Rabu, 6 Mei 2026
light_mode

Anggaran Puluhan Miliar, Mimpi RSUD Panyabungan Jadi RS Rujukan Dipertanyakan

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 11 menit yang lalu
  • print Cetak

RSUD Panyabungan

PANYABUNGAN | Mandailing Online – RSUD Panyabungan menganggarkan Rp15,92 miliar dari dana BLUD 2026 untuk obat, bahan medis habis pakai, dan kimia. Tapi di saat bersamaan, pengelolaan sampah rumah sakit itu amburadul. TPS jorok, limbah medis meluber, dinding kotor bekas tangan.

Kondisi ini kontras dengan ambisi RSUD Panyabungan jadi rumah sakit rujukan regional Madina. Sebab syarat utama RS rujukan layanan prima dan lingkungan steril.

Data yang didapat mencatat di tahun 2026 ini ada 4 paket BLUD jumbo RSUD Panyabungan yakni Pengadaan Obat-obatan senilai Rp10.100.000.000, pengadaan Bahan Medis Habis Pakai Rp3.405.609.742. Kemudin ada pengadaan Bahan Habis Pakai Kimia senilai Rp2.220.000.000 dan Pembuatan Grounding Rp200.000.000. Total keseluruhan berjumlah Rp15.925.609.742.

Pantauan pada Rabu (6/5/2026), TPS RSUD Panyabungan justru jadi ironi. Tumpukan sampah plastik, botol infus, dan limbah medis menggunung di dalam bangunan TPS hingga meluber ke tanah. Dinding kotor, sampah berserakan, padahal tong hijau bertutup di samping kosong.

Permenkes 7/2019 tegas  limbah medis infeksius wajib tertutup, terpisah, dan diangkut maksimal 2×24 jam. Akreditasi RS rujukan pun mensyaratkan manajemen limbah B3 ketat.

RSUD Panyabungan beli bahan kimia Rp2,22 M dan BMHP Rp3,4 M tahun 2026. Artinya limbah B3 yang dihasilkan juga makin banyak. Tapi TPS yang ada tak sanggup menampung. Hasilnya  limbah menumpuk terbuka.

Rekomendasi Pansus DPRD Madina 4 Mei 2026 sudah ingatkan benahi kebersihan lingkungan rumah sakit. Tapi anggaran BLUD Rp15,9 M ternyata tak satu pun menyentuh perbaikan TPS atau insinerator. Justru ada Rp200 juta untuk Pembuatan Grounding.

Publik mendesak Bupati evaluasi total. Sebab percuma anggaran obat miliaran jika pasien takut dirawat di RS tersebut.

“Mau jadi RS rujukan, Beresin dulu sampah. Percuma alat canggih dan obat lengkap kalau ujungnya pasien kena hepatitis dari lingkungan RS,” tegas keluarga pasien. (*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Genap Satu Bulan, Siswa MAN 1 Madina Kembali Raih Prestasi Bergengsi

    Belum Genap Satu Bulan, Siswa MAN 1 Madina Kembali Raih Prestasi Bergengsi

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Belum genap satu bulan usai meraih medali emas pada ajang  olimpiade sains #2 Global Youth Action (OSN GYA) bidang matematika, Husni Abdillah, siswa Kelas XI MIPA 1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Mandailing Natal (MAN 1 Madina) kembali meraih prestasi bergengsi, juara III, pada Math and Essay Competition (MEC I) Himatika Itera […]

  • Kades dan Sekdes Tegal Sari Natal Jadi Tersangka Penganiayaan Anak, Kabar Damai Terendus

    Kades dan Sekdes Tegal Sari Natal Jadi Tersangka Penganiayaan Anak, Kabar Damai Terendus

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Polres Mandailing Natal ( Madina) menetapkan Kepala Desa Tegal Sari Rizal Efendi dan Sekretaris Desa Imam Syahputra jadi tersangka dikasus penganiayaan anak dibawah umur yang video nya viral. Kepala Desa dan Sekdes ditetapkan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polres Madina pada senin 24/6 kemaren. Status tersangka ke dua aparat […]

  • Dianggap Kodrat, Adakah Sebagai Sinyal Penerimaan Seks Menyimpang?

    Dianggap Kodrat, Adakah Sebagai Sinyal Penerimaan Seks Menyimpang?

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen “LGBT itu sebagai kodrat kan tidak bisa dilarang.” Kalimat ini menjadi viral di sosial media yang kemudian menjadi perbincangan banyak pihak. Kalimat tersebut tentu saja mengejutkan rakyat Indonesia. Karena belum ada tokoh manapun yang notabene Muslim berani secara gamblang memberikan pernyataan demikian. Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang Menteri, professor yang […]

  • Distan Palas Panen Kedelai di Lahan Tiga Poktan

    Distan Palas Panen Kedelai di Lahan Tiga Poktan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan panen kedelai di lahan tanaman kedelai yang dikelola oleh tiga Kelompok Tani (Poktan) seluas 30 Ha, di Desa Botung, Kecamatan Batang Lubu Sutam (Balutam), Selasa (30/9). Ketiga Poktan tersebut yakni Poktan Bersama, Poktan Garingging dan Poktan Makmur Jaya. Poktan tersebut merupakan dampingan Distan Palas, peserta program […]

  • Penerimaan CPNS Tebing Terancam Gagal

    Penerimaan CPNS Tebing Terancam Gagal

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI–Pelaksanaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 Kota Tebing Tinggi terancam gagal. Sampai kemarin, Badan Kepegawaian Daerah (KBD) Tebing Tinggi belum juga mengumumkan rincian formasi penerimaan CPNS. Padahal, rapat koordinasi BKD se provinsi Sumatera Utara sudah menetapkan pengumuman dilaksanakan paling lama Selasa (16/11) yang lalu. Ketua BKD Tebing Tinggi, Amas Muda, berdalih, pengumuman […]

  • KAI Sumut Minta Kapolres Madina Tegas Pada Pelaku PETI

    KAI Sumut Minta Kapolres Madina Tegas Pada Pelaku PETI

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): adanya pembiaran terhadap pelaku penambangan emas tanpa izin ( PETI ) di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumatera Utara (Sumut), DR. Surya Wahyu Danil, SH, MH angkat bicara. Menurut praktisi hukum ini semakin maraknya PETI di Madina menunjukkan betapa ketidakmampuan Aparat Penegak Hukum […]

expand_less