Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode

IKANAS di Ambang Krisis: Eksis untuk Anggota dan Madina?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum

Momentum pelantikan DPW Sumatera Utara Ikatan Keluarga Nasution dan Anakboruna (IKANAS), besok (Ahad, 3 Mei 2026), seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni rutin. Layaknya dibaca sebagai ruang refleksi: ke mana arah organisasi ini bergerak di tengah perubahan sosial-budaya, sosial-politik dan sosial-ekonomi yang semakin kompleks dan cepat?

IKANAS bukan organisasi kekerabatan biasa. Lahir di Jakarta sebagai wadah perantau — ruang solidaritas bagi sesama Nasution yang hidup jauh dari bona bulu.

Dalam fase awal, fungsi itu sangat relevan: membangun jaringan, memperkuat identitas, dan menciptakan rasa saling memiliki di tengah keterasingan kota besar.

Namun waktu mengubah segalanya.

Saat ini, IKANAS telah berkembang menjadi organisasi formal dengan struktur lengkap: dari DPP hingga DPC, bahkan memiliki sayap seperti Perempuan IKANAS. Memiliki AD/ART, mekanisme organisasi dan jangkauan nasional.

Secara institusional, ini adalah capaian yang patut diapresiasi.

Tetapi justru di titik inilah pertanyaan menjadi mendesak: Apakah transformasi struktur ini diikuti oleh transformasi fungsi?

Simbol Besar, Fungsi Kecil

Banyak organisasi kekerabatan di Indonesia berhenti pada simbol:
– pertemuan rutin,
– seremoni, dan
– kebanggaan identitas.

IKANAS berpotensi jatuh ke lubang yang sama jika tidak melakukan lompatan.

Padahal, modal sosialnya tidak kecil:
– jaringan diaspora yang luas,
– solidaritas berbasis marga dalam ikatan Dalian Natolu, serta
– kedekatan emosional dengan tanah asal.

Akan tetapi, modal itu belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kekuatan nyata — baik dalam bentuk ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sosial anggota.
Organisasi hidup (eksis), tetapi manfaatnya belum terasa merata.

Ketika Tiga Legitimasi Bertemu

Situasi IKANAS hari ini menjadi semakin menarik — sekaligus sensitif, karena adanya pertemuan tiga sumber legitimasi dalam satu orbit tokoh:
– legitimasi organisasi,
– legitimasi politik, dan
– legitimasi adat.

Hal ini tercermin pada figur Ketua Umum DPP IKANAS, H. Saipullah Nasution, yang tidak hanya memimpin organisasi dari pusat, tetapi juga menjabat sebagai kepala daerah di Mandailing Natal — bona bulu bagi banyak anggota.

Konfigurasi ini menghadirkan dua kemungkinan sekaligus:
– sebagai kekuatan konsolidasi yang luar biasa, atau
– sebagai titik rawan kaburnya batas antara organisasi, adat dan kekuasaan.

Di sinilah kedewasaan organisasi diuji:
Apakah Ikanas mampu menjaga keseimbangan, atau justru terseret dalam konsentrasi pengaruh.

Bona Bulu: Simbol atau Prioritas?

Kehadiran DPC Khusus di Mandailing Natal menegaskan satu hal: tanah asal tidak dipandang sebagai wilayah biasa. Memiliki nilai simbolik dan kultural yang lebih dalam.

Namun pertanyaan penting belum terjawab: Apakah posisi “khusus” itu sekadar simbol, atau benar-benar mandat strategis?

Jika bona bulu hanya dijadikan sumber identitas, maka hubungan itu akan berhenti pada nostalgia. Tetapi jika diposisikan sebagai prioritas, maka seharusnya ada:
– intervensi ekonomi,
– penguatan pendidikan, dan
– advokasi kebijakan pembangunan.

Dengan kata lain, IKANAS perlu menentukan sikap: Hadir sebagai kenangan, atau sebagai kekuatan yang bekerja untuk masa depan.

Organisasi dan Tanggung Jawab Sosial

Sebagai organisasi formal dengan AD/ART, IKANAS tidak lagi bisa hanya mengandalkan semangat kebersamaan. Perkumpulan ini dituntut untuk menetapkan arah. AD/ART bukan sekadar dokumen administratif, tetapi kompas yang menentukan pemunculan pertanyaan:
– Bagaimana mengelola kekuasaan?
– Bagaimana membuat keputusan?
– Bagaimana menciptakan organisasi jadi milik bersama?

Hal yang sama berlaku bagi Perempuan IKANAS. Dalam banyak organisasi modern, sayap perempuan justru menjadi motor penggerak sosial. Jika tidak diberi ruang strategis, potensi ini akan terbuang.

Peran Jaringan sebagai Power

Di tengah perubahan zaman, IKANAS memiliki peluang untuk mengambil peran yang lebih besar.
Pertama, menjadi alat mobilitas sosial anggota: membuka akses jaringan, peluang dan posisi strategis di berbagai sektor.

Kedua, menjadi kekuatan advokasi bagi daerah asal: mendorong perhatian kebijakan, akses anggaran, dan pembangunan yang lebih adil bagi Mandailing Natal.

Peran ini bukan sesuatu yang berlebihan.
Justru inilah konsekuensi logis dari organisasi yang sudah matang secara struktur.

Di Ambang Sore nan Sayu

IKANAS hari ini tidak sedang kekurangan energi. Ia memiliki sejarah, struktur, jaringan dan akses. Yang dipertaruhkan adalah arah.

Apakah ia akan tetap menjadi simbol persatuan yang hangat tetapi terbatas?

Atau berkembang menjadi kekuatan sosial yang memberi dampak nyata — baik bagi anggotanya maupun bagi Madina sebagai bona bulu?

Pilihan itu tidak berada pada satu figur, tetapi pada keberanian kolektif seluruh anggota untuk mendorong organisasi ini melampaui dirinya sendiri.

Jika tidak, IKANAS mungkin akan tetap besar sebagai nama —
tetapi kerdil dalam makna.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Terkait Coblos Ulang

    Diduga Terkait Coblos Ulang

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pembakaran rumah Ketua KPU Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Jefri Anthoni oleh orang tak dikenal beberapa hari lalu diduga terkait akan dilaksanakannya pencoblosan ulang Pilkada Madina. “Hal ini saya duga sebagai bentuk suatu gerakan yang dilakukan oleh oknum tak dikenal yang ada hubungannya dengan kondisi pemilukada di Kabupaten Mandailing Natal yang akan melaksanakan pencoblosan ulang,” […]

  • BUMDes Hutabangun Jae Sukses Usaha Ikan Lele

    BUMDes Hutabangun Jae Sukses Usaha Ikan Lele

    • calendar_month Rabu, 19 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUMDes Hutabangun Jae Sukses Usaha Ikan Lele Sebagian Hasilnya Untuk Pendapatan Asli Desa   BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Hutabangun Jae sukses dalam usaha budidaya ikan lele dumbo. Desa yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal ini melakukan panen perdana, Senin (17/9/2018). Subur Batubara Kepala Desa Hutabangun Jae […]

  • Intimidasi wartawan, Kajati Sumut layak dicopot

    Intimidasi wartawan, Kajati Sumut layak dicopot

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), AK Basuni Masyarif pantas dicopot dari jabatannya karena telah melakukan upaya intimidasi terhadap wartawan 2 orang Waspada Online saat melakukan konfirmasi atas penyidikan kasus korupsi yang ditangani Kejati Sumut. Intimidasi dan ancaman yang dilakukan Kajati Sumut, AK Basuni dan juga Asisten Intel (Asintel) Kejati Sumut, Andar Perdana […]

  • Cawabup Atika Bawa Warga Hutabargot Berobat, Pastikan Operasi Berlangsung

    Cawabup Atika Bawa Warga Hutabargot Berobat, Pastikan Operasi Berlangsung

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Atika Azmi Utammi Nasution kembali membawa warga berobat ke rumah sakit usai melaksanakan penyantunan. Kali ini di Kecamatan Hutabargot, Jumat (20/10/2024). Cerita bermula saat Atika bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota Muslimat NU kecamatan itu. Di sela-sela dialog, salah satunya menyampaikan bahwa di […]

  • Catatan dan Masukan Pansus Terhadap RPJMD

    Catatan dan Masukan Pansus Terhadap RPJMD

    • calendar_month Kamis, 17 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebelum Ranperda RPJMD Mandailing Natal (Madina) disetujui oleh DPRD dan pemerintah terlebih dahulu Pansus RPJMD melakukan pembahasan dan telaah untuk memberikan masukan dan penyempurnaan dokumen ranperda tersebut Adapun Pansus RPJMD yang terdiri dari lintas fraksi tersebut, yakni Dodi Martua Tanjung (Fraksi Demokrat), Lely Hartati (Persatuan Madina), Zainuddin Nasution (Gerindra), Suhandi (Gerindra), […]

  • Saipullah Ingin Ada Tim Kaji Penguatan Produk Lokal

    Saipullah Ingin Ada Tim Kaji Penguatan Produk Lokal

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution mengungkapkan, banyaknya bahan dagangan yang dikirim dari luar Madina menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Dia mengaku ke depan harus ada upaya optimalisasi produk lokal agar bisa menguasai pasar. Itu diungkap Saipullah usai meninjau pasar Kotanopan, Sabtu (29/3/2025). Untuk itu, Saipullah menyebutkan Pemkab Madina […]

expand_less