Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

IKANAS di Ambang Krisis: Eksis untuk Anggota dan Madina?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum

Momentum pelantikan DPW Sumatera Utara Ikatan Keluarga Nasution dan Anakboruna (IKANAS), besok (Ahad, 3 Mei 2026), seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni rutin. Layaknya dibaca sebagai ruang refleksi: ke mana arah organisasi ini bergerak di tengah perubahan sosial-budaya, sosial-politik dan sosial-ekonomi yang semakin kompleks dan cepat?

IKANAS bukan organisasi kekerabatan biasa. Lahir di Jakarta sebagai wadah perantau — ruang solidaritas bagi sesama Nasution yang hidup jauh dari bona bulu.

Dalam fase awal, fungsi itu sangat relevan: membangun jaringan, memperkuat identitas, dan menciptakan rasa saling memiliki di tengah keterasingan kota besar.

Namun waktu mengubah segalanya.

Saat ini, IKANAS telah berkembang menjadi organisasi formal dengan struktur lengkap: dari DPP hingga DPC, bahkan memiliki sayap seperti Perempuan IKANAS. Memiliki AD/ART, mekanisme organisasi dan jangkauan nasional.

Secara institusional, ini adalah capaian yang patut diapresiasi.

Tetapi justru di titik inilah pertanyaan menjadi mendesak: Apakah transformasi struktur ini diikuti oleh transformasi fungsi?

Simbol Besar, Fungsi Kecil

Banyak organisasi kekerabatan di Indonesia berhenti pada simbol:
– pertemuan rutin,
– seremoni, dan
– kebanggaan identitas.

IKANAS berpotensi jatuh ke lubang yang sama jika tidak melakukan lompatan.

Padahal, modal sosialnya tidak kecil:
– jaringan diaspora yang luas,
– solidaritas berbasis marga dalam ikatan Dalian Natolu, serta
– kedekatan emosional dengan tanah asal.

Akan tetapi, modal itu belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kekuatan nyata — baik dalam bentuk ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sosial anggota.
Organisasi hidup (eksis), tetapi manfaatnya belum terasa merata.

Ketika Tiga Legitimasi Bertemu

Situasi IKANAS hari ini menjadi semakin menarik — sekaligus sensitif, karena adanya pertemuan tiga sumber legitimasi dalam satu orbit tokoh:
– legitimasi organisasi,
– legitimasi politik, dan
– legitimasi adat.

Hal ini tercermin pada figur Ketua Umum DPP IKANAS, H. Saipullah Nasution, yang tidak hanya memimpin organisasi dari pusat, tetapi juga menjabat sebagai kepala daerah di Mandailing Natal — bona bulu bagi banyak anggota.

Konfigurasi ini menghadirkan dua kemungkinan sekaligus:
– sebagai kekuatan konsolidasi yang luar biasa, atau
– sebagai titik rawan kaburnya batas antara organisasi, adat dan kekuasaan.

Di sinilah kedewasaan organisasi diuji:
Apakah Ikanas mampu menjaga keseimbangan, atau justru terseret dalam konsentrasi pengaruh.

Bona Bulu: Simbol atau Prioritas?

Kehadiran DPC Khusus di Mandailing Natal menegaskan satu hal: tanah asal tidak dipandang sebagai wilayah biasa. Memiliki nilai simbolik dan kultural yang lebih dalam.

Namun pertanyaan penting belum terjawab: Apakah posisi “khusus” itu sekadar simbol, atau benar-benar mandat strategis?

Jika bona bulu hanya dijadikan sumber identitas, maka hubungan itu akan berhenti pada nostalgia. Tetapi jika diposisikan sebagai prioritas, maka seharusnya ada:
– intervensi ekonomi,
– penguatan pendidikan, dan
– advokasi kebijakan pembangunan.

Dengan kata lain, IKANAS perlu menentukan sikap: Hadir sebagai kenangan, atau sebagai kekuatan yang bekerja untuk masa depan.

Organisasi dan Tanggung Jawab Sosial

Sebagai organisasi formal dengan AD/ART, IKANAS tidak lagi bisa hanya mengandalkan semangat kebersamaan. Perkumpulan ini dituntut untuk menetapkan arah. AD/ART bukan sekadar dokumen administratif, tetapi kompas yang menentukan pemunculan pertanyaan:
– Bagaimana mengelola kekuasaan?
– Bagaimana membuat keputusan?
– Bagaimana menciptakan organisasi jadi milik bersama?

Hal yang sama berlaku bagi Perempuan IKANAS. Dalam banyak organisasi modern, sayap perempuan justru menjadi motor penggerak sosial. Jika tidak diberi ruang strategis, potensi ini akan terbuang.

Peran Jaringan sebagai Power

Di tengah perubahan zaman, IKANAS memiliki peluang untuk mengambil peran yang lebih besar.
Pertama, menjadi alat mobilitas sosial anggota: membuka akses jaringan, peluang dan posisi strategis di berbagai sektor.

Kedua, menjadi kekuatan advokasi bagi daerah asal: mendorong perhatian kebijakan, akses anggaran, dan pembangunan yang lebih adil bagi Mandailing Natal.

Peran ini bukan sesuatu yang berlebihan.
Justru inilah konsekuensi logis dari organisasi yang sudah matang secara struktur.

Di Ambang Sore nan Sayu

IKANAS hari ini tidak sedang kekurangan energi. Ia memiliki sejarah, struktur, jaringan dan akses. Yang dipertaruhkan adalah arah.

Apakah ia akan tetap menjadi simbol persatuan yang hangat tetapi terbatas?

Atau berkembang menjadi kekuatan sosial yang memberi dampak nyata — baik bagi anggotanya maupun bagi Madina sebagai bona bulu?

Pilihan itu tidak berada pada satu figur, tetapi pada keberanian kolektif seluruh anggota untuk mendorong organisasi ini melampaui dirinya sendiri.

Jika tidak, IKANAS mungkin akan tetap besar sebagai nama —
tetapi kerdil dalam makna.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desakan Deklarasi Capres dan Cawapres  Prabowo-Cak Imin Datang Dari Akar Rumput Madina

    Desakan Deklarasi Capres dan Cawapres Prabowo-Cak Imin Datang Dari Akar Rumput Madina

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN( Mandailing Online) Desakan Deklarasi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dari Partai Gerinda dan PKB mulai mu cul dari akar rumput. Di Kabupaten Mandailing Natal, desakan itu muncul dari kader partai PKB dan sejumlah simpatisan senin 12/6/2023. Patut diketahui, Partai Gerindra dan PKB telah mendeklarasikan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya pada 13 Agustus 2022 […]

  • Miniatur Mandailing Makin Mudah Didapat

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehadiran Kampoeng Kaos Madina (KKM) dalam memproduksi miniatur rumah adat Mandailing semakin memudahkan pencinta barang seni mendapatkanya di panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sebelum, miniatur seperti Bagas Godang dan miniatur Gordang Sambilan harus terlebih dahulu melakukan pesanan ke Bukit Tinggi. Rasyid, yang tinggal di rantau asal Panyabungan kepada wartawan, Kamis (23/5/2013) mengatakan […]

  • Resmikan Panti Jompo, Bupati Madina: Pemda Akan Bantu Kelanjutan Pembangunannya

    Resmikan Panti Jompo, Bupati Madina: Pemda Akan Bantu Kelanjutan Pembangunannya

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution meresmikan panti jompo Imam An Nasai di Longat, Kecamatan Panyabungan Barat pada Minggu (17/10). Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi Pengajian Baitul Bukhori yang telah membangun panti jompo. Ke depan, tambah Sukhairi, Pemda Madina akan ikut serta membantu kelanjutan pembangunan panti tersebut. “Kita akan […]

  • Kapolres Mandailing Natal Jenguk Korban Penganiayaan

    Kapolres Mandailing Natal Jenguk Korban Penganiayaan

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapolres Mandailing Natal AKBP Hirbak Wahyu Setiawan menjenguk warga Tabuyung korban penganiayaan di RS Panyabungan, Kamis (07/04/2011). Empat orang warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal dianiaya OTK pada Kamis (07/04/2011) sekira pukul 02.00 WIB. (Ist) Sumber : Beritasumut

  • Debat Publik Pilkada Madina, Saipullah-Atika Unggul Telak

    Debat Publik Pilkada Madina, Saipullah-Atika Unggul Telak

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution lebih menguasai realita dalam acara Debat Publik Pilkada Mandailing Natal (Madina), Kamis (14/11/2024) Debat Publik berlangsung di Sapadia Hall, Gunung Tua, Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut. Di sisi lain, paslon nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution-M. Ichwan Hussein Nasution gagal […]

  • Aksi Damai itu Akhirnya Diterima Ketua DPRD Binjai

    Aksi Damai itu Akhirnya Diterima Ketua DPRD Binjai

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI – Aksi damai presidum masyarakat peduli Binjai akhirnya di terima ketua DPRD Binjai. Ratusan masyarakat presidum peduli Binjai langsung masuk ke ruang rapat paripurna DPRD Binjai dikawal oleh aparat kepolisian, Rabu (29/9/2011) Presidum masyarat peduli binjai terdiri dari PC Ansor Binjai, DPD Gempita binjai, HMI binjai, dan karang taruna binjai menuntut enam tuntutan kepada […]

expand_less