Rabu, 6 Mei 2026
light_mode

Dua Kursi, Satu Kepala: Di Antara Basa-basi Politik dan Tuntutan Aksi Nyata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di Mandailing Natal, panggung politik belakangan ini dipenuhi dua nada yang berjalan beriringan: rekomendasi yang terdengar rapi dari legislatif, dan komitmen yang terdengar siap dari eksekutif. Keduanya tampak sejalan—hingga publik bertanya: di mana titik temu antara kata dan kerja?

Di tengah simpul itu, berdiri satu posisi yang tidak biasa: figur yang memikul dua logika sekaligus—ritme legislatif yang menuntut harmoni, dan mesin eksekutif yang menuntut hasil. Dalam konteks ini, Aprizal Nasution menjadi titik temu—sekaligus titik uji—dari seluruh proses perubahan.

Dua Logika, Satu Kepala

Sebagai penghubung ke legislatif, ia dituntut menjaga hubungan tetap cair, forum tetap produktif, dan friksi tetap terkendali.
Sebagai pengendali birokrasi, ia dituntut memaksa sistem bergerak, menekan OPD, dan memastikan hasil terlihat.

Masalahnya, dua logika ini tidak selalu sejalan.

Menjaga semua pihak nyaman sering berarti menunda keputusan keras.
Mendorong perubahan cepat sering berarti membuka risiko politik.

Di sinilah muncul pilihan yang tidak pernah netral: memelihara keseimbangan, atau memecah kebuntuan.

Basa-basi Politik: Nyaman, Tapi Menahan Laju

Rekomendasi yang “komprehensif” sering kali berakhir sebagai bahasa yang aman:

* semua hal dianggap penting,
* tidak ada prioritas yang dipaksa,
* tidak ada tenggat yang mengikat.

Dalam kondisi seperti ini, sistem cenderung bergerak pelan—bahkan diam—tanpa terlihat bersalah.

Basa-basi politik bekerja halus: ia tidak menolak perubahan, tetapi juga tidak mendorongnya cukup jauh.

Tuntutan Aksi Nyata: Jangan Tunda

Di sisi lain, publik tidak menunggu kesempurnaan dokumen. Publik menunggu:
* layanan yang membaik,
* keputusan yang jelas,
* dan hasil yang bisa dirasakan.

Di sinilah tekanan sesungguhnya berada.
Bukan pada seberapa lengkap rekomendasi, tetapi seberapa cepat sikap politis berubah menjadi tindakan terukur.

Psikologi Kekuasaan: Mengapa Semua Terasa Lambat

Dalam posisi rangkap, ada kecenderungan alami:
* memilih langkah paling aman,
* meredam konflik,
* menjaga semua pihak tetap nyaman.

Namun efek sampingnya jelas: perubahan menjadi lambat, bahkan jadi nihil.

Bukan karena tidak tahu harus berbuat apa — tetapi karena terlalu banyak yang harus dipertimbangkan.

Titik Balik: Penyeimbang — Penggerak Reformis

Justru di sinilah peluang besar itu ada.

Posisi rangkap bukan hanya beban, tetapi juga tuas kekuasaan yang utuh:
* memahami bagaimana rekomendasi lahir,
* mengetahui di mana birokrasi tersendat,
* dan memiliki otoritas untuk menggerakkan keduanya secara reformis.

Jika digunakan dengan berani, satu kepala ini bisa memutus siklus lama: dari basa-basi menjadi aksi berani.

Bukti Nyali Itu Harus Terukur

Jika ingin keluar dari pola lama, maka yang dibutuhkan bukan lagi pernyataan — tetapi keputusan yang bisa diuji:
* setiap rekomendasi dipecah menjadi aksi konkret,
* ada penanggung jawab yang jelas,
* ada tenggat waktu yang diumumkan,
* ada laporan progres yang dibuka ke publik.

Tanpa itu, semua akan kembali ke titik awal: rapi di atas kertas, lemah di lapangan.

Penutup: Publik Puas atau Publik Frustrasi

Pada akhirnya, ini bukan soal jabatan rangkap.

Ini soal pilihan.

Tetap berada di tengah—aman bagi semua pihak, atau melangkah ke depan—berisiko, tetapi membawa perubahan.

Karena di mata publik, ukuran kepemimpinan tidak lagi pada keseimbangan yang dijaga,
melainkan pada keberanian memecahkan kebuntuan.

Dan di titik itulah, semua akan melihat dengan jelas: apakah yang bekerja adalah basa-basi politik — atau aksi berani? Kepuasan publik atau frustrasi publik.***

 

Tim Mandailing Epicentrum, wadah pemikiran dan pergerakan kritis, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

  • 6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pasca keluarnya 21 nama yang lulus administrasi peserta lelang jabatan di 6 Dinas di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, diprediksi ada 6 nama kandidat kuat yang bakalan mendapatkan posisi jabatan Kepala Dinas tersebut. Ke enam nama itu adalah mereka yang saat ini menjadi Pelaksana Tugas ( Plt ) di enam Dinas […]

  • Isu Penculikan Merebak di Sibolga

    Isu Penculikan Merebak di Sibolga

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPTENG-Masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah Tapteng), khususnya orangtua, resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan terhadap anak-anak, orang dewasa, bahkan orangtua. Sesuai sms itu, orang yang diculik akan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya seperti hati, jantung dan ginjal. “Polsek/Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda bahwa ada penculikan anak, dewasa, […]

  • Peran Pemuda dan Semangat Gotong Royong Membangun Mandailing Natal

    Peran Pemuda dan Semangat Gotong Royong Membangun Mandailing Natal

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh Maradotang Pulungan** Setiap Tanggal 28 Oktober setiap tahunnya seluruh pemuda yang ada di Nusantara ini akan memperingati hari Sumpah Pemuda, pada Tahun 2016 ini Pemuda Mandailing Natal akan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 88. Ada satu kata yang terkandung dalam “pemuda”, yaitu “muda”. Muda menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah belum sampai […]

  • Bupati Madina Cabut IUP PT Sorik Marapi Geothermal Power

    Bupati Madina Cabut IUP PT Sorik Marapi Geothermal Power

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) — Bupati Mandailing Natal (Madina), Selasa malam (9/12), dikabarkan telah mencabut IUP (izin Usaha Pertambangan) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dalam eksplorasi bagi pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Pencabutan ini dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi perkembangan investasi di Madina ke depan serta hilangnya peluang Sumatera Utara dalam mengatasi […]

  • Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 1.000 lembar sertifikat tanah diterbitkan untuk masyarakat di sejumlah desa di Mandailing Natal (Madina). Masyarakat yang memperoleh sertifikat tanah itu antara lain Desa Banjar Aur Utara, Rantobi, Muara Parlampungan, Batu Sondat, Simpang Koje. Penyerahan secara simbolik dilakukan Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution […]

expand_less