan Labuhan sebagai Percontohan Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluaraga sehat […]

  • Karyawan Bank Sumut Panyabungan Gerak Jalan Santai

    Karyawan Bank Sumut Panyabungan Gerak Jalan Santai

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan – Keluarga Besar PT Bank Sumut Cabang Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (7/11), melakukan gerak jalan santai serangkaian mempringati HUT ke-49 bank tersebut. Start dimulai di depan kantor bank tersebut menuju Pasar Lama dan kembali ke titik stard dengan jarak tempuh 2 km. Menurut Kepala Cabang Bank Sumut Panyabungan, Hifzan Lubis, ada 100 […]

expand_less